
" Nath...! Kamu datang?" ucap Dirga yang kaget karena kehadiran Nathalie.
Saat Dirga memasuki rumah dan tiba di ruang keluarga, dia melihat putra nya yang sedang fokus bermain bersama Nathalie.
" Eh, Kak Dirga sudah datang." Nath mendongak menatap kehadiran suami Camila.
" Kapan kamu sampai?"
" Tadi siang."
" Je....sedang main apa?"
" main lego sama aunty." bahkan balita itu tidak antusias sama sekali dengan kehadiran sang papa. Karena sibuk dengan mainan nya dan teman baru nya.
Camila muncul dari arah dapur dan langsung menghampiri Dirga. Mengambil alih tas kerja juga jas yang Dirga sampirkan di lengan.
Satu kecupan dari Dirga mendarat di pipi Camila. Lalu Dirga merangkul pundak Camila. Kedua nya berjalan bersisihan menuju kamar meninggalkan Nath juga Je.
Semua interaksi Dirga juga Camila tak luput dari pandangan mata Nath. Apakah semua orang yang sudah menikah akan berperilaku seperti itu. Terlihat sangat manis di mata Nath.
Sanggupkah ia jika seandainya dia harus menjadi seorang istri.
Nath tersentak, Je sudah menarik lengan nya cukup keras. Ternyata sedari tadi ia melamun.
Tak berselang lama Camila kembali lagi tapi langsung menuju dapur. Memberi info pada asisten rumah tangga nya agar tak perlu memasak.
Malam ini Dirga akan mengajak nya makan di luar.
" Nath...!" panggil Camila.
" Apa." sahut Nath tanpa mengalihkan fokus nya pada mainan Je
" Mandi sana. Nanti kita makan diluar."
Nath sudah berbinar. Tak salah dia memutuskan menginap di rumah Camila jika ujung ujung nya dia akan di ajak jalan jalan.
Tentu Nath kegirangan. Gadis itu sangat hobi sekali berjalan jalan. Terlebih jika sudah masuk ke dalam mall. Dia masuk jam sepuluh pagi keluar mall jam sembilan malam kala mall akan ditutup.
Itulah Nath. Selain hobi jalan jalan dia juga hobi traveling. Dan keputusan nya untuk menjadi seorang tour guide sangatlah mendukung hobi nya itu. Bisa keliling dunia gratis. Siapa yang tidak mau coba.
Camila sudah membujuk Je, mengajak putra nya itu untuk mandi sore. Padahal biasanya setiap papa nya pulang, Je sudah rapi dan wangi. Tapi sekarang papa nya sudah sampai rumah tapi Je masih bau asem.
Nath pun ikut beranjak. Dia mau mandi. Koper nya sudah ia simpan ke dalam kamar tamu. Ya, malam ini ia akan tidur di kamar tamu rumah Mila dan Dirga.
__ADS_1
****
Dirga membawa rombongan keluarga nya makan malam di salah satu resto khas korea. Ada Camila, Nathalie, Je juga Hana.
Mereka berlima masuk ke dalam resto dan tanpa sengaja ekor mata Mila langsung menangkap kehadiran seseorang.
Belum sempat Camila memberitahu suaminya, ternyata Dirga pun juga sudah melihat nya. Dan bahkan kini mereka saling tatap dan melemparkan senyum.
Dialah dokter Rasya. Lelaki itu tidak datang seorang diri melainkan bersama seorang wanita.
" Selamat malam dokter Rasya," sapa Dirga.
Dokter Rasya berdiri dari duduk nya.
" Malam Pak Dirga, dokter Camila."
" Ya sudah silahkan dilanjut dok. Kami permisi kesana dulu."
" oiya silahkan Pak Dirga."
Ucapan dokter Rasya setengah gugup.
Setelah mendapat tempat duduk, Camila dan Hana saling tatap lalu kedua nya bersamaan menyemburkan tawa. Tawa yang ditahan. Bahkan Hana sampai sampai harus menutup mulut takut suara tawanya terdengar orang lain.
