Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Tak Direstui


__ADS_3

''Ya!!! Aku memang sudah gila!!! Gila karena memikirkan nasib putriku bersama dengan pemuda itu!! Tau kah kalian, apa yang aku rasakan? hah?! Aku!!'' ujar Pak Yoga, seraya menepuk dadanya kuat, ''Aku ayahnya!!! Aku lebih berhak dari pada pemuda itu!! Di hanya orang asing! yang baru saja masuk kedalam kehidupan putriku! Siapa dia? hingga berani memisahkan kami! Hah?!!?'' teriak Pak Yoga dengan emosi memuncak.


Wajhnya merah padam. Alisa yang melihat Papa nya teriak seperti itu, menjadi ketakutan. Tubuhnya bergetar karena takut.


''Hiks!''


''Astaghfirullah! Sayang!!'' ujar Tante Irma. Ia begitu terkejut, mendapati Alisa tubuhnya bergetar dengan bibir yang sudah pucat pasi. Tante Irma memeluk nya erat.


''Astaghfirullah Yoga...!!! Apa yang ada dalam otak mu itu! hah?!!? Dengan anak sendiri kamu begitu tega Yoga!! Kamu lihat!'' tunjuk pakde Tarman kearah Alisa. ''Kamu lihat Yoga!! putri mu ketakutan melihat kelakuan mu yang diluar batas! Oke! jika kamu tak merestui pernikahan mereka? Jelaskan apa sebabnya!!'' ujar pakde Tarman, ia meraup wajahnya kasar.


''Hahaha.. kamu nggak akan mengerti kak! Kamu nggak pernah tau seperti apa berada di posisi ku!! Kamu mah enak! Punya mantu dekat, sayang dengan putrimu dan juga pemuda itu putra dari sahabat kamu sendiri! Lah aku??'' tunjuknya pada diri sendiri, ''putri ku akan menikah dengan pemuda yang tidak aku kenal, seperti apa watak dan sifatnya! Bisa saja kan? sekarang ia baik terhadap putriku?? Bagaimana nanti setelah menikah?? Bisakah Kakak menjamin, jika Alisa tidak akan tersakiti oleh pemuda itu?? Aku tidak rela putriku menikah dengan nya! Sampai mati pun, aku tidak sudi menerima dia sebagai menantu ku!!'' tukas Pak Yoga.


''Itu bukan sebabnya Yoga!! Itu hanya asumsi mu saja!! Astaga! Ada apa dengan mu Yoga? Sejak kedatangan kami ke rumah mu, aku sudah memperhatikan sikap mu yang kadang gelisah dan juga tidak menentu. Apa yang kamu pikirkan tentang pemuda itu, belum tentu benar Dek.. kamu su'udzon pada pemuda itu! Sadar Dek! Kamu berdosa pada pemuda itu!!'' sarkas pakde Tarman.


''Hahaha... kenapa kakak selalu saja meragukan tentang firasat ku, heh?! Dari dulu hingga sekarang, Kakak pastilah tetap sama! tidak pernah berubah! Selalu saja menuduhku tidak jelas! Aku tidak mungkin mengatakan sesuatu yang akan menyakiti hati putriku Kak! Tapi firasat hatiku mengatakan, jika pemuda itu tidak pantas untuk putri ku kak! Ada hal yang tidak bisa ku jelaskan padamu! Intinya, aku tetap tidak merestui pernikahan mereka jika pemuda itu akan membawa Alisa pergi dari sini! titik!'' ucapnya lagi.


''Astaghfirullah.. Ya Allah.. Alisa!!! Mas! Mbak!!'' seru Tante Irma.


Ia begitu shock melihat Alisa yang terkulai lemas dengan bibir membiru.


Mendengar tente Irma memanggil mereka semua, Pakde Tarman terkejut. Dengan cepat ia berlari dan mengangkat Alisa menuju ke kamarnya.


''Astaghfirullah Alisa!! Kamu kenapa, Nak?!'' seru Mama Alina.


Pak Yoga berdiri mematung, sesaat setelah Alisa dibawa ke dalam kamar.


