
Camila Pov
" Tutup mata. Aku mau ganti baju." pintaku.
" Ngapain harus tutup mata. Bukan nya aku sudah melihat semuanya. "
Blush.. Pipiku kembali memanas. Dengan cepat aku melesat ke dalam kamar mandi. Mengganti bajuku di dalam sana. Memang aku baru saja mandi setelah yang tadi itu. Ah susah aku menyebutnya. Tiap kali mengingat keintiman kami selalu saja aku merasa malu.
Selesai mengganti bathrobe dengan tunik tosca dan celana kulot putih, aku keluar dari kamar mandi. Om Dirga sudah rapi dengan celana jins dan kemeja berwarna navy. Kita berencana untuk makan malam diluar. Kebetulan juga perutku sudah melilit minta diisi karena melewatkan jam makan siangku.
Aku bisa melihat pantulan dirinya dicermin, sedari tadi tatapannya lekat padaku membuatku yang sedang merias diri menjadi grogi.
Selesai memasang hijabku, aku berbalik dan menghampiri nya yang kini sudah berdiri menjulang di belakangku.
" Kita pergi sekarang yuk...." kulingkarkan tanganku di lengan nya dan menariknya keluar dari dalam kamar.
" Malam ini sayang nampak caaanntiiik sangat...."
" Jadi sebelum ini tidak cantik."
" Justru karena sebelum nya sudah cantik.... Jadi sekarang makin cantik."
Aku mencebik. Sarap nya kambuh lagi kan.
Di lantai satu rumah masih tampak sepi. Tak terlihat ada bunda disini.
" Bunda kemana ya. Kok sepi banget. " ucapku sambil melihat sekeliling rumah.
" Oh itu tadi pas aku baru sampai rumah, Bunda pergi keluar . Katanya ada pesanan kue mendadak untuk besok siang. Jadi Bunda pergi beli bahan. Sudah kutawari buat anter. Tapi ga mau. Kata bunda tadi sudah janjian sama Ken mau sekalian belanja buat resto. Janjian di supermarket gitu kata nya. "
" Oalah... Pantesan sepi. Kok bunda enggak pamit kalau pergi. "
" Gimana Bunda mau pamit kalau sayang tidurnya pules bener. "
" Masak sih.... Iya emang capek banget. Jadi ya gitu deh..... " aku nyengir.
*****
Om Dirga selalu bisa mengejutkanku dengan perlakuan manisnya. Makan malam tadi yang bagiku sweet banget sepertinya sudah dirancang sebelumnya. Belum lagi sekarang saat kita sudah selesai makan dan berencana pulang, Om Dirga memintaku menutup mata. Kami berdua sudah berada di dalam mobil nya di area parkir resto tempat kami candle ligt dinner tadi.
" Buka matanya sayang....." ucapan lembut Om Dirga menyentuh hatiku.
Perlahan kubuka mataku. Aku menunduk melihat sesuatu yang diletak kan Om Dirga di atas telapak tanganku.
Mataku terbelalak tak percaya. Dua lembar tiket perjalanan ke korea sudah berada di genggaman tanganku. Aku menoleh ke arah nya.
__ADS_1
" Om Dirga serius ngajakin aku liburan."
Dia mengangguk. " bukan hanya liburan tapi hanimun sekalian." Om dirga mengedipkan sebelah matanya.
" Apaan sih...." aku terkekeh melihat tingkah nakalnya.
"Kita akan keliling dunia berdua. Dimulai dari korea .... Bukan nya sayang sudah memimpikan untuk pergi ke negara oppa oppa itu...."
Aku mengangguk antusias. Memang aku selalu bermimpi ingin pergi ke korea. Tidak hanya korea, impianku adalah keliling dunia. Dan kuharap Om Dirga lah yang akan membantu mewujudkan nya.... Oppsss... Kenapa aku jadi terlihat matrealistis. Tapi... Matre sama suami sendiri tak ada masalah bukan ?
" Habis dari korea.... Terserah sayang mau kemana. Abang akan dengan senang hati mendampingi sayang kemanapun ."
Oh my god sweet nya.
" Terimakasih." Kucium kedua pipinya. Baru juga aku menjauhkan wajahku, Om Dirga sudah menarik tengkuk ku dan mencium lembut bibirku.
" You are welcome. " ucapnya setelah tautan bibir kami terlepas.
" Oh ya sayang.... bagaimana kalau sekarang kita ke club. Sudah lama sekali aku tak mengunjungi tempat itu."
" Oke. " aku mengangguk setuju.
Om Dirga mulai menjalankan mobil nya keluar dari halaman resto, membelah padat nya jalanan kota Surabaya menuju ke club yang semenjak ditinggal ke Riau tak pernah dia kunjungi lagi. Untung saja ada Daffi yang masih setia dan dengan senang hati mau membantu memegang kendali.
