
"Nanti pulang aku jemput," ucap Dirga saat Camila bersiap turun dari mobil.
" Papa nggak mau menungguku disini ?"
" Aku pulang saja. Aku harus mandi sayang , "
Camila tersenyum. " Tidak usah mandi. Papa lebih seksi jika seperti ini. " Setelah mengatakan hal itu , Camila tersipu malu. Dirga sudah tergelak mendengar gombalan istrinya.
" Mana ada orang belum mandi terlihat seksi ?"
" Ada. buktinya kamu Pa."
Lagi-lagi Dirga tertawa. " Sudah masuklah. Nanti aku jemput. "
" Yakin mau pulang dulu ? Apa tidak capek bolak balik ?"
" Jika buatmu, rasa capek itu akan hilang dengan sendirinya. "
Camila mencium pipi Dirga , tapi Dirga mana puas hanya dicium pipi nya saja. Ditahan tengkuk Camila lalu didaratkan bibirnya di atas bibir istrinya. Mereka berdua berciuman , tidak lama karena mengingat sedang berada dimana sekarang.
" Hati-hati di jalan , Pa. " ucap Camila begitu ciuman mereka terlepas.
Camila turun dari dalam mobil dengan hati berbunga-bunga. Setelah isrinya tak terlihat lagi , Dirga memutuskan pulang. Dia harus mandi dan berganti baju.
Sesampai nya di rumah, Je sudah menyambutnya.
__ADS_1
" Papa, je mau belajar, " ucap Je kala melihat papa Dirga datang.
Dirga berjongkok ikut duduk di atas karpet di ruang keluarga. Melihat apa yang sedang dikerjakan putra nya.
" Je sudah pintar ya mewarnai , " puji Dirga.
" Sudah dong. "
" Ya sudah, Je sama mbak Hana dulu ya. Papa mau mandi dulu. Papa masih bau asem. "
Je mengangguk. Dirga mengusap kepala anak nya lalu beranjak berdiri meninggalkan Je.
Masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan sebentar tubuhnya di ata kasur. Punggung nya terasa pegal karena terlalu lama berada di jalanan. Dipejamkan matanya sebentar karena ia merasa sangat lelah.
Tapi ternyata Dirga ketiduran. Dia sungguh tak merasakan apa-apa saat matanya begitu saja terpejam. Hingga beberapa jam lamanya. Ponsel yang ia letakkan di atas nakas berbunyi . Mungkin karena Dirga merasa sangat capek hingga dia tak mendengar . Di alam bawah sadarnya dia mendengar suara ponsel nya yang berdering dengan nyaringnya, tapi matanya enggan terbuka dan tetap saja menikmati tidurnya.
***
Sampai di rumah , suasana rumah sudah lengang. Bahkan saat Camila masuk ke dalam ruang tamu , lampu nya sudah tidak menyala. Di ruang keluarga juga sudah tak ada siapa-siapa. Camila langsung menuju ke kamarnya Je. Perlahan dibuka nya pintu kamar, ternyata Je sudah tertidur dengan pulasnya. Bahkan Hana pengasuh Je , juga sama. Sudah tidur di atas kasur busa yang di gelar di lantai , di bawah ranjang tidur milik Je.
Camila masuk dengan perlahan, mendekati ranjang Je lalu mencium dalam kening putra nya. Setelahnya Camila kembali keluar dari dalam kamar Je. Ia menuju kamarnya. Mencari keberadaan papa Dirga. Mobil Papa Dirga ada di dalam garasi, itu tandanya pemilik nya ada di rumah. Lalu kemana pergi nya suaminya itu ? kenapa dia telpon tak diangkat .
Saat masuk ke dalam kamar , pemandangan yang sungguh tak mengenakkan yang Camila lihat. Dia, lelaki yang sedari tadi dia tunggu-tunggu ternyata tertidur dengan posisi melintang di atas ranjang. Astaga ! Dia tidur rupanya ? geram Camila.