''Panggilkan dokter sekarang!!'' sentak pakde Tarman.


Pak Yoga terkejut, ''I-iya..'' ujarnya dengan berlari keluar untuk kerumah dokter terdekat. Ia berlari tanpa menggunakan alas kaki.

__ADS_1


Mama Alina yang melihat pak Yoga berlari tanpa memakai alas kaki, menangis tersedu.


''Ya Allah... begitu berat cobaan yang Kau berikan dalam keluarga ku.. ampuni suamiku ya Robb.. buka ia tak percaya dengan keputusan Mu. hanya saja ia seorang ayah yang sedang terluka hatinya.. Engkau lebih mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hatinya..'' lirih Mama Alina.


Tante Rasmi berlari ke dapur untuk mengambil baskom berisi air untuk mengompres dahi Alisa.


Sesampainya disana, ia melihat Mama Alina tersedu. Ia menoleh sebentar, Namun setelahnya ia berlalu ke dalam kamar Alisa sambil membawa baskom yang berisi air.


Setelah memberikan baskom itu kepada Irma, Tante Rasmi keluar dan mendekati Mama Alina yang tersedu di lantai.


''Mbak....'' panggilnya,


Mama Alina menoleh, ''apa yang harus Mbak lakukan Dek?? Kakak mu tetap kekeuh pada pendiriannya! Mbak harus gimana Dek?? Mbak tidak bisa menentang keputusan nya! Apa yang aku lakukan ya Robb... Alisa putriku, sedangkan kakak mu suamiku... hiks..'' ucap Mama Alina.


Ia masih sesegukan disana. Tante Rasmi yang melihat ikut sedih.


Membuat seseorang disana berdiri terpaku mendengar setiap ucapannya. Pak Yoga, terdiam di bibir pintu. Ia tidak melangkahkan kakinya masuk kerumah, karena mendengar ucapan adik tersayang nya itu.


Pak Yoga terkejut saat seseorang menepuk bahunya dari belakang.


''Bang! Jadi nggak nih, saya periksa Alisa??'' tanya seseorang itu yang ternyata teman pak Yoga.


''Hah? I-iya.. mari silahkan masuk!'' ajak pak Yoga pada seseorang itu.


Tap, tap, tap


Suara derap langkah di lantai yang dingin membuat dua orang yang sedang larut dalam kesedihan mendongak.


''Loh? Mbak Rita?! Masya Allah...'' ucap Tante Rasmi.

__ADS_1


''Rasmi!! Ya Allah.. apa kabar Dek...'' ujar dokter Rita.


Ya, dia adalah dokter Rita sahabatnya Pak Yoga.


Mama Alina menoleh dan tersenyum, ''Rita...'' sapa Mama Alina.


''Mbak... apa kabar?? Udah lama banget ya aku nggak kesini? Lagi pun Abang jarang jengukin aku! giliran anaknya sedang sakit, baru ia sibuk datang ketempat ku, hingga tanpa alas kaki Mbak! huh kesal aku sama orang ini!! ujarnya dengan ketus sambil menunjuk Pak Yoga, Tante Rasmi dan Mama Alina yang mendengar terkekeh.


Pak Yoga hanya diam saja, ia tak bergerak sama sekali dari tempat dia berdiri, yaitu di depan pintu kamar Alisa.


''Awas! Abang ih! nutupin jalan! aku mau lewat!'' ketusnya lagi.


Mama Alina terkekeh. Bisa bisanya dokter yang satu ini selalu jutek kepada suaminya.


Bukan apa sih, Pak Yoga ini paling suka mengganggu dokter Rita pada saat mereka masih kuliah dulu. Bahkan hingga sekarang, masih tetap sama.


''Mari Mbak.. silahkan.. Alisa di dalam,'' ujar Tante Rasmi.


''Oke,'' sahutnya. Kemudian ia berlalu danasuk kedalam kamar Alisa.


Sesampainya disana,


''Astaghfirullah! Alisa!!''


Deg!


💕


TBC

__ADS_1


__ADS_2