Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Part 54 - Honeymoon


__ADS_3

Camila Pov


Sejak menginjak kan kakiku disini, senyum tak pernah lepas dari bibirku. Tentulah aku senang. Sudah lama aku memimpikan ingin pergi ke tempat ini.


Biasanya aku hanya bisa melihat keindahan kota ini lewat drakor yang hampir setiap hari kutonton. Tapi sekarang aku benar benar berada disini.


Kurentangkan kedua tangan menghirup dalam-dalam udara pagi yang terasa sejuk. Om dirga hanya tersnyum melihat tingkahku .


" sayang suka berada disini. " tanya nya


" sangat suka. Terimakasih. " jawabku.


******


Seoul merupakan ibukota dari Korea Selatan. Seoul merupakan rumah bagi setengah warga Korea Selatan bersama dengan warga international. Terletak di Sungai Han, Seoul memiliki catatan sejarah panjang bagi Korea Selatan karena terdapat berbagai peninggalan-peninggalan yang berasal dari dinasti Joseon.


Tak salah om Dirga membawaku berlibur kesini karena aku sungguh sangat menikmati dan menyukai tempat ini.


Salah satu tempat yang saat ini sedang kami kunjungi adalah Deoksugung Palace atau Istana Deoksugung merupakan salah satu dari Lima Istana yang dibangun pada masa Dinasti Joseon, yang terletak di dekat City Hall Station. Deoksugung Palace dibangun dengan gaya arsitektur Barat.


*******


Bukchon Hanok Village


Bukchon Hanok Village merupakan sebuah desa tradisional Korea yang terletak di antara Gyeongbok Palace, Changdeok Palace dan Kuil Kerajaan Jongmyo.Bukchon Hanok Village adalah desa tradisional yang memiliki sejarah yang panjang, yang terdiri banyak lorong-lorong dan Hanok yang merupakan rumah tradisional korea yang masih dipertahankan keasliannya sampai saat ini. Saat ini Bukchon Hanok Village digunakan sebagai Pusat Budaya Tradisional.


******


Traveling dan shopping merupakan paket komplit yang susah untuk dipisahkan. Begitupun aku, tak akan melewatkan momen shopping tentunya.


Dari sekian banyak shoping street di Seoul, Myeongdong ini kawasan yang paling hits yang sayang banget kalau dilewatkan.


Di jalanan yang panjangnya kurang lebih satu kilo meter  akan banyak di suguhi berbagai macam toko, mulai dari toko kosmetik, toko baju, department store, toko sepatu, hingga kafe.


Bagi pecinta kuliner wajib banget buat mampir ke Myeongdong. Di Myeongdong kamu bisa mencoba camilan-camilan kece ala kaki lima khas Korea Selatan, misalnya gorengan unik, toppoki, baked cheese, japchae dan lain-lain.


Waktu yang tepat buat datang kesini adalah saat malam hari.


Saat malam hari kamu akan dimanjakan dengan pemandangan lampu warna-warni yang indah dan bisa jadi spot foto yang keren.


Kami sedang menyusuri Myeongdong Street. Sedari tadi tangan Om Dirga tak pernah lepas dari tanganku.


" sayang......" panggil Om Dirga.

__ADS_1


" hmmm...." aku menoleh kearahnya.


" i love you...." pipiku sudah merona hanya mendengar gombalan recehnya.


*****


Destinasi selanjutnya adalah Nami Island.


Nami Island, atau Pulau Nami ini tentu sudah sangat akrab di telinga, terutama bagi pencinta drama Korea. Nami, pulau dengan pohon-pohonnya yang khas memang terlihat sangat indah dan romantis pada musim salju, terletak di area Bendungan Cheongpyeong, di wilayah Chuncheon-si, Gangwon-do. Pulau mungil berdiameter 6 kilometer dan luas area sekitar 460.000 m2 ini, berbentuk setengah lingkaran atau seperti sebuah mangkok.


Perjalanan dari Seoul menuju ke Nami memakan waktu sekitar 1,5 jam. pada saat kita memasuki pulau, di bagian depan juga ada sebuah bangunan kecil yang merupakan sebuah bank, dimana kita bisa menukarkan Won dengan mata uang negara Naminara ini. Juga sebuah papan besar yang berisi sambutan “Welcome To Naminara Republic”. Di kiri-kanan jalan terdapat berbagai papan ucapan selamat datang, termasuk yang dari Indonesia. Naminara benar-benar sebuah negara kecil yang menjunjung persahabatan dengan semua negara-negara di dunia.


