Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 76


__ADS_3

" Pa...!" Je mengetuk pintu kamar papa nya.


Dirga yang sudah bersiap mandi dengan terpaksa membuka pintu kamarnya. Je berdiri menjulang di depan pintu.


" Ada apa?" tanya Dirga begitu pintu ia buka.


" Pa, eum... Je boleh pinjam mobil papa tidak? " ucap Je meminta izin pada papa Dirga.


Dirga mengernyit. " Untuk apa kau mau meminjam mobil papa?"


Dengan sedikit ragu Je menjawab, "Je mau antar Bu Sofia pulang."


Sofia, wanita yang Je maksud saat ini sedang menunggu di teras depan. Je sudah menawari Sofia untuk masuk ke dalam. Akan tetapi wanita itu enggan dan memilih duduk di teras.


Melihat betapa mewah nya rumah salah satu murid baru nya, membuat Sofia merasa tak enak hati. Dia dan Je baru saja hari ini berkenalan dan bertemu, tapi sekarang justru Sofia sudah berada disini, seolah mereka berdua sudah kenal dengan akrab.


Kembali pada Je, Dirga masih menatap putra nya.


" Je, bukan nya papa tak mau meminjamkan mobil untuk mu. Hanya saja papa tak akan mengijinkanmu membawa mobil sendiri. Kamu belum punya surat izin mengemudi. Apalagi usia mu ini baru lima belas tahun. Belum saatnya membawa mobil sendiri."


Dirga memang sedikit keras pada anak nya. Sekalipun Je sudah bisa menyetir mobil, hanya saja jika Je akan memakai mobil dengan jarak jauh, Dirga tak akan mengijinkan. Akan tetapi jika Je hanya memakainya keliling perumahan saja Dirga tak masalah.


" Atau begini saja. Kau bisa minta tolong pada Pak Mardi untuk mengantar gurumu itu. Lagi pula mama juga baru nanti malam pulang nya." Dirga melanjutkan ucapan nya.


Je tak berani membantah papa nya karena apa yang papa nya sampaikan semua beralasan dan alasan papa nya sangat masuk akal. Je pun tak akan melanggar segala hal yang tidak semestinya.


" Baiklah, Pa. Jika seperti itu biar aku minta tolong Pak Mardi saja."


Dirga tersenyum lalu mengangguk.


" Mungkin Pak Mardi ada di belakang. Kau bisa mencari nya kesana. Papa mau mandi dulu."


"Okay, Pa." Je berlalu meninggalkan papa nya.


Setelah nya Dirga kembali menutup pintu kamar nya dan segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara itu Je sedang menuju dapur mencari keberadaan Pak Mardi.


Pak Mardi adalah sopir pribadi keluarga Dirga. Biasanya Pak Mardi akan mengantar jemput Camila juga mengantarkan siapa saja yang membutuhkan bantuan nya.


Benar saja, Pak Mardi sedang menyesap teh dengan ditemani cake di atas piring kecil. Duduk di teras belakang sendirian.


" Pak Mardi...!" panggil Je.


Lelaki paruh baya yang sudah lama bekerja pada Dirga ini mendongak, menatap anak majikan nya.


" Ya, Mas Je." jawab Pak Mardi sembari berdiri dari duduk nya.


"Bisa minta tolong nggak?"

__ADS_1


" Siap, Mas. Bisa. Minta tolong apa ya Mas."


" Antar pulang guru saya. Orang nya ada di depan."


" Baik, Mas. Eum... Saya hanya berdua dengan gurunya Mas Je? Dan gurunya Mas Je laki-laki atau perempuan?"


"Perempuan. Nanti aku ikut sekalian biar Pak Mardi nggak hanya berduaan."


"Baiklah, Mas. Berangkat sekarang atau nanti."


"Ya sekarang lah."


"Siap, Mas. Saya ambil kunci mobil dulu."


Je mengangguk lalu meninggalkan Pak Mardi. Menuju teras depan mendapati Sofia yang masih berdiam diri duduk disana.


"Maaf Bu. Nunggu lama."


Sofia tersenyum. " Tidak apa-apa."


" Kalau begitu, ayo Bu Sofia kita berangkat sekarang."


