Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season - Chapter 95


__ADS_3

Pertemua terakhirnya dengan Cinta satu tahun lalu tak meninggalkan bekas apa-apa buat Je. Bahkan hingga detik ini  dia tak lagi bertemu dengan Cinta meski katanya gadis itu berkuliah di satu kota yang sama dengan nya. Baik mama juga papa nya tak pernah membicarakan mengenai Cinta lagi. Justru yang mereka bicarakan atau tanyakan jika sedang bersamanya hanya lah mengenai calon istri . Sampai-sampai je lelah sendiri. Bagaiamana caranya dia bisa mendapat calon istri dalam waktu yang kilat karena selama ini dia sama sekali tidak pernah dekat dengan perempuan manapun. Je sudah mengamati wanita-wanita yang ada di sekelilingnya , tapi tak ada satupun yang menarik perhatian nya.


Entahlah , Je sendiri pun pusing . Kenapa ia begitu pilih - pilih jika meyangkut dengan urusan wanita. Dan hatinya juga susah sekali tersentuh atau tertarik dengan seorang perempuan. Bukan berarti dia tertarik dengan sesama jenis, bukan begitu. Bagi je, wanita itu kadang terlalu lebay dan sangat merepotkan. Mungkin karena itulah hingga sekarang Je susah mendapatkan pasangan.


Malam ini ia yang sedang merasa jenuh, karena di rumah pun dia cukup malas dengan pertanyaan mama dan papa nya seputar perempuan. Je menelpon saudara sepupunya , Kenzo. Anak dari kakak mama Camila itu sudah menikah satu tahun yang lalu dan saat ini istri nya sedang hamil muda. Sangat susah untuk Je membujuk kenzo agar mau keluar bersamanya seperti dulu saat sepupunya itu belum menikah. Sementara kenzi, adik dari kenzo sedang ada janji dengan kekasihnya sehinga menolak ajakan Je untuk berjumpa.


Je, lelaki itu sedang berada di rooftop gedung kantornya . Rooftop yang sudah ia sulap menjadi lapangan basket. Karena kecintaan nya akan basket sehingga dia menciptakan tempat yang bisa ia gunakan sebagai tempat menyalurkan hobi nya.


Masih lengkap dengan baju kerjanya , bahkan kemeja yang lengan nya ia gulung hingga batas siku sudah basah oleh keringat. Sapatu fantofel yang melekat di kaki nya tak menyurutkan niat Je untuk tetap meloncat dan berhasil memasukkan bola ke dalam ring.


Suara tepuk tangan mengalihkan perhatian Je. senyum pemuda itu mengembang melihat siapa yang datang . Ya, Kenzo pada akhirnya datang juga menemui nya. Setelah Kenzo merayu -rayu sang istri dan mengatakan jika ia akan pulang terlambat , kenzo meluncur ke kantor Je setelah ia menyelesaikan pekerjaan nya.


" Kak , kau datang juga akhirnya . "


Je melempar bola basket nya hingga menggelinding ke tepi lapangan. Lalu pemuda itu terduduk di atas lantai dengan kaki berselonjor . Nafas masih tersengal dan punggung tangan nya telah mengusap keringat yang memenuhi dahi nya.


Kenzo ikut duduk di samping Je.


" Lagi galau , hum ," ucap Kenzo.


" Tidak. aku hanya jenuh saja . Sejak kau menikah , aku merasa tak punya teman lagi hingga aku merasa sendirian. "


" Ya maaf. Bukan nya aku tak mau lagi menemanimu seperti dulu, Hanya saja sekarang aku ada prioritas yang tak mungkin aku abaikan. "


" Aku tahu itu. Oleh karena nya aku malas sekali berkomitmen. Karena ya begitulah . Setelah menikah pasti kita tak akan bebas lagi pada hidup dan diri kita sendiri. "


" Kau salah Je. Bukan seperti itu . Kau harus membuang jauh jauh pemikiran picik mu itu. "


" Apa maksudmu, Kak. "


" Menikah itu bukan lah suatu alasan untuk mengekang atau menghilangkan jati diri kita. Jika kau mengatakan dengan menikah maka tak bebas lagi itu salah besar."


" Lalu ?"


" Kau akan merasakan sendiri setelah kau menemukan pasangan dan pada akhirnya menikah. saat itulah kau akan menemukan keajaiban dari sebuah rasa yang bernama Cinta . " ucapan Kenzo yang sok puitis.

__ADS_1


Je hanya mencebik. Huh Cinta. Sebuah rasa yang selalu orang agung agungkan. Semua hal yang mengatasnamakan cinta selalu membuat orang melupakan segalanya . lalu, apakah dirinya juga membutuhkan sebuah rasa yang dinamakan cinta itu . Ah entahlah. Mengingat nama Cinta saja  pikiran Je langsung melayang pada saat dirinya masih remaja dulu. Iya , dia teringat cinta anak nya om ferdy . Ish, buat apa juga dia ingat lagi tentang gadis itu.


Senggolan yang cukup keras di lengan Je, memuat pemuda itu sedikit terhuyung ke samping.


" Kau melamun ? melamunkan apa ?"