Dirga tentu saja merasa keheranan dengan tingkah istri dan babysitter nya. Apalagi Nath. Dia yang tidak tahu menahu hanya berusaha cuek saja.
" Kalian ini kenapa?" tanya Dirga penasaran.
Hana dan Mila kembali saling tatap.
" Mbak Hana, nggak papa ya aku ceritain saja." Camila meminta persetujuan Hana.
Hana mengangguk. " Iya Bu. Nggak papa cerita saja."
Camila menghela nafas bersiap cerita pada Dirga.
" Jadi begini Pa. Sewaktu aku dan Mbak Hana di sekolah Je, tiba tiba dokter Rasya datang. "
" Datang kemana? " sela Dirga tiba tiba.
" Ya datang ke sekolah Je. Lalu aku tanya baik baik. Untuk apa datang ke sekolah Je. Katanya ingin bicara sesuatu. Ya sudah akhirnya kita sepakat buat bicara di suatu tempat. "
Cerita Camila harus terputus karena pelayan datang menata beberapa menu makanan di atas meja mereka. Cukup lama mereka melakukan nya.
__ADS_1
Camila pun belum meneruskan kembali ceritanya.
Lalu setelah pelayan selesai dengan tugas nya dan masing masing sudah mendapat jatah piring masing masing, mulai lah mereka menyantap menu yang ada.
" Sayang, lanjutkan lagi ceritamu tadi."
Ah ya Camila ingat jika cerita nya masih tetputus.
" lalu dokter Rasya itu tiba tiba mengatakan ingin mengajak mbak Hana nikah. Tentu saja aku dan mbak Hana kaget. Ngajak nikah kayak ngajak beli permen."
" Serius dokter Rasya ngajakin Hana nikah? "
" Serius Pa. Lalu aku bilang pada dokter Rasya. Intinya menikah itu bukan asal menikah. Tapi ada sebuah komitmen di dalam nya. Ya aku jelasin secara halus agar ia tidak tersinggung."
" memang dasar gila itu dokter. " celetuk Dirga.
" Jangan bicara seperti itu, Pa. Kamu dulu juga sama saja. Ngajakin nikah kayak ngajak beli permen. "
" Kenapa jadi bahas aku. " protes Dirga. Camila hanya mencebik.
" Beruntung nya mbak Hana nggak mau. Sekarang lihat lah, dokter Rasya sudah bersama perempuan lain. Aku kadang heran dengan jalan pikiran lelaki itu seperti apa. Benar benar plin plan dan tidak punya pendirian. "
" Seperti nya dia itu lagi bingung sayang. Pengen buru buru nikah tapi nggak punya calon. Jadi asal embat saja. Bahkan istri orang pun dia mau ambil juga. " ucapan Dirga sedikit berapi api.
Nath yang sedari tadi hanya mendengarkan sekarang angkat bicara.
" Kalian ngebicarain lelaki yang tadi? "
" Iya. " jawab Mila singkat.
" Masak sih istri orang juga mau diambil. " tanya Camila tak percaya.
" Nath kau tahu, aku memilih resign dari kerjaan ku juga karena dokter gila itu. Dia berani berani nya bilang sama papa Dirga ingin berbagi istri. "
" Jadi.... "
" Ya. Dia tidak peduli aku istri orang. Pokok dia mau ya dia embat. Begitu gagal dia ngincer mbak Hana. "
Nathalie hanya menggelengkan kepala tak percaya. Dirga memukul pelan lengan istri nya memberi isyarat jika orang yang sedang mereka bicarakan sedang melangkah menghampiri mereka
" Pak Dirga saya permisi dulu ya. Silahkan anda nikmati makan malam nya. "
" Terimakasih dokter Rasya. Oh ya dokter, apa dokter tidak mau mengenalkan cewek cantik yang bersama dokter."
__ADS_1
Sedikit salah tingkah Rasya pun mengenalkan jika perempuan yang bersama nya ini adalah teman nya. Ya, Rasya hanya mengaku sebatas teman. Baik Dirga, Mila juga Hana hanya bisa mempercayai nya saja. Entah memang bener teman atau calon istri hanya Rasya yang tahu.