Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Anugerah disaat yang tak terduga


__ADS_3

''Alisa! kamu simpan di mana sih bajuku?! Malam ini aku harus keluar! Apa sih kerja mu selama dirumah?? Nyuci baju aja kamu nggak becus!'' Ketus Emil, membuat Alisa menatap nya dengan wajah datar.


Jika tidak memikirkan dirinya yang sedang berbadan dua, jadilah ia akan marah pada Emil.


Tapi ia berusaha sabar. Alisa menghela nafasnya berulang kali. ''Pakaian mana yang Abang maksud?? Pakaian yang seminggu lalu Abang bawa pulang, di dalam nya ada cd perempuan begitu?!''


Deg.


Emil terkejut. Ia menatap Alisa dengan tatapan terkejut nya.


''Apa?? ingin mengelak?? Pergilah! aku sedang tidak ingin berdebat! Jika kau ingin pergi bertemu gundik mu, silahkan! aku tak melarang mu! toh, jika aku melarang mu, kau malah ngotot tidur dirumah gundik mu itu kan??'' tukas Alisa dengan menatap datar pada Emil.


Deg.


Lagi dan lagi Emil terkejut.


''Ini baju mu! ini baju gundik mu! pergilah! bukankah kau berjanji malam ini ingin menghabiskan malam bersama nya tanpa ada ikatan pernikahan??''


Ddddduuuaaarrrr...


Emil tersentak mendengar ucapan Alisa. Rahang nya mengetat mendengar ucapan Alisa.


''Kau?!''


''Pergilah! aku lelah! aku tak ingin berdebat dengan mu! aku menunggu bayi ini lahir! Setelah nya terserah pada mu!'' tukasnya lagi membuat Emil terkejut.


''Apa?! kau hamil? lagi?'' tanya Emil dengan wajah terkejut nya.

__ADS_1


''Ya! aku hamil lagi akibat perbuatan mu! Apakah gundik mu juga sama?? Kalau sama? waoooww... spektakuler! seorang Milham Syahputra, kerja sebagai seorang kuli tapi bisa menghamili dua wanita sekaligus! disini istri sah! dan disana gundik mu! ck! ck! Kamu hebat bang! Ira!'' panggilnya pada putri semata wayangnya.


''I-iya Mak!'' sahut gadis kecil itu.


''Kita kerumah Uwak ya?? Malam ini kita kan di undang kesana? Ayo! nanti uwak Nia marah sama kita!'' imbuh ya tanpa melihat Emil sedikit pun.


''A-ayah, Mak??'' tanya gadis kecil itu.


''Ayah mu ada urusan diluar yang lebih penting dari pada mengantar kita! urusan pekerjaan! ayo!'' ajaknya lagi.


Membuat gadis itu tertunduk dan wajah nya berubah menjadi sendu.


''Jika ayah mu tidak mau mengantar kita.. nanti kita cari ayah baru untuk mu! Ayo!'' ucapnya tanpa sadar memantik kemarahan Emil.


''Apa kamu bilang?! Kamu ingin cari ayah baru?? Berani kamu?! Aku akan menyiksa mu dan menghukum mu-''


''Kamu?! dasar perempuan tidak tau diri-''


''Aku memang perempuan yang tidak tau diri! karena ulah mu aku harus terkurung di dalam rumah mu ini! rumah yang tidak ada kebahagiaan seperti yang pernah kau janjikan dulu. Semua janji manis mu, hanya lengket di bibir! Tapi setelah kering, semua itu hilang entah kemana. kau pikir, aku bahagia hidup dengan mu?? Kau salah Milham! Kau suami zolim yang pernah aku temui selama ini! Cukup sabar aku menerima kelakuan kotor mu! Sudah puas kau menyentuh gundik mu, sekarang kau pulang berbagi burung dengan ku?? Sebenarnya aku jijik! tapi aku harus apa? jika aku harus memiliki suami zolim seperti mu! Setiap malam Minggu keluar untuk menemui gundik mu, tanpa tau kami sudah makan atau belum disini! Kau sudah keterlaluan bang! aku kecewa dengan mu! Susah payah aku bertahan! Tapi kelakuan mu tidak pernah berubah. Sedikit... saja kau melihat keberadaan ku?? Ingat tentang hukum tabur tuai bang Milham! Apa yang kau tabur, itu yang akan kau tuai! Masih ingat kah kau tentang ucapan ayah dulu?? Jika kau lupa, maka aku akan ingatkan!''