******
Baru berjalan beberapa langkah, kurasa ada yang memanggil namaku.
" Camila.... "
Aku pun menoleh ke belakang.
" Kak Ilham....." aku menunjuk seseorang yang kini berjalan mendekat ke arahku.
" Kak ilham kok ada disini. " tanyaku.
" Kamu sendiri, kenapa bisa ada disini. " tanya kak ilham balik.
" Oh...itu...aku sedang...." belum sempat aku meneruskan ucapanku kak ilham menyela.
" Mila, aku bener-bener tak menyangka jika bisa bertemu denganmu disini ditempat ini bahkan....dengan seorang lelaki. Sebenarnya aku tadi tak sengaja melihatmu sedang berada di resto."
" Resto ? jadi .... ? Kak ilham mengikutiku. " tanyaku tak percaya . Kulirik om dirga yang berdiri di sebelahku hanya mengamati perbincanganku dan kak ilham.
" Iya ..... lebih tepatnya kala aku tak sengaja melihatmu sedang.....berciuman di dalam mobil. "
__ADS_1
Kata kata kak ilham membuatku terhenyak.
" Awalnya aku tak percaya jika itu kamu, Camila. Karna aku berfikir tidak mungkin seorang camila bisa berbuat hal seperti itu. Tapi....karena aku penasaran lalu aku mengikutimu. Dan ternyata.....justru kamu kesini. Ckck. " kak ilham berdecak.
Aku masih tak seberapa paham dengan maksud ucapan kak ilham.
" Benar-benar aku tak menyangka seorang Camila ternyata seperti ini..... pantas saja kamu menolakku. Ternyata ini alasanmu. Yah .. aku memang hanya mahasiswa biasa yang isi kantongku tak setebal dia. " kak ilham menunjuk om Dirga.
" Apa maksud kak ilham. " kurasa bukan hanya aku. Om dirga pun sepertinya mulai terpancing emosinya karena ucapan kak ilham barusan .
" Mila Mila ... ternyata hijab mu ini hanya untuk menutupi aibmu. "
Aku tentu saja terkejut. Apa apan kak ilham ini .bisa bisa nya dia berkata seperti itu.
" Jaga ucapanmu. " suara berat om Dirga akhirnya keluar.
" Kenapa ? Ada yang salahkah dengan ucapan ku ? Mana ada perempuan berhijab tapi tak malu berciuman dengan seorang lelaki di tempat umum. Lantas....tempat apa ini.....berjilbab tapi sukanya dugem.keluar masuk night club dengan lelaki. "
Plak satu pukulan mendarat di wajah kak ilham. Siapa lagi pelakunya jika bukan om Dirga. Dia sudah akan memukul kak ilham lagi tapi segera kutahan.
" Om please...hentikan."
Wajah om Dirga sudah merah padam.
" Jaga bicaramu.!!! Jangan pernah kamu berkata kurang ajar pada istriku. "
Kak ilham masih mengusap sudut bibirnya yang tampak lebam.
" Apa ? Istri ? " ucap kak ilham. Sepertinya dia tak percaya dengan apa yang baru saja om Dirga katakan .
Seorang security tergopoh gopoh menghampiri kami. Mungkin melihat keributan yang kak ilham buat.
" Malam bos....ada apa ini. " tanya security bernama suryo pada om Dirga .
" Suryo, bawa laki-laki ini pergi darisini dan jangan biarkan dia kembali lagi kesini."
" Siap bos. " jawab pak suryo.
" Dan kamu......" om dirga menunjuk kak ilham.
" Asal kamu tahu......tidak ada larangan bagi Camila mau berciuman di tempat umum sekalipun. Asalkan itu sama saya....Suaminya.....dan lagi tidak ada juga yang melarang seorang Camila keluar masuk night club ini....selagi club ini masih milik saya. Paham ? Dan jangan coba-coba kamu mendekati atau mengganggu Camila lagi jika kamu tidak ingin berurusan dengan saya . "
Setelah berkata demikian, om Dirga menarik tanganku agar mengikutinya masuk ke dalam club melewati pintu samping .
Aku menoleh kebelakang mendapati kak ilham yang sudah dipaksa pergi oleh Pak suryo. Aku tau jika kak ilham pasti tak akan percaya begitu saja mendapati yang aku ini sudah menikah.
__ADS_1
Tapi tak sepantasnya kak ilham berkata sekasar itu padaku. Pastinya aku marah karena kata kata kasarnya sudah menyakiti hatiku. Tak hanya aku, om dirga pun sepertinya juga sangat marah pada kak ilham.