Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 10


__ADS_3

“  Dokter Camila ....!” Anda dipanggil oleh dokter Hendrawan.


Panggilan suster berlesung pipi , membuat langkah Camila yang sedang menuju kantin Rumah Sakit terpaksa terhenti. Camila menatap suster tersebut dengan pandangan penuh tanya. Benarkah dokter Hendra mencarinya.


“ Baik Sus, Saya akan segera kesana. Terimakasih infonya. “


" Sama sama dokter. " Suster itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Camila.


Camila menghela nafas, mengangkat pergelangan tagan kanan nya. Sudah jam dua sore dan satu jam lagi masa tugasnya berakhir. Niatnya yang akan mengisi perut harus ia urungkan dulu.


Padahal hari ini Camila sudah melewatkan jam makan siangnya demi menangani pasien di poli umum yang seakan tak ada habisnya. Entahlah, Camila sendiri juga tak paham kenapa setiap hari banyak sekali orang yang sakit.


Baiklah, sepertinya dia memang harus menunda rencana makan siangnya dan memilih menemui dokter Hendra terlebih dahulu. Dia tak mungkin juga membiarkan dokter Hendra menunggu nya terlalu lama. Camila yakin, jika Owner Rumah Sakit sudah memanggil salah satu dokter nya, pasti ada hal penting yang akan beliau sampaikan. Camila sudah terpikir, akankah yang akan dokter hendra bicarakan itu perihal rencana pertukaran dokter yang kemarin beritanya sempat ia dengar.


Tak mau berspekulasi, Camila berjalan tergesa menuju dimana ruangan dokter Hendra berada.


Sesampai di ruangan yang di pintunya terdapat papan nama bertuliskan dr. Hedrawan , Camila mengetuk pintunya.


Helaan nafas kembali keluar dari mulut Camila, suara berat dokter hendra di dalam sana memintanya untuk masuk. Camila mencoba untuk menenangkan dirinya dalam mengahdapi  apa yang akan dokter hendra bicarakan padanya nanti.


Pintu terbuka, Camila masuk ke dalam nya. “ Permisi, Selamat siang dokter Hendra. “ Sapa Camila pada lelaki tua yang kini sedang menatapnya.


“ Masuklah. “ titah dokter Hendra.


Camila mengganguk, melangkah masuk lalu kembali menutup pintu kayu bercat coklat itu.


“ Silahkan duduk dokter Camila, “ Dokter Hendra mempersilahkan.


“ Terimakasih dokter. “


Dan saat itulah , tatapan Camila bertemu dengan tatapan mata dua orang pria yang ternyata sedang berada di dalam ruangan dokter Hendra juga. Tentu saja Camila terkejut mendapati doter Allan dan juga dokter Rasya yang kini juga sedang menatap kehadiran nya. Keduanya sama sama melemparkan senyuman untuk Camila.

__ADS_1


Dokter Allan menggeser duduknya dan berpindah duduk di samping Rasya. Memberi tempat bagi Camila, agar perempuan itu tidak duduk di satu sofa yang sama dengan nya.


Camila tersenyum pada kedua pria di hadapan nya, Lalu dia pun ikut duduk di sofa berwarna maroon yang berada di dalam ruangan dokter Hendra.


“ Baiklah, karena semua sudah berkumpul, jadi saya akan mulai saja, “ Ucap dokter Hendra pada akhirnya. Fokus ketiga dokter itu mulai terarah pada apa yang akan disampaikan oleh dokter Hendra.


Begitupun dengan Camila yang sudah mulai penasaran dengan apa yang akan dokter Hendra sampaikan.


“ Sebelumnya saya ingin memperkenalkan dokter Camila kepada dua dokter baru di Rumah Sakit ini. Mereka adalah dokter Allan dan dokter Rasya. Dan mulai dua hari lalu mereka berdua resmi bertugas di Rumah Sakit ini.



Camila tersenyum. Mengingat dua hari lalau dia sedang off sehingga saat dokter Hendra melakukan sesi perkenalan dengan dua dokter tampan di hadapan nya ini, Camila tidak tahu. Perempuan itu hanya pernah diberi tahu oleh salah satu suster jika di rumah sakit ini kedatangan dua orang dokter tampan yang masih muda muda.


“ Hai dokter Camila. Salam kenal.... “ ucap Rasya dengan senyuman lebar.


