Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 10 - Teka-Teki Danu


__ADS_3

Author POV


Dafi yang sedari tadi perform melihat kedatangan gadis pirang


sang pencuri hati, terlihat sedang mencari seseorang. Dan dengan penuh percaya


diri Daffi turun dari panggung menghampiri Nathalie.


" Hai pirang.... Lo nyari gue..."


Nathalie menoleh dan menghembuskan nafas kasar saat tau siapa


yang datang. Entahlah melihat kelakuan absurd Daffi membuat Nath sedikit


jengah.


" Danu mana. Dari tadi gue cariin kok ga kelihatan."


" ngapain nyari yang ga ada. Mending nyari gue aja yang


jelas-jelas selalu ada buat lo." Daffi mengedipkan matanya genit pada


Nath.


" sumpah lo itu nyebelin tau ga...."


Daffi terkekeh melihat Nath yang tampak kesal.


" Kak Dirga!!!" seru Nath sambil melambaikan tangan


nya ke arah lelaki yang sedang berjalan kearahnya.


Dirga mendapati gadis pirang saudara Camila sedang bersama


Daffi. Jadi beneran tadi Mila datang bersama Nathalie. Batin Dirga dalam


hati.


" Kak Dirga, Danu mana sih gue cariin ga ketemu."


" lo nyariin Danu."


" rencana nya sih gitu. Tapi kalau Danu nya ga ada sama kak


Dirga aja ga papa sih... Gue rela kok." Nathalie dengan gaya centil


menggoda Dirga.


" mana bisa gitu sih pirang... Kan gue tadi yang lebih dulu


nyamperin elu... Kenapa jadi si Dirga yang elu pilih... Wah ga adil nih."


protes Daffi


" ikut gue.... " Dirga menarik tangan Nath


" dah Daffi... " Nath menjulurkan lidah pada Daffi


berniat mengejek lelaki itu.


Daffi terbengong melihat kepergian Dirga dan Nath.


" Kak Daffi. " suara seseorang yang memanggilnya


membuat Daffi menoleh ke belakang.


Ternyata Camila. Gadis berjilbab itu tersenyum manis pada Daffi.


" eh... Hai Mila.... Kamu.... Nyariin Nathalie."


" kok kak Daffi tau sih." Mila memang sedang mencari


Nath karena sedari tadi dia kehilangan jejak saudaranya itu. Padahal Mila bisa


berada disini karena ajakan Nath tapi justru Mila ditinggal begitu saja.


" dia lagi sama Dirga. Mungkin di ruangan nya. " jawab


Daffi.


" masak sih...." Mila tentu saja tak percaya karena


dia sendiri barusan keluar dari kandang singa itu.


" atau mungkin kamu mau nyusul. Aku anterin." tawar


Daffi.


" enggak usah kak. Mila tunggu disini saja. " daripada


Mila harus masuk ke ruangan om mesum itu, lebih baik disini bisa dekat dan


lihat wajah Kak Daffi yang makin tampan. Batin Mila dalam hati.


" oke... Ehm... Duduk disana saja. Sambil nunggu Nathalie.


Yuk " Daffi menunjuk kursi di depan bartender.


Mila mengikuti Daffi dan dia duduk di salah satu kursi sementara

__ADS_1


Daffi juga ikut duduk disebelah Mila.


" mau minum sesuatu." tawar Daffi


" gimana kalau Orange juice saja... " tawarnya lagi


dan Mila mengangguk.


" bro... Orange juice dua ya." sang bartender


mengacungkan jarinya sambil melihat Camila dan Daffi. Agak terkejut karena


tumben sang disc jokey mengajak


seorang gadis dan gadis itu berjilbab pula.


" di tempat ginian ada Orange juice juga ternyata."


tanya Mila, karena ini adalah pertama kalinya dia masuk ke dalam night club.


Mila pikir ditempat seperti ini hanya ada minuman beralkohol.


" ya adalah.. Di tempat ini ga melulu orang ingin minum


beralkohol. Banyak juga yang kesini hanya sekedar melepas penat." tutur


Daffi


" owh begitu... Soalnya aku baru kali ini masuk di tempat


beginian."


" ya wajar sih... Secara kamu kan berhijab. Pasti aneh aja


kan kalau ada cewek berhijab yang masuk kesini. Kesan nya gimana gitu ya.


" kekeh Daffi.


" gara-gara Nath memaksaku kemari... Sedari tadi jadi pusat


perhatian. Risih juga.... "Mila menengok ke kanan dan ke kiri. Memang ada


beberapa pengunjung club yang memandang nya sedikit aneh.


Bartender datang membawa dua gelas orange juice ke hadapan Daffi


dan Mila.


" Thanks  bro. "


--------


Nath duduk di sofa ruang kerja Dirga.


Dirga.


" maksudnya?"


