
Dirga harus banyak bersabar dalam menghadapi istrinya yang sedang mengandung. Pasalnya emosi Camila suka sekali berubah-ubah. Terkadang istri nya itu akan bersikap manja hingga ditinggal kemanapun tidak akan mau. Terkadang pula istri nya akan suka sekali marah-marah tidak jelas hanya karena hal sepele. Memang susah menghadapi orang hamil yang mau nya menang sediri. Beruntungnya Dirga yang masih bisa selalu bersabar dalam menghadapi semua tingkah laku istrinya.
" Pa, aku tidak mau diantar Pak Mardi. Papa saja ya yang mengantarku. Jangan pulang terlalu sore. Aku menunggumu."
Tanpa mau mendengarkan Dirga menjawab, Camila sudah mengakhiri panggilan telpon nya. Entah kenapa hari ini Camila begitu merindukan suaminya. Ingin sekali ia dekat-dekat dengan suaminya. Hingga dia memberanikan diri menelpon papa Dirga demi ingin diantar oleh suami tercintanya. Tak peduli sedang apa suaminya sekarang. Camila tidka ingin dibantah. Dan apa yang menjadi keinginan nya, maka papa Dirga harus menurutinya.
Sementara itu Dirga yang masih berada di kantornya mengusap wajahnya frustasi.
Kebetulan juga Ferdy yang sedang masuk ke dalam ruangan nya.
" Bos, sudah siap ?" tanya asisten probadinya itu. Dirga hanya bisa menghela nafas. Jam tiga sore dia ada janji akan survey project bersama Ferdy.
Dan karena telpon Camila barusan membuat Dirga merasa dilema. Sekarang sudah jam dua siang. Jika dia tetap pergi ke lokasi project, bisa dipastikan Dirga akan sampai rumah malam. Dan bagaimana dengan permintaan Camila tadi ?
Bahkan istri nya itu akan menunggu nya karena ingin diantar oleh nya. Tidak mau berangkat bersama sopir pribadinya.
" Bos, lagi ada masalah ?" tanya Ferdy yang melihat bos Dirga bermuka kusut seperti itu.
" Fer, sepertinya kita reshedule saja agenda kita sore ini, " pinta Dirga pada Ferdy. Tentu saja Ferdy terkejut.
" Tapi bos, aku sudah terlanjur confirm dengan pimpro dan mengatakan bahwa kita ada kunjungan ke lokasi sore ini. "
" Tapi sepertinya aku tak bisa pergi ?"
" Kenapa bos mendadak begini info ke aku . Jika bos memang tidak bisa , seharusnya bos bilang dari tadi,agar aku juga bisa membatalkan nya . " Ferdy sudah mulai protes pada bos nya. Karena Ferdy rasa semakin kesini bos Dirga semakin tidak profesional dalam urusan pekerjaan nya. Ada saja yang menjadi alasan bos nya itu setiap kali membatalkan perjanjian.
" Maafkan aku Fer. Aku juga baru saja memutuskan nya. " Dirga berucap dengan nada menyesal.
" Maksud Bos ?" tanya Ferdy tak mengerti.
__ADS_1
" Jadi begini Fer. " Dirga sebenarnya enggan bercerita pada Ferdy. ini sudah kesekian kali nya Dirga harus mencampur adukkan urusan keluarga dengan urusan kantornya.
" Sebenarnya aku tak enak hati mau mengatakan hal ini dengan mu. Tetapi ... memang aku lagi bingung. Camila baru saja menelponku. Dia meminta ku pulang karena ingin diantar oleh ku. Dia tidak mau pergi bersama Pak Mardi. Bahkan aku belum menolaknya , panggilan telpon sudah ditutup. Aku bisa apa sekarang ?"
Dirga memijit pelipisnya yang mulai berdenyut. Sungguh dia merasa sangat dilema. Akhir-akhir ini Camila seolah tidak mau tahu dengan semua urusan nya. Dan apa-apa selalu minta tanpa mau dibantah olehnya.
Ferdy ikut-ikutan menghela nafas.
