
Daffi Pov
Sudah tiga bulan lamanya aku tak bisa menghubungi Nathalie. Gadis itu benar-benar menghilang dariku. Nomorku pun di blokir nya. Aku tahu jika aku bersalah padanya. Tapi setidaknya aku ingin dia memberi kesempatan padaku untuk bisa menebus semua kesalahan ku. Bukan malah menghindari ku seperti ini.
Aku sangat frustrasi. Pikiranku kacau. Nathalie hanya kata itulah yang selalu terngiang di telinga ku.
Camila sebenarnya telah membantu mencarikan jalan agar aku bisa berkomunikasi dengan nya. Tapi lagi dan lagi Nath menghilang.
Kabar terakhir yang aku dengar, Nathalie pindah ke luar negeri. Dia tidak lagi tinggal di Australia bersama papa dan mama nya.
Apakah dia ingin lari dariku?
Entahlah memikirkan nya saja sudah sangat membuat hidupku tak tenang.
Tepukan di bahuku membuatku menoleh. Ternyata Dirga. Sejak kapan dia ada disini. Setauku Dirga sudah sebulan ini ada di luar pulau mengurus proyek disana.
" Hei bro. Kapan lu datang?" Sapaku.
" Kemarin malam. " jawabnya.
Dirga duduk disebelahku. Melirik ku lantas melirik botol wine yang ada di atas meja.
" Tumben seorang Daffi Juliandra bisa ngabisin sebotol wine. " sindirnya
Aku hanya menolehnya sekilas tak ada niat untuk menanggapi nya.
Tentu Saja Dirga tau betul tentang kebiasanku. Bersahabat dengan nya lumayan lama, bekerja di tempat ini juga tak bisa dihitung sebulan dua bulan tapi lebih dari satu tahun.
Aku ini memang tak terbiasa minum alkohol dalam porsi besar. Meskipun hampir tiap malam aku selalu berada di night club , tapi tak lantas aku akan mengkonsumsi minum beralkohol setiap hari. Bisa dikatakan jarang jarang lah aku minum alkohol apalagi yang berkadar tinggi sejenis vodka, wiskey atau wine.
Perutku yang tak bisa diajak kompromi dengan minuman keras. Oleh karena itu aku memang menghindari mengkonsumsi nya. Hanya saja dalam kondisi kalut seperti ini lah terkadang aku khilaf. Tak bisa mengontrol diri.
" Lagi ada masalah?" tanya Dirga lagi.
Aku mengangguk.
" Sudah kuduga.... Nathalie." tebak nya
" Lo sekacau ini karna Nathalie.?" tanya Dirga untuk kesekian kali.
Lagi lagi aku hanya mengangguk.
" Apa yang Nathalie lakukan sampai lu sekacau ini."
" Dia menghilang. " jawabku sekenanya.
" Menghilang? Maksudnya. "
" Mungkin saja dia sedang menghindariku. " ucapku lirih.
" Gue heran sebenarnya masalah lu sama Nathalie itu apa? Gue kenal lo nggak sehari dua hari. Dan kalo sampai lo sekacau ini pasti masalahnya cukup rumit. "
" Lo benar."
" Nah kan. Cerita ke gue. "
" Sorry bro. Kayaknya ga sekarang. Kondisi gue lagi ga stabil. Besok gue janji bakal ceritain semua ke lu dan Camila. "
" Camila juga ga tau apapun masalah lo sama Nathalie. "
" Enggak. Dan kurasa Nathalie juga tidak cerita apapun ke istri lu. "
" Ya sudah klo begitu. Gue tunggu cerita lu besok. Sekarang mending lu ke dalam. Tidur. Lo mabuk parah. "
" Bantu gue napa. "
__ADS_1
" Yaelah ni orang sudah mabuk ngerepotin pulak.... Ckckckck. " Dirga berdecak
" Lu sama sahabat sendiri perhitungan amat. "
Dengan susah payah Dirga memapah ku. Postur tubuhku yang lebih besar darinya, membuatnya sedikit kesulitan . Dengan sempoyongan Dirga membawaku masuk ke dalam ruang kerjaku di club ini. Kepalaku terasa pusing dan berputar-putar. Perutku pun rasanya juga bergejolak. Ingin muntah.
