Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 37


__ADS_3

" Pa, kalian tadi darimana kok bisa berdua?"


" Habis meeting dengan klien."


Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil, perjalanan dari Rumah Sakit menuju kantor Dirga.


Ferdy sebagai driver sesekali melirik duo pasangan yang duduk di belakangnya. Selalu saja sanggup membuat iri dirinya tiap kali melihat kemesraan bos Dirga dan dek Mila. Ferdy pun sudah ingin menikah tapi entahlah dia suka sekali gagal dalam urusan asmara. Dan kali ini Ferdy sedang mempersiapkan diri dengan perjodohan yang dilakukan oleh pihak keluarga nya. Tapi Ferdy belum berani cerita pada bos nya. Takut nya gagal lagi. Nanti jika tanggal pernikahan sudah ditentukan barulah Ferdy berencana memberitahukan pada Bos Dirga.


Dirga jarang - jarang bisa duduk berdua bersama istri nya dengan disupiri seseorang. Disandarkam kepalanya di bahu sang istri.


Camila, berbagai macam pikiran berkecamuk di kepalanya. Ingin rasanya dia nanti bercerita pada papa Dirga tentang semua ucapan Rasya padanya tadi. Tapi kira-kira akan seperti apa reaksi suaminya jika mengetahui Rasya benar - benar menyukai nya. Marah sudah pasti? Dan Camila sudah harus siap menanggung segala resiko apapun.


Ponsel di saku Dirga bergetar. Ada notifikasi whatsapp yang muncul di layar ponsel nya. Matanya menatap tajam sebuah pesan masuk yang dikirimkan seseorang kepadanya.


Ternyata benar dugaan nya. Mobil Camila ada yang sengaja menyabotase. Sial, pasti si Rasya itu pelakunya. Dirga merutuki dalam hati. Tapi dia tidak mungkin menuduh Rasya tanpa bukti akurat. Sekalipun dalam hati Dirga yakin sekali jika Rasya lah pelakunya. Mana mungkin secara kebetulan Rasya bisa lewat di depan kampus Mila dan mengetahui mobil istri nya itu mogok. Dengan dalih menawarkan bantuan dan mengantarkan pulang. Benar benar tingkah yang kampungan. Tidak adakah cara yang lebih modern yang bisa lelaki itu gunakan.


Dirga sudah geram dengan lelaki kurang ajar satu itu.


"Pa, kamu kenapa?" tanya Camila keheranan.


Pasalnya wajah Dirga mendadak mengeras dan mengerikan seperti sedang marah.


Tangan Mila terulur menyentuh pipi Dirga.


" Pa...."


" Kenapa sayang...."


" Papa kenapa?"


" Tidak apa - apa. Hanya masalah kerjaan."


Diambil tangan Mila yang ada di wajahnya. Dicium punggung tangan istri nya. Mila segera menarik tangan nya. Tidak enak hati jika dilihat Ferdy.


Kasian memberikan tontonan pada seorang jomblo sejati.


Mobil memasuki basement gedung perkantoran Dirga. Mereka bertiga keluar dan langsung menuju lift. Tangan Dirga menggenggam erat tangan istrinya. Sungguh dia tidak akan melepaskan Mila untuk siapapun juga. Dia tidak akan rela. Perjuangan dalam mendapatkan istrinya sangatlah berat dan penuh cobaan serta rintangan. Tak akan semudah itu orang lain bisa mengambil Mila dari tangan nya. Sekalipun itu Rasya akan tetap Dirga hadapi. Yang terpenting baginya adah memberikan kepercayaan pada Camila bahwa ikatan cinta mereka lebih kuat dari apapun juga dan mereka harus berjanji untuk selalu setia apapun yang nantinya akan terjadi.


Dirga, Mila dan Ferdy keluar dari lift. Mila mengikuti Dirga masuk ke dalam ruang kerja nya. Sementara Ferdy sudah menempati kubikel nya sendiri yang berada di depan ruang kerja Dirga.

__ADS_1


Tanpa diminta Mila langsung menjatuhkan dirinya di atas sofa sementara Dirga membuka lemari pendingin mengambil dua kaleng minuman dingin. Dibawa nya ke sofa diberikan satu untuk Mila setelah sebelum nya sudah Dirga buka penutup nya.


