Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 13


__ADS_3

Dirga menyeret koper besar milik Camila dengan tangan kanannya , berjalan di Bandara dengan menggandeng lengan Camila di tangan kirinya. Dirga hanya seorang diri mengantarkan istrinya ,Dan memilih


meninggalkan Je bersama Bunda Anyelir. Bahkan Danisha bersama kedua anaknya juga masih ada di rumah. Menunggu Ken menjemput mereka bertiga.


Rasanya memang berat bagi Dirga melepas kepergian Camila.


Meski hanya dua minggu , tapi rasanya tetap saja seperti ada yang hilang.


" Sayang.... Hati hati di jalan, jaga diri baik baik dan jangan lupa makan."


Camila tersenyum, suaminya ini terlalu mengkhawatirkan dirinya.


" Terimakasih, Pa."


Dirga menunduk mencium kedua pipi Camila lalu mencium kening Camila dalam.


“ Aku berangkat dulu Pa, “ Pamit Camila.


Dirga menatap punggung Camila , dan istrinya itu membalikan badan , melambaikan tangan kepadanya. Dirga pun membalasnya.


Dengan berat hati Dirga berjalan keluar dari Bandara , merogoh saku celananya. Menelpon Daffi tujuan nya. Di dering kedua Daffi menjawab panggilan telfon nya.


“ Sore Daf....”


“ Dirga , Tumben nelpon. Kangen nih ceritanya .” lalu Daffi tergelak.


Dirga pun melakukan hal yang sama, Dia pun ikut tertawa.


“ Apa kabarmu ?”


“ Aku baik. Kau sendiri “


“ Akupun juga baik. “


“ Bagaimana kabar Mila juga Je. “


“ Mereka berdua baik. Daf, kau tau kenapa aku menelponmu. “


“ Aku bukan cenayang yang bisa menebak isi pikiranmu .”


Dirga menggelengkan kepalanya, berbicara dengan Daffi terkadang menguras emosinya. Tapi Daffi ini salah satu sahabat terbaik nya selain Ferdy.


“ Daf, Camila lagi pergi ke Jakarta. Dua minggu dia disana. Jika kau ada waktu, temui dia. “


“ Oh ya, kenapa kamu baru mengatakan nya sekarang , jika Camila ada di Jakarta. “


“ Dia baru akan berangkat hari ini ?”


“ Kupikir dia sudah lama disini . “ Daffi terkekeh.


“ Baiklah aku akan menemuinya jika dia sudah berada di sini. By the way , ada acara apa Camila ke jakarta. “


“ Dia ada tugas disana. Dua minggu lamanya. “


“ Oh ya, lama juga. Apa kau tak akan merindukan nya.”


“ Yang pasti aku akan sangat merindukan nya. “


Daffi tahu bagaimana cintanya Dirga pada mila. Hal itu tak perlu lagi diragukan, Dirga adalah sosok pria yang sangat sayang pada keluarganya.


Dirga yang masih bertelpon dengan Daffi sembari berjalan, tak sengaja menabrak seseorang. Seorang lelaki yang sedang menyeret koper dengan jaket tersampir di lengan nya.


“ ops ... maafkan saya. “ ucap Dirga karena bahunya bersenggolan dengan bahu pria itu. Untung saja ponselnya tidak terjatuh.


Tapi sayangnya jaket pria itulah yang harus terhempas ke atas lantai.

__ADS_1


Dirga menunduk memungut jaket tersebut, lalu diulurkan pada pemiliknya. “ Maaf, saya tidak sengaja.”


“ Ah, tak masalah. “


Lelaki itu tersenyum, Dirga pun ikut tersenyum.


“ Rasya ...!”


Dirga menoleh mendapati ada orang lain yang menghampiri, mata Dirga menyipit.


Dia tak asing dengan lelaki yang kini berhadapan dengan nya.


Lelaki berkulit putih bermata sipit.


“ dokter Allan,”


“ Pak Dirga “


Mereka berdua saling melempar senyum, “ Dokter apa kabar.”


“ Ah saya baik, Pak Dirga sendiri bagaimana ?”


“ Saya pun juga baik dokter.”


“ Tidak ada keluhan lagi kan pasca kecelakaan beberapa tahun lalu.”


Dirga menggeleng. “ Tidak ada dokter.”


Rasya hanya mengamati dan menyimak perbincangan dua orang pria di hadapan nya.


Seolah baru mengingat jika diantara mereka ada Rasya, Allan menoleh pada sahabatnya.


“ Rasya, kenalkan ini Pak Dirga. “


“ Rasya ... jadi Pak Dirga ini adalah suami dokter Camila. “


“ Apa ?” Rasya melotot tak percaya.


