Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 41


__ADS_3

" Sayang, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu."


Malam ini Camila yang sudah beranjak naik ke atas ranjang, menatap suami nya intens. Je sudah tertidur. Dan kini mereka berdua saling duduk berhadapan dalam posisi bersila.


" Ada apa, Pa. Sepertinya penting sekali. "


" Ya. Ini memang penting sekali. Mengenai dokter Rasya."


Camila terdiam jika sudah membahas dokter Rasya pasti perasaan nya langsung tidak enak.


" Tadi pagi saat aku mengantarkan sayang ke Rumah Sakit, Dokter Rasya memanggil ku dan meminta untuk bertemu. "


Dirga menjeda ucapan nya." Ya sudah aku ikut saja karena memang penasaran dengan apa yang akan dokter itu sampaikan. Dan dari pembicaraan kami, intinya dokter Rasya dengan terang terangan ingin memintamu dari ku. "


" Sebentar Pa. Maksudnya apa? "


" Ya, dokter Rasya menginginkan aku  berbagi istri dengan nya. "


Camila yang terkejut langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.


" Pa, kau sedang tidak bercanda kan? "


" Buat apa aku bercanda sayang? "


" Tapi.... Benarkah yang dokter Rasya berbicara seperti itu langsung padamu. Ya Tuhan, bagaimana mungkin dia punya nyali sebesar itu. Lalu papa menjawab apa."


" Ya mana mungkin lah aku rela berbagi istri ku yang cantik ini dengan dokter gila. "


" Ya Tuhan Pa, aku sungguh tak menyangka jika dokter Rasya bisa ngomong langsung ke papa seperti itu. "


" Sayang, dengan begini. Kita jadi tahu, bagaimana sepak terjang dokter Rasya. Lelaki itu pasti akan melakukan apapun demi mendapat apa yang dia inginkan. Dan aku yakin, sayang sudah menjadi incaran nya. "


" Sayang, aku khawatir dengan keselamatan mu. Kita tidak tahu entah apa yang akan dia lakukan lagi. Yang jelas, sebelum semua terlambat, kita harus mawas diri. Kita harus menjaga diri sendiri jangan sampai si Rasya itu menyakitimu. "


" Pa, kenapa aku jadi takut. "

__ADS_1


Dirga menarik tubuh Camila di bawa ke dalam pelukan tubuh nya.


" Sayang, demi kebaikan bersama, bagaimana kalau kamu Resign saja dari rumah sakit. "


Camila terdiam sejenak." Pa, aku sudah berpikiran seperti itu. Aku memang sudah ada rencana resign. Dan jika kejadian hal seperti ini maka semakin mantap aku ingin resign. "


" Sayang. Apa Rasya pernah menganggumu selama di Rumah sakit. "


Camila menggeleng.


" Ya sudah lebih baik segera kamu proses surat pengunduran dirimu agar situasi tidak semakin berlarut larut. "


Camila mengangguk.


" Ya sudah, sekarang tidurlah."


Camila berbaring miring di atas ranjang. Apa yang baru saja diceritakan suaminya sungguh diluar akal sehat nya. Jadi si Rasya itu tidak hanya mengutarakan langsung perasaan nya ke padanya tapi juga mengungkapkan kepada Dirga.


Lelaki macam apa itu, apakah di dunia ini tidak ada perempuan lain selain dirinya. Camila jadi merasa takut sendiri seandainya dokter Rasya berbuat hal yang semakin jauh dan diluar batas kewajaran bagaimana.


Ya, Camila sudah bertekad besok dia akan mengajukan surat pengunduran diri nya. Lebih baik dia tidak bekerja dan jauh jauh dari Rasya. Daripada bekerja tapi yang ada pikiran nya hanya was was takut jika Dokter Rasya berbuat hal yang tidak tidak.


Siang ini Camila sudah mantap untuk menemui Rasya. Surat pengunduran diri sudah ia siapkan sejak pagi. Camila berusaha menata hati nya untuk menghadap Rasya. Maklumlah menghadapi Rasya itu memerlukan kesabaran tingkat tinggi.