" Danu kuliah di London."


" Apa???? Ah kak Dirga jangan bercanda."


" Danu sudah seminggu yang lalu berangkat ke London. Apa dia


tak pamit padamu. "


" yang benar saja. Sumpah dia ga bilang apa-apa padaku kak.


Sialan si Danu pergi tanpa pamit gitu aja."


" ah dasar Danu menyebalkan. Awas aja kalau sampe ketemu


bakal gue cincang. " Nath sudah bersungut-sungut karena merasa kesal pada


sahabatnya itu.


Nath menatap Dirga yang kini juga sedang tersenyum geli melihat


wajah kesal nya Nath.


" ehm... Kak Dirga. "


" ya "


" Kak Dirga udah punya pacar belum. "


" memang nya kenapa. "


" kak Dirga, apa kakak mau jadi suamiku."


" Apa??" tentu saja Dirga kaget.


Dirga berdiri dari duduk nya. Ditarik nya lengan Nath agar ikut


berdiri juga.


" Ayo, Aku harus gantiin Daffi."


Nath ingin protes karena pernyataan nya sama sekali tak

__ADS_1


dihiraukan Dirga. Tapi pada akhirnya Nath pun mengekori Dirga keluar dari ruang


kerja lelaki tersebut.


Jujur Nath memang telah menyukai Dirga sejak pertemuan pertama


mereka. Tepatnya saat dia bertemu Dirga di sekolah Camila. Siapa sangka jika


ternyata Dirga adalah om nya Danu, sahabat masa kecil nya.


Di mata Nathalie, Dirga itu sosok laki-laki matang yang selama


ini ia idaman. Nath yang terbiasa bersama Kak Ken selalu merasa dilindungi dan


kak Ken juga selalu memberikan Nath rasa nyaman. Sejak kak Ken memutuskan


menetap di Indonesia, Nath merasa sangat kehilangan. Apalagi sejak kakak nya


menikah, Nath merasa semakin terasing karena perhatian kak Ken hanya tertuju


pada istrinya.


Oleh karena itu semenjak pertemuan nya dengan Dirga, Nath merasa


telah menemukan pengganti sosok Kak Ken. Bagi Nath, Dirga itu adalah suami


idaman sudah matang, mapan dan rupawan. Paket komplit untuk ukuran calon suami.


" Auw... Aduh..." Nath mengelus dahinya karena baru saja


dia menabrak punggung Dirga.


" Kak Dirga kalau mau berhenti bilang dulu napa sih. Sakit


kan ini jidat."


Dirga menoleh ke belakang, tersenyum tipis melihat Nath yang


mengelus dahinya. Bukan tanpa sebab Dirga tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Pasalnya Dirga melihat Camila masih berada di dalam club ini. Duduk berdua


dengan Daffi di depan meja bartender.


" sedang apa mereka." batin Dirga. Sedikit cemburu


melihat kedekatan keduanya. Dirga tahu betul jika Mila suka pada Daffi.


Terlihat sekali jika sedang bersama Daffi, Camila akan banyak menebar senyum


dan sedikit malu-malu.


" masih disini rupanya. Sudah malam. Sebaik nya kamu


pulang." Dirga sudah duduk disamping Mila.


" woi bro... Selow... Biar Mila ngabisin jus nya


dulu." kali ini Daffi yang menimpali sementara Mila dia memang sedikit


risih berada di tempat seperti ini.


" Mil.... balik yuk.... " Nath menepuk punggung Mila


membuat gadis berjilbab itu menoleh.


" udah ketemu sama temenmu itu. " tanya Mila karena


keberadaan nya disini karena Nath ingin menemui sahabat masa kecilnya.


" orangnya sudah kabur ke London." jawab Nath asal


karena kecewa pada Danu yang pergi tanpa pamit padanya.


" Kabur?  London?" Mila jadi teringat akan


Danuarta.


" Nath, apa temen yang kamu cari itu..... Danuarta.


Keponakan nya om Dirga." Mila hanya menebak karena tiba-tiba saja


terlintas di benak nya nama Danuarta saat Nath menyebut London.


" iya. Danu temen gue waktu di Bali."


" jadi yang kamu sering ceritain selama ini Danu itu adalah


Danuarta teman SMA ku. Astaga Nath.... Kenapa aku baru tahu."


" jadi Danu itu temen lu Mil...." Nath teringat saat


bertemu Dirga untuk pertama kalinya adalah di sekolah Mila yang berarti sekolah


Danu juga.


Sementara Mila, dia sampai tak habis pikir jika Danuarta adalah


teman baik Nath. Selama ini tiap Nath cerita mengenai Danu, Mila tak pernah

__ADS_1


berpikir jika yang dimaksud Nath adalah Danuarta.


Mila menepuk pelan dahinya " kenapa aku ga ngeh ya..."


__ADS_2