
Diluar rumah sakit ada seorang pria sedang memarkirkan motornya saat ia mendengar ada pasien kecelakaan yang terluka parah dikepalanya.
Dia hanya melihat sekilas saja dan tidak ingin tau siapa pasien itu. Toh tujuannya kerumah sakit bukan untuk itu melainkan untuk menebus obat kakaknya.
Ia berjalan ketempat resepsionis untuk menanyakan perihal obat kakaknya yang harus ditebus.
Saat ia akan keluar dari rumah sakit sekilas ia melihat seseorang yang begitu dikenalnya. Tanpa sadar kakinya melangkah kearah pasien yang diletakkan diatas bangkar, ia begitu penasaran dan betapa terkejutnya ia saat tau bahwa korban itu adalah gadis kecil berhijab yang dulu pernah ditemuinya dalam keadaan kurang baik.
Ia terus saja memandang bangkar yang terus berjalan menjauh masuk keruang UGD.
Ia terdiam sejenak dan melamun kan kejadian yang lalu, bahwa dirinya pernah berjanji jika suatu saat mereka berjumpa lagi ia akan mengucapkan terimakasih karena telah menyadarkan dirinya yang saat itu telah berbuat salah padanya.
Dan Tuhan menjawab doanya.. ia bertemu kembali dengan gadis kecil berhijab yang mampu mengobrak abrik jiwa nya hingga saat ini.
Bukan rasa suka.. melainkan rasa haru yang dimana seorang gadis yang telah ia jahati tapi masih berbaik hati memberinya nasehat.
Sungguh gadis kecil yang manis siapapun nanti yang mendapatkan nya pastilah orang itu sangat beruntung.
Dia masih saja melamun. Kejadian yang lalu dimana dirinya hampir saja menabrak Alisa ditoko pakan ternak dipinggir jalan sampai sampai ia melecehkan Alisa hingga menegurnya nya dengan kata kata yang bijak.
Sebagai seorang pria pastilah ia paham kalau Alisa baru pertama kalinya seperti itu maka dari itu ia bertekad jika suatu saat berjumpa lagi ia akan meminta maaf sekaligus terimakasih karena telah menyadarkannya.
Ya, pemuda itu adalah Ivan Hariadi. Pemuda yang hampir saja menabrak Alisa saat dirinya dalam keadaan tidak baik baik saja.
Ia berdiri mematung didepan meja resepsionis hingga salah seorang perawat menegur nya.
'' Maaf mas.. apakah ada yang bisa kami bantu??''
__ADS_1
Ivan terkejut saat ditanya oleh perawat itu.
'' Hah? oh eh iya.. ehm.. saya mau tanya pasien yang baru saja kecelakaan itu siapa ya sus namanya??''
'' Oh pasien kecelakaan tadi itu namanya Alisa Febriyanti anak dari pak Yoga begitu tadi yang saya dengar dari seorang bapak bapak yang mendaftar kan namanya.''
Pada saat itu pak Oman datang ke resepsionis untuk mendata nama Alisa sebagai pasien dirumah sakit itu.
Beruntung nasib Alisa bagus hingga pak Oman tau tentang keberadaan nya dirumah sakit itu, jika tidak maka Alisa akan terdaftar sebagai orang tak dikenal walaupun temannya tadi ada, tapi itu tidak menjamin akan sesuatu yang akan terjadi kedepannya.
Ivan yang mendengar nama Alisa jadi tersenyum sendiri hingga perawat merasa aneh dengan dirinya.
Saat dirinya ingin berbalik terdengar suara teriakan seorang pemuda tadi dan juga dua pasutri yang dipastikan kalau mereka orang tua Alisa.
Mereka terkejut dan panik.. disaat seperti itu Ivan menguping ia berjalan lebih dekat agar tau apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis kecil berhijab itu. Pasti terjadi sesuatu pikirnya kalau tidak mana mungkin mereka bertiga jadi panik seperti itu.
Entah takdir macam apa yang dijalani oleh Ivan hingga golongan darah pun sama dengan Alisa dan naas nya stok dirumah sakit sedang kosong.
Jadilah dirinya yang mendonorkan, tapi sebelum kakinya melangkah keruang pendonoran, ia mendengar kalau orang tua Alisa ingin mendonorkan darahnya terlebih dahulu dan setelah di cek ternyata tidak bisa karena beliau punya riwayat penyakit yang baru saja sembuh.
Ivan bergeming ia masih kekeh ingin mendonorkan darahnya untuk Alisa. Ia duduk di kursi tunggu pasien pura pura memegang handphone dengan telinga menguping.
Ia juga melihat teman sekolah Alisa juga ingin mendonorkan darahnya tapi sayang tetap saja tidak sama hingga perawat keluar dengan tergesa mengatakan kalau pendonor nya tidak ada maka nyawa Alisa tidak akan tertolong.
Ivan termangu sesaat setelahnya ia bergegas masuk ruang pendonoran guna untuk mengambil darah nya.
Ketika Ivan masuk kedalam ruangan donor darah, ia bersikap biasa saja. Berharap tak ada yang tau siapa yang akan mendonorkan darahnya untuk Alisa.
__ADS_1
Ivan masuk disertai seorang suster yang mengikuti nya dari belakang. Suster itu merasa aneh dengan pemuda itu. Dari tadi ia perhatikan selalu saja menguping. Oleh karena itu, ia mengikutinya dari belakang.
Setelah selesai Ivan berpesan kepada perawat jika nanti keluarga pasien bertanya siapa pendonor nya, Ivan hanya menitipkan surat untuk pasien biarlah pasien saja yang tau siapa dirinya.
Biarlah menjadi rahasia antara dirinya dan Alisa saja yang tau karna jika keluarga Alisa tau, itu akan menjadi aib untuk dirinya dan Alisa nantinya.
Ia berjalan dengan gontai karena masih lemas.3 kantung darah yang ia keluarkan untuk Alisa.. ia ikhlas memberikan darahnya untuk Alisa sebagai ucapan minta maaf sekaligus terimakasih.
Ia senang dan bahagia karena telah memberikan kehidupan baru untuk Alisa semoga Alisa cepat sadar dan sembuh seperti sedia kala.
Ia berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya. Ia berbelok, sesaat ia menatap kedalam rumah sakit Ivan tersenyum bangga karena dirinya telah memberikan kehidupan baru untuk orang lain.
Semoga cepat sembuh Alisa dan kamu bisa membaca surat dariku.. saat kamu membaca surat itu saat itu aku sudah pergi menjauh darimu.. hanya kenangan yang tersisa sebagai pengingat kalau kita pernah dipertemukan ditempat dan waktu yang salah..
**S***emoga bahagia Alisa*..
IVAN
💟💟💟💟
Nooohh.. udah Taukan siapa pendonornya??
Usah direvisi ya..
Semoga kalian syyuukkaaa..
Like nya wajib!! sebagai penyemangat buat othor updatenya...
__ADS_1
😄😄😄🤗🤗🤗😉😉