Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Gatot alias gagal total!


__ADS_3

Papa Yoga yang kebetulan sedang melewati kamar Alisa terkejut saat mendengar suara Alisa menjerit kesakitan.


Pak Yoga panik, ia berjalan kulu kilir tak tentu arah. Sembari menatap Pintu kamar Alisa yang terus terdengar grasak grusuk disana.


Kebetulan Tante Irma lewat, dan pak Yoga memanggilnya.


''Irma!''


''Iya mas, ada apa??''


''Tolong kau panggilkan Emil keluar sebentar, ada yang harus saya bicarakan dengannya. Dan panggilkan mbak mu, untuk menemani Alisa malam ini. Kayaknya kami para tetua akan lembur malam ini.'' imbuh pak Yoga dengan sedikit senyum miring di bibirnya.


''Hoo.. oke! akan saya panggilkan!''


Setelah berada di depan pintu, Tante Irma mengetuknya.


''Lis!''


Tak ada sahutan, Tante Irma dan pak Yoga saling pandang. Lagi ia mengetuk pintu nya.


Tok, tok, tok.


''Lis! buka pintunya! ini Tante Irma! Ada yang mau Tante bicarakan dengan mu, sebentar saja!'' ucapnya masih setia di depan pintu kamar Alisa.


Tak berselang lama pintu terbuka dari dalam, dengan pemandangan yang mengejutkan.


''Tante...'' lirih Alisa seraya menunduk dan membetulkan hijabnya yang miring ke kiri.


Pak Yoga menatap Alisa aneh. 'Ada apa dengan putriku?? kenapa pula hijabnya miring seperti itu?? seperti kelakuan Eyang saat pikun dulu?? Apa yang sudah di perbuat pemuda itu pada putriku?!' gumam Pak Yoga dalam hati. Geram, ia mengepalkan tangannya.


''Lis.. kenapa hijab mu miring seperti itu?? Ada apa?? Apakah Tante mengganggu istirahat mu??'' tanya Tante Irma.


Ia bingung melihat keadaan Alisa yang acak-acakan. Tante Irma mengernyit bingung.


''Mana suami mu?? Papa mu ingin bicara dengan nya! panggilkan gih!'' titah Tante Irma.


Alisa mengangguk patuh tanpa mengeluarkan suara nya. Malu. Itulah yang saat ini Alisa rasakan.


''Bang! Papa ingin bicara dengan mu! pergilah beliau sedang menunggu Abang diluar!'' ujar Alisa seraya menatap Emil dalam.


Emil menghela nafasnya. Berharap akan merasakan indahnya malam pertama, malah gagal.


''Ya sudah, Abang pergi dulu ya! Kamu istirahat aja ya.. Abang akan kembali dan meneruskan pekerjaan kita yang tertunda tadi?'' imbuh Emil dengan mengerling manja.


Alisa tersenyum malu.


''Dek..''

__ADS_1


''Ya..''


Cup!


Emil mengecup bibir Alisa dan ******* nya sedikit. Setelah puas ia melepasnya. Emil tersenyum melihat Alisa yang terbengong karena ulahnya tadi.


Emil terkekeh. ''Abang pergi dulu! istirahat lah!'' titahnya. Setelah nya ia berlalu meninggalkan Alisa yang berdiri mematung disana.


Sedangkan diluar sana Tante Irma melototkan matanya saat Emil mengecup Alisa. Emil berbalik dan...


Deg!


Mati aku! ketahuan euuuyyy!


Emil melihat Tante Irma berdiri mematung, dengan mulut menganga dan mata melotot, membuat Emil berrdiri kaku di tempat.


''Tante..'' tegur Emil.


Tante Irma masih saja dengan mulut menganga nya. Tanpa sadar ia mendorong Emil keluar dan menutup pintu.


''Aduh!'' keluh Emil.


Braakk..


''Astaghfirullah!!'' kejut kedua orang itu. Emil yang melihat pak Yoga berdiri tak jauh disana mendekati nya.


''Ya, mari ikut saya! Disana para tetua sudah berkumpul menunggu kita! Ayo..'' ajaknya pada menantunya itu.


Menantu?? cih! Jangan harap! Sebelum aku melihat putri ku bahagia hidup denganmu, maka sampai saat itu juga kau tidak ku anggap sebagai menantu ku! gumamnya dalam hati, senantiasa terus berjalan dimana para tetua sudah berkumpul.


Saat tiba disana, terlihat begitu ramai dengan para tetua dari keluarga pak Yoga dan juga aparat desa.


