Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 17


__ADS_3

Rasya masih terus mengekori camila dalam jarak beberapa meter di belakang wanita itu. Hingga Camila ada akhirnya keluar dari rumah sakit menuju area parkir. Rasya menghentikan langkahnya, berdiri di sisi tiang agar tubuhnya yang menjulang tidak terlihat oleh Camila. Matanya masih mengewasi interaksi Camila dengan seorang pria.


Siapa pria itu ?


kenapa tampak akrab sekali dengan Camila ? Rasya bertanya tanya dalam hati.


Apakah saudaranya ? rasanya tak mungkin karena tidak ada kemiripan di wajah keduanya.


Atau jangan jangan .... ah, Rasya menggelengkan kepalanya. pemikiran nya barusan sungguh diluar nalar sehatnya. bagaimana mungkin sempat terlintas di benak nya jika lelaki itu adalah selingkuhan Camila.


Perempuan seperti Camila tidak mungkin memiliki selingkuhan, secara dia dekati saja Camila langsung menghindar.


Rasya ingat kejadian tadi siang saat mereka berdua makan di kantin Rumah Sakit, sungguh Rasya sampai tak habis pikir Camila memilih meninggalkan nya daripada harus menghabiskan makanan bersama dengan nya.


Apakah Rasya merasa terhina denga penolakan Camila ?


Kembali Rasya menggelengkan kepalanya kuat kuat. Bukan salah Camila juga jika Camila selalu menghindarinya. ini semua murni salahnya sendiri yang terus saja mengejar istri orang.


Tapi bagaimana mungkin hatinya tidak pernah mau menerima kenyataan bahwa Camila ini telah bersuami.


Tepukan yang cukup keras di bahunya membuat Rasya harus mengumpat berkali kali.


" Sialan, " umpatnya lalu menoleh ke belakang mendapati Allan pelakunya.


" Ngapain disini ? " tanya Rasya tak suka melihat sahabat yang datang dan mengganggunya


" Apaan sih. Mengganggu saja. "


Allan penasaran dengan tingkah laku sahabatnya. Mata Allan menyipit mengikuti arah pandang Rasya. Disana, tak jauh dari mereka terlihat seorang lelaki yang sedang membukakan pintu mobil untuk Camila. Lalu lelaki yang Allan bisa lihat memiliki wajah yang tampan, mengitari mobil lalu masuk ke dalam nya. Tak lama mobil itu pun melesat meninggalkan pelataran Rumah Sakit.


Rasya mendesah setelah kepergian mobil yang membawa Camila. tapi dia bisa apa ? mau mengikuti kemana Camila pergi ?


Mungkin saja sudah Rasya lakukan jika saja tidak ada Allan di sampingnya.


Kembali Allan menepuk bahu Rasya. " sudah berapa kali kukatakan, jangan lagi berharap pada istri orang. "

__ADS_1


" Diam saja kau Allan. Kau tak tahu bagaimana perasaanku. Mungkin mudah bagimu bicara seperti itu. Tapi , mana bisa hatiku diajak kompromi jika setiap kali melihat Camila, jantung ini selau berdetak kencang. " Rasya memegang dadanya.


" Cinta salah tempat. " gumam Allan lalu berbalik badan dan memilih meninggalkan Rasya.


Rasya mengikuti Allan, lalu merangkulkan lengan nya di bahu Allan. Kedua orang dokter tampan itu selalu saja menjadi pusat perhatian . tidak hanya menjadi idola para suster melainkan juga pasien . Siapa yang tak terpesona melihat ketampaan pria yang mapan dan juga rupawan. Sejak keduanya berada di Rumah Sakit ini, langsung saja menjadi buah bibir. Sekalipun begitu Allan tak peduli, berbeda dengan Rasya yang langsung besar kepala jika mengetahui ada yang mengagumi ketampanan nya.


Itulah bedanya Allan dan Rasya. Allan dengan kemisteriusan nya dan Rasya dengan kesongongan nya. Dua orang sahabat yang berbeda sifat dan karakter.


" Allan, kau tahu siapa lelaki yang bersama Camila tadi ?" tanya Rasya. Lelaki itu begitu penasaran dengan lelaki yang tadi dilihatnya pergi bersama Camila.


Bahkan Camila Rela menolak ajakan nya demi keluar dengan lelaki tadi.


