Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kedatangan Linda


__ADS_3

Dua hari sudah Alisa di klinik bidan Novi. Hari ini Alisa sudah di izinkan pulang oleh bidan Novi dengan syarat, Alisa harus istirahat total.


Alisa mengiyakan ucapan bidan Novi. Di antar Rita, kini Alisa pulang ke kontrakan nya. Rita dengan setia menemani adik iparnya itu.


Setelah membawa Alisa masuk dan membawanya ke kamar untuk istirahat. Tidak boleh banyak gerak, katanya.


Alisa terkekeh.


Setelah selesai, kini Rita menuju ke dapur untuk memasak makan siang Alisa. Dan juga makan malam nya.


Karena Rita tidak mungkin balik nanti sore, karena tetangga nya sedang mengadakan acara akikahan menyambut kelahiran cucu pertama nya.


Alisa mengiyakan.


Satu jam kemudian, Rita sudah siap dengan semua masakan nya.


''Lis, kakak pulang ya? Nanti kalau makan, udah kakak sediakan di meja," imbuhnya.


"Iyah kak! terimakasih!" sahut Alisa dengan tersenyum.


"Sama-sama. Kakak pulang ya?? Kamu hati-hati di rumah. Jika ingin minum, minta Ira yang ambilkan. Kamu dengar kan sayang??" tanya Rita ada Ira.


"Woke!!'' sahut putri kecil Alisa.


Rita tertawa. ''Ya sudah, Uak pulang ya? Assalamualaikum!''


''Waalaikum salam,'' sahut Ira.


Alisa hanya tersenyum saja. Setelah nya, Alisa kembali merebahkan diri nya yang mulai lelah lagi.


Tiga jam sudah Alisa tidur dengan Ira juga di sebelah nya. Alisa bangun dengan perlahan dan melihat jam yang ternyata sudah memasuki waktu dhuhur.


Melihat itu, Alisa bangkit dan menuju karena mandi untuk wudhu dan sholat. Selesai dengan berwudhu, kini Alisa sedang melaksanakan sholat dhuhur diruang tivi.


Alisa harus sholat dalam keadaan duduk. Karena tidak memungkinkan kan untuk bisa sholat sambil berdiri.


Belum lagi Alisa selesai sholat, pintu rumah mereka di ketuk dari luar. Alisa tau, tapi ia tetap melanjutkan sholatnya.


Lagi, pintu rumah itu di ketuk dari luar membuat Alisa bersusah payah hendak bangun dan membuka pintu itu.


Ceklek,


Pintu terbuka. Terlihat seorang wanita sebaya Emil yang juga sedang menggandeng seorang anak lelaki berusia lima tahun.


''Assalamualaikum..''


''Wassalamu'alaikum salam,'' sahut Alisa dengan wajah datar.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum tipis melihat reaksi Alisa karena bertemu dengan nya. Alisa menghela nafasnya.


''Boleh kami masuk??'' tanya wanita itu, karena melihat Alisa akan bertanya pada nya.


Alisa hanya mengangguk dan tetap berwajah datar. Setelah masuk, wanita. itu langsung saja duduk tanpa di suruh.


Ia menatap ke depan, dimana ada foto Alisa dan Emil saling tertawa begitu lepas. Wanita itu menatap foto itu dengan tersenyum kecut.


Alisa terus saja menatap wanita itu tanpa bertanya dan berkata apapun. Ia akan menunggu wanita itu berbicara dulu pada nya.


Wanita itu menoleh pada Alisa yang juga sedang menatapnya.


''Perkenalkan, nama ku Linda. Aku datang kesini ingin menemui Emil,'' ucapnya dengan terus menatap Alisa.


Alisa diam saja. Wanita itu tersenyum sinis. Bukan Alisa tak tau siapa wanita itu. Wanita itu adalah wanita yang dua Minggu yang lalu ia temui di pasar saat berdua dengan Emil.


Alisa masih mengingat bagaimana perlakuan Linda terhadap putri kecilnya. Anak kecil yang bersama Linda terus saja menatap foto yang terpajang di dinding rumah Alisa.


''Ma! Itu ayahkan?? Kenapa bisa sama Tante ini?? Kenapa ayah tak pernah pulang lagi kerumah kita?? Bukankah selama ini, ayah selalu pulang kerumah kita??''


Deg.


Alisa terkejut mendengar ucapan anak kecil itu. Tapi karena wajahnya itu datar, jadi Linda tidak mengetahui jika Alisa terkejut dengan ucapan anak wanita itu.