Alisa menatap Emil yang matanya sudah memerah karena marah.


''Seharusnya.. aku lah yang marah pada mu! Karena kelakuan mu yang selalu membuat hatiku terluka! Setiap malam Minggu kau keluar tanpa kabar! pulang subuh dengan bau parfum perempuan! Bahkan wangi itu bukan wangi parfum ku! Aku, kau larang cari ayah baru untuk putri mu?! Bagaimana dengan mu? Di belakang ku kau bermain api? lagi?? Sungguh hebat kau bang! aku tak menyangka! Ku pikir, kau diam karena kau sudah berubah! Tapi malah sebaliknya! Malah kau menyimpan sesuatu yang sangat tidak aku sukai. Kan aku sudah tanya dulu, apakah kau masih ingin melanjutkan hubungan ini dengan ku? atau dengan gundik mu itu!!''


''Tapi apa jawaban mu?? kau bilang memilih ku! yang istri sah mu! Dari pada gadis itu?! Sekarang aku tanya sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, kau ingin aku? Atau perempuan itu? Jika kau memilih ku, tinggalkan perempuan itu! Tapi jika kau memilihnya, maka tinggalkan aku! Aku tak siap dimadu! Kau hanya orang biasa! Mana ada perempuan yang mau berbagi, jika bukan perempuan itu perebut suami orang! Atau dengan kata lain PE LA KOR!'' tukas Alisa dengan suara datarnya.


Emil termenung mendengar ucapan Alisa. Alisa tersenyum kecut. ''Diam mu sebuah jawaban untukku! Baik! aku tunggu sampai anak ini lahir! Sekarang pergilah kemana pun ingin kau pergi! Aku melepas mu menjadi suamiku mulai detik ini dan sekarang juga! Carilah kehidupan baru mu! Aku juga mencari kehidupan baru ku! aku masih muda! Masih banyak yang mau! Aku tau kau orang yang bertanggung jawab, tapi masalah mencintai dan menghargai wanita.. kau nol besar bang! Aku pergi! Ayo nak!'' ajaknya pada Ira.

__ADS_1


Gadis kecil itu hanya mengangguk patuh pada Alisa. Ia menatap nanar pada ayah nya yang berdiri mematung disana.


''A-ayah....'' panggil gadis kecil itu.


Emil diam. Lagi, Alisa tersenyum kecut melihat tingkah Emil. ''Sungguh kejam kau bang! bahkan putri mu sendiri, kau abaikan!'' ucap Alisa begitu pelan.


Setelah nya Alisa pergi meninggalkan Emil yang masih termangu disana. Alisa berjalan gontai dengan air mata yang terus beruraian.


''Aku kuat! Aku harus sabar... karena ini adalah ujian dalam rumah tanggaku.. sengaja aku mengancamnya seperti itu, agar kau bisa sadar bang.. Namun jika tidak.. inilah takdir yang harus aku jalani..'' lirihnya sambil berjalan.


Setibanya dirumah Nia, Alisa disambut dengan hangat.


''Loh? Lis! Mana Emil? Nggak datang??'' tanya Nia.


Alisa tersenyum miris. ''Bang Emil sedang ada janji dengan temannya, kak. Jadi tidak bisa datang kemari..'' sahut Alisa.


Nia menatap curiga pada mata Alisa. ''Kamu habis nangis ya dek??'' selidiknya.


''Ya, aku menangis karena bahagia... karena dibalik rasa sakit ada anugerah yang tak terduga datang kepada ku! Aku hamil lagi kak! Udah akan tiga bulan!'' serunya dengan wajah senang walau terselip sendu didalam nya.


Nia terkejut, ''Benarkah?? Ya Allah... akhirnya ponakan ku bakalan ada lagi.. Subhanallah... terimakasih ya Allah...'' ucapnya begitu senang.


Lain dengan Alisa. Wajahnya tersenyum Namun hatinya menangis.


...Mulut tertawa hati menangis...


💕

__ADS_1


TBC


__ADS_2