Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Part 56 - Danu is Come back


__ADS_3

Dirga PoV


Masuk ke dalam rumah dengan sejuta pikiran berkecamuk, bagaimana menyiapkan jawaban jika seandainya Danu mengetahui tentang statusku dan Camila.


Aku hanya bisa berdiri mematung di ambang pintu. Dia wanita itu, Camila Wijaya yang seharian ini memenuhi pikiranku, duduk disamping mama dalam kebisuan. Suasana sunyi yang hampir diantara mereka tak ada yang menyadari kehadiranku jika saja Danu tak menoleh ke arah ku.


" kenapa Camila ada disini" pikirku dalam hati.


Aku melihat mereka satu persatu. Mataku tertuju pada mama yang kini tampak menangis. Pasti sesuatu telah terjadi. Segera kuhampiri mama tanpa menghiraukan Danu yang kini menatapku tajam.


" ma...." aku berlutut di hadapan mama. Menggenggam tangan nya begitu erat. Terasa dingin. Tubuh mama bergetar.


" ma..." sekali lagi aku menyebut namanya. Mama menatapku kulihat bulir air mata membasahi pipinya yang tirus.


Sudah lama aku tak pernah lagi melihat mama menangis dan sesedih ini.


" Dirga.... Apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian."


Pertanyaan mama membuatku mengernyit. Kini ku tahu jika ada sesuatu yang telah terjadi. Aku bingung tak tau harus berkata apa.


" maksud mama?"


" Dirga, mama minta jelaskan semuanya pada mama."


Kulirik Camila yang kini menunduk. Kualihkan tatapan ku pada Danu dan keponakanku itu dengan tatapan tajamnya seolah membunuhku.


Aku bangkit dan duduk di samping kanan mama sementara di samping kiri mama ada Camila yang mulai menatap sendu ke arahku.


" Danu. Ada apa ini.? " tanya ku pada Danu.


" harusnya aku yang bertanya seperti itu pada Uncle. Kenapa uncle bisa menikah dengan Camila? . Kenapa uncle.!!!! "


Kutarik nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Danu. Tapi belum sempat aku mengeluarkan kata Danu kembali berucap.


" aku meminta uncle untuk menjaganya. Bukan menikahinya. apa begini cara uncle menjaga Camila, dengan menikahinya? . "

__ADS_1


Danu bersuara dengan nada tinggi.


Aku menoleh ke arah mama dengan raut sedih. Kurangkul bahunya dan mengusapnya perlahan. Aku tahu mama pasti sedih.


" Danu. Dengarkan uncle. "


Aku melirik Camila yang masih diam tak bersuara.


" uncle minta maaf." aku begitu susah untuk berkata kata.


" uncle bilang maaf..... Ckk.... Tak tahukah uncle betapa aku sangat merindukan Camila. Dan sekarang begitu Camila benar-benar nyata ada di depanku ternyata....."


" Danu plis..... Dengarkan uncle. Memang uncle salah tak memberitahumu tentang pernikahanku dengan Camila. "


" kenapa...? Kenapa uncle tega ambil Mila dariku.!!!! "


" sudah... Sudah.... Kalian jangan berdebat lagi. Mama mohon.... "


Kutatap mama yang sudah berderai air mata. Aku jadi merasa bersalah saat ini. Seandainya aku bisa menjaga hatiku untuk tak tergoda dengan Camila dan berakhir menikahi nya, mungkin aku tak akan melukai Danu. Bagaimanapun juga Danu adalah keluargaku, keponakanku dan aku sayang padanya. Selama ini aku rela melakukan apapun demi Danu. Tapi sekarang apa yang telah kulakukan padanya. Astaga.....


" Danu, uncle memang menikahi Camila. Tapi..........." aku menjeda ucapanku. Menelan ludah dengan susah payah. Jika aku jujur pada Danu jika aku juga sangat mencintai Camila itu artinya aku akan sangat melukai hati nya.


" Danu.... Sebenarnya...... Sebenarnya aku menikahi Camila demi......... Huft..... Demi mama. "


Mama menatapku dengan raut terkejutan nya. Yang mama tau selama ini pasti aku dan Camila menikah karena kita saling mencintai .