*******


Taman Pagi Yang Tenang


Garden of Morning Calm adalah taman yang indah dengan ukuran 30.000㎡ dengan tanaman dan bunga yang indah. Taman ini memiliki tanaman musiman, pameran, dan festival untuk musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.


Taman ini menakjubkan dengan aneka macam warna dan tanaman di mana-mana. Ini adalah tempat yang sempurna untuk berjalan, bahkan bisa menapaki jalan setapak mendaki bukit untuk melihat Taman Alpine


*******


Satu minggu berada di korea seakan tak cukup buatku. Banyak sekali destinasi wisata yang ingin kukunjungi tapi rasanya tak memungkinkan. jika aku menuruti keinginanku bisa-bisa baru bulan depan aku kembali ke Surabaya.


Sehari sebelum kembali ke Surabaya kami menyempatkan diri untuk pergi ke Namsan Seoul Tower.


Terdapat satu area di Namsan tower yang penuh dengan gembok yang dipasang di tembok. Biasanya para pengunjung muda-mudi sudah mempersiapkan sebuah gembok yang ditulisi namanya dan pasangannya, kemudian dikunci, dan kuncinya dilempar ke bawah area gunung.


****


Hari ini adalah hari terakhir kami berada di Seoul. Aku meminta Om Dirga untuk menemani ku di Seoul Central Mosque.


Seoul Central Mosque merupakan masjid di Korea Selatan yang juga menjadi tempat tujuan wisata, terutama bagi turis muslim. Pasalnya, masjid ini juga merupakan bagian sejarah berkembangnya Islam di Korea, serta sejarah toleransi di negeri ginseng ini.


Daerah sekitar masjid Seoul ini merupakan pusat makanan halal, di sepanjang jalan menuju masjid ini berderet restoran halal, terutama di Usadan 10-gil.


*****


" jangan manyun begitu." aku yang lagi packing kembali mengerucutkan bibirku. Entahlah rasanya seperti tidak rela saja kembali ke Surabaya. Kembali pada rutinitas yang menyita. Kembali berpisah dengan Om Dirga.


Ops.. Apa iya aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. Kupastikan perasaanku sekali lagi. Mungkinkah karena selama di Seoul aku selalu bersamanya hingga pada akhirnya aku jadi terbiasa. Terbiasa berdua dengan nya hingga rasanya tak mau berpisah lagi darinya.


Seoul I'm in Love.

__ADS_1


Tiba-tiba Ponsel om Dirga berbunyi. Mengalihkan perhatian nya dariku. kulihat raut wajah Om Dirga berubah.


" sebentar aku angkat telpon dulu." Om Dirga berjalan keluar kamar menuju balkon hotel tempat kami menginap.


Aku kembali melanjutkan aktivitas. Membereskan baju-baju serta menata beberapa souvenir serta oleh-oleh yang akan kubawa pulang.


Tak berselang lama Om Dirga sudah kembali masuk ke dalam kamar. Raut wajahnya susah kudiskripsikan.


" ada apa? Siapa yang telpon.? " aku yang penasaran tak dapat menyembunyikan keingintahuanku.


Om Dirga duduk di sampingku.


" Danu." jawabnya singkat.


" kenapa dengan Danu."


" Danu... Danu bilang dia mau pulang ke Indonesia."


" oh ya."


" hemm."


Kulihat Om Dirga tak seberapa bersemangat. Padahal Danu kan keponakan nya tapi kelihatan nya Om Dirga tidak senang Danu akan pulang ke Indonesia


" papa Danu mau menikah lagi."


" papa Danu? " tanyaku memastikan. Karena jujur aku tak seberapa tau tentang papa Danu yang tak lain adalah kakak Om Dirga.


" kak Bumi mau menikah minggu depan. Itu yang tadi Danu bilang."


" syukurlah jika pada akhirnya papanya Danu telah menemukan jodoh nya kembali" ucapku


Kulirik Om Dirga yang hanya tersenyum masam.


" kenapa?" tanyaku


Om Dirga melihatku sekilas. " kenapa apa nya?" tanya nya.


" sepertinya Om Dirga kelihatan tak suka aja."


" enggak tu. Biasa saja."


Aku menghela nafas. Melihatnya yang kini berdiri dan meninggalkanku masuk ke dalam toilet.

__ADS_1


Entahlah perasaan apa ini. Melihatnya murung seperti itu membuatku ikut merasa sedih. Padahal beberapa hari ini aku yang selalu melihatnya tertawa lepas, melihat binar bahagia di wajahnya, secara otomatis membuatku ikut bahagia.


Huft.... Ada apa gerangan dengan nya.


__ADS_2