Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 100


__ADS_3

Setelah semalam Jaghad dan Cinta saling canggung saat makan malam, nyatanya pagi ini Jaghad sudah bersikap biasa-biasa saja. Bahkan saat sarapan di depan Mila juga Dirga mereka berdua juga tak perlu repot-repot berbasa basi untuk saling menunjukkan perhatian . Baik Jaghad juga Cinta hanya terfokus pada sarapan nya masing-masing.


Mila yang melihatnya sungguh gemas sendiri. Melihat kedua nya yang saling bungkam membuat Mila harus berpikir, sepertinya dia memang perlu melakukan sesuatu. Selesai sarapan seperti rutinitas Jaghad adalah terbiasa mencium kedua pipi mamanya, akan tetapi begitu menghadapi Cinta lelaki itu hanya berkata , " Aku berangkat dulu ." Setelah nya Jaghad sudah menghilang begitu saja.


Camila hanya berdecak melihat kepergian anak lelakinya.


Siang harinya , Camila yang memang sudah menyusun rencana meminta pada Cinta untuk mengantarkan makan siang Jaghad ke kantornya.


" Memang nya Kak Jaghad biasa diantar makan siang nya ke kantor ya , Ma ?" tanya Cinta polos.


Mila dengan ragu menjawab , " Eum ... kadang sih . Cuma karena hari ini mama memasak makanan kesukaan suamimu, jadi tak ada salahnya kan jika kamu mengantarkan makanan ini ke kantor nya ?"


Cinta mana berani membantah keinginan mama mertuanya . Dan dia hanya menurut saja . Apalagi makanan itu pun juga sudah Mila siapkan sehingga Cinta tinggal berangkat saja.


Dirga yang melihat istrinya berusaha mendekatkan Cinta dengan Jaghad hanya menggelengkan kepala. Tidak mau ikut campur dengan urusan para wanita.


Dengan diantar sopir pribadi Dirga , Cinta berangkat menuju kantor Jaghad. Harap-harap cemas karena ini untuk pertama kalinya Cinta datang ke kantor suaminya. Apa yang akan ia lakukan nanti disana , begitulah kira-kira yang sedari tadi ada di dalam benak Cinta.


Dan begitu mobil yang mengantar Cinta memasuki lobi , Cinta keluar dari dalam mobil dengan menenteng paperbag yang berisi makan siang. Baru juga kaki Cinta memasuki lobi kantor Jaghad yang ternyata sangat besar , dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tujuan nya adalah menemui Reseptionis.


Saat Cinta berdiri di depan meja receptionis, dengan gugup Cinta ingin bertanya akan tetapi niatnya keduluan oleh seruan seseorang yang memanggil namanya.


" Cinta ....!"


Cinta menoleh menatap Jaghad yang berdiri tak jauh di belakangnya . Lelaki itu sedang ada janji akan bertemu dengan klien nya . Seperti biasa, undangan untuk makan siang. Akan tetapi langkah nya terhenti kala ekor matanya menangkap kehadiran seseorang yang sangat ia kenali sedang berada di depan meja reseptionis.


" Kak Jaghad ...."


" Ngapain kamu ada disini ?" tanya Jaghad dengan tatapan tajam nya. membuat Cinta semakin gugup saja.


" eum ... itu ... tadi mama meminta ku mengantarkan makan sinag untuk kak Jaghad."


" Makan siang ?" tanya Jaghad heran.


Sejak kapan mamanya akan mengirimkan makan siang untuk nya. Jaghad langsung paham, pasti ini adalah akal-akalan mama nya saja .


Jaghad menarik lengan Cinta menuju keluar kantor.


" Kak Jaghad, saya mau dibawa kemana ?"


" Sudah ikut saja dan jangan banyak tanya. "


Karena tidak mungkin Jaghad makan siang di kantornya karena dia sudah terlanjur ada janji dengan klien  , jadi satu satu nya cara dia akan membawa Cinta ikut serta bersamanya.


Cinta hanya diam mengikuti Jaghad kemanapun lelaki itu akan membawanya . Ternyata mereka memasuki kawasan sebuah mall. Untuk apa mereka kesini . pikir Cinta dalam hati.

__ADS_1


Cinta hanya mengekori Jaghad hingga lelaki itu masuk ke dalam mall dan menuju ke salah satu tempat makan yang cukup terkenal.


Jaghad berhenti di slaah satu meja. " Kau tunggu lah disini . aku ada janji temu dengan klien. Aku akan duduk di meja sana. maaf aku tak bisa membawamu kesana karena aku akan membicarakan masalah bisnis. Jadi sebaiknya kau tunggu disini dan jangan kemana mana. Kau bisa memesan makanan apapun kesukaan mu. "


Lalu Janghad megeluarkan kartu debitnya . " Bayar pakai ini . dan jangan meningalkanku sebelum aku kembali kesini , kau paham. "


Cinta hanya mengangguk. Jaghad berlalu darinya dengan meninggalkan debit card nya diatas meja. Cinta menghela nafas dan hanya menurut saja apa yang Jaghad perintahkan .