Benarkah Camila sudah menikah. Sungguh Rasya masih susah untuk mempercayainya.


“ Pak Dirga pasti baru saja mengantar dokter Camila ?” tanya Allan.


Dirga mengangguk, “ Iya Dokter. Anda benar. “


“ Pak Dirga , kebetulan sekali kita berdua ini satu tim denga dokter Camila. Kami bertiga lah yang ditugaskan ke Jakarta.”


“ benarkah itu dokter ?”


“ Iya,”


“ Jika seperti itu saya akan merasa tenang. Setidaknya istri saya bersama dengan orang yang tepat.”


“ Baiklah Pak Dirga jika begitu kami berdua permisi dulu.”


“ Silahkan dokter. Senang dapat bertemu dengan anda kembali.”


Rasya masih tak bergeming saat Allan menarik tangan nya.


Dengan sedikit menyeret sahabatanya itu hingga Rasya yang baru tersadar akan keterkejutan nya berjalan mengekori Allan menjauh dari Dirga. Sungguh Ini tak bisa Rasya percaya. Dia harus meluruskan lagi dengan Allan nanti siapa suami Camila itu dan kenapa Allan tampak begitu akrab denga suami Camila.


Dirga yang baru tersadar jika ponselnya masih terhubung dengan Daffi. Ditempelkan kembali ponsel di telinga nya. Untung saja Daffi tidak memutus sambungan telpon nya.


“ Daf, Sorry ada sedikit kendala tadi.”


“ Pantas saja, terdengar kamu sedang mengorol dengan seseorang. “

__ADS_1


“ Ya sudah, aku tutup dulu telpon nya. Ini aku sudah sampai di parkiran Bandara. Nanti aku hubungi kamu lagi. Bye Daf. “


“ bye.”


Dirga menyimpan kembali ponsel di saku celananya. Berjalan menuju dimana mobilnya berada.


Dia harus segera pulang jika tidak ingin Je mencarinya.


Meskipun saat berangkat tadi Je seolah tak peduli, karena putra nya itu sedang sibuk bermain bersama Kenzo dan Kenzi.


****


Di dalam pesawat yang ditumpangi oleh Allan, Rasya serta Camila.


Rasya, pria itu sudah duduk di kursi nya. Ada Allan di sebelahnya. Sementara Camila berada di kursi terpisah dengan mereka berdua. Lebih tepatnya berada di seberang kursi yang ia tempati bersama dengan Allan.


“ Allan .... “ Bisik lirih Rasya di telinga Allan.


“ Ada apa ?”


“ Lelaki tadi serius suami Camila ?”


“ Astaga , Rasya! Berapa kali kau menanyakan hal ini padaku ?”


Ya, bagaimana Allan tidak jengah jika sahabatnya ini terus saja memastikan kepadanya jika Dirga memang benar benar suami Camila.


“ Coba menolehlah ke samping. “ pinta Rasya.


Allan pun menurut , melakukan apa yang Rasya perintahkan.


Allan melihat Camila yang sedang bersandar di kursi nya sedang memejamkan matanya.


“ Memang nya kenapa ?” tanya Allan tak mengerti dengan maksud Rasya yang memintanya menoleh kesamping. Karena yang Allan lihat adalah Camila.


“ Kau lihat dokter Camila ?”


“ Iya , memang ada apa “


Mereka berdua bicara sangat lirih bahkan nyaris berbisik.


“ Dia sangat cantik. “


Allan meghembuskan nafasnya. Bagaimana bisa sahabatnya ini mengagumi kecantikan istri orang.


“ Menurutku, lelaki yang kau kenalkan bernama Dirga tadi, terlalu tua jika harus menjadi suami Camila. “


Rasya berkata penuh percaya diri, dan Allan tak menanggapi.


Memilih diam, lalu tangan nya terulur mengambil majalah yang terselip di kursi depan nya. Allan sibuk membolak balik kan majalah membuat Rasya kesal karena perkataan nya tak ditangkapi Allan.


Rasya menyenggol lengan  Allan dengan sikunya. Allan pun menoleh.


“ Ada apa ?”


“ Kenapa kau tak menanggapiku ?”


“ Apa lagi yang harus aku tanggapi dari ocehanmu itu.”


“ Ya ... ya ... “


Rasya terdiam tapi ekor matanya masih melirik Camila.


Mengagumi Camila dalam diam. Sudut bibir Rasya tertarik keatas. Rasanya dia tidak rela jika Camila harus ditakdirkan untuk menjadi jodoh pria lain, dan bukan dirinya...


Andai waktu dapat diputar kembali, mungkin Rasya ingin sekali dipertemukan dengan Camila dan menjadi suami wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2