
''Untuk terakhir kalinya aku bertanya, apakah kau masih menginginkan Alisa untuk menjadi istrimu??'' tanya Rita.
''Aa-aku...''
''Sekali lagi ku ingatkan! jika kau masih ingin melukai hati istrimu, maka akulah lawan mu! Ingat Milham! kau masih dalam pengawasan ku! Masih inginkah kau melanjutkan pernikahan yang sudah tercoreng ini?? Masih inginkah kau melanjutkan pernikahan mu dengan Alisa dengan kelakuan bejat mu itu?? Masihkah kau ingin mempertahankan pernikahan yang tiada artinya ini bagimu??''
Emil menatap Rita dengan dalam. ''Ya. aku masih ingin melanjutkan pernikahan ini. Aku akan berusaha berubah menjadi lebih baik lagi-''
''Aku tidak bisa memegang janji mu Milham! karena selama kau masih berlaku kasar kepada nya, aku tidak mengijinkan mu melanjutkan pernikahan ini!'' tegas Rita dengan menatap tajam pada Emil.
''Kak...''
''Tak ada bantahan! untuk malam ini, aku mengizinkan mu tinggal disini untuk menemani istri mu! Tapi setelah ini jangan harap! Selama sebulan ini, Alisa akan tinggal di kontrakan sendiri saja tanpa ada kau disana! Dan kau! kau pulanglah kerumah ayah, Emil. Benah hidup mu! perbaiki tingkah laku mu untuk istrimu! Jika kau masih menginginkan untuk bisa melanjutkan pernikahan mu dengan Alisa, maka lakukan perintah ku! Tak ada bantahan dan tak diizinkan untuk menolak!'' tegas Rita lagi.
Membuat tubuh Emil luruh ke lantai beserta dengan air matanya yang sudah beruraian. Ia terisak disana dengan kepala menunduk.
Ayah Bram yang melihat hanya menghela nafas berat. Sedangkan pak Daman, ia berlalu keluar dan beranjak pulang karena sudah mendapat kode dari istrinya.
Pengang rasanya sedari tadi mendengar suara isakan tangis Emil. Setelah kejadian dan bersalah karena di tegur baru sadar dan menangis.
Pak Daman menggeleng kan kepalanya. Sedangkan Rita, ia cuek saja. Tak peduli dengan Emil yang sedang meratapi nasibnya.
Rita tersenyum sinis melihat Emil menangis sesegukan.
''Sudahlah! sebaiknya kau pulang dan mandi! setelah ini kau kembali lagi! Ambil pakaian ganti Alisa, dan juga puding yang aku antar kemarin sore! Adik ipar ku sedang mengidam! pulanglah! setelah ia bangun, kau harus ada disini! Dan ya, satu lagi! Belikan aku nasi goreng dan mie Aceh! Gara-gara kelakuanmu, aku hingga lupa makan! Dan sekarang aku lapar! cepetan!!'' pekik Rita.
Membuat Emil terjingkat kaget, begitu juga dengan para perawat yang berada di luar. Karena merasa khawatir, mereka bergegas masuk.
Setibanya disana, mereka dua terbengong dengan apa yang dilihatnya.
''Ba-baik kak!'' sahut Emil.
''Hem!'' sahut nya begitu cuek, ia sibuk dengan buku bacaan nya, karena sengaja ia bawa untuk menghilangkan kejenuhan saat menunggu Alisa disana.
Sembari menunggu Alisa sadar. Saat Emil berbalik, betapa terkejutnya ia ketika melihat tiga orang perawat berdiri mematung dengan tatapan yang entah seperti apa.
Emil jadi malu, ingin bergerak pun tidak jadi. Karena para perawat itu masih sibuk menatap Rita yang sibuk dengan buku bacaan nya.
Merasa jika tidak ada pergerakan dari Emil, Rita menghembuskan nafas berat.
Emil berbalik dan melihat Rita yang sekarang wajahnya jadi merah padam, begitu juga dengan perawat itu, mereka terkejut melihat Rita yang sedang marah-marah.
''Apa kau tuli, hah?! Aku sudah bilang! aku sedang lapar!! cepat kau pulang! Bawakan baju ganti untuk istrimu dan juga belikan pesanan ku?! Mengapa juga kau belum bergerak?! hah?!'' sentak Rita.
Membuat ke empat orang itu terjingkat kaget. Emil gelagapan. Sedangkan ketiga perawat itu memilih keluar.
''Keluaarr!!'' pekik Rita lagi.
__ADS_1
''I-Iya kak! ini juga mau keluar kok. Aku pergi!'' imbuh Emil serta berlalu, tanpa melihat Rita yang masih sibuk dengan buku bacaan nya.
Mereka tidak tau saja jika Rita sedang terbakar emosi karena tokoh di dalam novel itu begitu mirip dengan Alisa yang di tindas oleh suaminya.
