Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 76 - Happy Ending


__ADS_3

Camila POV


Beberapa tahun berlalu, Je tumbuh semakin besar dan menggemaskan. Anak lelaki ku itu sangat dekat dengan papa nya. Karena memang om Dirga lah yang lebih sering menghabiskan waktu bersama nya. Aku harus banyak bersyukur diberi Anugerah seorang suami yang begitu baik, penyayang juga perhatian dengan keluarga. Sikap dan juga usia om Dirga yang memang sangat Dewasa mampu menuntun serta membimbing ku untuk menjadi seorang ibu dan juga istri yang lebih baik.


Masa intership sudah selesai kujalani setahun yang lalu. Dan sekarang aku sudah bekerja di salah satu Rumah Sakit di kota tempat tinggal ku. Tentu aku bahagia karena cita-citaku selama ini untuk menjadi seorang dokter sudah terwujud. Meskipun aku hanyalah seorang dokter umum setidaknya perjuangan ku selama ini tidaklah sia-sia.


Om Dirga pernah menawariku untuk mengambil program spesialis, tapi aku menolak. Aku tidak ingin kehilangan banyak waktuku bersama keluarga, khususnya pada Je. Aku ingin menebus waktu ku yang selama ini sedikit mengabaikan Je. Dan sekarang Je sudah berusia tiga tahun, masa-masa tumbuh kembang nya yang ingin selalu kuikuti.


" sayang...." suara om Dirga yang begitu lembut terdengar di telingaku.


Aku yang sudah bersiap memejamkan mata kuurungkan. Tangan om Dirga sudah melingkar di pinggangku.


" minggu depan Danu wisuda S2 nya. Kita ke London ya..." ucapnya lagi.


Aku berpikir sejenak mengingat-ingat apakah aku ada jadwal pekerjaan. Dulu saat Danu wisuda S1, aku dan om Dirga tidak bisa datang karena waktu itu Je baru saja lahir. Om Dirga tidak mau meninggalkan ku di rumah sendiri bersama Je. Akhirnya hanya mama dan papa yang pergi ke London.


Danu, dia sudah terlanjur cinta pada London hingga dia memutuskan untuk menetap disana. Selain kuliah Danu juga meneruskan coffe Shop kepunyaan om Dirga, hingga sekarang dia telah berhasil lulus S2. Teringat bagaimana dulu Danu adalah seorang badboy, sekarang dia benar-benar menjadi orang yang sukses dan bertanggung jawab. Kedewasaan telah mengubahnya menjadi lebih baik lagi.


" sepertinya minggu depan aku free. Boleh lah kita pergi. Bawa Je sekalian." jawab ku bersemangat.


" sekalian honeymoon mau tidak?"


Aku membalikan badan menatap om Dirga ngeri.


" kenapa menatapku seperti itu?" protes om Dirga.


" jangan bilang kalau om mau nambah anak lagi. " kataku menyelidik.


Dia terkekeh." sebenarnya sih mau nya begitu.... Je sudah pantas buat punya adik lagi." om Dirga nyengir setelah mengatakan itu.


" okay....tapi Om Dirga saja yang hamil dan melahirkan. Bagaimana? "


Mendengar perkataan ku justru membuat Om Dirga tergelak lalu menciumi pipiku gemas. Bukan nya aku tidak ingin memberikan Je seorang adik. Hanya saja rasa trauma ku saat melahirkan belum juga bisa hilang sampai sekarang. Entahlah perasaan takut itu selalu muncul dan susah kuhilangkan. Om Dirga tau itu dan sejauh ini dia juga tidak keberatan dengan keputusanku.


" sekalian kita bisa mengunjungi Nath disana." ucapku.

__ADS_1


" beritahu Nath jika kita akan datang."


