
Disaat kejadian itu terjadi Hendra seperti orang linglung.. dia tersadar sesaat setelah mendengar suara hantaman yang begitu kuat
Braaaakkk
Dirinya tersadar setelah melihat Alisa yang terpental berguling guling hingga ke tengah jalan, barulah ia berlari mengejar Alisa yang sudah terkapar.
*****
POV Hendra
Hatiku sangat resah dari tadi.. sejak pagi hingga saat ini aku terus saja memikirkan Alisa entah mengapa aku pun tak tau.
Saat aku melihatnya sudah datang aku langsung saja menemuinya. Aku terus saja mengajak dirinya berbicara dan hanya dibalas dengan senyuman saja. Hal seperti ini sudah biasa bagiku, ku anggap sebagai tantangan untuk mendapatkan seorang Alisa.
Saat aku ingin berbicara dengan Alisa ada saja yang mengganggu.. huh sebel aku! pengacau saja! datang datang ngomel ngomel gak jelas! orang akunya ngomong serius dianya malah ngeledek!!
Entah mengapa mulutku hari ini tiba tiba saja keceplosan, kata kata yang sudah ku rangkai dan ingin ku ungkapkan nanti setelah lulus dari sini, agar Alisa tidak berfikir aneh aneh tentangku malah leceplosan!
Sial!!
Dasar mulut durjana! bisanya keceplosan! ingin berhenti tapi apalah daya lidahku tergelincir euuuyyy.. terpeleset lamar Alisa yang disambut dengan Omelan panjang si Moli.. dasar biang kerok ups! maaf Mol... hehehe
Aku melamar Alisa dengan spontan membuat teman teman dikelasku menjadi gaduh.. mereka bersorak Sorai. Karena sebagian dari mereka mengetahui kalau aku menyukai Alisa dari dulu, tetapi selalu saja Alisa diam nggak bilang iya nggak juga bilang tidak.. galau akunya...!!
Tapi biarlah.. itu haknya kok.. aku tak akan memaksa, hanya berharap sedikit saja agar Alisa membuka hatinya walau sedikit saja itu sudah cukup untukku.. cintaku cukup untuk kami berdua.."
Saat jam pulang sekolah hatiku terus menerus resah memikirkan Alisa.
Ada apa denganku..?
Ada apa sebenarnya?? kok Aku terus saja memikirkan Alisa.. hatiku gegana euuuyyy..
gelisah galau merana.. ets! nggak ya enak aja!!belum sampai kesitunya entah nanti aku juga gak tau.
Aku menghentikannya untuk ikut pulang bersama ku tapi dianya menolak.. aku bisa apa? gak mungkin ku paksa yang ada aku akan jelek dimatanya.
Lebih baik aku mengalah saja, tapi jangan salah aku tetap mengikuti nya dari belakang aku tetap resah memikirkannya.
Aku terus saja mengikutinya hingga aku melihat dari kejauhan ada truk yang berjalan oleng tak tentu arah. Sesaat aku terdiam hingga aku terkejut melihat kearah Alisa dan juga truk itu.
Aku terpaku sejenak setelah kesadaran ku kembali aku mengebut motorku untuk mengejar Alisa tapi sayang semua sudah terlambat!! Aku yang begitu jauh dari Alisa dan truk oleng itu yang begitu cepat melaju hingga aku tak bisa menahan Alisa lagi.. Dan
Braaaakkk
Suara hantaman yang begitu keras.. aku terkejut melihatnya. Aku melihat Alisa terpental berguling guling hingga terbentur pembatas jalan d Ngan darah mengucur dikepalanya.
__ADS_1
Aku terdiam.. termenung.. saat sadar aku menghempaskan motor ku begitu saja aku berlari secepatnya agar aku bisa mencapai Alisa.. sambil berlari aku melihat truk itu sudah terbalik dan menabrak rumah warga.
Aku menangis melihat Alisa yang terkapar tak berdaya dengan darah mengucur dikepalanya. Aku memangku kepalanya sambil terus membuatnya sadar, aku terus saja meracau tak jelas hingga aku mendengar dia memanggilku dengan sangat lemah
"Hen..."
Itulah yang kudengar sesaat sebelum tangannya menyentuh pipiku.
Hah? Alisa menyentuh pipiku?? Apa aku sedang bermimpi?? Tentu saja tidak! aku sedang tidak bermimpi ini nyata ya.. walaupun tidak jadi karena tangannya yang terjatuh duluan sebelum menyentuh pipiku.
"*A**ku menyukaimu lis... sangat menyukaimu*..."
Aku terus saja meracau tak jelas, hingga para warga yang melihat ikut sedih menyaksikan curhatan hati ku.. aku terus saja memandang Alisa dengan wajah yang penuh dengan air mata.
Hingga saat aku tesadar melihatnya diam tak bergerak, aku pun jadi panik takut akan hal yang kupikir terjadi hingga saat ada seorang bapak bapak yang menyentuh tangannya barulah aku terdiam dari racauanku.
Beliau mengatakan kalau Alisa pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan darah, tanpa pikir panjang aku langsung saja meminta bantuan agar bisa membawa Alisa kerumah sakit dan bapak itu menawarkan dirinya yang akan membantu ku.