"Ini dia yang kita tunggu-tunggu! Akhirnya nongol juga dia! Eh? kenapa penganten baru dibawa juga kemari??" tanya salah satu tetua disana.


Pak Yoga tersenyum sinis, "ya.. harus ngumpul disinilah bersama kita?? Iya toh??" sahutnya sambil mendudukkan dirinya di lantai beralaskan Ambal tebal.


"Waduh! kamu kenapa nurut sih tong?! Mertua mu ini sedang mengerjai mu! Ayo balik sana! Temani istri mu, agar kami segera mendapatkan kabar bahagia dari pak Yoga setelah ini! benarkan saudara ku??" ujar tetua yang lain.


Pak Yoga melototkan matanya.


Sedangkan yang lain terkekeh geli mendengar ucapan tetua itu. Sedangkan Emil hanya tersenyum kaku, ia jadi malu di sindir seperti itu.


"Sial! Aku ditipu ayah mertua ternyata! haishhh.. nasib mu lah Mil! mau kembali nggak mungkin dong? Malu sama yang lain." gumamnya seraya mendekati para tetua dan duduk berhadapan dengan pak Yoga.


Mereka bicara ngalor ngidul disana. Yang tadinya Emil, ingin sekali berduaan dengan Alisa, malah jadi lupa.


Ia jadi keterusan duduk disana dan melupakan Alisa. Mereka berhenti saat suara ayat di salah satu mesjid terdengar.

__ADS_1


Emil yang sudah lumayan mengantuk pun ikut berbaring disana. Baru sebentar ia terlelap, sudah dibangun kan lagi.


Sambil duduk ia memegangi kepalanya yang pusing akibat kurang tidur.


"Ayo.. sholat subuh dulu! setelah nya kamu boleh beranjak untuk tidur." ujar seseorang yang sengaja membangun kan Emil untuk sholat berjamaah di rumah itu.


Emil mengangguk, kemudian berlalu untuk mengambil wudhu. Saking mengantuknya Emil, ia tak sadar jika urutan wudhu nya salah.


Seseorang memandangnya dengan terkekeh.


Rasain! Emang enak, dikerjain?? Makanya jangan seenak udel ingin mengganggu putri ku dirumah ku sendiri! gumamnya dalam hati, sembari berlalu meninggalkan Emil seorang diri disana.


Setelah selesai wudhu, Emil pun pergi ke tempat dimana rumah ini untuk sholat. Yaitu Mushola kecil yang khusus dibangun untuk keluarga kecil itu.


Emil mengikuti gerakan sholat yang sudah tertinggal di ayat kedua. Maka langsung ia lanjutkan saja. Sampai sholat itu selesai.


Setelah selesai sholat, Emil benar-benar tidak tahan dengan kantuknya. Ia berjalan sempoyongan menuju kamar Alisa.


Ceklek,


''Abang..''


''Hem, temani Abang ya.. Abang ngantuk banget ini.. hooaammm... nyam nyam..'' sahut Emil dengan segera menarik Alisa ke pembaringan.


Alisa tertawa kecil. Ia menurut dengan ucapan Emil. Ia membuka mukenah nya dan tidur sambil di peluk oleh Emil dari belakang.


Hangat.. pelukan seorang lelaki. Wangi tubuh nya yang khas membuat Alisa terbuai dan terlelap dalam tidurnya.


Hingga matahari beranjak tinggi menunjukkan pukul 12.30 barulah Emil terbangun. Emil menggeliat kan tubuhnya.


''Ehem... hoaaammm..'' Matanya terpaku pada sosok yang kini sedang memeluknya dengan erat. Emil tersenyum.


''Cantik!''


Emil membuang nafasnya berat. Setelah lama berpikir baru lah ia sadar. Jika rencananya ingin berdua dengan Alisa dan First night nya GATOT alias GAGAL TOTAL.


''Hadeeeuuhh.. gagal deh.. mau icip-icip bini sendiri?! Tapi tak apalah.. sudah terbayar kan dengan pelukan hangat dari gadis cantik nan anggun kini sedang memeluk ku dengan erat! Abang sayang kamu, Dek..'' ucapnya dengan mengecup pipi Alisa.


Alisa menggeliatkan tubuhnya, membuat Emil terkekeh. Sedang asik-asiknya memandangi sang istri, pintu dari luar diketuk lagi.


''Lagi??'' gerutu Emil.


Ck! Hadeuhhh...


💕


Hihi.. kasian bang Emil kagak jadi belah duren Mateng nya.. 🤣🤣🤣

__ADS_1


TBC


__ADS_2