" Entahlah kak. Aku jenuh berada di rumah. Tiap kali bertemu papa dan mama mereka pasti merecokiku dengan pertanyaan kapan menikah , kapan mengenalkan calon istrimu. Pusing aku . "


" Memang kau tak ada apa perempuan yang sedang dekat dengan mu. Kan bisa kau kenalkan pada uncle dan aunty. "


" Mana ada ? memang pernah apa aku cerita padamu jika aku punya teman wanita . "


Kenzo menggeleng. " Tidak sih. Tapi kau sendiri juga yang selalu menolak jika Kenzi ingin mengenalkan teman nya kepadamu. Padahal teman nya Kenzi itu kan cantik- cantik ."


" Cantik tak jadi jaminan dia baik dan cocok dengan ku. "


" Itu terus yang jadi alasanmu. Jika kau tak mencoba nya kapan kau aka bisa menilai apakah mereka cocok dengan mu atau tidak. "


Je hanya mengedikkan bahu . Kenzo sudah berdiri dari duduk nya membuat Je mendongak.


" Pulang ."


" Apa ? pulang . Bahkan ini masih belum ada jam delapan malam. "


" Jam delapan itu sudah cukup malam buatku untuk pulang . Belum lagi jalanan yang macet . sampai rumah bisa jam sepuluh malam. "


" Terserah kau saja Kak. hati- hati di jalan . Dan terimakasih sudah mau datang dan menghiburku ."


Kenzo menepuk punggung Je lalu meninggalkan sepupuya itu.


Setelah kepergian Kenzo, Je masih menyempatkan diri lagi untuk bermain basket . hingga satu jam lama nya barulah Je memutuskan untuk pulang . Jika sudah malam begini Je yakin papa dan mama nya pasti sudah tertidur, dan dia bebas akan cercaan keduanya.


***


Je menjalankan mobil nya dengan santai. Tidak ngebut juga tidak pelan . Pandangan nya lurus ke depan menatap jalanan yang sudah mulai legang. Hingga pada saat pandangan matanya menatap siluet tubuh seorang wanita yang sedang ditarik paksa oleh seorang lelaki membuat Je memelankan laju mobil nya .

__ADS_1


Jalan ini bukanlah jalan yang sepi. Melainkan jalan yang lumayan ramai karena tak jauh dari tempat ini terdapat sebuah night club . Mengingat night club, papa Je dulu nya juga mengelola sebuah nigt club milik daddy Bumi. Tapi sudah sejak beberapa tahun yang lalu , karena night club tersebut tidak ada lagi yang mengurusnya karena Boy pun setelah menikah langsung mengikuti istrinya pindah ke luar kota. jadinya night club milik daddy Bumi itu dialih fungsikan. Sesuai kesepakatan daddy Bumi juga , night cub tersebut dia serahkan pada Papa ken dan tempat itu sekarang sudah dijadikan sebuah restaurant.


Kembali pada je yang kini  justru sudah turun dari dalam mobil . mendekati kedua orang tersebut yang tampak sedang adu mulut. Bahkan si pria seolah memaksa agar wanita yang sedang bersamanya mau menurut padanya .


Mata Je membulat sempura saat mengetahui siapa wanita yang sedang bersama pria itu. Ya, dialah Cinta . untuk apa Cinta ada disini dan bersama seorang pria lagi.


" Cinta .... !" panggil Je dengan sedikit berteriak.


Bahkan mampu mengalihkan perhatian pria dan wanita yang sedang berdebat itu.


" Kak Jaghad ...." Wajah Cinta terlihat berbinar dan dengan sekali sentakan tangan Cinta terlepas dari genggaman pria yang tadi bersamanya . bergegas Cinta berlari mendekat dan melingkarkan tangan nya di lengan Jaghad.


" Kak Jaghad bawa aku pergi dari sini . Cepat ayo ."


Cinta menarik lengan Je dan Je yang masih bingung dengan situasi yang ada hanya menurut saja . Membawa Cinta masuk ke dalam mobil nya.


" Kak Jaghad , buruan bawa aku pergi dari sini, " pinta Cinta sekali lagi.


" Iya , iya , "


Je sudah menjalankan mobil nya. Cinta menoleh ke arah pria yang tadi membawanya. Dan begitu mobil Je sudah menjauh, Cinta menyandarkan punggungnya. Menghembuskan nafasnya lega. Bahkan gadis itu sudah memejamkan matanya sesaat.


" Apa yang terjadi dengan mu Cinta ? dan siapa pria tadi?"


pertanyaan Je membuat Cinta harus membuka mata nya. lalu menoleh sekilas menatap Je.


sedikit ragu dia ingin menjawab, tapi bagaimanapun juga Jaghad sudah menolongnya . Dan sudah sepantasnya Cinta berterimakasih pada lelaki di sebelahnya ini .


" Kak Jaghad , Terimakasih sudah menolongku ."


" Kau belum menjawab pertanyaan ku ."


Cinta terdiam lalu menunduk. Berusaha merangkai kata untuk menjawab pertanyaan jaghad.


 

__ADS_1


 


__ADS_2