
Emil terburu-buru kedepan, hingga meninggalkan Alisa disana. Saat tiba didepan pintu terdengar suara yang begitu berisik. Emil terkekeh mendengar nya.
Ceklek,
''Assalamualaikum bang...'' sapa seseorang dibalik pintu. Ia tersenyum begitu manis kepada Emil, yang juga dibalas begitu lembut oleh Emil.
''Waalaikum salam dek... mari amsuk!'' titahnya.
Sedangkan seseorang disana terdiam dari gerakan tangan yang akhirnya mengeringkan rambutnya.
Dek??
Siapa??
Karena Alisa masih sibuk dengan rambutnya, maka ia tidak peduli dengan suara habib diluar sana.
Setelah nya ia sholat. Selesai sholat barulah ia keluar dan berdiri di depan pintu. Saat melihat Diaman sang suami berada, Alisa berdiri mematung.
Terlihat disana, ia begitu akrab dengan seorang gadis. Gadis yang agak tua melebihi dirinya. Sebaya dengan Emil.
Emil begitu ramah terhadap gadis itu. Tanpa sadar air tersenyum lembut dan sesekali terkekeh melihat gadis itu.
Alisa menatap nanar pemandangan yang ada di hadapannya itu. Ia tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Hatinya begitu sakit, saat melihat suaminya lebih akrab dengan gadis lain ketimbang dirinya sebagai iatri.
''Adek bawa apa??'' tanah Emil.
''Hehe.. tadia dekat maska kesukaan Abang.. kan tadi malam kuat udah janji kalau kita akan kesini beramai-ramai..'' ucapnya dengan malu-malu.
Emil terkekeh. ''Kamu bisa saja sayang!''
Deg.
Sa-sayang???
Alisa terkejut.
Sedangkan teman yang lain menggoda Emil dan gadis itu. Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang sedang terluka disana.
''Abang aku makan?? biar adeka ambilkan ya??'' tanya nya dengan lembut.
Emil mengangguk. Setelah ia berlalu ke dapur dan mengambil piring disana. Setelah any ai memberikan makanan yang ia maska itu kepada Emil.
Gadis itu tidak sadar, ketika ia melewati dapur tadi ada seseorang berdiri mematung disana. Saking bahagia nya, ia tidak melihat jika Alisa sedang memperhatikan nya.
''Eh Mil? istri aku mana?? masa' kita datang kemari dianya kagak nongol??'' tanya teman Emil.
Emil terkejut dan terbatuk-batuk. Ia tersedak amkann yang baru saja di makannya. Ia begitu terkejut, ia melupakan Alisa yang Ternyata juga ada di rumah itu.
''I-itu...''
__ADS_1
''Eh? kakak ipar! ayo kesini! nih lihat.. cewknay Emil sedang menjamu kita makan! ayo sini!'' ajak salah seorang yang Emil.
Emil terkejut, dan berbalik.
Deg.
''Dek....'' lirih Emil begitu pelan.
Alisa tetap diam. Hatinya begitu sakit melihat Emil begitu mesra dengan gadis lain. Sungguh jika bisa, ia ingin menggampar Emil dengan kuat hingga rasa hatinya puas.
Tapi ia tidak bisa. Melihat ada sesuatu yang aneh, akhir nya salah satu dari teman Emil, mengajak Alisa untuk duduk disana.
Alisa hanya menatapnya datar. Matanya tak berkedip melihat Emil dengan gadis yang disebut sebagai cewek Emil tadi.
''Mari.. ayo.. kita makan sama-sama banyak makanan loh.. tuh udah disiapin oleh ceweknya suami kamu!'' sindir seseorang teman Emil.
Membuat Emil salah tingkah. Alisa tetap diam.
''Gimaan masakan Sri, Mil? Enak nggak??bpancing teman Emil yang lain. Emil mengangguk, setelah nya ia menyantap makanan itu tanpa memperdulikan Alisa yang masih berdiri mematung disana.
Sedangkan gadis yang bernama Sri itu tersipu malu. Ia sangat senang karena makanan nya enak dan dipuji oleh oleh Emil.
Emil masih saja cuek, ia masih menyantap makanan yang ada di hadapan nya. Dengan tak tau malunya ia meminta tambah pada gadis itu.
''Cie... mint tambah nih ye.. Mak aja terus isi perut sendiri dengan balutan tangan mantan! sapi lupa dianya Sam istri sendiri!'' scelutik salah satu tema Emil yangwngajak Alisa tadi duduk.
Lagi Emil tersedak. Sri yang melihatnya pun bergegas mengambil airinum dan memberikannya pada Emil.
Disambur Emil dengan cepat, sedang gadis itu menepuknepuk lembut punggung Emil, berharap tetsedak nya mereda.
Padahal jika Emil tau, Alisa juga snagt lapar. Alisa tersentak saat seseorang dari membawa nya duduk di tengah-tengah mereka.
Alisa duduk tepat di depan Emil, sedangkan Emil duduk di sebelah mantannya itu. Alisa menatap datar pada Emil yang dibalas cuek oleh Emil.
''Dasar si emil! jika udah jumpa mantan! ia ngelupain bininya! kalau kau tak mau, berikan aja Alisa padaku! Kembali lah kau dwnagncewek kau itu. Aku bersedia menerima istrimu ini. Ia sangat cantik, seperti bidadari surga...'' sindir salah satu teman Emil.
