Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 43 - Siapa Wanita Itu


__ADS_3

Camila POV


Aku masih berdiam diri duduk di dalam perpustakaan selepas kelas pertama tadi. Aku bingung apakah harus menerima tawaran kak Ilham ataukah enggak. Mungkin ini hal yang sepele, hanya diajak makan siang. Paling juga cuma pergi ke kantin. Tapi meski ini adalah hal sepele tapi aku yakin akan berefek sangat besar.


Bukannya aku terlalu percaya diri jika mengira kak Ilham menyukaiku. Tapi itu memang benar adanya dan dengan menyetujui permintaan nya bisa jadi kak Ilham akan salah menerima. Heran nya lagi selama ini aku sudah seringkali menolak ajakan nya tapi kak Ilham tetaplah kak Ilham dengan segala perjuangan nya merebut perhatian ku.


Huft, kuhembuskan nafas lelah dan kuputuskan untuk keluar dari perpustakaan. Aku terkejut mendapati kak Ilham yang sudah ada di taman depan perpus. Dia melihatku seulas senyum terukir di bibirnya.


" kak Ikham kok ada disini"


" nungguin kamu."


" owh."


" Mila, ehm boleh ikut aku sebentar. Ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu. Bagaimana kalau kita ngobrol sambil makan. "


Aku mengangguk. " kita makan di kantin saja ya kak."


" sebenarnya aku ingin mengajakmu makan diluar. "


" tapi aku masih ada kelas lagi setelah ini. "


" its oke ga masalah. Kita ke kantin sekarang. "


------


Dua gelas es jeruk dan dua mangkok bakso sudah terhidang di atas meja. Kantin yang berada di area kampus ini lumayan rame. Beberapa meja tampak sudah terisi oleh mahasiswa mahasiswi yang ingin mengisi perutnya.


" ayo Mil silahkan dimakan. " tawar kak ilham.


" terimakasih kak." sedikit canggung aku mulai menggeser mangkok bakso. Ini untuk pertama kalinya aku mau menerima tawaran kak ilham. Karena biasanya aku selalu berusaha menolak nya. Entah itu tawaran untuk makan atau bahkan tawaran ingin mengantarku pulang.


Kali ini aku tak bisa mengelak lagi karena sepertinya kak ilham memang sudah merencanakan nya hingga bisa bisa nya dia rela menungguku di depan perpustakaan. Padahal sebenarnya Tujuan ku berlama lama di perpustakaan adalah untuk menghindar darinya. Tapi apalah daya, aku sudah tak punya cukup alasan untuk menolak ajakan nya kali ini.


" oh ya.. Tadi kak ilham bilang ada sesuatu yang mau disampaikan. " tanyaku.


Kak ilham mendongak, menyesap es jeruknya.


" Mila, sebenarnya sudah lama aku ingin ngomongin hal ini sama kamu. Tapi.... Sepertinya belum juga ada kesempatan."


Dia menjeda ucapan nya.


" Mila..... Sejujurnya sejak pertama kali aku melihatmu, kalau tidak salah pada saat ospek dulu, aku sudah tertarik padamu. " lanjutnya.


Ucapan kak ilham kali ini membuatku tersedak kuah bakso. Aku terbatuk batuk. Segera kusesap es jeruk ku. Tenggorokan ku terasa panas karena bakso yang kumakan sudah kucampur sambal.


" kamu ga papa Mil. Maaf jika kamu terkejut. " kak ilham menatapku intens. Muka ku pasti sudah merah karena tersedak tadi.


Meski aku sudah menduganya tetap saja aku terkejut mendengar pengakuan kak ilham barusan.


" Mila.... Aku rasa memang aku menyukaimu. Bolehkah jika aku mengenalmu lebih jauh lagi. ?"


Aku mendongak berusaha menatap kak Ilham. Wajahnya memancarkan harapan besar padaku.


" maksud Kak Ilham?" tanyaku memastikan akan ucapan kak ilham barusan.

__ADS_1


" maksudku, aku ingin kita menjalin sebuah hubungan. Yah.... Bisa dibilang hubungan yang lebih dari seorang teman atau sahabat. Bagaimana?"


Kuhela nafas berat. Kalau sudah begini aku harus bicara apa. Aku menunduk mengaduk aduk minumanku. Berusaha merangkai kata yang tepat agar aku tak menyakiti kak ilham.


Aku kembali mendongak." Kak ilham.... Sejak aku mengenal kakak aku tau jika kak Ilham adalah lelaki yang sangat baik. Dan aku senang bisa berteman dengan kakak. Tapi......"


Kak ilham mengernyit. " tapi apa Mila"


" maafkan Mila kak. Mila tak bisa menjalin hubungan yang lebih dari seorang teman dengan kak ilham."


Raut kekecewaan jelas terlihat di wajah kak ilham. " kenapa Mil. Apa..... Apa Mila sudah mempunyai kekasih."


