Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 22


__ADS_3

Mendekati hari kepulangan nya kembali, Camila sudah tidak sabar dan dia terlalu bersemangat untuk segera bertemu dengan anak dan suaminya. Barang barang bawaan nya pun sudah Camila packing dengan rapi.


Kebetulan sekali kemarin Daffi datang kembali dan sempat membawa Camila pergi berjalan jalan , membelikan oleh oleh untuk Jaghad, Dirga, Bunda serta anggota


keluarga lain nya. Dan sekarang lihatlah , betapa barang bawaan nya semakin


banyak. Dua kali lipat dari saat dia berangkat.


Malam ini akan ada acara farewel party dengan beberapa rekan dokter dan tenaga medis lain nya yang memang megikuti kegiatan ini. Sungguh banyak pengalaman serta banyak teman yang bisa Camila dapatkan dengan mengikuti kegiatan seperti ini. Tak menyesal Camila pergi ke Rumah Sakit ini jika apa yang ia dapatkan sebanding dengan pengorbanan nya yang rela meninggalkan keluarga nya di rumah.


Setelah selesai dengan kegiatannya , Camila bergegas pergi mandi . Dia harus segera bersiap siap agar tidak terlambat menghadiri acara party tersebut.


Baiklah, Camila sudah rapi sekarang. Blouse berwarna soft pink dengan bawahan rok panjang polos dan juga jilbab yang membungkus kepalanya. Tampak cantik dan elegan. Tidak lupa dia ambil ponsel dan memasukkan nya ke dalam tas yang akan ia bawa. Sebelum berangkat tak lupa Mila


mengirimkan pesan whatssapp pada suaminya, mengabarkan jika malam ini dia ada acara.


Keluar dari kamar yang ia tempati dua minggu ini, Camila bertemu dengan rekan dokter yang lain dari daerah yang berbeda. Mereka berjalan bersama menuju aula Rumah Sakit yang sudah disulap menjadi tempat diadakan nya acara pesta.


Camila tersnyum saat langkah nya memasuki gedung tersebut, tampak beberapa orang sudah mendiami tempat nya masing masing. Dengan sedikit mengobrol , saling bertukar cerita dan saling bertukar pengalaman tentunya.


Camila sama sekali tidak menyadari kehadiran Rasya yang sedari tadi sibuk memperhatikan nya. Lebih tepatnya sejak Camila masuk ke dalam tempat acara, Rasya sudah terpaku menatap camila tak berkedip. Bahkan kemanapun Camila pergi Rasya terus saja mengekori.


Sayang sekali tidak ada Allan bersama mereka. Dokter Allan masih ada pertemuan dengan salah satu dokter senior yang juga sedang bertugas di Rumah Sakit ini, sehingga kemungkinan besar dokter Allan akan terlambat datang.


Acara telah dimulai dengan suara riuh tepuk tangan tamu undangan yang jumlah nya lebih dari dua puluh orang. Camila sendiri lebih


memilih duduk di bangku paling belakang, jauh dari panggung berada . Jujur


berada di sebuah acara pesta seperti ini, membuat Camila tidak seberapa


menyukai tempat ini. Camila memang bukan tipe orang yang suka dengan keramaian


di tengah pesta. Merasa kurang nyaman lebih tepatnya.

__ADS_1


Indera penciuman Camila menghirup dalam aroma parfum seorang pria. Ditolehkan kepala nya kala mendapati dokter Rasya lah yang kini duduk di sampingnya yang kebetulan nya lagi masih kosong karena sedari tadi Camila memilih duduk sendiri, terpisah dari beberapa rekan nya.


“ Selamat malam dokter Camila. “ Sapa ramah Rasya.


“ Selamat malam dokter Rasya. “


“ kenapa menyendiri disini ?”


“ Oh itu, eum karena saya tidak seberapa menyukai acara seperti ini. “


“ Owh begitu. “


Rasya terdiam sejenak, perempuan seperti Camila yang tidak menyukai pesta. Berbanding terbalik dengan dirinya yang sangat menyukai kebisingan acara seperti ini. Ya, Rasya adalah salah satu orang yang hobi


dengan acara party party seperti ini. Terlebih saat dirinya dulu tinggal di luar negeri. Hampir setiap malam dia akan menghabiskan waktunya untuk pergi ke tempat dugem bersama teman teman nya. Rasya memang bukanlah pria baik dan sempurna. Dia hanya lah lelaki biasa yang masih suka berfoya foya , berganti wanita dan sebagainya.


