Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 85


__ADS_3

Hubungan Je dan Rea masih saja sama, biasa saja tak ada yang istimewa. Meskipun Rea sudah mengklaim bahwa Je adalah kekasihnya. Je sendiri pun juga tidak mau ambil pusing dengan semua tingkah Rea. Dia pun juga tak pernah menyangkal atau pun menolak setiap kali Rea selalu dekat-dekat dengan nya dan selalu mengatakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Dan selama ini, Rea benar-benar menutup mulutnya rapat-rapat untuk tidak menyebarkan gosip seputar dirinya yang menyukai Bu Sofia.


Dan satu lagi, dengan adanya Rea, Je mulai bisa memupus rasa suka nya pada Bu Sofia. Mensugesti dirinya sendiri bahwa Bu Sofia hanyalah guru nya. Dan semakin kesini usaha Je tak akan sia-sia. Apalagi Rea yang hampir setiap hari selalu ada buat nya. Membuat perhatian Je semakin tertuju pada gadis itu.


Je selesai bermain basket dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya. Rambutnya yang sudah memanjang basah oleh keringat. Dikibas-kibaskan hingga buliran air menciprat kemana-mana.


Sungguh melihat pemandangan itu melihat Rea tak bisa berkedip menatap Je. Dengan susah payah Rea menelan salivanya. Sekalipun dia selalu menyebut Je adalah kekasihnya, nyatanya Rea tak maau menaruh harapan besar untuk pemuda itu. Rea menjalani semua apa adanya dan berjalan begitu saja. Dan selama ini, Je pun tak pernah mengecewakan nya. Je berlaku baik kepadanya meskipun terkadang pemuda itu masih saja bersikap dingin, arogan, dan sering mengacuhkan nya.


Je menghampiri Rea, kening Je mengerut melihat Rea yang hanya menatap nya dalam diam.


"Air," ucap Je tepat di depan wajah Rea.


Gadis itu mengerjab, lalu dengan canggung segera meraih botol air mineral yang sudah ia siapkan untuk Je. Lalu diulurkan nya pada pemuda itu.


"Thanks,"


Segera diteguk air dalam botol dan Rea kembali menatap Je yang dimata Rea terkesan sangat seksi.


Je duduk di samping Rea. Dan gadis itu hanya melirik sekilas.


"Kau mau pulang sekarang?" tanya Je.


Rea hanya mengangguk.


"Mau aku antar?"


Rea mengangguk, selama ini memang Rea seringkali diantar pulang oleh Je. Dan setiap Rea bersama Je mampu membuat beberapa gadis merasa iri pada Rea.


Sementara Je, dengan adanya Rea, dia sedikit bernafas lega karena tak ada lagi gadis gadis aneh yang suka mengejar-ngejar nya atau bertingkah aneh setiap bertemu dengan nya.


Jadi Rea sama hal nya menjadi tameng untuk Je. Gadis itu pun tidak keberatan akan hal itu.


Je beranjak berdiri. "Ayo kita pulang."

__ADS_1


Rea mengikuti Je berjalan dibelakang lelaki itu. Di koridor sekolah untuk kesekian kali Je harus berpapasan dengan Bu Sofia.


" Kalian belum pulang?" tanya Bu Sofia.


"Ini kita mau pulang. Mari Bu kita duluan." Je segera menarik lengan Rea menjauhi gurunya itu.


Sementara itu Sofia hanya tersenyum, dia juga baru tahu jika ternyata Jaghad adalah anak yang dulu di asuh oleh ibunya.


Rea yang masih berjalan bersisihan bersama Je tiba-tiba berkata," Apa kau sudah bisa move on dari Bu Sofia?"


Je menoleh sekilas. "Bukan urusan mu, Rea."


Jawaban ketus yang sering singgah di telinga Rea. Dan gadis itu sudah terbiasa hingga tak membuat nya sakit hati dengan semua kata yang terlontar dari mulut Je.


****


Hingga satu tahun berlalu, hubungan kedua nya, Je dengan Rea, masih berjalan begitu saja.


