Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Cerita sebelum tidur


__ADS_3

Pak Yoga dan Mama Alina masuk ke kamar, setelah sejenak mereka melaksanakan sholat isya yang udah kelamaan.


Saking lamanya pertemuan mereka, sampai sampai sholat isya pun jadi lama. Padahal mereka berdua adalah orang yang tepat waktu dalam hal ibadah.


Setelah sholat, pak Yoga duduk ditepi ranjang. Ia menyandarkan kepalanya di kepala ranjang, guna untuk mendinginkan kepalanya yang sedang berkecamuk sebab melihat Alisa bersama pemuda itu.


Hatinya was was, jikalau apa yang dipikirkan olehnya akan terjadi. Sebagai orang tua, ia ingin melihat Alisa bahagia hidup bersama pasangan hidupnya. Tapi tidak dengan pemuda itu.


Entah kenapa, firasatnya mengatakan jika Alisa tidak akan bahagia hidup dengan pemuda itu.


Dirinya bukanlah cenayang, yang tau seperti kejadian di masa depan. Ia hanya mengandalkan filing saja. Entah tepat ataupun tidak, ia pun tak tau.


Pak Yoga menghela nafasnya yang terasa berat. Selama beberapa hari ini, ia mendapatkan firasat yang tidak baik tentang pemuda itu.


Tapi entah apa. Bagaimana caranya membuktikan jika firasat itu benar adanya? Ia menerka nerka kejadian akan datang.


Rasanya ingin sekali ia ke peramal, untuk tau seperti apa masa depan anaknya.


Astagfirullah! haram hukumnya!


Pak Yoga mengusap wajahnya kasar. Ia jadi mengingat kata kata dari seorang ulama. Beliau mengatakan, apapun jenis ramalan adalah haram. Apapun bentuk dan caranya tetaplah haram. Yang tau tentang masa depan itu hanyalah Allah azza wajalla.


Menurut majelis ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan bahwa, di dalam agama Islam apapun jenis ramalan adalah haram. Segala sesuatu. yang terjadi dimasa depannya hanya Allah lah yang tau.

__ADS_1


Bukankah sudah tertulis didalam Lauhul Mahfudh jika takdir manusia sudah ada didalamnya.


Takdir sudah tercatat sejak Allah akan menciptakan manusia. Takdir yang sudah tertulis tidak bisa diubah lagi.


Tapi untuk nasib hidup kita, bisa di ubah.


Misal, kita ingin menjadi orang sukses dimasa akan datang, ya kita harus berusaha semampu kita untuk bisa mewujudkan nya.


Dengan kata lain, takdir tak dapat diubah sedangkan nasib dapat diubah. Bukankah ada ayat Al-Qur'an yang mengatakan,


Innal llahi laa yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiruu ma biqaumin amfusisim.


Yang artinya,


Allah tidak akan merubah suatu kaum, sehingga mereka merubah apa yang ada pada dirinya sendiri. Q.s Ar-Ra'du ayat 11


Ikhtiar Wajibon!


Pak Yoga merenung sesaat, lama ia merenung sampai Mama Alina duduk disebelahnya pun ia tak tahu.


Mama Alina yang melihat pak Yoga bengong, menepuk pahanya lembut sambil menegurnya.


'' Pa.. ada yang dipikirin ya? Kok melamun? sampai bengong kayak begitu? Ada apa sih Pa?'' tanya mama Alina.

__ADS_1


Pak Yoga menoleh, ia mendapati istrinya tersenyum manis padanya.


Pak Yoga pun tersenyum.'' Enggak Ma.. Papa nggak melamun kok. Hanya saja.. sudah dua hari ini, Papa mendapatkan firasat yang tidak enak tentang Alisa! Entah apa, Papa pun tak tahu! Rasanya, hati ini gelisah mengingat Alisa! Entah kah kebetulan, atau hanya firasat yang datang karena Papa terlalu mengkhawatirkan nya? Entahlah!'' imbuhnya, ia menerawang ke depan.


Mama Alina menghela nafasnya.'' Apapun yang terjadi kedepannya untuk anak kita, kita tidak bisa mengubahnya Pa.. semua itu sudah goresan takdir untuknya! Terima nggak terima, Alisa tetap harus menjalaninya! Kita sebagai orang tua hanya mendoakan yang terbaik untuknya. Jangan berlarut larut benci pada seseorang Pa.. itu nggak baik! Kan belum tentu jika apa yang Papa pikir kan akan terjadi nantinya? Ingatlah loh.. apapun yang ada dihati Papa Allah tau! Ia Maha mengetahui! Mau, Papa jika Alisa mengalami seperti apa yang Papa pikirkan??'' terang Mama Alina. Ia mencoba untuk membujuk suaminya agar tidak berfikir negatif.


''Sebelum semua itu terjadi, kita tidak boleh menerka nerka, apa yang akan terjadi dimasa depan! Sebagai manusia, kita hanya bisa pasrah dengan keputusan Nya. Jalani dengan ikhlas! agar Allah ridho pada kita!'' jelasnya lagi, membuat pak Yoga tersenyum lembut pada mama Alina.


'' Iya sayang! terimakasih ya.. kamu udah ngingetin Papa! kamu masih saja seperti dulu! hanya saja wajahmu saja yang sudah menua, tapi kamu tetap cantik! aku tak pernah menyesal menikah dengan mu! Terimakasih kamu masih setia mendampingi ku, yang bukan apa apa dibandingkan dirimu! kau lah yang sudah merubahku menjadi lebih baik! terimakasih sayang!'' imbuh papa Yoga, serta menatap Mama Alina dalam.


'' Bukankah suami istri memang harus saling berbagi baik dalam suka dan duka? Dan bukankah mengingatkan suami yang lupa, kewajiban seorang istri untuk mengingatkan nya? Aku hanya berpegang teguh pada ajaran kita Pa! Terimakasih jika beranggapan seperti itu! Mama senang, akhirnya Papa bisa berubah, tidak seperti dulu, yang selalu emosian! lebih mementingkan ego ketimbang perasaan pasangan! Maaf ya Pa.. bukan maksud Mama mengungkit masa lalu, hanya terkenang akan nya. Maaf jika perkataan Mama menyinggung Papa! Mama mohon maaf! Dan terimakasih karena selama menjadi istri Papa, Papa menerima kecerewetan Mama! semua itu Mama lakukan agar Papa bisa berubah, demi kelanjutan hubungan kita! Dan sekarang, terbuktikan! Akhirnya Papa berubah seperti sosok yang selama ini Mama inginkan! Terimakasih karena Papa mau menerima nasehat Mama! Mama sayang Papa! sangat sayang! melebihi nyawa Mama sendiri!'' balasnya panjang lebar.


Membuat pak Yoga menerbitkan senyum cerah, secerah mentari pagi yang mengeluarkan panas hangatnya.


'' Sama! Papa juga sangat menyayangi Mama! tetaplah disampingku! walau apapun yang terjadi! dampingi terus diriku yang selalu kekurangan ini!'' imbuhnya.


Mama Alina tersenyum.'' Tentu! dengan senang hati, mama akan selalu berada disamping Papa! Semoga kita selalu bersama sampai ajal menjemput kita berdua!'' balas Mama Alina seraya mendekati pak Yoga untuk memeluk nya.


Mereka berdua berpelukan hangat. Saling berbagi perasaan dan kehangatan. Setiap pasangan memang harus seperti itu. Dalam suka dan duka selalu bersama.


💕


Ada yang seperti mama Alina dan papa yoga nggak??

__ADS_1


Cuss.. komen di kolom komentar!


TBC


__ADS_2