Diluar.
Setelah Emil berlalu, ketiga perawat itu berbisik-bisik tentang Rita.
''Kejam amat sih tuh kakak ipar?? Hiiii.. seremmm...''
''Amit-amit dah punya kakak seperti itu!''
''Hooh, padahal mah pasien kan sedang istirahat? kok bisa betah ya dengan suara pekikan kakak nya yang begitu keras? anehnya ia masih bisa tidur aja??''
''Kalau aku mah.. udah tak tinggalin tuh perempuan! masih banyak kok perempuan lain! huh! kesel akunya!''
Dan masih banyak lagi umpatan-umpatan yang ditujukan untuk Rita. Sedang yang di umpat mah, bodo amat!
Satu jam kemudian, Emil telah tiba di ruangan istrinya dirawat. Terlihat Alisa sedang gelisah dalam tidur nya.
Sesekali terdengar seperti igauan ia memanggil seseorang. Emil mendekatinya dan duduk disampingnya.
''Kak..''
''Lihat! lihat kelakuan mu padanya! bahkan rasa sakit yang ia rasakan di alam nyata hingga terbawa ke alam mimpi. Sungguh kejam kau Emil, sebagai seorang suami?!'' ketus Rita.
Sekarang wajahnya tidak sesuram tadi. Setelah mandi, ia terlihat lebih segar dan tampan jika di perhatikan.
Emil mendekati Alisa dan melihat pergerakan dari bibir Alisa, ia mencoba memahami apa yang dikatakan oleh Alisa.
Terdengar seperti..
Gilang.. ja ngan per gi....
Emil mengernyitkan dahinya bingung.
Gilang?? pikirnya. Siapa?? tanya nya lagi dalam hati. Namun tetap tak ingin mengganggu Alisa yang terus saja mengigau tak jelas.
Hingga beberapa saat kemudian, Alisa siuman. Hal pertama yang di inginkan nya adalah..
''Haus.. pingin jus pokad.. lapar.. pingin makan mie Aceh... aduh...'' desis Alisa.
Rita yang sadar langsung saja melihat Alisa.
''Kamu sudah sadar??'' tanya Rita begitu senang, hingga membuat seseorang disana yang tengah sibuk dengan ponsel nya itu menoleh.
Ia melihat Alisa yang sedang meringis menahan sakit di perut nya. Alisa menatap Rita yang juga tengah menatapnya.
__ADS_1
''Anakku!! Akkhh... sssttt..'' pekik Alisa ketika merasakan sakit di perutnya.
Karena melihat Alisa begitu kesakitan, Rita berinisiatif untuk menaikkan sedikit bangkar tempat tidur Alisa agar bisa duduk dengan nyaman.
''Sudah??'' tanya Rita.
Alisa mengangguk sembari meringis menahan sakit.
''Kak...''
''Shyuuutt... kamu tenang, anakmu tidak Kenapa-kenapa! Dia masih ada di dalam sini!'' sahut Rita sembari mengelus perut rata Alisa.
Alisa Kemabli tenang setelah mendengar penjelasan Rita.
''Kamu haus?? ingin minum?? Air putih??'' tanah Rita sembari mengambil tempat bekal yang dibawa Emil baru saja.
''Pingin jus Kak.. sama Mie Aceh.. laper..'' lirih Alisa.
''Oke! sebentar ya!''
Setelah nya Rita memberikan makan yang di inginkan oleh Alisa begitu juga dengan minumnya.
Saat melihat makanan kesukaannya mata Alisa berbinar, ia tersenyum. Walaupun bibirnya terlihat pucat.
''Makanlah! sengaja kakak tadi menyuruh suami mu untuk membelinya! kalau tidak, dia mana peka dengan istri yang ngidam?!'' ketus Rita.
Alisa terkekeh, kemudian melihat Emil. ''Abang udah makan??'' tanya nya pada Emil dan mendapatkan anggukan sebagai jawaban.
''Oh..'' ucapnya sembari melahap mie goreng Aceh kesukaan nya itu begitu juga dengan jus nya.
''Setelah ini istirahat lah! Emil akan menemani mu disini selama beberapa hari! Sepulang dari sini, baru dia tidak akan menjaga mu lagi! Itu akan menjadi tugas kakak!'' ucap Rita sembari membereskan bekas makan Alisa.
''Maksudnya??'' tanya Alisa karena tidak mengerti.
''Setelah kau pulang dari sini, kalian berdua akan berpisah!''
''Apa?!''
💕
Maaf ya hari ini update nya telat lagi.. maklum masih belum normal ini perut.. 😩😩
Jika besok sudah sehat, akan kembali normal seperti semula!
Ikutin terus ya!
TBC
__ADS_1