Emil yang mendengar ucapan temannya itu mendongak. Mata itu bersiborok dengan naik anta hitam milik Alisa.
Alisa hanya menatap datar padanya. Sedangkan sang mantan begitu bahagia saat tema Emil mengatakan hal demikian.
''Iya dong.. siapa dulu cewek bang Emil.. Sri.. gitu loh..'' ucapnya jumawa.
Alisa hanya diam saja. Emil terus saja menatap istrinya. Sedang yang ditatap, menunjukkan wajah datar.
Emil yang sudah tidak berselera, akhirnya menyudahi makannya tersebut. Dengan sigap gadis itu mengangkat piring itu dan membawa nya ke dapur.
Alisa memperhatikan saja setiap gerakan mantan Emil itu. Sedangkan Emil terus saja menatapnya.
Kenapa??
Maaf dek..
__ADS_1
Cih!
Alisa memalingkan wajahnya dan tersenyum saat bertatapan dengan teman Emil yang lain. Alisa berusaha akrab dengan teman Emil.
Tak disangka ternyata ia panas dengan kelakuan Alisa tadi. Alisa cuek saja. Sedangkan teman yang lainasih saja Teti menggoda nya.
Sesekali Alisa tertawa karena lelucon teman-teman Emil. Sedangkan Sri melihat raut wajah Emil yang marah, iri hatinya.
''Cih! gimana mau nyenengin suami jika perut suami saja tidak tau di isi?! ini amalh sibuk dengan teman-teman suaminya?! Sok alim! tapi mu Ra han!!'' celutukan, hiangg terdengar ke telinga Alisa.
Alisa menoleh. Iaenatap Sri yang juga menatapnya dengan pandangan remeh nya. Sedangkan teman Emil yang lain melotot mendengar ucapan mantan Sri ini.
''Apa?? apa aku mengusik dirimu??nhingga kau beraniengtakan hal itu kepada ku?? Siapa kau! berani mengatai diriku??! Sedang kau saja masih mengejar seseorang yang jelas sduah menjadi sumai dari orang lain?! Apa itu anaknya Jiak bukan Mu Ra han? hah?!'' hardik Alisa dengan penuh penekanan.
Emil terkejut, begitu juga dengan Sri. Ia sampai malu karena Alisa membalikkan semua ucapannya itu untuk dirinya.
''Cih! sok alim! jangan salahkan diriku! jika bang Emil lebih memilih ku di abnding dirimu?!'' ketus nya.
Alisa tertawa mengejek. Namun itu sangat menakutkan Dimata Emil.
''Jika memang bang Emil lebih memilih mu, kenapa dia menikah denganku?! Apakah kau tidak menyakan alsan padanya?!'' ujar Alisa lagi, tapi sih dengan nada datar.
Membuat Emil membulatkan matanya. Sedangkan Sri terkejut dengan perkataan Alisa.
Sedangkan teman nya yang lain terdiam.
Sedangkan seseorang disana tangannya mengepal erat hingga buku-buku tangannya memutih.
''Halah! mengaku istri! tapi nggak bisa masak! masa' suami lebih maknyus makanan mantan ketimbang istri?! Jika memang benar kau istrinya, mengapa kau tidak memasak untuknya?! Atau.. jangan-jangan... kalian menilai hanya diatas kertas?? Cih! sok-sokan mengaku istri! Padahak mah kontrak!'' celutukan lebih pedas lagi hingga membuat Alisa begitu geram.
Ia menatap Emil yang juga tengah menatapnya.
''Kenao kau diam bang?! jelaskan padanya jika aku ini adlah istri sah mu! aku sah donat hukum dan agama! Diaman kesalahanku hingga manyannmi ini mencibirku?! apa haknya?! Siapa dia bermain mengatur diriku?! Tega kau bang! lebih mengutamakan mantan dibanding istrimu! bahkan tadi malam pun kau meninggalkanku dirumah sendiri! Jangan bilang kau bertemu dengan mantan mu ini! Dan kalian berdua berjanji ingin menyerangku dirumah ku sendiri?! Dan kau! hanya diam saja melihat ketidak Adilan pada ku?! Mau mu apa bang?! Jika tujuan muenikahi ku hanya sebagian pelampiasan, lebih baik kau lepaskan aku! Menikahkan dengan gadis j****g mi ini?!'' sentak Alisa.
''Alisa!!!!'' sentak Emil.
Alisa terkaget begitu juga dengan yang lain. Hadi yang bernama Sri itu tiba-tiba menangis dihadapan Emil, membuat Emil semakin kalap dan ingin memukul Alisa.
''Dasar kau istri tidak tau diri!'' tangan Emil melayang terangkat ke atas, sedang Sri tersenyum miring melihat Alisa.
Alisa tau itu. Ia tetap diam. Alisa ingin tau, apakah tebakannya ini benar?
Belum sempat tangan Emil menyentuh pipi Alisa, seseorang menghardik Emil dengan kuat. Hingga seluruh penghuni kontrakan itu terkejut.
''Milham Syah putra!!!!''
Deg.
💕
Ayo.. ada yang geregetan nggak dam bang Emil??
__ADS_1
Sama! othor juga nih! pingin tak timpuk batu bata tuh hidung mancungnya! huh!
TBC