
''Ma.. benar yang dikatakan Papa! Alisa memang bukan Putri yang bisa kalian banggakan! Alisa menerima keputusan Papa! Alisa akan pergi setelah papa menyerahkan Alisa pada pemuda yang tidak di inginkan oleh Papa! Alisa ingin Papa sendiri yang menikahkan Alisa. Dengan begitu, Alisa terlepas dari kalian berdua.''
Deg!
''Enggak! Nggak! Kamu tidak boleh pergi dari sini, Nak.. ini rumah mu! Sampai kapanpun! rumah ini akan tetap menjadi rumah mu! terlepas Papa mu tidak mengijinkan kalian untuk tinggal disini, kau tetap bisa pulang kesini! Bagaimana pun juga.. kau putri ku! anak ku satu satunya! Mana mungkin aku akan membiarkan mu untuk tidak menginjak rumah ini lagi! Sampai kapanpun! kau tetaplah putri ku, Alisa!'' ucap mama Alina dengan beruraian air mata.
''Oke! jika itu yang menjadi keputusan mu! Akan papa turuti! Silahkan berkemas mulai dari sekarang! Dan ya.. jika suatu saat terjadi sesuatu dengan pernikahan mu, maka... jangan sekali-kali kau mengatakan nya pada ku! Jangan katakan apapun pada Papa! Kamu cam kan itu!'' ujarnya dengan bibir bergetar.
Pak Yoga tidak sanggup mengatakan apapun lagi kepada Alisa. Karena jika Alisa sudah memutuskan, maka ia tetap berpegang teguh pada keputusan nya.
''Alisa berjanji.. jika suatu saat Alisa mengalami masalah dengan pernikahan ini, Alisa tidak akan mengatakan apapun pada Papa dan Mama! Alisa akan menahan sendiri apapun yang terjadi nantinya! Satu hal yang Alisa pinta.. jika suatu saat nanti kalian mendengar bahwa keadaan ku tidak baik-baik saja.. jangan hiraukan! tebalkan muka, tutup telinga! Karena jika suatu saat kalian mendengar kabar yang tidak mengenakkan dari ku, maka ingatlah hari ini! Di mana Papa telah berjanji tidak akan menganggap ku sebagai putrinya lagi, dan aku juga tidak akan memberikan kabar apapun kepada kalian, baik hidup maupun mati!''
Ddddduuuaaarrrr...
Papa Yoga tersentak mendengar ucapan Alisa. Hatinya terkoyak. Sakit tapi tak berdarah. Inilah kenyataan yang harus di terima, jika ia menentang keinginan Alisa.
Maafkan Alisa Pa..
Mama Alina menangis dan meraung pilu. Ia memukul dadanya yang begitu sakit saat mendengar ucapan Alisa.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Alisa mengatakan hal seperti itu. Mimpi yang mempertemukan ia dengan Gilang, adalah mimpi masa depan.
Tak ada yang tau apa yang disembunyikan oleh Alisa sekarang. Biarlah ia dianggap anak durhaka karena tidak mengikuti perintah papanya.
Karena keputusan nya sudah bulat. Takdirnya dengan Emil memang sudah digoreskan. Tidak bisa di ubah. Sudah menjadi ketetapan.
Pak Yoga menatap nanar pada Alisa. Matanya mengabur, pertanda air bening sudah berkumpul disana.
Begitu juga dengan Alisa. Ia menatap Pak Yoga dengan wajah datar namun sendu. Air mata terus mengalir ke pipinya. Tanpa ada suara isakan sama sekali.
Sakit sekali melihat putri sendiri menagis dalam diam. Tapi apa yang harus di kata, kedua orang ini memang sama. Dua-duanya keras kepala.
Apapun yang telah di putuskan nya, tidak akan berubah lagi. Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Inilah pepatah yang tepat untuk Alisa dan pak Yoga.
Semua sifat yang ia miliki, menurun pada putrinya sendiri. Pak Yoga terisak. Alissa tau itu. Ia tetap saja menatap Papanya dengan wajah datar.