Meskipun begitu, di dalam hati Rasya sebenarnya juga ada niatan untuk berubah. Dan dia berpikir siapa tau dengan bertemu wanita yang tepat Rasya bisa merubah kebiasaan jeleknya selama ini.


Dan sayang nya sekali dia bertemu dengan wanita baik yang mungkin saja bisa merubah jalan hidupnya, akan tetapi wanita tersebut telah bersuami.


Camila mengangguk. Lalu pandangan nya fokus ke depan mengamati pembawa acara yang sedang bercuap cuap , entah apa Camila pun tak seberapa mendengarnya.


Rasya masih melirik melalui ekor matanya, wanita cantik yang duduk di sebelahnya ini. Mau seperti apapun penampilan Camila, entah dengan seragam dokternya atau dengan baju santai dan baju formal seperti ini, dimata Rasya kekaguman nya pada Camila tak berkurang sedikitpun.


Andai dia bisa bertemu Camila jauh sebelum ini, mungkin saja dia akan mengejar Camila hinga ke ujung dunia sekalipun.


Sungguh Rasya sangat iri pada Allan yang bisa mengenal perempuan itu sejak bertahun tahun yang lalu.


Dulu saat allan berpamitan padanya jika akan pidah ke Indonesia, Rasya sempat mencemooh sahabatnya itu, Bahkan Rasya pun hanya memandang dengan sebelah mata. Bagi Rasya berapa sih gaji tenaga medis di Indonesia ? masih kalah jauh jika dibandingkan gajinya saat masih berada di


Singapura. Dan Rasya tak memungkiri jika di dunia ini duit adalah segala galanya bagi dia.


Oleh sebab itulah saat Om Hendrawan memaksanya datang ke Indonesia untuk di serahi Rumah Sakit milik keluarga, Rasya pun menyetujui nya.

__ADS_1


“ eum ... dokter Camila !”


Camila menoleh menatap Rasya yang kini sedang intens menatapnya. Sungguh Camila merasa tak nyaman dengan situasi ini. Dia tidak boleh membiarkan Rasya seperti ini. Camila memalingkan wajahnya. Lalu dia


memilih beranjak berdiri.


Mungkin dengan meninggalkan Rasya adalah solusi satu satunya.


“ dokter Rasya maafkan saya, saya permisi dulu.” Pamit Camila dengan lembut agar tak menyinggung dokter tampan di hadapan nya ini.


“ dokter Camila mau kemana ? bukan kah acaranya belum selesai.”


“ iya , eum .... itu... saya ... ah ya saya mau ke toilet. “


Yes, itulah alasan yang sangat tepat agar Camila bisa meninggalkan rasya saat ini.


Dengan tergesa Camila pergi meninggalkan Rasya. Memang benar Camila pada akhirnya pergi ke toilet juga. Tetapi setelah kegiatan nya di toilet selesai , Camila jadi ragu mau kembali ke dalam tempat acara. Camila


bisa memastikan jika Rasya pasti akan menghampirinya kembali. Dan terjebak


berdua bersama Rasya bukanlah pilihan yang tepat. Sekalipun di tempat ini ada


banyak orang, tetapi Camila juga kurang nyaman jika harus sok akrab dengan


orang lain sekalipun mereka sudah saling mengenal. Camila masih terdiam berdiri


mematung di depan toilet. Berpikir dan berpikir kemana sabaiknya dia akan


pergi. Mungkinkah dia meninggalkan saja acara ini dan pulang kembali ke dalam


guest house nya. Tapi pasti di guest house juga akan sepi karena semua peserta


ada di tempat ini. Membayangkan jika ia akan seorang diri di dalam guset house

__ADS_1


rasanya ngeri sendiri. Dan itu berarti bukan pilihan yang tepat untuknya saat ini.


__ADS_2