Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Ge Ga Na


__ADS_3

Emil pergi dengan membawa tanda tanya besar. Ia menjadi heran dengan sikap Alisa. Berulang kali ia memikirkan tentang kesalahannya terhadap Alisa. Tapi tak juga ditemuinya.


'' Apakah aku ada salah padanya?? Mengapa pula wajahnya terlihat begitu sedih, seakan aku telah menyakiti hatinya! Jika memang aku salah, seharusnya ia kan berbicara terus terang padaku? bukannya diam diam begini?? ck!!'' ucapnya bergumam seraya berdecak.


Ia melamunkan Alisa sepanjang jalan. Hingga tanpa sengaja ia menyenggol pot bunga ibu ibu yang sedang membersihkan taman bunganya diluar pagar.


Duuukk


Trakkk..


'' Eh copot! kodok lompat jatuh ke pasar! ishh.. apa sih??'' ucap ibu ibu itu terkejut ketika melihat pot bunganya yang jatuh kebawah.


Emil yang mendengar seseorang terkejut menghentikan kendaraannya. Ia turun dari motornya dan berbicara pada ibu itu.


Sedangkan si ibu, ia masih saja sibuk dengan pot bunga yang jatuh sesekali ia mengomel tak jelas, membuat Emil tersenyum.


Saat Emil ingin menepuk bahunya, kebetulan si ibu berbalik dan...


'' Eh kambing congek jelangkung panjang! '' ucapnya sambil melempar pot bunga pecah tadi ke wajah Emil.


Emil mengedip ngedip lucu, membuat temannya terbahak disana.


'' Astaghfirullah! kaget saya! kambing congek oi kambing congek? mengapa kamu dibelakang saya? kan jadi saya tabok pakai kendi bunga?! oh kok kendi sih?? hah iya pot bunga?? kamu kenapa nyenggol pot saya?? kan saya kaget! belum lagi kamu nongol kayak kambing congek jelangkung panjang.. datang tak diundang pulang bawa antaran! ishhh...'' omelnya sambil mengurut dadanya.


Emil melongo. Ada ya seorang ibu ibu mengatakan dirinya kambing congek? Serta apa itu tadi jelangkung panjang katanya? Emang bener ya ia panjang?? Ada ada saja tingkah ibu ini jika sedang terkejut.

__ADS_1


Sedangkan temannya di dekat motor sana hampir terkencing dalam celana saking tak tertahannya tertawa.


Buahhaahaha...


Emil melihat kerah nya dengan wajah datar. Tapi temannya ini tak berhenti juga tertawa. Hatinya begitu geli melihat si ibu yang terkejut menyebut Emil sebagai kambing congek.


Emil melihat si ibu, kemudian tersenyum padanya. Membuat si ibu jadi jutek.


'' Kenapa kamu senyum senyum in saya?? Emangnyansaya ini gadis? hingga kamu tersenyum manis seperti itu?? ck!! sudah salah tersenyum pula!'' ucapnya jutek seraya membuang muka nya dari Emil.


Emil yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi datar. Sedangkan temannya tertawa lagi.


Emil menoleh kebelakang, ia menunjukkan kepalan tangan nya pada temannya itu berharap berhenti menertawai dirinya. Dan tepat! berhasil juga akhir nya temannya itu terdiam.


'' Maaf Bu.. saya nggak sengaja nyenggol pot bunga ibu.. jadi saya kemari ingin tanggung jawab dengan menggantinya dengan uang, agar ibu bisa membeli pot yang baru untuk tanaman ibu ini.. apakah ibu menerimanya??'' tanya Emil membuat si ibu memalingkan wajahnya kepada Emil.


Emil yang paham pun langsung saja memberikan uang berwarna hijau, membuat si ibu tersenyum senang.


'' Lain kali sering sering ya nabrak pot bunga saya.. karena saya akan ketiban rejeki setiap ditabrak! wah lumayan ini jika satu orang segini? gimana kalau sepuluh?? wuihhh bisa beli baju warna merah untuk pergi ke kondangan nih.. uhuyyyyy.. makasih tong.. kamu baik deh..'' ucapnya seraya mengedipkan matanya pada Emil, membuat Emil memandangnya cengo.


Emil tersenyum kaku kepada si ibu. Bisa bisanya si ibu berpikiran harus sering menabrak pot bunganya. Kalau orang lain pasti marahkan? Lah.. ini? kok malah senang coba??


Emil menggelengkan kepalanya. Ia berbalik dan meninggalkan si ibu yang sedang kegirangan mendapatkan uang dari Emil.


'' Ck! ada saja tingkah nya! udah tua juga! nggak ingat umur! apes akunya! masa' aku dibilang kambing congek jelangkung panjang?? emang benar apa? kalau aku ini kayak kambing congek dan juga panjang kayak jelangkung?? ishhh... kesel akunya..!'' gerutunya.

__ADS_1


Membuat teman didekatnya mengulum senyum. Ia tak berani lagi tertawa takut akan di tonjok Emil nanti.


Selesai dengan perkara kambing congek, Emil kembali mengendarai motor nya. Kali ini ia lebih banyak berfikir, apakah ada yang salah pada dirinya atau apa?


Mengapa ia merasa jika Alisa menghindari dirinya. Seakan Alisa menjaga jarak dengannya. Emang ia ada salah ya pikirnya.


Emil merasa gelisah, matanya bergerak liar saat memikirkan sesuatu.


Ia jadi galau dengan kelakuan Alisa. Sungguh ia pun tak ingin melakukan hal itu padanya. Hanya saja kemarin, Emil sangat kesal karena tak diperhatikan oleh Alisa.


Ia seolah tidak ada. Ia dianggap orang asing. Padahal dirinya berniat ingin menemui gadis itu karena sangat merindukan dirinya.


Tapi apa? Ia malah di cuekin! tak dianggap! bahkan tak kasat mata menurutnya. Emil tak tahan dengan Alisa seperti itu. Maka siang tadi saat ia melihat Alisa berjalan ketika dirinya membeli kopi, ia berniat ingin membuat gadis itu sadar.


Karena tak mengenakkan jika kehadiran kita tidak dianggap sama sekali. Oleh karenanya Emil sengaja cuek pada gadis itu.


Tapi gadis itu juga tidak sadar. Bahkan Emil sampai berbalik melihat ke belakang berharap Alisa memanggilnya. Namun sayang, Alisa tetap meneruskan jalannya tanpa menoleh dan berbalik. Membuat Emil jadi gusar.


'' Aku akan menemuinya malam Minggu ini! tunggu saja! aku akan membuatnya bertekuk lutut padaku! berani beraninya ia menghindar dari ku! awas kau Alisa!!'' ucapnya geram.


Bang Emil lagi Gelisah Galau Merana karena dicuekin neng Alisa.


Sanggupkah Alisa berhadapan dengan bang Emil malam Minggu ini??


Nantikan kelanjutannya!

__ADS_1


See you..


__ADS_2