
***Ya Allah...maafkan aku Inah...aku gagal menjaganya...jika memang benar pemuda itu adalah jodohnya maka aku bisa apa?? aku sudah berusaha untuk menjaganya tapi apalah dayaku yang bukan siapa siapa ini..
Aku yakin jika memang Alisa berjodoh dengan anak dari majikan mu itu maka mereka pasti akan dipersatukan walau dengan keadaan apapun. Jodoh tidak akan tertukar..
Pak Oman***
Setelah berkata demikian Emil pergi meninggalkan pak Oman dengan sejuta penyesalan kenapa terlambat untuk memberi tahukannya pada pak Yoga. Apa boleh buat jika memang Alisa berjodoh dengan pemuda itu maka Ia berusaha mengatakan nya pada Inah agar keluarga majikannya itu ikhlas dan berlapang dada menerima keputusan takdir.
Emil yang sudah mendapatkan amunisi sejak bertemu dengan pak Oman , Ia terlihat begitu bahagia. Ia memiliki id cemerlang agar bisa terlaksana Ia membutuhkan pertolongan pak Daman Abang iparnya.
Ia akan membujuk kakak iparnya itu agar mau kerumah pak Yoga untuk berkunjung, padahal berkedok lain Ia ingin memastikan perasaan Alisa padanya. Ia terpaksa berlaku nekat seperti ini demi pujaan hatinya.
Ia berlari menuju pak Daman yang sedang duduk bersama para pekerja.
''Ehm Bang!'' pak Daman menoleh
''Ada apa Cu??''
''Kita jadikan kerumah pak Yoga untuk menjenguk anaknya yang dirumah sakit?? kebetulan hari ini aku lihat mereka sudah pulang..''
''Jadilah..berarti mereka sudah pulang ya..baiklah selepas maghrib kita kerumahnya, ambil ini belikan sesuatu agar kita datang tidak dengan tangan kosong..'' pak Daman memberinya sejumlah uang untuk dibelikan buah tangan oleh Emil.
__ADS_1
''Oke..'' ucapnya
Ini menjadi penentu untuk dirinya apakah Alisa menyukai dirinya atau tidak?? Itulah sebabnya Ia mengajak kakak iparnya sebagai tameng agar Ia bisa kesana dan kebetulan beberapa hari yang lalu kakak iparnya ini berencana untuk datang kerumah sakit menjenguk anaknya pak Yoga yang sedang dirawat karena kecelakaan jadilah Ia memanfaatkan situasi itu.
'Maafkan Ucu bang yang sengaja melibatkan Abang dalam masalah ini..jika tidak dengan begini aku nggak punya kesempatan untuk bertemu dengan Alisa.'
Ia bergegas keluar untuk membelikan buah buahan dan juga sesuatu yang akan diberikannya kepada Alisa nantinya.
🦋🦋🦋
Selepas Maghrib mereka berkunjung kerumahnya pak Yoga untuk menjenguk Alisa. Sesampainya disana mereka disambut dengan hangat oleh si empunya rumah.
'' Wa'alaikum salam.. Pak Daman mari silahkan masuk..eh nak Emil ikut juga toh..''
''Iya Pak..ini ada sedikit rejeki dari kami untuk Alisa. Oh ya Alisa nya mana Pak kok nggak kelihatan?'' ucapnya basa basi
''Oh terimakasih nak..ada kok didalam sedang istirahat baru saja minum obat.''
''Ehm bolehkah saya menemuinya Pak?? bukan apa apa Pak hanya sekedar melihat keadaannya sebentar saja??''
Pak Daman dan pak Yoga saling pandang, mereka heran mengapa Emil ingin bertemu dengan Alisa. Pak Yoga seperti sedang memindai Emil apakah ada sesuatu antara Emil dan putrinya tapi Ia tetap memberikan izin untu melihat Alisa.
__ADS_1
''Baiklah sebentar akan saya panggilkan Mamanya dulu agar bisa membawa Alisa kesini.'' ucapnya dengan beranjak pergi untuk memanggil Mama Alina.
Sesaat kemudian pak Yoga dan juga istrinya keluar dengan Alisa yang dipapah oleh Mama Alina. Mereka duduk lesehan dengan Papa Yoga di samping Alisa.
Emil tersenyum kepada Alisa yang dibalas senyum oleh Alisa walaupun masih agak pucat tapi tetap cantik menurut Emil.
''Terimakasih Pak sudah mengizinkan saya untuk bertemu dengan Alisa..''
''Sama sama nak Emil tapi hanya sebentar saja ya..'' Emil mengangguk.
''Apa kabar dek..??''
Eh??
💟💟💟💟💟
Like dan komen Yee..
See you..
🤗🤗🤗😘
__ADS_1