" Dir... Toilet..... " pintaku
" Apa? "
" Toilet."
" Lu mau ke toilet. Sialan... Pasti lu mau muntah kan."
Tak sanggup lagi aku menjawab nya karena kini aku benar-benar tak bisa menahan sesuatu yang bergejolak di dalam perutku.
*****
Aku terbangun keesokan harinya saat sudah lewat tengah hari. Kepalaku masih terasa sedikit pusing. Kuedarkan pandangan di seluruh penjuru kamar. Aku ingat jika semalam aku tidur di dalam club.
Apa Dirga juga menginap disini. Tanyaku dalam hati.
Kupejamkan mataku sejenak. Berada di ruangan ini mengingatkan kembali pada Nathalie.
Flasback tiga bulan lalu.
" Kak Dirga serius mau nikahin Mila. Kenapa kak?"
" Kenapa apanya?"
" Kenapa harus Mila. Aku sudah dengar cerita dari Mila jika mama kak Dirga lah yang meminta Mila agar mau menikah dengan kakak. Apa itu benar?"
" Iya Nath."
" Kenapa Kak Dirga tidak menikah denganku saja. Toh Mila tidak mencintai kak Dirga kan? Kak.... Aku suka sama Kak Dirga sejak pertama kali Danu mengenalkan kita. "
" Tapi kak.... "
" Nath... Aku yakin pasti kamu akan menemukan pria baik yang akan menjadi jodohmu. Maafkan aku ya dan terimakasih atas pengakuanmu tadi. Aku pergi dulu. "
" Kak Dirga. !!"
Aku yang berdiri jarak satu meter di belakang Dirga sedikit terkejut mendengar percakapan antara Nath dan Dirga. Aku melihat kepergian Dirga. Dan Nathalie, kulihat gadis itu menangis.
Tunggu.... Tadi mereka bilang menikah ? Mila Dan Dirga ? Maksudnya apa?
Sudah berencana untuk menghampiri Nath yang tampak bersedih, tapi belum sempat aku mendekatinya Nath sudah pergi. Kucari cari keberadaan nya di tengah tengah riuhnya pengunjung club.
Iya memang sekarang aku sedang berada di dalam night club. Sepuluh menit yang lalu aku baru selesai perform hingga tak sengaja mendapati mereka berdua, Nath dan Dirga yang terlibat obrolan serius.
Mataku menangkap sosok Nathalie yang duduk di depan meja bartender dengan segelas wine. Aku masih mengamatinya tak berani mendekat. Nath tampak kacau. Di gelas ketiga yang dia minum aku tak bisa lagi tinggal diam.
Kuhampiri dia dan duduk di sebelah nya. Tampaknya Nath menyadari kehadiranku.
" Eh elu Daf....." sepertinya Nath sudah mulai mabuk. Aroma alkohol yang menyengat keluar dari mulutnya.
Satu gelas lagi berhasil dia tenggak.
" Lu kenapa Nath. Kacau banget. Lagi ada problem.?"
" Sok tau lu...." Nath terkekeh.
" Ada masalah sama Dirga.? " ucapku. Nath menatapku tajam.
" Lu tau?"
__ADS_1
" Tak sengaja mendengar percakapan kalian."
Nath menelungkupkan kepalanya diatas kedua tangan.
" Lu kenapa sih Nath. Kalau ada problem cerita aja. Gue siap untuk lu." aku berusaha membujuk nya agar mau bercerita.
Nath mendongak. " Temani gue minum." pintanya kemudian.
" Okay..... " jawabku.