Sofia mengangguk lalu beranjak berdiri. Sofia sedikit mengernyit mendapati ada orang lain yang baru saja keluar dari dalam rumah dan kini menuju garasi.


Je mengikuti lelaki tadi. Sofia pun melakukan hal yang sama, mengikuti Je dan berjalan di belakang pemuda itu masuk ke dalam garasi yang terletak di samping kanan teras.


Je, membuka pintu belakang.


"Terimakasih."


Sofia masuk ke dalam mobil, mendapati lelaki paruh baya tadi sudah duduk di belakang kemudi.


Je menutup pintu mobil setelah Sofia masuk. Selanjutnya Je membuka pintu samping sopir. Dia pun masuk ke dalam dan menutup kembali pintu nya.


" Sudah siap, Mas." tanya Pak Mardi.


" Sudah."


"Baiklah kita berangkat sekarang. Ini tujuan kita kemana?"


Je menoleh ke belakang bertanya pada Sofia dimana alamat guru nya itu. Sofia menyebutkan sebuah alamat yang terletak cukup jauh dari sini.


Je mulai berpikir, alamat gurunya itu melenceng jauh dari daerah sini. Lalu kenapa tadi Bu Sofia ada di daerah ini.


" Bu Sofia!" panggil Je.


Sofia yang merasa tidak enak hati karena ternyata telah merepotkan Je, dimana dia harus diantar oleh sopir nya Je. Tersentak mendengar panggilan Je.


" Ya," jawab Sofia.

__ADS_1


" Boleh saya bertanya?"


" Tanya apa?"


" Bu Sofia tadi mau kemana sebenarnya? Kenapa bisa kesasar di daerah sini."


Sofia tersenyum lalu menelan saliva nya.


"Sebenarnya... Tadi itu saya mau pergi ke toko kue yang ada di seberang perumahan ini."


" Bu Sofia mau membeli kue? "


"Iya."


"Owh seperti itu. Kalau begitu nanti kita mampir saja sekalian."


"Tidak perlu. Kita langsung pulang saja."


"Kenapa begitu? Bukan kah Bu Sofia sejak tadi sudah berencana membeli kue."


"Itu tadi. Tapi sekarang tidak jadi. Dan aku mohon maaf telah merepotkan mu."


Je mengernyit. " Bu Sofia sama sekali tidak merepotkan. Justru saya senang bisa membantu Bu Sofia."


"Terimakasih ya Jaghad."


Iya, Sofia mengingat nama murid barunya itu adalah Jaghad. Nama yang sangat unik yang langsung ia hafal di luar kepala. Nama Jaghad Raya Semesta. Mudah sekali untuk diingat.


Je mengulum senyum demi mendengar Bu Sofia memanggilnya Jaghad. Terasa aneh di telinga nya karena selama ini hampir tidak pernah ada yang memanggilnya Jaghad. Semua orang yang ia kenal memanggil nya dengan sebutan Je. Bahkan teman-teman barunya di sekolah juga langsung menyebut nya dengan panggilan Je.


" Sama - sama, Bu." jawab Je penuh semangat.


" Pak Mardi!" Panggil nya pada sopir pribadinya.


" Ya Mas."


" Nanti mampir dulu ke toko kue yang ada di seberang perumahan ya."


"Baik, Mas."


Memang tak jauh dari perumahan dimana Je tinggal, ada sebuah toko kue yang sangat terkenal dan legendaris. Tak heran jika Bu Sofia pun menjadi pelanggan toko kue itu. Bahkan mama nya saja juga sering sekali membeli kue disana. Apalagi jika sedang ada acara sudah dapat Je pastikan jika mama nya juga akan memesan kue di tempat itu.


"Je...!" panggil Sofia.


Je menoleh ke belakang.


" Ya, bu."


"Sudah tidak perlu mampir ke toko kue itu."

__ADS_1


"Tidak bisa Bu. Pasti Bu Sofia ingin sekali kan membeli kue, bukti nya sampai dibela-belain datang kesini."


Ya, Je benar. Jika Sofia sedang banyak tugas dan pekerjaan, pasti dia akan membeli kue sebagai teman nya lembur mengerjakan tugas nanti malam.


__ADS_2