Aku menggeleng. " bukan... Bukan karena itu kak. Tapi..... Tapi memang Mila tak boleh menjalin hubungan lebih dari seorang teman dengan kak ilham. Sebenarnya tidak pada kak Ilham saja. Tapi pada semuanya. "


" aku tak mengerti Mila... "


" suatu saat pasti kakak akan paham dengan apa yang Mila sampaikan. Yang jelas untuk saat ini Mila dan kak ilham tetap sebagai teman. Maafkan Mila jika Mila tak bisa menganggap lebih dari itu. Mila harap kak ilham bisa mengerti dan menerima keputusanku."


Kak ilham menghela napas. Dengan lesu dia berucap." baiklah jika itu keputusan Mila. Akupun tak bisa memaksakan Mila agar mau menerimaku. Mila masih mau berteman denganku saja aku sudah cukup senang. Tapi.... Aku masih bolehkan berharap.? "


Aku menggeleng. " tidak kak. Kak ilham tidak boleh menaruh harapan pada Mila. Dan Mila pun juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada kak ilham. "


" sampai segitunya Mila...." tanya Kak Ilham tak percaya dengan ucapanku barusan.


Aku kembali mengangguk.


" maafkan Mila kak... "


" Mila tidak ada salah kok. Justru aku yang harusnya minta maaf padamu. Karena ungkapan ku barusan mungkin membuatmu sedikit tak nyaman. "


Aku hanya tersenyum. Ponsel di dalam tasku bergetar.


" sebentar kak aku terima telpon dulu. " aku meminta ijin pada kak ilham demi menjaga kesopanan.


" iya silahkan. "


Kugeser tombol hijau pada ponselku.


" assalamualaikum kak. Ada apa?"


" waalaikumsalam. Kamu dimana Mil." tanya kak Danisha


" ada di kantin kak. Kenapa? " tanyaku. Seharian ini aku belum bertemu dengan kakak iparku itu.


" selesai pelajaran jam berapa.?"


" tinggal satu matkul lagi kak. . "


" temani kakak ya nanti. Selesai kuliah jam berapa kira kira. "


" jam dua kak."


Kulirik jam dipergelangan tanganku. Sudah jam setengah satu siang.


" mau ditemani kemana kak."

__ADS_1


" cari buku ke gramed. Kita ke TP aja sekalian nge mall cuci mata. Gimana? .


" oke lah kak. "


" betewe tadi ke kampus naik apa. "


" dianter om Dirga tadi. Kenapa? "


" ya sudah kalau gitu kita naik grab aja. Kalau kamu enggak bawa motor."


" oke kak. Nanti Mila telpon ya jika sudah selesai. "


" baiklah adik ipar. See u. Bye. "


Panggilan telpon terputus.


" siapa? " tanya kak ilham.


Astaga aku sampai lupa jika masih bersama kak ilham.


" oh. Itu kak Danisha. Ehm kak ilham aku minta maaf karena harus pergi sekarang. Aku ada kelas sepuluh menit lagi. "


" oke baiklah. Lain kali kita masih bisa bertemu lagi seperti ini kan?".


" insyaallah."


Aku bangkit dari duduk ku.


" terimakasih sudah ditraktir makan siang. Aku permisi dulu kak. Assalamualaikum. "


" waalaikumsalam. "


-----------


Memang yang namanya Mall tak pernah sepi dari pengunjung. Lebih dari satu jam menemani kak Danisha mencari buku dan untung saja ketemu dengan buku yang dicarinya. Lega rasanya karena sudah capek keliling sedari tadi.


" makan dulu yuk Mil..."


" okelah... Siyap..."


Kak Danisha merangkulku. Selisih usiaku dengan kak Danisha hanya dua tahun. Jadi kami berdua lebih mirip sebagai sahabat ketimbang saudara ipar. Pasti tidak ada yang menyangka jika kak Danisha ini adalah kakak iparku.


" aku ke toilet dulu ya... Kebelet nih." kak Danisha tampak meringis.


" oke oke... Aku tunggu diluar saja ya kak." jawabku.


" hem.." kak Danisha sudah melesat masuk ke dalam toilet wanita.


Aku berdiri di depan lorong menuju toilet. Sambil melihat-lihat tenant penjual baju yang berada di sekitar toilet. Mataku memicing melihat seseorang yang kukenal. Kukerjabkan mataku dan memang penglihatan ku ini tidak salah.


" itu om Dirga ngapain disini sih." sedikit panik karena kini om Dirga berjalan ke arahku. Bisa gawat jika dia melihatku disini. Apa dunia ini sesempit ini. Kemana mana selalu saja bertemu dengan orang yang sama.


Tapi tunggu dulu. Om Dirga tidak sendirian. Melainkan bersama seorang wanita cantik.


Wanita dengan postur tinggi semampai dan terlihat seksi, tampak bergelayut manja di lengan om Dirga.

__ADS_1


Aku jadi berpikir. Siapa Wanita itu ?


Rencananya aku akan kabur masuk ke dalam toilet agar om Dirga tak melihatku. Tapi sial karena sekarang om Dirga sudah melihatku. Pandangan mata kami bertemu. Mau kabur pun percuma toh dia sudah melihatku ada disini.


__ADS_2