Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 73 - Lulus


__ADS_3

Camila POV


Dengan perut buncit, keluar masuk ruang dosen pembimbing, tiap malam begadang mengerjakan skripsi, keluar masuk perpustakaan, dengan bawaan buku-buku tebal sehari-harinya. Jika yang melihat pasti merasa iba. Tapi mau bagaimana lagi. Semua harus kujalani.


Study tetap menjadi prioritasku. Om dirga pernah bilang agar aku cuti sementara. Tapi aku menolaknya. Selagi aku masih mampu menjalaninya aku harus tetap semangat dan optimis bisa lulus tepat waktu.


Om dirga pun juga selalu memberi semangat padaku. Dia juga yang sering membantuku mengerjakan skripsi. Ikut begadang bersamaku, memijitku jika aku terlihat capek. Padahal aku tahu jika om dirga sendiripun juga banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan. Tapi sejauh ini yang kulihat aku tetap menjadi prioritas utama baginya.


Dan beruntungnya lagi, para dosen juga selalu mempermudah jalanku. Tak ada yang neko-neko atau mempersulit ku. Mungkin merasa tak tega melihatku yang hamil besar tapi masih juga kesana kemari. Usia kehamilan ku memang sudah memasuki trimester ketiga dan karena badanku kurus jadinya yang terlihat hanya perut buncit ku saja.


Bersyukur nya lagi dedek bayi ku ini juga bukanlah termasuk yang rewel. Dia paham betul bagaimana posisi bundanya. Selama kehamilan pun aku tidak pernah ngidam yang luar biasa. Makanan apa saja juga bisa kumakan tidak pernah memilih milih jenis makanan.


Menurut penuturan dokter kemungkinan besar bayi yang kukandung ini berjenis kelamin laki-laki. Benar saja tiap kali dia bergerak tendangan nya sungguh dasyat. Kadang sampai membuatku meringis menahan nyeri.


----


Kecupan lembut di perutku membuatku membuka mata dengan susah payah. Kulihat om dirga yang sedang berjongkok di depan perutku. Posisi tidur yang bisa kulakukan sekarang hanyalah miring ke kiri atau ke kanan. Dan aku juga sudah sering merasakan yang namanya sakit pinggang.


" om... Sudah pulang?"


Dia mengangguk.


" sayang sudah makan?" tanya nya


" sudah."


" dia tadi rewel atau enggak." tanya nya lagi dengan telapak tangan nya mengelus lembut perutku.


" enggak. Dia pintar."


" alhamdulillah."


Om dirga berdiri.


" om.... Tidur sini. Temenin aku."

__ADS_1


" aku kekamar mandi dulu. Cuci muka sama ganti baju. Tunggu sebentar. "


Aku mengangguk. Sambil menunggunya kembali pikiranku menerawang jauh ke masa lalu. Dimana aku yang dulu tidak suka dengan om Dirga bahkan menikahpun karena terpaksa. Demi mama mertuaku. Tapi realita yang ada sekarang justru sebaliknya. Aku yang tergila gila padanya. Selalu merindukan nya. Dan tak pernah suka jika seharian tak berjumpa dengan nya.


Bahkan hampir sejam sekali jika om dirga tak mengabariku, aku sudah kelimpungan dan uring uringan. Aku patut bersyukur karena semakin hari hubungan ku dan om dirga semakin membaik. Kasih sayang yang om dirga beri untuk ku mampu meruntuhkan semua egoku.


Pintu kamar mandi terbuka. Om dirga keluar dengan muka yang jauh lebih segar dari sebelumnya. Baju nya juga sudah diganti hanya kaos putih dan celana pendek.


Om dirga naik ke atas ranjang. Duduk bersila di bawah kaki ku yang sengaja kuselonjorkan. Punggungku bersandar pada kepala ranjang.


Dengan sigap tangan nya mengambil kaki ku dibawanya ke pangkuan nya.