Saat tiba masa kelulusan keduanya, baik Je juga Rea tak pernah mengatakan kata perpisahan. Dan mengenai kejelasan hubungan mereka berdua pun juga tidak tahu seperti apa.


"Papa dan mama duluan saja. Aku masih ingin menemui Rea."


Mila tersenyum dan melirik suaminya. Ya, Mila memang mengetahui tentang hubungan tak biasa antara Je dan Rea. Dalam kurun waktu satu tahun itu, Je memang pernah membawa Rea main ke rumah nya. Disitulah Mila dan Dirga sempat berkenalan dengan Rea. Sekalipun Je tak pernah mengatakan pada kedua orangtuanya tentang hubungan sesungguhnya diantara mereka, tapi Mila dan Dirga sudah bisa menyimpulkan sendiri jika diantara keduanya pasti ada hubungan khusus.


"Baiklah. Mama dan papa tunggu di mobil." jawab Mila lalu menarik lengan Dirga.


"Ayo, Pa!"


Setelah kepergian kedua orang tua nya Je menoleh kesekelilingnya, mengedarkan pandangan mencari keberadaan Rea. Dan saat mata tajam Je melihat seeaorang yang baru keluar dari arah toilet, segera Je menghampiri gadis itu.


"Re! Tunggu!"


Rea, gadis itu sedang membenarkan kebaya yang ia kenakan. Mendongak dan menatap Je yang sedang berjalan mendekat padanya.

__ADS_1


Entah kenapa rasanya sedikit aneh. Setelah satu tahun lamanya menjalin kedekatan dengan status hubungan palsu mereka dan kini tiba saatnya bagi keduanya untuk berpisah.


Ya, Rea memang menyebut hubungan nya dengan Je adalah status palsu karena memang tidak ada peresmian atau kejelasan status mereka berdua.


"Kau sudah mau pulang?" tanya Je.


Rea menggeleng. "Belum. Papa mamaku masih disana bertemu dengan teman lama mereka. Memang nya kenapa? Apa kau sudah mau pulang?" Rea ganti bertanya dan Je mengangguk.


"Iya, Papa dan Mama ku sudah menunggu di mobil."


"Owh...." hanya itu kata yang terucap dari bibir Rea.


"Eum... Ya sudah aku pergi dulu. Sampai bertemu lagi, Rea." pamit Je.


Rea mengangguk, lalu Je memutar badan nya bersiap meninggalkan gadis itu.


"Je, tunggu!"


Je menoleh melewati bahu.


"Terimakasih atas semua nya. Apa kita masih bisa bertemu lagi setelah ini?"


"Tentu. Bukan kah tidak ada kata berpisah diantara kita," jawab Je dan Rea tersenyum.


" Aku akan kuliah di London. Dan sampai bertemu lagi, Re. Aku akan menghubungi mu nanti." Je berucap lagi.


Rea mengangguk, dan Je sudah meninggalkan gadis itu.


Rea hanya bisa menatap punggung Je yang kini sudah menjauh ditelan kerumunan para siswa dan siswi. Senyum Rea mengembang, karena diantara dia dan Je masih bisa menjalin hubungan. Meskipun demikian Rea tak mau berharap terlalu banyak. Je itu begitu misterius. Tak dapat Rea prediksi apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.


Sementara itu, Je sudah masuk ke dalam mobil dimana didalam nya ada papa dan mama nya.


"Kita akan merayakan kelulusan mu dengan acara kecil kecilan." ucap papa Dirga.

__ADS_1


"Acara apa, Pa?"


Dirga tak menjawab dan melajukan mobil nya meninggalkan sekolah Je. Tak sampai satu jam perjalanan, mobil Dirga memasuki sebuah resto yang sudah Je tahu jika resto ini adalah milik dari Papa Ken. Kakak mama ila. Senyum Je mengambang karena dapat ia pastikan jika keluarga nya telah menyiapkan kejutan, syukuran untuk kelulusan nya. Tapi Je tidak tahu apakah papa nya mengundang tamu atau hanya keluarga inti saja yang akan merayakan kelulusan nya ini.


__ADS_2