
Emil yang sedang patah hati masih saja meyakinkan Alisa bahwa ia benar-benar tulus menyukai gadis itu untuk dijadikan istri, bukan sebagai permainan semata.
''Apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untuk berjuang Lis.. Abang kalah sebelum bertindak.. jangan marah ya Lis.. jika Abang akan terus berusaha meyakinkan mu agar mau dengan Abang.. apakah kamu bersedia dengan Abang?? Apakah kamu mau menjadi istri dan ibu dari anak anak nya Abang nantinya?? dalam suka dan duka?? Maaf.. jika Abang lancang.. Abang hanya takut jika terlalu lama menyampaikan niat baik ini, nanti takutnya keduluan diambil orang.. apakah kamu mau Lis..??'' tanya nya panjang lebar.
Ini lamaran kah??
Alisa yang mendengarnya terkejut. Matanya melotot dengan mulut menganga. Bukannya ia tak tahu jika Emil sedang melamar dirinya hanya saja ini tidak sesuai dengan naskah yang sudah disusunnya untuk menarik ulur cinta Emil sekaligus Alisa ingin mengujinya.
Bukan malah melamar nya secepat ini. Alisa jadi bingung tapi ia tetap pada pendiriannya. Kalau ia akan menguji Emil sebelum melangkah jauh dengan pemuda itu. Alisa masih terdiam, ia masih syok mendengar penuturan Emil.
Alisa mencoba untuk biasa saja. Ia menetralkan perasaannya, agar Emil tidak tahu jika dirinya terkejut. Secepat mungkin ia merubah wajahnya menjadi sedih kembali.
''Ma-maksud Abang apa ya??'' ia berusaha sadar dari rasa terkejut nya.
'' Abang ingin melamar kamu sebelum kita menikah, Abang akan datang kepada kedua orang tua mu Lis.. Abang akan bilang tentang keseriusan Abang terhadapmu.. Abang akan datang kerumahmu Minggu depan, kamu bersedia kan Lis.. dengan Abang??'' tanya nya lagi
__ADS_1
Alisa tetap pada pendiriannya.
''Maaf Bang... Alisa nggak bisa.. Alisa masih sekolah.. nanti apa kata orang, sekolah aja belum lulus udah mau nikah aja. Alisa nggak mau jadi gunjingan orang Bang..'' ucapannya sedih
'' Abang nggak akan memintamu menikah sekarang Lis.. tapi nanti setelah kamu lulus dari sekolah untuk sekarang Abang ingin kita bertunangan saja. Abang akan mengikat dirimu agar tidak diambil orang!'' ucapnya mantap
''Tu-tunangan??''
''Ya Abang akan datang untuk melamarmu sekaligus meminang mu. Abang harap kamu bersedia ya Lis...''
Aduh .. mimpi apa aku semalam ! Pagi ini aku dilamar oleh lelaki yang aku sukai.. Ya Allah panas dingin nih muka.. apa yang harus aku lakukan ya Robb.. ingin mengujinya malah balik menguji diriku.. apakah aku hentikan saja ya..??
''Sekali lagi maafkan Alisa ya bang... maaf Alisa tidak bisa menerima Abang karena Alisa masih sekolah dan papa pun sudah mengatakan jika Alisa harus selesaikan sekolah dulu, baru kemudian menikah. Maafkan Alisa yang nggak bisa berbuat apa apa bang.. Maaf..'' ucapnya sendu.
Emil yang ucapan mendengarkan bertambah kecewa, ia tak menyangka pujaan hatinya menolak dirinya untuk dipinang bahkan dengan segala bujuk rayunya ia tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
Lama Emil terdiam, ia melamun. Tiba tiba saja ia teringat akan sesuatu. Alisa yang melihat Emil melamun meninggalkan nya disana karena waktunya sudah hampir memasuki angka tujuh.
Emil melihat Alisa yang telah menjauh mengejarnya.
''Tunggu Lis.. Abang mau bertanya padamu..'' ucapnya sambil terus berjalan mengikuti Alisa sedangkan Alisa tetap mengayuh sepedanya dengan pelan.
Karena ia ingin tau apa yang akan ditanyakan oleh Emil kepadanya.
''Jika memang kamu tidak menerima cinta ku, bukankah Abang sudah memberi pilihan untukmu? Lalu mengapa selendang itu tidak kamu kembalikan??'' tanyanya.
Pintar!
Rupanya ia sadar akan keberadaan selendang itu. Alisa tersenyum tipis.
"Selendangnya ada dirumah.. karena Alisa mau kesekolah nanti saja Alisa kembalikan, sebelum selendang itu berada ditangan Abang berarti selendang itu punya Alisa kan??''
__ADS_1
''Maksudnya??''
Emil bingung!