Camila berjalan mantap menuju dimana ruang dokter Rasya berada. Dengan menghela nafas, Camila mengangkat tangan nya lalu mengetuk pintu nya. Satu kali ketukan tidak ada respon. Baru lah di ketukan yang kedua terdengar suara Rasya yang menyuruh nya masuk.


Kembali Camila merasa gugup. Menghadapi Rasya memerlukan nyali besar juga.


" Selamat siang dokter Rasya."


Rasya mendongak. Wajahnya berbinar mendapati Camila lah yang datang.


" Dokter Camila. Ayo silahkan masuk. Wah ada apa ini yang membuat dokter Camila bisa menghampiri saya. Ayo silahkan duduk."


Camila semakin gugup. Dia masuk ke dalam lalu menutup pintu nya. Duduk di kursi di hadapan dokter Rasya.

__ADS_1


" Dokter Camila, ada perlu apa anda bisa berada di sini menemui saya. " tanya Raysa antusias.


Dengan ragu Camila mengulurkan surat pengunduran dirinya di atas meja.


" Dokter Rasya. Tujuan saya menemui anda kali ini karena saya... Saya ingin mengajukan surat resign. "


" Resign? " suara Rasya yang sedikit meninggi membuat Camila terjengit kaget.


" Anda mau resign dokter Camila?" tanya dokter Rasya.


Camila mengangguk." Iya dokter. "


" Buat apa anda resign.? "


" Semua sudah saya jelas kan secara lengkap di dalam surat ini dokter Rasya."


Dengan kasar Rasya menggapai surat yang tadi Mila ulurkan kepadanya. Membuka nya sedikit kasar lalu membacanya satu persatu.


" Jadi alasan anda karena anda ingin mempunyai lebih banyak waktu di rumah. Anda sudah tidak ingin bekerja lagi. "


" Iya dokter. Saya merasa kasihan pada anak saya karena waktu nya bersama saya sangat lah minim. Karena saya sibuk bekerja dan kuliah. Jadi saya sudah memutuskan untuk fokus di salah satunya. Yaitu kuliah. "


" Yakin hanya itu alasan anda? "


" Maksud dokter Rasya. "


" Apakah semua ini tidak ada hubungan nya dengan pengakuan saya pada pak Dirga kemarin. "


Camila terhenyak. Rasya ternyata merasa.


" Kalau memang salah satu penyebabnya adalah itu saya minta maaf. Saya janji saya tidak akan mengulangi nya lagi. Saya khilaf hingga tidak bisa mengontrol diri untuk tidak mengakui semua perasaan saya pada dokter Camila pada Pak Dirga. Mungkin saja Pak Dirga marah karena pengakuan saya kemarin. Tapi saya benar benar minta maaf. Apakah dokter Camila tidak bisa menarik kembali surat pengunduran diri ini. "


" Maaf kan saya dokter Rasya. Tapi ini sudah menjadi keputusan bulat saya. Saya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak saya. Dan saya tidak akan bekerja lagi entah sampai waktu yang tidak dapat di tentukan. "


Rasya menghembuskan nafas lelah. Dipijit pelipisnya. Kenapa jadi seperti ini. Bukan ini yang dia harapkan. Sungguh Rasya tak menyangka jika tiba tiba saja dia mendapat surat pengunduran diri dari Camila. Lalu sekarang dia harus berbuat apa. Apakah menyetujui surat pengunduran diri ini?

__ADS_1


" Dokter Camila. Saya harap anda memikirkan nya lagi secara  baik baik. Rumah Sakit ini masih mengharapkan sosok dokter seperti dokter Camila. Saya pun juga tidak ingin kehilangan dokter Camila. Jadi keputusan saya, saya akan memberikan waktu bagi anda dua hari untuk memikirkan nya kembali. Jika memang dokter Camila sudah mendapat keputusan yang tepat segera beritahu saya. "


Tak ayal Camila pun mengangguk juga. Sekalipun dalam hati dia sudah mantap untuk resign. Dia tak akan berpikir untuk tetap stay disini. Tapi memberikan waktu buat dokter Rasya sepertinya tak jadi malasah. Karena dua hari lagi keputusan nya pun akan tetap sama.


__ADS_2