" Makasih, Pa." Mila menerima nya dan langsung menenggak isinya. Tenggorokan nya terasa sejuk saat air dingin itu melewati tenggorokan nya.


Dirga duduk di sebelah Mila melakukan hal yang sama menenggak minuman nya.


" Pa..."


" Hmm..."


" Kau tau tidak....


" Tidak. "


" Ya kan memang aku belum cerita. Kebiasaan. "


Mila mencubit perut suaminya membuat Dirga tertawa karena kegelian.


" ayo lanjutkan sayang. "


" Aku dapat peringatan gara - gara kita berdua kepergok ciuman di dalam mobil tadi pagi."


" Pasti si Rasya kan biang kerok nya.... "


" Ya siapa lagi. Dia kan pemilik Rumah Sakit. Dan dia sendiri yang mergoki kita ciuman."


" Terus...."


" Ya aku sih No komen Pa. Aku bilang silahkan saja kalau dokter mau kasih saya surat peringatan atau mungkin dokter mau memecat saya. "


" Dia jawab apa. "


" entahlah. " Camila mengedikkan bahu nya acuh.


Dan dari gelagat istri nya, Dirga jadi yakin, memang istri nya ini tidak ada hati sedikitpun dengan Rasya.


Ditarik tubuh Mila ke dalam pelukan nya.


" Jangan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi dan dengan alasan apapun. Terutama demi si kampret Rasya."

__ADS_1


" Papa kasih julukan baru lagi buat dokter Rasya."


" Suka - suka aku." lalu ia lepaskan pelukan nya.


" karena ciuman di rumah sakit, sayang dapat surat peringatan, kalau begitu kita ciuman disini saja lebih aman dan bebas tanpa hambatan. "


Camila bahkan tidak siap dengan apa yang sudah Dirga lakukan. Suaminya mencium nya dengan menggebu- gebu. Camila tak akan bisa melawan karena suaminya pasti menang. Dalam hati Mila berkata," siapa bilang tak ada penganggu. Yang di depan itu lebih dari pada seorang penganggu."


Camila hanya memejamkan mata nya. Kepalanya bersandar pada sofa. Dirga sudah mengurung tubuhnya. Ciuman yang menuntut membuat Dirga susah mengontrol dirinya. Perlahan Camila mendorong pelan dada suaminya.


" Pa... Ini di kantor, nanti keterusan."


" Biarkan saja. Ini kantor ku juga. Tak ada yang berani mengganggu."


" Ada Ferdy."


Dirga menggaruk tengkuk nya. Ya benar, Ferdy itu bisa datang dengan tiba - tiba tanpa diundang dan selalu mampu mengacaukan suasana.


" Sayang sempat pulang dulu atau tidak nanti? "


" seperti nya nggak sempat. Aku ada kelas jam 6. Nanti titip salam buat Je. Aduh...Rindu nya sama Je. Aku telpon Je dulu ya Pa."


Camila membuka tas mencari ponsel nya. Tapi dia teringat sesuatu.


" Pa, mobil ku bagaimana? Apa sudah diperbaiki? "


" sudah. Dan sayang tahu apa kata orang bengkel langganan ku? "


" Memang nya apa nya yang rusak? "


" Mobil sayang disabotase seseorang. Jadi ada yang dengan sengaja merusak mobil sayang agar tidak bisa dijalankan. "


" Yang bener, Pa? " Camila sampai tak habis pikir. Benarkah demikian. Buat apa juga ada orang yang mau menyabotase mobil nya. Memang dasar kurang kerjaan.


Dirga membuka ponsel nya. Mencari pesan whatsapp yang tadi dikirimkan oleh pemilik bengkel langganan nya. Lalu ia tunjukkan pada istri nya.


" Sayang, baca sendiri."


Camila mengambil alih ponsel Dirga. Dibaca nya dengan seksama apa yang tertulis disana. Camila sampai terbelalak membaca nya. Mulutnya menganga.

__ADS_1


"Astaga, Pa! Kok ya ada orang yang tega berbuat jahat padaku. Perasaan aku tidak punya musuh. Buat apa juga harus merusak mobilku. Atau jangan jangan papa ini yang punya musuh. Lalu aku yang jadi korban nya."


__ADS_2