Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 48 - I Love You


__ADS_3

Camila Pov


Tidur nyenyak ku terganggu karena kehadiran seseorang. Kurasakan tubuhku yang sedang dipeluk olehnya dari belakang. Tubuhku terasa hangat, ditambah deru nafas yang menerpa leher belakangku membuatku meremang. Tubuhku semakin merapat karena dekapan yang begitu erat. Sebuah lengan kekar telah melingkari pinggangku . Segera kubalik kan badanku dan betapa terkejutnya diriku mendapati seorang lelaki yang kini ada di hadapanku.


" Om.... " jadi dia pelaku nya. Orang yang datang dengan tiba-tiba dan memeluk ku begitu erat.


Astaga, aku sungguh tak menyangka jika Om Dirga sedang bersamaku saat ini. Tanganku terulur menyentuh pipinya yang mulai ditumbuhi oleh bulu-bulu halus.


" Om Dirga kapan sampai ?" tanyaku kepadanya.


" Baru saja, " jawabnya dengan tatapan yang begitu intens.


Lelaki itu tersenyum lalu meraih telapak tanganku yang masih berada di pipinya. dibawanya ke depan bibirnya dan dikecupnya dalam.


Aku sudah ingin membuka suara untuk bertanya kenapa bisa dia berada disini dan bukankah dia masih berada di Riau, tapi aku kalah cepat. Tiba-tiba saja Om Dirga sudah mengecup bibirku. Hanya sekilas.

__ADS_1


" I Miss you, sayang. " ucapnya lirih.


" I Miss you too, " Jawabku dengan seulas senyum kuberikan kepadanya.


Jujur , aku memang merindukan nya. Sangat merindukan nya. Berada jauh darinya membuatku selalu memikirkan Om Dirga. Siapa sangka jika tiba-tiba sekarang orang yang kurindu sudah berada di hadapanku.


Om Dirga semakin merapatkan tubuhnya, membawa tubuhku ke dalam pelukan hangatnya. sesekali dikecupnya pucuk kepalaku.


" Om, lepaskan. Aku susah bernafas. " rengek ku karena pelukan nya yang semakin mengerat telah menghimpit tubuh kurusku.


Om Dirga melepaskan pelukan nya. Kami berdua tidur saling berhadapan. Senyumku tak bisa lepas menatap wajahnya yang menurutku terlihat semakin tampan.


" Kenapa Om Dirga tiba-tiba sudah pulang. Tak memberi kabar juga. "


Tangan nya terulur menyentuh rambut yang menutupi sebagian wajahku. Lalu diselipkan di telingaku.

__ADS_1


" Sebenarnya aku sangat merindukanmu, sayang. Hanya saja pekerjaanku tak bisa kutinggalkan. Selain itu aku juga sangat khawatir dengan kondisi Mama. Oleh sebab itu kenapa aku putuskan untuk pulang secepatnya. "


" Iya, tadi mama bilang baru saja chek-up dan menjemputku ke kampus. "


" Sepertinya meman kita itu sehati. Aku tidak tahu jika ada sayang disini. "


" Mama yang memaksaku untuk menginap tadi. Padahal aku tak bawa baju ganti. Dan maaf, tadi aku tidak ijin duu ambil baju om Dirga di dalam lemari."


Om Dirga terkekeh. " Sayang, kamu terlihat semakin seksi jika memakai baju kebesaranku ini. "


Kini Om Dirga sudah meneliti tubuhku, dan pipiku langsung merona begitu menyadari jika dibalik baju Om Dirga yang aku pakai, tak ada baju dalaman yang aku kenakan. Aku tahu jika pandangan Om Dirga sudah tak biasa. Aku yakin kali ini aku tak akan bisa lagi mengelak dari nya. Jujur aku bingung harus bagaimana sekarang.


Om Dirga kembali menatap wajahku dalam. Pancaran matanya yang penuh cinta ditujukan nya kepadaku. Aku sudah tersipu malu. Berada sedekat ini dengan lelaki yang telah sah menjadi suamiku. Jantungku sudha berdegub kencang saat deru nafas om Dirga membelai wajahku.


" I love you. " bisik nya tepat di depan wajahku.

__ADS_1


" I love you too, Om. "


Om Dirga semakin mendekatkan wajahnya. Kupejamkan mataku dan aku sudah pasrah dengan apapun yang akan dilakukan nya kepadaku.


__ADS_2