" Sayang, kakimu bengkak." ucapnya.


Aku menunduk ikut mengamati kakiku yang memang tampak membesar. Kata Bunda disaat hamil besar seperti ini, kaki bengkak sudah biasa. Mungkin karena kebanyakan aktifitas. Dan biasanya saat mandi aku akan rutin merendam kakiku dengan air hangat.


" oh... Tidak apa-apa. Kata bunda kalau hamil tua seperti ini memang wajar kaki bengkak." jawabku.


" ini Sakit kah?" tanya nya khawatir.


" ya sudah sayang istirahat saja. Oh ya bagaimana skripsimu. Lancar?"


Seperti itulah om Dirga. Akan selalu menanyakan segala aktifitasku, dan segala apa yang aku kerjakan. Memang benar apa yang sering orang bilang, pillow talk itu memang salah satu cara mempererat hubungan suami istri. Jadi diantara pasangan yang memang tidak selalu bersama selama dua puluh empat jam harus tahu apa saja yang dilakukan pasangannya masing-masing selama seharian ini.


Dan meski judulnya hanya bercerita, setidaknya ini adalah sebuah hal yang penting. Dengan bercerita kita jadi tahu apa saja yang berhubungan dengan pasangan kita.


Sambil merebahkan badanku kembali, om Dirga membantuku mencari posisi ternyaman.


" minggu depan sidang skripsi." ujarku.


" minggu depan ya? Aku akan mengusahakan agar bisa mendampingi. Setidaknya bisa memberi semangat agar istriku ini tidak gugup dan tidak merasa sendirian."


" terimakasih om."


" ya sudah kita istirahat. Tidurlah. Good night."

__ADS_1


" Good Night. "


Selanjutnya om dirga sudah merapatkan tubuhnya dan tidur dengan memeluk ku.


---------


Syukur alhamdulillah karena sidang skripsi bisa berjalan lancar dan aku dinyatakan lulus. Bisa mengikuti wisuda bulan depan. Bahagia tak terkira dan ini semua tak luput dari dukungan om Dirga.


Keluar dari ruang sidang om Dirga sudah menyambutku. Dirinya langsung berdiri dari duduknya dan menghampiriku.


" sayang, bagaimana?"


Pertanyaan om dirga tak kujawab. Mataku sudah berkaca-kaca saat melihat tatapan matanya. Tatapan teduh yang menentramkan jiwa.


" sayang..... Hei kenapa diam."


Tiba-tiba saja keinginan untuk memeluk nya tak dapat kutahan. Aku sudah tak peduli dengan tatapan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kami.


" om... Aku lulus." ucapku lirih disela isak tangisku. Tangis haru dan kebahagian bercampur menjadi satu.


" alhamdulillah. Akhirnya lulus."


Kulepas pelukan ku. Kini aku dan om Dirga berdiri berhadapan. Tangan nya terulur menyeka buliran bening yang membasahi pipiku.


" aku bangga sama kamu. " ucapnya lagi.


Meski kutahu ini bukanlah akhir dari perjuangan Study ku, setidaknya satu langkah sudah berhasil kulewati.


Semua sesuai dengan planning ku. Meski pun agak sedikit kacau karena kondisiku yang sedang mengandung. Tapi semua tak ada masalah berarti.


Setelah wisuda aku akan fokus menyiapkan diri untuk menanti kelahiran baby kami. Sesuai prediksi aku akan melahirkan sekitar dua bulan lagi. Semoga semua lancar dan sesuai dengan yang kuharapkan.


Perjuanganku masih panjang dan aku pun berharap semua diberi kemudahan. Termasuk urusan intership ku yang rencananya akan mulai kujalankan setelah aku melahirkan.


Huft.... Hidup ini memang penuh perjuangan. Dan aku patut bersyukur karena aku tidak harus berjuang sendirian melainkan ada om dirga yang selalu mendampingi dan memberi support untuk ku.

__ADS_1


__ADS_2