Camila meneliti penampilan suaminya. Bahkan Papa Dirga tidur masih dengan menggunakan kemeja kerjanya yang tadi. Belum diganti , itu tandanya suaminya pasti belum mandi.
__ADS_1
" Apa tadi dia tertidur ?" gumama Camila.
Setelah menyimpan tas ke tempatnya , Camila duduk di tepi ranjang. Mengamati suaminya yang nampak kelelahan. Camila sadar betapa keterlaluannya dia yang dengan semena- mena meminta ini dan itu pada suaminya. Sekarang suaminya ini tampak sekali kelelahan. Secapek dan selelah apapun , Papa Dirga tak akan bisa menolak semua keinginan nya. Dan Camila tahu akan hal itu.
Sungguh dia merasa sangat bersalah karena terlalu banyak menuntut. Sebenarnya ini bukan kemauan nya. Tiba-tiba saja Camila akan menginginkan ini dan itu , dan Camila hanya ingin suaminya lah yang melakukan nya . Bukan orang lain.
Camila beranjak masuk ke dalam kamar mandi. Mengganti bajunya dan mencuci muka nya. Setelah nya dia berbaring di atas ranjang . Ikut memejamkan mata karena dia sendiri juga sudah. sangat mengantuk.
***
Dirga terbangun saat lewat tengah malam. Dirga terlonjak kaget lalu matanya memicing menatap jam yang menempel di dinding kamarnya. Sudah jam satu malam lewat tiga puluh lima menit. Astaga ! dia ketiduran.
Dirga mengusap wajahnya, kondisi kamar yang temaram karena lampu utama sudah Camila matikan, hanya lampu meja yang menyala. Dirga menoleh kebelakang mendapati istri nya sudah tertidur pulas di atas ranjang.
Lagi-lagi Dirga mengusap wajahnya frustasi. Bagaimana mungkin ia tertidur begitu lama. Lantas bagaimana tadi Camila bisa pulang ke rumah . Naik apa istri nya tadi ? Sungguh Dirga merasa sangat bersalah. Ekor matanya melirik ponsel yang tergeletak di atas nakas. Segera diraihnya benda pipih itu. Baru saja ponsel menyala , banyak nya panggilan tak terjawab membuat mata dirga membola. Dibukan nya notifikasi, dan berpuluh-puluh panggilan tak terjawab dari istrinya.
Bagaimana mungkin dia bisa tertidur dengan pulasnya. Sampai- sampai suara dering ponselnya sendiri dia tak mendengarnya.
Dirga merasa sangat bersalah pada Camila, karena ia ingkar janji. Janji nya yang akan menjemput istrinya tak bisa ia tepati. Dirga beranjak berdiri, menuju lemari untuk mengambil baju ganti. Tubuhnya terasa kaku , itu tandanya bahwa ia merasa sangat capek.
Bahkan tadi niatnya yang akan mandi juga tak kesampaian. Sekarang sudah lewat tengah malam. Tak mungkin juga Dirga mandi di jam segini. Dia masuk ke dalam kamar mandi, hanya ingin mencuci muka , gosok gigi dan berganti baju.
Biarlah malam ini ia tidak mandi. Setelah selesai dengan ritual nya, Dirga keluar dari dalam kamar mandi, Duduk di tepi ranjang di samping istrinya. Ditatap Camila yang tertidur pulas. Dirga tak dapat membayangkan , bagaimana tadi istri nya yang sedang menunggunya. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang juga.
" Maafkan aku sayang, " ucap Dirga lirih. Tangan nya mengusap lembut kepala istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Dirga merasa perutnya keroncongan. Dia merasa lapar karena melewatkan makan malam nya. Jika tidak ia isi, maka bisa dipastikan dia tak akan bisa tertidur lagi. Dirga beranjak dari duduknya . meninggalkan kamar dan menuju ke dapur. Mencari makanan yang mungkin masih bisa ia makan.