Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 55


__ADS_3

Saat Dirga pulang kantor, mobil Camila ada di dalam garasi. Dirga pikir istrinya tidak kuliah hari ini. Begitu memasuki rumah, Je sudah menyambut nya. Putra nya sedang bermain bersama Hana.


" Mama mana?" tanya nya pada Je.


" Mama nggak ada." jawab Je ketus. Balita itu sedikit kesal dengan mama nya karena akhir-akhir ini selalu saja tidak mau diajak bermain. Padahal Je suka sekali jika bermain ditemani oleh mama.


Dirga mendongak menatap Hana.


" Memang Mila nggak kuliah, mbak? Kok mobil nya ada di garasi."


" Kuliah kok, Pak. Tapi naik grabcar tadi."


" Naik grabcar?" Dirga mengulang perkataan Hana.


Hana hanya mengangguk. Lalu Dirga kembali menunduk.


" Sayang , papa mandi dulu ya. Nanti ikut papa jemput mama ke kampus. Mau tidak? "


" Mau. " Je mengangguk mantap.


Lalu Dirga beranjak berdiri dan masuk ke dalam kamarnya. Sejujurnya tubuhnya terasa sangat lelah. Tapi mengingat bagaimana istri nya naik grabcar, tiba - tiba saja membuat Dirga cemas.


Bergegas Dirga pergi mandi. Dia harus segera menjenput sang istri.


Selesai mandi Dirga keluar dari dalam kamar mendapati Je yang sudah menunggu nya.


" Je sudah makan?"


Balita itu menggeleng.


" Ya sudah, ayo kita makan dulu."


" Kata papa, kita mau jemput mama."


" Iya kita mau jemput mama. Tapi kita makan malam dulu. Ayo....!"


Dirga mengangkat tubuh Je membawanya ke meja makan.


Dengan telaten Dirga menyuapi Je makan. Sambil dia memakan makanan nya sendiri. Terkadang Je ini akan suka sekali makan. Masakan apa saja akan dimakan tanpa protes. Tapi ada kala nya juga disaat Je akan susah makan. Sampai dirayu seperti apapun juga Je akan tetap bungkam.

__ADS_1


Beruntung nya saat ini Je sedang doyan makan. Bahkan balita itu makan dengan sangat lahapnya.


Selesai makan, Dirga benar - benar membawa Je untuk menjemput Mila. Hari sudah beranjak malam. Tepat pukul delapan malam. Dirga tak akan membiarkan istri nya pulang dengan taxi online. Sebelum berangkat, Dirga sempatkan mengirim chat pada sang istri. Mengabarkan jika ia akan menjemput di kampus. Takutnya Camila terburu memesan grabcar lagi.


Di perjalanan Je banyak sekali bercerita. Balita itu bercerita apa saja termasuk tentang teman-teman nya di sekolah. Dirga mendengarkan dengan seksama masih dengan fokus mengemudikan mobilnya. Sesekali ia menimpali cerita dari putranya. Hingga tak terasa sampai lah mereka di tempat yang dituju.


Dirga mengambil ponsel dan membuka aplikasi whatsapp. Ternyata ada balasan dari Camila yang mengabarkan jika istrinya sudah selesai kelas sekitar lima belas menit yang lalu. Dirga segera menelpon istri nya mengabarkan jika ia ada di parkiran.


" Mama mana ?" tanya Je


" Masih di dalam. "


Balita itu sudah menguap.


" Je mengantuk ?" tanya Dirga tapi Je menggeleng. ia sembunyikan kantuknya.


Kaca mobil diketuk dari luar . Ternyata Camila dan Je yang melihat mamanya langsung kegirangan.


Mila masuk ke dalam mobil kaget mendapati Je ternyata ikut dengan papa Dirga.


" Loh Je ikut papa ?"


Camila mengangkat tubuh Je lalu mencium kedua pipinya. Dipangkunya Je dan dielus rambut Je dengan sayang.


" Sepertinya dia mengantuk sayang ."


" Iya ini kan memang sudah malam. Waktunya Je untuk tidur."


Dirga kembali menjalankan mobilnya keluar dari halaman kampus.


" Sayang, kenapa tadi tidak bawa mobil sendiri ? apa mobilmu bermasalah."


