
Aku terkejut saat melihatnya berdiri dipinggir tembok disamping kiri jalan. Ia memandangi ku seperti akan memakan ku hidup hidup. Sungguh tatapannya itu sangat kentara seperti sedang mengintimidasi lawannya.
Aku sekuat tenaga menahan rasa takut dihatiku. Belum pernah selama ini aku melihatnya dengan wajah datar seperti itu membuatku merasa bersalah padanya.
Apakah dia mendengar apa yang kami bicarakan tadi hingga ia berucap seperti itu padaku. Dadaku rasanya sesak mendengar setiap ucapan yang keluar dari bibirnya itu.
Aku ingin menjelaskan tapi tak bisa karena dia terlebih dahulu sudah memotong nya. Aku bingung, bagaimana cara nya agar bisa mengatakan yang sesungguhnya. Tapi ia tetap tak mendengarkan ku. Aku bisa apa? Tapi... apa itu yang ada ditangannya?? Aku jadi penasaran apa isinya? Apakah benar kotak bekal itu ditujukan padaku?? Aku tersenyum.. Hah aku jadi ge'er.
Aku berusaha mendekati nya lagi karena tujuan utama ku sekarang ialah meluluhkan hatinya. Tapi tak ku sangka ini adalah pertemuan yang berat bagiku dan juga dirinya. Aku tau dia juga sakit saat mengatakan itu, aku tau seperti apa dirinya Dia wanita yang lembut tak mungkin bisa berbicara kasar dengan orang lain tapi hari ini aku melihat sisi rapuhnya.
Ia berusaha tetap tegar, aku tau itu. Karena itulah aku milih dirinya sebagai calon istri. Aku tak mungkin salah pilih. Sejak pertama kali aku bertemu dengannya hatiku berdesir ... jantungku berdebar tak karuan. Ingin rasanya jantung ini lepas ketika tiap kali bertemu dengannya. Maka dari itu aku meyakinkan hatiku untuk memilih dia sebagai calon istriku. Tak disangka Ros juga mengatakan rasa sukanya padaku.
Dan sialnya wanitaku itu melihat semua yang terjadi diantara kami. Hingga dirinya salah paham terhadap ku. Aku tak pernah mempermainkan perasaannya. Aku tulus padanya, tapi mengapa ia beranggapan lain terhadapku. Apakah ia cemburu?? Mana mungkin ia cemburu.. tapi sekilas kulihat matanya berkaca-kaca saat berbicara padaku.
__ADS_1
Jika memang ia menyukaiku, mengapa ia selalu menarik ulur cintaku?? Apa sebenarnya yang di inginkan gadis ini?? Aku tak mengerti jalan pikirannya. Hingga saat ia mengatakan kalau ia ikhlas aku bersama yang lain, ia rela.. bahkan akan pergi menjauh dariku.
Aku tersentak kaget mendengar ucapannya. Dia ingin lari, tapi aku menahannya dengan cekalan tanganku. Aku berusaha meyakinkan dirinya tapi tetap saja gadis ini keras kepala. Ingin sekali aku mendekapnya, berbicara dari hati kehati agar semuanya bisa jelas. Tapi aku tak bisa .. jika aku berbuat seperti itu maka kami akan mendapatkan masalah besar, belum lagi ia seorang anak dari orang tua terpandang dan dikenal oleh semua kalangan masyarakat.
Aku masih normal, memikirkan bagaimana caranya menaklukkan gadis ini. Sungguh aku sudah terpikat dengannya tak mungkin aku bisa memilih yang lain.
Ia terus berusaha melepaskan cekalan tanganku darinya, dan aku tidak tinggal diam. Aku tetap memegang tangannya erat hingga ia mengucapkan kata yang begitu menyakiti hatiku. Apakah pengorbanan ku jadi sia sia?? Berapa lama aku berjuang untuk meluluhkan hatinya, dan inikah balasannya terhadapku?? Aku benar-benar menyukainya bahkan benih benih cinta pun sudah tumbuh dengan seiring waktu.
Maafkan Abang dek...
Ia berlari sekuat tenaganya untuk menghindari ku. Akupunktur ingin berlari tapi kaki berhenti. Sesaat seperti ada seseorang yang mengawasi ku. Aku berbalik, dan benar saja Ros berdiri disana dengan wajah masam melihatku mendekati Alisa.
Apakah ia mendengar pembicaraan kami ya?? Kalau tidak kenapa raut wajahnya berubah kadiasam ketika aku menoleh padanya.
__ADS_1
Ah masa bodoh! yang terpenting sekarang adalah Alisa. Aku berlari mengejar hingga sampai kerumahnya.
Aku mengetuk pintu dan memanggil namanya, tetap saja tak ada sahutan. Berulangkali aku memanggilnya hingga para tetangga merasa heran padaku. Mereka bertanya mengapa aku memanggil Alisa seperti orang kesetanan. Dan benar saja dugaan mereka bahwa aku mang sedang kerasukan setan cintanya Alisa. Aku tak ingin berpaling darinya tapibmalah dirinya yang meninggal kan ku.
Daripada tetangga bertanya yang tak jelas lebih baik aku pulang. Aku akan memikirkan strategi berikutnya, apa yang sebaiknya harus kulakukan untuk menaklukkan hati gadis ini.
Lamaran kah??
Atau
Langsung nikah aja??
See you..
__ADS_1