Menutupi rasa sakit di hatinya akibat perkataan yang menggores relung hatinya. Putri mana yang mau mendengar perkataan yang menyakitkan dari ayah kandung sendiri.
''Terimakasih! Terimakasih karena sudah membesarkan ku sebagai anak kalian.. terimakasih karena telah sudi menerima anak yang tidak tau diri ini.. terimakasih karena kalian telah merawat kulit selama ini.. maaf jika aku tidak bisa membahagiakan kalian berdua dengan permintaan kalian.. Jika aku bisa memilih, aku juga tidak ingin dilahirkan kedua ini! Tapi apalah dayaku.. jika memang seperti ini jalan takdir yang harus aku jalani. Terimakasih.. semoga apapun yang akan aku kerjakan nantinya.. akan berbuah pahala untuk kalian berdua.. semoga aku bisa berbakti kepada suamiku.. dan kalau yang akan mendapatkan surga Nya.. aku rela menderita aslakan kalian bahagia.. sekali lagi.. aku ucapkan terimakasih banyak.. karena telah membesarkan dan merawat kulit selama ini.. aku akan segera berkemas!" ucapnya dengan segera berdiri.
__ADS_1
"Oh ya, satu lagi! sampaikan kepada seluruh keluarga Papa dan Mama, jika pernikahan ku dan bang Emil di majukanenjadi seminggu dari sekarang! Lebih cepat lebih baik! Satu pesan ku, jangan katakan apapun alasan kenapa pernikahan ini di percepat. Karena aku tidak inginenyakaiti mereka semua dengan kelakuan ku yang tidak tau diri ini.. aku janji! Tidak akan mengatakan apapun pada mereka semua.. sampai dimana mereka sendiri yang akan mengetahuinya.. maaf.. jika kata-kata anak-anak tidak tau diri ini menyinggung kalau berdua.. aku masuk duluan.." imbuhnya seraya berlalu meninggalkan Mama aliran yangeraung disana.
Sedangkan Pak Yoga menatap nanar pada putrinya yang berlalu meninggalkan nya, tahap menoleh sedikit pun..
"Hehehe.. bahkan putri ku sendiri menentang keputusan ku?! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku hanya mencoba melindungi nya! Tapi ia malah menolak! Aku hanya ia bahagia.. tapi ia lebih memilih kebahagiaan nya sendiri. Aku ingin yang terbaik untuknya.. aku ingin ia mendapat kan seseorang yang benar-benar tulus mencintai nya! Bukan hanya karena parasnya saja! Dimana kah kira-kira pemuda yang seperti itu??" lirihnya pilu.
Hatinya sakit melihat Alisa tidak mau menuruti perkataan nya. Pak yoga terus saja bergumam sendiri.
Kadang ia menangis, kadang ia tertawa. Tak tau harus apa, dan di bawa kemana rasa sakit ditelinga hati.
"Aku tidak ingin putri ku pergi jauh dariku.. tapi apa dayaku.. jika ia sendiri yang menginginkan pergi jauh dariku.. Mama berdoa untukmu, Nak.. semoga kelak kamu mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.. Samapi kapanpun kau tetaplah putriku.. Alisa Febriyanti..." gumam Mama Alina di dalam hatinya.
Lain lagi dengan Alisa. Ia masih termenung sendiri memikirkan nasibnya yang akan entah dibawa kemana.
Separuh hatinya ada bersama kedua orang tuanya. Dan sepenuh hatinya ada bersama seseorang nan jauh disana..
"Aku akan sabar menantimu.. sampai dimana waktu mempertemukan kita berdua.. maaf jika anntinya aku sempat melupakanmu! Entah kapan dan tahun berapa aku akan berjumpa denganmu.. Aku akan tetap menunggumu .. seperti janjimu dulu nya.. aku sangat.. sangat.. mencintai mu.. dimana pun kau berada.. hati ini akan selalu terpaut padamu.. semoga kelak kita di pertemukan dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang! Aku akan menunggu mu! Untuk sekarang aku harus menjalani takdir yang seharusnya aku jalani.."
💕
__ADS_1
Sedih tidak, jika kalian berada di posisi Alisa??
TBC