Argh sial, ternyata masih ada lelaki di dunia ini yang sanggup menolak pesonanya. siapa lagi jika bukan camila. membuat Rasya semakin penasaran saja.


" Allan ....! kau ini. kenapa hanya diam saja, aku mengajakmu berbicara. " kembali Rasya berceloteh pada sahabatnya yang irit bicara ini.


" Kenapa kau bertanya padaku, Mana aku tahu. " jawab Allan ala kadarnya.


" kau kan kenal dengan Camila, siapa tahu saja kau juga kenal dengan lelaki yang tadi keluar bersama Camila. "


" Aku hanya kenal Camila dan juga suami Camila. tapi aku tak kenal dengan kerabat Camila apalagi dengan orang orang yang dekat dengan Camila."


Allan hanya mencebik, Sungguh dia tidak suka dengan tingkah kekanakan Rasya yang dengan tidak tahu dirinya terus saja mengejar Camila.


" Lagipula berhentilah mengejar Camila. Kau itu tampan bukan ?"


" ah kalau itu tidka perlu kau pertanyakan. dan tidak perlu kau ragukan, Aku ini memang tampan. lebih tampan darimu malah. "


" Jadi, jika kau tampan seharusnya kau tak akan kesulitan mencari wanita bukan ? Saranku, berhentilah mengejar istri orang Rasya. Aku hanya mengingatkanmu saja. Jangan sampai kau menyesal nantinya. Karena yang aku tahu Camila itu begitu mencintai suaminya. Bahkan mereka menikah sejak Camila masih kuliah. "


Rasya terdiam, Sahabatnya yang biasa irit bicara ternyata bisa juga mengatakan kalimat yang sangat panjang seperti tadi.


" Allan ... kau pernah jatuh cinta bukan ? "


Allan terdiam , tidak menolak juga tidak mengiyakan.

__ADS_1


" Kau tentu juga tahu bagaimana rasanya orang jatuh cinta. aku sudah berusaha megusir bayang bayang Camila, tapi tetap saja wajahnya selalu mengusik ku. jika sudah begini menurutmu siapa yang salah. Aku atau camila ?"


sebenarnya pertanyaan absurd Rasya tak perlu dijawab oleh Allan. akan tetapi tangan Allan ini sudah gatal lalu menyikut rusuk Rasya.


" Aduh, " Rasya meringis menahan nyeri.


" Kau ini ... apa yang kau lakukan ."


" Diamlah Rasya, kepalaku pusing mendengar ocehanmu yang tak ada gunanya itu. "


" bukan nya kau sendiri yang tadi menceramahiku. kenapa sekarang menyalahkanku. "


" aku hanya mengingatkanmu. Jangan lagi mengganggu istri orang. "


" hem...baiklah. by the way, menurutku lelaki yang tadi bersama Camila apa mungkin selingkuhan nya. "


Kembali Allan menyikut Rasya hingga lelaki itu mengaduh kesakitan.


" Jangan suka menebar fitnah. jika Camila dengar, bisa runyam. "


" Aku kan hanya menebak saja. siapa tahu saja kan ?"


" Kau pikir Camila wanita apaan hingga harus punya selingkuhan. "


" Ya siapa tahu saja dia tidak puas hati dengan suaminya. "


" Astaga Rasya, sepertinya otak dan pikiranmu itu perlu dicuci agar tak suka berpikir sesuka hati tentang  orang lain. "


" sialan .... "


Mereka terus saja berdebat tak ada hentinya. akan tetapi meskipun seperti itu keduanya ini adalah sahabat baik yang saling melengkapi.


Allan dan Rasya bersahabat saat keduanya sama sama berada di Singapura. Allan adalah keturunan asli singapura dan baru beberapa tahun lau pindah ke Indonesia. Sementara Rasya adalah keturunan asli indonesia yang mengikuti keluarganya pindah dan menetap di singapura.


Dan pada saat Rasya kembali ke indonesia demi menuruti keinginan paman nya, Maka Rasya dengan sedikit memaksa Allan agar mau pindah untuk bekerja di Rumah Sakit milik keluarga Rasya. Bagi Rasya keberadaan Allan disisinya akan mampu mensupport apapun yang akan ia lakukan. Allan yang bijaksana dan bisa berpikiran dewasa selalu bisa melengkapi semua kekurangan kekurangan nya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2