" Boy.... Wine plis....." pintaku pada salah satu bartender
Aku mulai meneguk wine ku, Nath ikutan meneguk entah sudah gelas ke berapa. Gadis itu mulai meracau tak jelas. Aku masih aman.... Baru juga satu gelas... Boy datang membawa lagi sebotol wine.
Nath mulai menuangkan lagi ke gelasku.
" Lu tau ga Daf..... Kak Dirga mo merid."
" Merried.? Serius..... Ga mungkin lah. Kalau pun dia merid pasti lah sudah ngasih tau aku."
" Lu nggak percaya sama gue..... Daf gue patah hati. Kak Dirga nolak gue. Padahal gue sudah menawarkan diri dengan sukarela buat jadi istrinya. Tapi apa....? Dia nolak gue Daf...... Gue kecewa.... Kecewa banget.... Gue cinta Kak Dirga.... Hiks... Hiks...."
" Hei... Lo nangis.... Cup... Cup.... Lu serius Dirga merried. "
Nath mengangguk.
" Besok dia mau merid sama Mila."
" Mila? Camila maksudmu? "
" He eh. "
" Jangan bercanda Nath.... Kok bisa sih. "
" Sudah ah lu jangan banyak tanya ke gue. Pusing gue..... Mending sekarang temenin gue minum lagi. Hibur gue Daf... Gue sedih..... Gue butuh.... Hiks.... Hiks.... Gue butuh sandaran. Gue tau Kak Dirga tidak mencintai gue..... Gue akan ikhlas demi Mila.... Sodara gue.... Tapi.... Susah Daf.... Susah..... "
" Sudah sudah jangan sedih. Ada gue disini.... Malam ini kita bersenang senang. Lupain masalah lu. Okay....
" Lu kenapa baik banget sama gue Daf.
" Karna gue suka sama elu Nath... Masak lu ga ngerasa juga sih... Payah lu ah.... "
Nath terkekeh. Dan aku pun sudah lupa entah sudah berapa banyak kita minum.
Yang kuingat hanya satu. Kita berdua mabuk. Aku berjalan sempoyongan dengan Nath berada di rangkulanku. Aku membawanya ke ruang kerjaku.
Menjatuhkan tubuh Nath diatas ranjang yang biasa kutiduri jika sedang menginap di club.
Nath masih meracau tak jelas. Hingga tiba tiba saja Nath menarik tubuhku hingga jatuh diatas tubuhnya. Entah siapa yang memulai hingga kami berdua berciuman.
Ciuman yang semakin panas dan semakin menuntut.....
Hingga kita berdua yang sudah terbakar akan nafsu tak dapat mengendalikan nya.
Flasback end
Kuacak rambutku frustrasi. Mengingat kembali masa itu. Apalagi saat kuterbangun di esok pagi nya, Nath sudah tak ada di sampingku.
Dia sudah pergi meninggalkanku. Aku yang kebingungan mencarinya tetap tak menemukan keberadaan nya di dalam club. Hingga kutahu jika dia mungkin saja keluar lewat pintu samping club karena pintu itu dalam kondisi tidak terkunci.
Sore harinya aku datang ke rumah Camila dan benar saja sudah berdiri tenda dan kursi berjajar rapi. Nathalie benar, jika Mila akan menikah. Yang aku tak habis pikir Dirga lab yang akan menikah dengan Mila. Kenapa mereka menyembunyikan nya dariku. Padahal aku ini sahabat mereka.
Kembali berpikir jernih mungkin mereka berdua ada alasan tersendiri hingga menikahpun secara diam diam.
Aku bangkit dari atas ranjang. Menuju wastafel dan mencuci mukaku. Keluar dari ruang kerjaku, suasana tampak hening. Kupikir Dirga ikut menginap disini. Ternyata tidak.
__ADS_1
Aku terkekeh.... Pastilah dia kangen istrinya setelah ditinggal berminggu minggu lamanya.