Sementara dokter Allan, tidak perlu berkenalan dengan Camila  karena memang mereka berdua


sudah saling mengenal.


“ Jadi begini Dokter Allan, dokter Camila dan dokter Rasya. Seperti yang pernah saya informasikan sebelumya, jika di Rumah Sakit ini ada sebuah kegiatan pertukaran dokter sesama Rumah Sakit swasta. Dan kegiatan ini


akan berlangsung setiap enam bulan sekali. Tujuan nya adalah agar kita sebagai dokter bisa saling belajar dari berbagai macam kasus yang dialami oleh Rumah Sakit lain, sehingga membuat pengalaman kita semakin bertambah. Dan periode kali ini, Rumah Sakit kita akan mengirimkan tiga orang dokter untut bertugas


sementara di Rumah Sakit yang berada di Jakarta . “


Dokter Hendra menjeda ucapan nya. Membenarkan letak kacamatanya sembari memandang secara bergantian ketiga dokter yang sedang fokus menatapnya.


“ Setelah menimbang, dan mengevaluasi, Saya telah memutuskan untuk mengirim dokter Camila. Sementara itu, dokter Allan dan juga dokter Rasya, berhubung mereka berdua masih terbilang baru bekerja di Rumah Sakit ini,


jadi saya rasa kalian berdua sangat cocok untuk ikut melakukan kegiatan ini.

__ADS_1


Sehingga bisa menjadi bekal kalian berdua saat nanti mulai bertugas di Rumah Sakit ini. “


Camila sudah menduganya, ternyata selentingan kabar yang sempat ia dengar benar adanya. Antara senang sekaligus sedih Camila rasakan. Senang karena dia berkesempatan mencari pengalaman dan menambah wawasan . sedih karena dia harus berpisah dari Je dan papa dirga untuk sementara.


“ Eum ... dokter Hendra. Jika boleh saya tahu, kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan, “ tanya Camila pada dokter hendra.


“ Minggu depan. Dan selama dua minggu dojter Camila, dokter Allan juga dokter Rasya, akan berada di salah satu Rumah Sakit rekanan yang berada di Jakarta. Semua akomodasi dan keperluan selama disana akan dipenuhi


oleh pihak Rumah Sakit ini. Bagaimana ? Apakah kalian setuju. Ini adalah kesempatan bagus untuk kalian agar bisa semakin mngembangkan diri. “


“ Saya setuju. “ jawab dokter Rasya cepat. Ya pasti lah dia akan setuju karena ternyata ada dokter Camila juga yang akan ikut kegiatan ini bersamanya.


“ Dokter Allan bagaiamana ?” tanya dokter hendra, menatap dokter muda bermata sipit itu.


Dokter Allan mengangguk, Dia setuju saja selagi mendapat kesempatan.


“ Baiklah dokter Hendra. Saya setuju. “


Dokter Hendra bernafas lega. Sekarang giliran nya untuk bertanya pada dokter perempuan bernama Camila Wijaya. Satu satu nya dokter perempuan yang akan dia beragkatkan untuk kegiatan ini.


“ Dokter Camila ...! Bagaimana dengan anda. Anda setuju juga kan ?”


Camila bimbang antara menerima atau tidak, Dalam hati kecilnya dia ingin sekali menerima. Sebuah tantangan dan pengalaman baru tentunya akan dia dapat setelah mengikuti kegatan ini. Kepalanya menunduk dalam


dengan mata terpejam Camila berusaha berpikir keras. Sebelum ia benar benar memutuskan .


Dua minggu bukanlah waktu yang singkat. Akankah ia sanggup. Kembali bayangan Je menari nari pelupuk matanya. Lalu bayangan Dirga yang tersenyum penuh perhatian dan Camila yakin suaminya itu pasti akan memberikan dukungan kepadanya dan akan memberi semangat untuknya.


“ Dokter Camila ...!" kembali dokter Hendra bertanya.


Camila tergagap mengambil nafas dalam sebelum meutuskan untuk menjawab tentang keptusan nya.

__ADS_1


" Baiklah dokter Hendra. Saya setuju. Saya akan berangkat bersama dokter Allan dan dokter Rasya. “


Dokter Hendra tersenyum lebar. Semua dokter pilihan nya telah menyetujui nya.


__ADS_2