Tapi kenyataan nya kan tidak demikian. Di awal aku menikahinya karena aku lah yang mencintai Camila dan seolah terobsesi pada nya hingga saat mama memintaku menikah dengan Camila, dengan senang hati aku langsung melamar ya.


" maksud kamu apa Dirga?" tanya mama.


" maafkan Dirga ma. Sebenarnya aku dan Mila menikah berdasarkan sebuah perjanjian. Dirga lah yang dulu memaksa Camila agar mau menikah dengan Dirga. Semua Dirga lakukan demi mama. Dirga tak sanggup membuat mama kecewa ataupun bersedih. Dan..... Semua persyaratan yang Mila ajukan, Dirga setujui asal Mila mau menikah dengan ku. "


" astaga Dirga, Mila.... Kalian....astaga mama sungguh tak menyangka. Pantas saja selama ini kalian hidup terpisah. Jadi ini alasan nya. "


Aku mengangguk.

__ADS_1


" Hidup terpisah? Maksud oma apa? "


" dengarkan uncle, Danu. Selama kami menikah memang uncle dan Mila hidup terpisah. Mila tetap tinggal di rumah Bunda dan uncle tetap disini. "


" jadi.... Arggh.... Entahlah. Aku sungguh kecewa dengan uncle. Kenapa juga harus Mila yang uncle nikahi. Bukan nya teman wanita uncle itu banyak. "


" karna yang mama tahu Mila lah wanita yang dekat dengan uncle. Jadi uncle tak ada pilihan lain selain meminta Mila menikah denganku. "


" tunggu uncle... Maksud uncle apa wanita yang dekat dengan uncle? Sejak kapan uncle dan Mila dekat? "


" astaga Danu, kamu ingat waktu di bandara saat mau berangkat ke London. Kamu yang meminta uncle mengantar Mila pulang bukan? Dan saat masih di perjalanan papa telpon jika mama pingsan. Ya sudah akhirnya uncle pulang ke rumah dengan membawa Mila ikut serta. Mama mengira jika Mila itu adalah kekasih uncle. Di situlah kesalahan uncle karena tak pernah jujur pada mama tentang status Mila Dan uncle. "


" Dirga..... " suara mama bergetar


" maafkan Dirga ma. Dirga hanya ingin mama bahagia. Ga ada maksud apa pun."


" tapi kamu telah merugikan Camila. Juga menyakiti hati Danu. Kenapa kamu tidak jujur pada mama jika Mila ini adalah wanita yang dicintai Danu. "


" maafkan Dirga ma. Dirga janji akan melepaskan Mila untuk Danu. "


" apa maksud mu.? " mama tampak terkejut.


" Dirga akan menceraikan Mila. " ucapku lirih seolah hanya berkata pada diriku sendiri.


Mila terhenyak menatapku dengan mata berkaca-kaca. Sungguh aku tak tega melihat nya seperti itu. Tapi ini adalah satu-satu nya jalan yang terbaik. Mila dapat terlepas dari ikatan pernikahan yang sedari awal tidak diinginkan nya. Sementara Danu akan mempunyai kesempatan untuk memiliki Camila kembali.


" Dirga, hati-hati kalau bicara. Pernikahan itu bukanlah sebuah permainan."


Aku mengusap wajah ku frustrasi.


" kamu pikirkan lagi. Jangan gegabah ambil keputusan. Sebaiknya kalian bicarakan apa yang terbaik untuk kalian. Jangan saling merugikan dan jangan sampai ada yang tersakiti. Mama capek harus istirahat. "


" Ma.... Semua pasti akan baik baik saja. Mama jangan seperti ini." aku berusaha menenangkan mama.


" Danu, tolong bawa mama masuk ke dalam. Mama harus istirahat."

__ADS_1


Mama bangkit berdiri sambil mengusap sudut matanya yang masih berair. Diikuti oleh Danu yang kini menuntun mama masuk ke dalam. Kulirik Camila yang masih diam membisu. Aku sangat merasa bersalah padanya.


" maafkan aku sayang. " ucapku dalam hati.


__ADS_2