Aku mengangguk setuju. Besok aku akan mengabari Nath jika minggu depan kami sekeluarga akan datang ke London. Aku sudah rindu sekali ingin bertemu dengan nya. Terakhir kali Nath datang ke Indonesia adalah sewaktu aku melahirkan Je. Dan sekarang Je sudah berusia tiga tahun itu artinya sudah tiga tahun pula aku dan Nath tidak pernah berjumpa.


Nath, saudara perempuan ku itu memang sudah menetap di London. Dia bekerja disana dan hingga detik ini pun Nath masih setia dengan status kesendirian nya. Entah kenapa Nath belum ingin menikah padahal jika mendengar ceritanya, banyak lelaki yang tertarik dan bersedia menikahinya. Tapi Nath sendiri yang tidak mau. Mungkin saja Nath belum bisa move on dari kak Daffi.


Dulu saat aku mendengar cerita dari Nath mengenai hubungan nya dengan Kak Daffi, sempat membuatku shock. Bahkan beberapa hari setelahnya aku sempat bertanya langsung pada kak Daffi sendiri tentang apa yang sudah Nath ceritakan padaku.


Setelah aku mengetahui cerita dari kedua belah pihak, sempat terlintas di benak ku jika aku ingin melakukan sesuatu agar Nath dan kak Daffi bisa bersatu. Tapi om Dirga melarangku. Kata om Dirga aku tidak boleh mencampuri urusan mereka. Baik Nath juga kak Daffi sudah sama-sama dewasa, pasti sudah bisa menentukan jalan hidup mereka sendiri.


-


-


-


-


Satu minggu kemudian,


Kami semua sudah berbaris rapi dan berpose mengikuti instruksi Photographer yang akan mengabadikan momen ini. Tiba-tiba suara seruan seorang perempuan mengalihkan perhatian kami semua.


Aku yang melihat kedatangan Nath, berbinar bahagia. Ternyata tak hanya aku, Danu pun si pemilik acara sangat antusias dengan kedatangan Nath. Aku tidak heran karena memang Danu dan Nath, mereka berdua sudah berteman sejak kecil.


" Danu selamat ya.... Akhirnya kamu berhasil jadi orang hebat sekarang." ucap Nath yang kini melepas pelukan nya dari Danu.


" lo pikir gue baru sekarang jadi orang hebat.... Sialan lu...."


Nath terkekeh lalu pandangan nya tertuju pada Kak Bumi.


" om Bumi.... Apa kabar? Om kenapa tambah ganteng sih. Danu mah lewat... "


Nath ganti memeluk kak Bumi. Yang aku tahu adalah kak Bumi ini dulu nya adalah atasan mama Jane sewaktu mama Jane masih bekerja di Bali.


Dan setelah nya Nath menatapku dengan senyuman lebar, dia terlalu bersemangat memeluk ku. Aku yang juga sangat merindukan nya tak kuasa membendung air mata.

__ADS_1


" Nath... Tau enggak sih aku kangen banget sama kamu..." ucapku dengan menghapus jejak air mata yang membasahi pipi.


" aku juga kangen banget sama kamu Mila.... Ah Je.... Aunty kangen berat sama kamu."


Je yang berada di gendongan om Dirga semakin menelusupkan wajahnya di ceruk leher sang papa.


" dia takut padamu Nath." ucap om Dirga.


" kenapa bisa begitu. Gue Aunty nya, mana mungkin dia takut. " protes Nath.


" Je tidak biasa melihatmu. Makanya buruan nikah biar bisa punya anak lucu seperti Je." goda Danu.


Nath yang sudah menekuk wajahnya membuat semua tertawa melihatnya. Hingga sang photographer menginterupsi kami agar kembali memposisikan diri bersiap untuk mengabadikan momen indah kebersamaan ini.


°°°°°°°°°°°


°°°°°°


°°°


°


THE END


Tulungagung, 17 Februari 2020


Regards,


Angkasa Dirgantara


Camila Wijaya


Jaghad Raya Semesta


Author cantik, baik dan tidak sombong 😘

__ADS_1


__ADS_2