Camila menggeleng. " Tidak. Aku hanya malas menyetir saja. Apalagi kalau pulang malam seperti ini aku sering mengantuk."


Dirga hanya menanggapinya dengan ber" Oh " saja. Dia tak memperpanjang lagi pertanyaan nya.


Di perjalanan suasana hening, saat Dirga menoleh ke samping ternyata baik Camila juga Je sudah sama - sama tertidur. Dirga mengusap wajahnya. Istrinya memang benar-benar aneh. Selama ini Camila hampir tidak pernah meninggalkan nya tidur disaat dia sedang menyetir.


Ya sudahlah. Mungkin saja istrinya memang capek.

__ADS_1


Sampai di rumah Dirga langsung memarkir mobil nya ke dalam garasi. Dirga turun dari dalam mobil lalu mengitari mobil dan membuka pintu samping kemudi. Dengan perlahan dia angkat tubuh Je yang ada di pangkuan istrinya.


Dirga membopong Je membawanya masuk ke dalam rumah. Ternyata Hana belum tidur dan sedang berada di ruang keluarga menonton televisi.


" Loh Pak Dirga, adek sudah tidur ?"


" Sudah. Biar aku bawa ke kamar. Mbak Hana kalau mau istirahat silahkan. "


" Baik Pak Dirga. "


Hana memang sedang menunggu Je tadi. Tidak enak jika ia tinggal tidur duluan sementara Je belum pulang. Tapi ternyata Je sudah tertidur. Ya sudah , Hana bisa meninggalkan nya untuk beristirahat.


Dirga masuk ke dalam kamar lalu membaringkan tubuh Je di atas ranjang. Setelahnya dia keluar kamar dan kembali menuju garasi.


Sebelum mengangkat tubuh Camila , diambil nya tas milik Camila lalu ia sampirkan di bahunya.


Bahkan istrinya ini tak terganggu sedikitpun. Tidurnya pun terlihat sangat pulas. Ingin membangunkan tapi Dirga tidak tega. Denga terpaksa dirga pun melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Je.


Mengangkat tubuh Camila dan mengeluarkan nya dari dalam mobil. Denga satu kaki nya Dirga menutup pintu mobil. Lalu membawa Camila yang berada di dalam gendongan nya masuk ke dalam rumah menuju kamar nya berada.


Dengan perlahan Dirga membaringkan tubuh Camila di samping Je. Sangat hati-hati agar istrinya tidak terbangun. Dan benar saja, Camila benar-benar tidak terbangun. Dia hanya menggeliat sebentar tanpa perlu membuka matanya. Lalu tertidur kembali.


Tas yang tersampir dibahunya Dirga simpan di dalam lemari khusus aksesoris milik istrinya.


Lalu ditatapnya Camila. Perlukah Dirga mengganti baju istrinya ?


Camila masih memakai jilbab nya. Dan Dirga lihat sepertinya kurang nyaman. Tapi kalau Camila nanti terbangun bagaimana ?


Akhirnya Dirga memutuskan membiarkan saja.


Ditatap sekali lagi wajah damai istrinya. Benarkah yang Ferdy katakan jika Camila sedang hamil?


Jika iya benar, lantas kenapa istrinya bisa tidak tahu . Jika Camila tahu dirinya sedang hamil pastilah istrinya sudah memberitahunya.


Besok Dirga sudah memutuskan untuk membicarakan hal ini pada Camila. Harusnya malam ini dia berbicara pada Camila, tapi nyatanya istrinya sudah tertidur dengan pulasnya.


Dirga beranjak dari duduk nya. Berjalan gontai menuju kamar mandi. Dia melakukan ritual malam nya sebelum tidur lalu mengganti bajunya dengan piyama tidur.


Sebenarnya Dirga masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Akan tetapi Dirga merasa sangat lelah sekali. Seolah tak ada tenaga. Seharian ini dia habiskan berada di jalanan. Mengantar jemput Je sudah memakan banyak waktu nya karena jauhnya jarak antara sekolah dengan kantor Dirga. Belum lagi saat ia pulang kerja masih harus menjemput Camila.

__ADS_1


Rasanya Dirga sudah sangat lelah sekali . Ia memilih membaringkan tubuhnya di samping Je. Dan tak lama berselang ia pun ikut terlelap.


__ADS_2