Satu jam berlalu dan Cinta sudah mulai bosan. Bahkan dia sudah menghabiskan seporsi makanan dan juga minuman, akan tetapi Jaghad masih sibuk bersama klien nya. Cinta dapat melihat dari tempat nya duduk saat ini. Mengingat makanan yang mertuanya amanahkan, Cinta merasa bersalah. Apalagi makanan itu tadi ia tinggalkan di dalam mobil Jaghad .


" Ayo ! "


Cinta mendongak, Jaghad sudah berdiri di hadapan nya.


" Kita pulang sekarang ." titahnya lagi.


Cinta berdiri dan berjalan mengekori langkah Jaghad yang keluar dari dalam resto. Baru beberapa langkah Jaghad berhenti mendadak membuat Cinta pun ikut berhenti di belakang lelaki itu.


" Rea ....!" Sapa Jaghad pada seorang perempuan cantik yang sedang berdiri tak jauh dari toilet.


Perempuan itu menoleh sehingga keduanya saling tatap. Cinta yang tadi medengar Jaghad memanggil nama Rea , ingatan Cinta berputar saat dia pernah menjumpai Jaghad dengan perempua itu. Ya, tak salah lagi. Rea adalah mantan pacar Jaghad.


" Jaghad ....!"pekik Rea kegirangan. " Kau kah itu ?" tanya Rea memastikan.


Jaghad mengangguk. Senyum Rea mengembang lalu dia menghampiri Jaghad. Kedua nya refleks saling berpelukan . Hingga tatapan Rea yang tertuju pada seorang perempuan muda yang berdiri di belakang Jaghad.Segera Rea melepas pelukan nya pada Jaghad.


" Apa ? Benarkah dia istrimu. " Rea menatap Jaghad lalu beralih menatap Cinta . Meneliti keduanya lalu ia berdecak.


" Masih sangat muda. Tak menyangka jika seleramu bisa berubah juga. Setelah kau menyukai perempuan yang usinya lebih tua seperti Bu Sof ___ "


Ucapan Rea terhenti karena kini Jaghad membungkam mulut Rea dengan telapak tangan nya.


" Jangan katakan itu lagi dihadapanku Rea. " desis Jaghad tajam.


Setelah Jaghad menjauhkan tangan nya Rea hanya bisa tertawa.


" Sory sory ... aku keceplosan. "


Bagaimana mungkin Rea akan menyebut nama sofia di hadapan Cinta . Mau ditaruh dimana mukanya. Karena selama ini yang tahu dia menyukai Bu Sofia hanya Rea dan Kenzo sepupunya.


" Jadi, kenapa kau bisa ada disini ? Apakah sudah lama kau pindah kesini ? Kenapa juga kita tidak pernah bertemu selama ini. "


" Aku baru satu minggu disini ."


" Benarkah ? "

__ADS_1


Rea mengangguk . " Ya. "


" Kau sudah menikah Rea ?"


Lagi Rea mengangguk.


" jika seperti itu kenapa kau hanya sendirian?"


Rea menggeleng. " Aku tidak sendirian . "


Lalu wanita itu menoleh kebelakang menatap kehadiran seorang pria bule yang sedang menggendong anak lelaki yang juga bertampang bule.


" Jaghad , kenalkan dia Mike suamiku . Dan dia Ashley anak lelaki ku. "


" Hai Mike, nice to meet you . "


Jaghad dan Mike saling berkenalan.


" Dan apa kau tak ingin mengenalkan istrimu ."


Jaghad sampai melukapakan keberadaan Cinta , lalu lelaki itu menoleh ke belakang .


" Cinta kemarilah ."


" Rea, dia Cinta istri ku ?"


Rea seolah mengingat sesutu . " Jadi kau Cinta ? Gadis kecil yang dulu cemburu padaku , Dan kau adik Bu Sofia kan ?"


Cinta mengangguk.


Rea memandang Jaghad dengan senyum mengolok nya dan Jaghad hanya bisa menggaruk tengkuk nya. Ketahuan sudah semua tentang nya.


Tapi dengan begini hidup Jaghad serasa tak ada beban lagi. Setidak nya dia pun sudah tahu jika Rea telah menikah dan berbahagia bersama suami nya.


Dan sekarang adalah giliran nya untuk mengejar kebahagiaan nya hidup berumah tangga bersama Cinta.


Selain itu Jaghad juga sudah tidak perlu lagi menyiapkan alasan jika papa dan mama nya meminta dia untuk segera menikah karena sekarang sudah ada Cinta yang telah berhasil menyelamatkan masa depan nya.


Semoga diantara dia dengan Cinta segera tumbuh benih-benih cinta sehingga dia dan Cinta dapat merasakan kebahagiaan bersama selamanya.


 



SELESAI

__ADS_1


TULUNGAGUNG,  31 MEI 2020


__ADS_2