Dirumah sakit aku berlari sambil menggendong Alisa yang tak sadarkan diri aku teriak teriak memanggil suster atau siapa saja agar cepat untuk menolong Alisa.
Dan mereka para perawat berlarian mengambil bangkar untuk menaruh Alisa dan mendorong nya keruang UGD, aku terus mengikuti hingga sampai di pintu UGD aku ingin masuk tapi ditahan oleh susternya dan dia mengatakan kalau aku harus menghubungi keluarganya.
Aku bingung.. harus kasi tau kesiapa dan dimana.. selama ini aku memang berteman dengan Alisa tapi tidak sejauh itu hanya sekedar sapa menyapa. Tidak sampai mendatangi rumahnya.
Aku harus apa.. ya Allah...
Bagaimana bapak ini bisa tau ? Siapa beliau ?Apakah orang tua Alisa?? Jika memang iya kenapa wajahnya tidak mirip ya??
Aku terus saja memandang nya hingga beliau mengatakan kalau beliau adalah tetangga Alisa.
Alhamdulillah ya Allah...
Disaat rasa bingung menghampiriku yang tak tau harus berbuat apa, Allah mengirimkan penolongnya.
Beliau mengatakan akan memberitahu kan tentang Alisa dirumah sakit kepada orang tua Alisa.
Beliau berlalu pergi sayangnya aku lupa bertanya siapa nama beliau.. aku jadi pikun saat panik, tapi tak apalah sudah ada yang akan mengabarkan tentang Alisa.
****
Sesaat kemudian aku mendengar suara hentakan kaki berlari, dari jauh hingga makin dekat aku berbalik hingga beliau bertanya keadaan Alisa barulah aku tau kalau mereka adalah orang tua Alisa.
Belum sempat aku menjawab pertanyaan nya suster keluar dari UGD mengatakan kalau Alisa sedang kritis dan membutuhkan donor darah secepatnya.
Aku terkejut... shock... kakiku lemas bagai tak bertulang ketika kudengar kalau Alisa tak tertolong jika Alisa tidak mendapatkan donor darah.
__ADS_1
Hingga Papa Alisa maju untuk mendonorkan darahnya tapi sayang tidak bisa karena beliau ada riwayat penyakit yang baru saja sembuh dan aku yang mendengar langsung saja menawar kan diri untuk mendonorkan darah ku untuk Alisa.
Tapi tetap saja tidak bisa Alisa membutuhkan donor darah O dengan resus negatif darah yang langka, harapan hanya ada pada papanya sekarang pupus.. aku sedih hingga aku mendengar suster mengatakan cari diluar. Bisa saja semua teman teman sekelas ku mempunyai golongan darah yang sama.
Aku berlari keluar sambil menelpon seluruh teman teman kami, tapi sayang semua nggak ada yang sama. Ada satu tapi dia sedang berada diluar kota menjenguk neneknya yang sedang sakit. Jadilah kami semakin khawatir.
Ditengah rasa khawatir kami dan cemas akan keadaan Alisa aku mendengar pintu ruang UGD terbuka dan mengatakan kalau Alisa membutuhkan donor darah secepatnya kalau tidak nyawanya tak tertolong.
Dduuuaaaarrrr
Bagai disambar petir disiang bolong aku terkejut hingga handphone ditangnku terjatuh kelantai dan hancur seperti hatiku sekarang yang sedang hancur mendengar kalau Alisa tidak akan selamat.
Aku shock!!
Kaki ku lemas tak berdaya.. Pak Yoga berdiri mematung sedang Mama Alisa jatuh pingsan hingga para perawat membopongnya keruangan sebelah.
Aku jatuh terduduk dilantai. Aku merasa menyesal karena tak bisa menyelamatkan Alisa tepat waktu
Andai saja aku menahannya lebih lama..
Andai saja aku memaksanya untuk ikut pulang bersamaku..
Andai saja....
Semuanya hancur... aku terduduk terdiam sambil terus terisak hingga tidak sadar kalau waktu terus berjalan.
Pada saat kami sedang dilanda khawatir, lagi dan lagi pintu UGD terbuka perawat mengatakan bahwa kalau Alisa sudah melewati masa kritisnya.
Alhamdulillah... aku merasa lega.
Berkat seorang pendonor yang entah siapa yang aku tak tau namanya siapa. Ketika Mama Alina bertanya perawat mengatakan biarlah menjadi rahasia hanya sepucuk surat sebagai pengantar dirinya
Aku jadi penasaran dengan orang itu ada hubungan apa Antara dirinya dan Alisa?? Apakah aku ketinggalan sesuatu?? Siapa dia sebenarnya?? Selama ini setahuku Alisa tak pernah berhubungan dengan siapapun.. aku jadi galau memikirkan nya..
*S**iapa dia*??
💟💟💟💟
Harga.. ada yang tau nggak siapa pendonor Alisa??
Ikutin terus ya ceritanya...
Maaf jika banyak typo yang bertebaran maklum masih amatir...😁😁😁
Selamat membaca...
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗😉😉