Linda tersenyum tipis melihat putra nya berbicara seperti itu. Ia ingin tau, seperti apa reaksi Alisa saat mereka datang kerumahnya untuk mencari Emil.


''Sabar sayang, Mama akan tanya dulu sama Tante ini. Karena selama ayah tidak pulang, ayah bersama dengan Tante ini,'' sahutnya.


Linda semakin mengembang kan senyum nya saat putra nya itu berbicara seolah menyindir status Alisa.


Pintar sekali! demi mewujudkan keinginan mu! kau peralat putra mu sendiri! Sungguh tega kau Linda!


Alisa hanya diam saja, ia ingin tau sejauh mana wanita itu mengusik kehidupan nya.


''Coba kamu tanyakan pada Tante ini deh. Mama kan sudah bilang, kalau Mama nggak tau tentang itu.'' lirih Linda dengan sedikit senyum smirk di wajahnya.


Alisa tau itu. Tapi ia masih diam. Putra Linda itu menatap ke Alisa dengan wajah polosnya.


''Tante...'' panggil nya


Alisa tersenyum. ''Ya..''


Linda terkejut melihat reaksi Alisa pada putra nya. Alisa tersenyum tipis melihat itu.


''Ayah Emil kemana ya Tante?? Udah lama ayah nggak pernah pulang.. Abang rindu ayah Emil Tante.. biasanya tiap malam Minggu ayah selalu datang. Apakah ayah ada disini Tante??'' tanya putra Linda itu.


Alisa tersenyum. ''Sini duduk dekat Tante.''

__ADS_1


Bocah itu mengangguk. Dan berjalan menuju dimana Alisa duduk. Linda jadi was was takut akan putra nya di lukai oleh Alisa.


''Aku tidak seperti itu! Dan aku bukan kamu!'' ketus Alisa tanpa melihat Linda yang terkejut karena perkataan nya.


''Kamu ingin tanya apa, hem??'' tanya Alisa begitu lembut. padahal bocah kecil itu bukanlah putra nya.


Membuat Linda tertegun.


Bocah malang yang sedang sakit sakitan itu menoleh pada Alisa dengan wajah sendu.


''Abang rindu ayah Emil, Tante. Apakah Tante tau dimana ayah Emil? Mama bilang, Ayah nggak mau pulang karena tinggal bersama Tante, Apakah itu benar??''


Alisa tersenyum dan mengusap kepala bocah lima tahun itu. ''Siapa nama Abang?? Biar Tante lebih enak aja manggilnya? Kan nggak enak dong, mau ngomong tapi nggak tau siapa nama nya??''


''Tama. Adrian Pratama.'' sahut bocah lima tahun itu.


''Nama yang bagus! Akan Tante jawab ya? Ayah Emil sedang bekerja di tempat yang jauh.. jadi nggak bisa memuin bang Tama. Ayah Emil memang benar tinggal bersama Tante disini. Karena Tante adalah istrinya.'' ujar Alisa.


Sengaja. Tapi entahlah bocah kecil paham atau tidak, itu urusan nanti pikirnya. Tama terkejut mendengar ucapan Alisa.


''Nggak! Tante bukannya istri dari ayah Emil! Istri ayah Emil itu, Mama nya Abang! Mama Linda!'' pekiknya garang sembari berkacak pinggang


Alisa terkekeh melihatnya. ''Benarkah??''


''Hu'um,'' sahut bocah kecil itu mengangguk dengan bibir sudah maju dua senti ke depan.


Lagi dan lagi alisa terkekeh. Sangat gemas melihat tingkah laku anak Linda ini.


''Apakah Abang Tama punya bukti nya??''


''Bukti???''


''Hu'um, bukti yang menunjukkan jika Mama Linda adalah istri ayah Emil??'' sahut Alisa sembari melirik wajah Linda yang sudah pias.


Bocah itu melihat Linda dengan bingung. Dan juga ia menatap Alisa lagi.


''Abang lihat foto yang di sudut itu! Apakah Mama Linda memiliki foto seperti itu dirumah Abang??'' tanya Alisa lagi.


Wajah Linda semakin pias. Bocah itu menatap foto yang tadi dilihat oleh nya saat pertama kali masuk.


''Ada!!''


Deg.


💕


Ada?? Apanya yang ada?? 🤔🤔

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutannya!


TBC


__ADS_2