" Kalau urusan dek Mila, aku no comment deh bos . Ya sudah deh aku telpon pimpro nya dulu. Biar aku batalkan saja pertemuan kita. "
" Maaf kan aku Fer. Ini semua diluar kehendak ku. "
" Aku tahu itu , Bos. " Ferdy berusaha mengerti apapun yang sedang terjadi pada Bos nya. karena yang Ferdy lihat, Bos dirga juga terlihat tertekan.
Ternyata menghadapi istri yang sedang hamil itu tidak mudah. Ferdy jadi berpikir dua kali untuk memutuskan menikah. Ah, dia tidak mau terlalu dipusingkan dengan hal-hal menyebalkan seperti yang sedang bos Dirga rasakan.
Tak berselang lama, Dirga keluar dari ruangan nya. Berhenti tepat di depan meja kerja Ferdy.
" Its okay bos, tak masalah. Aku akan handel semuanya. Serahkan saja padaku. Aku pasti bisa diandalkan. " Ferdy membanggakan dirinya sendiri.
Memang seperti nya Ferdy harus membantu bos nya. Tidak mungkin juga Ferdy ikut ikutan membebani bos Dirga. Segini saja Bos Dirga sudah kelihatan sangat tertekan.
***
Dirga sampai di rumah, Camila sudah menunggu suaminya itu di ruang tamu.
" Kok baru pulang sih , Pa. " gerutu Camila begitu mendapati suaminya masuk ke dalam rumah.
Dirga hanya menghela nafas. Tak mungkin juga ia menanggapi kekesalan istri nya.
__ADS_1
Dirga tahu semua ini hanya karena pengaruh hormon istri nya yang sedang hamil muda.
" Maaf kan aku sayang, tadi di jalan macet . Jadinya aku telat sampai ke rumah. Padahal aku sudah berusaha secepat mungkin agar bisa segera sampai ke rumah. "
" Ya sudah , berangkat sekarang saja. "
Camila sudah beranjak berdiri lalu keluar rumah meninggalkan suaminya.
Dirga hanya melongo dibuatnya. Bahkan dia baru juga masuk ke dalam rumah. Tas kerja nya saja belum sempat ia simpan. Apalagi mandi ? sepertinya tak sempat ia lakukan.
Ya sudah, tas kerjanya masih ia tenteng di tangan kanan nya. Dirga keluar rumah dan kembali ke mobil nya.
Camila sudah berdiri di sisi mobil Dirga. Dirga membukakan pintu untuk istri nya. Lalu ia sendiri juga masuk ke dalam mobil nya. menyimpan lagi tas nya ke jok belakang. Menjalankan kembali mobil nya keluar rumah.
Sekalipun Dirga lelah, tapi tak ia hiraukan . Istrinya tetaplah yang utama.
Camila , perempuan itu melirik melalui ekor matanya. Melihat penampilan suaminya yang berantakan seperti ini , justru membuat Camila suka. Rambut Dirga yang acak acakan, Lengan kemeja yang sudah digulung sampai siku. Dua kancing kemeja bagian teratas sudah terbuka. Sungguh, suaminya terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya. Dan tampak begitu seksi. Camila sangat menyukai pemandangan kali ini. Bahkan wanita itu sudah senyum-senyum sendiri. Seandainya dia tidak harus pergi kuliah, pasti Camila dengan senang hati sudah menjatuhkan diri di pangkuan suaminya.
Hanya memikirkan hal-hal intim seperti itu sudah membuat pipi Camila memans. Ditepuk tepuk nya pelan kedua pipi dengan telapak tangan nya . Berusaha mengusir hawa panas yang menjalari pipi nya.
Dirga yang tak sengaja menoleh ke samping sempat dibuat terheran dengan apa yang dilakukan istrinya. Camila sedang tersenyum seorang diri sembari menepuk kedua pipi nya. Dirga mengernyitkan keningnya. Lalu tangan nya terulur menyentuh dahi istrinya dengan punggung tangan nya. Tidak panas.
Camila menoleh terkejut dengan perlakuan suaminya.
" Sayang ! Kamu ini kenapa ?"
" Hah...."
Dirga masih sedikit terheran.
__ADS_1
" Iya, kelakuanmu sangat aneh. "
" Aneh apa nya ?" Camila berusaha mengelak, padahal pipinya kini sudah kembali merona. Entahlah , hanya karena sentuhan tangan Dirga di dahi nya sanggup membuat Camila berdebar-debar seperti ini.