
Lega rasanya hati Camila dan juga Dirga karena pada akhirnya melihat juga putra tunggalnya menikah . Mereka sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk mendampingi putra nya . Dirga dan Camila saling berepelukan saat kata Sah terlontar dari mulut Bapak Penghulu dan juga dari para saksi serta keluarga yang menghadiri acara pernikahan Jaghad dan Cinta.
" Alhamdulillah ," ucap Dirga dan juga Mila.
Acara pernikahan sederhana yang dilangsungkan di kediaman Ferdy yang ada di kampung halaman Hana. Hanya acara ijab qabul dengan disertai acara tasyakuran kecil kecilan. Dihadiri oleh keluarga dekat saja serta beberapa tetangga Hana dan juga Ferdy .
Seperti permintaan Cinta yang menginginkan agar pernikahan dilaksanakan secara sederhana saja. Dan keluarga Dirga serta keluarga Ferdy pun tak keberatan. asalkan mereka berdua bisa berbesanan.
Sehari setelah akad nikah selesai dilangsungkan , Camila beserta keluarga nya harus kembali ke rumah mereka. Jaghad juga ikut serta bersama mereka. Akan tetapi Cinta lebih memilih tetap tinggal di rumah kedua orangtuanya . Karena dia baru akan memulai kuliah sekitar dua minggu lagi.
Hana juga Ferdy sudah memaksa agar Cinta ikut bersama Dirga sekeluarga, akan tetapi Jaghad lah yang justru mengijinkan Cinta agar masih tetap tinggal di kampung. Jaghad memberikan kesempatan pada Cinta untuk berlama-lama bersama keluarga nya.
Dan karena Jaghad sendiri yang mengijinkan Cinta maka Hana, Ferdy, Mila juga Dirga hanya menurut saja dan mengikuti apa yang sudah Jaghad putuskan.
***
Pagi ini bahkan Jaghad baru saja tiba di kantornya saat Afi, sekretarisnya mengatakan jika kakak sepupunya telah menunggunya di dalam. Siapa lagi jika bukan Kenzo.
Dan benar saja saat Jaghad masuk ke dalam ruang kerjanya, Kenzo sudah duduk manis diatas sofa.
" Kak ...! Kau datang ," sapa Je.
Lelaki bernama Kenzo lagsung berdiri menghampiri Je dan mereka berangkulan .
" Selamat ya pengantin baru. Sorry , aku tak bisa menghadiri acara pernikahan mu." sesal Kenzo.
Memang saat Je menikah dua hari lalu, Kenzo tidak bisa ikut bersama keluarga nya untuk hadir di rumah Cinta . Istri kenzo yang sedang bermasalah dengan kehamilan nya sehingga tidak diperbolehkan untuk bepergian ke luar kota.
" Tidak masalah Kak. Lagipula papa Ken, mama Ica juga Kenzi sudah mewakilimu ."
__ADS_1
" Akhirnya kau menikah juga. Siapa sangka jika selama ini kau menjaga jodohmu sejak Cinta masih kecil. " Kenzo terkekeh.
" Kau ini bicara apa Kak . "
" Sungguh aku tak menyangka jika pada akhirnya kau menikah dengan anak nya Om Ferdy."
" Salahkan saja papa dan mama yang menjodohkan ku dengan Cinta. "
" Aku mendukung dengan apa yang uncle dan aunty lakukan. mungkin jika kau tak dijodohkan , bisa jadi sampai perjaka tua kau tak laku juga. "
" Sialan kau , Kak. Ternyata kau datang kesini hanya untuk mengolok ku .... "
Dan pecahlah tawa Kenzo. Suka sekali dia menggoda adik sepupunya ini. Dulu Je yang selalu anti menikah dan kini di usia kepala tiga, akhirnya sepupu nya ini menemukan jodoh nya.
****
Satu minggu berlalu sejak hari pernikahan nya, Jaghad masih bersikap seperti biasa. Jaghad lupa jika dia sudah menikah. Bahkan tak pernah terpikir oleh nya untuk sekedar menelpon Cinta yang madih berada di kampung.
Dan Jaghad baru teringat, jika memang ada klien lama perusahaan yang sedang menggelar acara pesta. Kemarin Je sudah ditawari oleh papa nya untuk ikut tapi dia menolak karena terlalu malas menghadiri acara seperti itu.
Je melangkah kan kaki naik ke lantai dua rumah nya. Berjalan lesu sambil membuka kancing teratas kemeja nya.
Belum juga tiba di kamarnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan pintu kamar yang berada di sebelah kamarnya terbuka. Muncul sosok Cinta yang keluar dari dalam nya.
Cinta pun juga sama terkejut nya. Bahkan gadis itu sampai memegang dadanya karena kaget . Mereka berdua saling tatap dalam diam.
"Baru pulang, Kak?" tanya Cinta pada akhirnya.
Je hanya mengangguk. Lalu memutuskan berlalu ke dalam kamarnya. Dia tidak ingin berlama lama bersama Cinta.
__ADS_1
Entah, setelah seminggu lamanya tak bertemu gadis itu, kali ini saat keduanya saling dipertemukan, jantung Je berdetak lebih kencang saat dia bersitatap dengan Cinta.
Di dalam kamarnya, Je duduk di atas ranjang dalam diam. Dilepas semua kancing kemeja nya lalu ia hempaskan begitu saja. Je menghela nafasnya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta. Perasaan nya pada Cinta kenapa jadi berbeda seperti ini. Je menggelengkan kepalanya. Berusaha mengusir bayang bayang Cinta. Dengan gontai Je masuk ke dalam kamar mandi.
Cinta melanjutkan niatnya turun ke lantai satu untuk mengambil minum. Rumah terlihat sangat sepi.Dia tahu jika Mila dan Dirga sedang pergi. Membuka lemari pedingin dan mengambil minuman dari dalam botol. Setelah rasa hausnya terobati , Cinta memilih menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi.
Cinta yang terlalu fokus menonton hingga tak meyadari kehadiran Jaghad yang sudah duduk di sebelahnya.
" Kau sudah makan malam atau belum ?" tanya Jaghad.
Cinta tersentak kaget dengan kehadiran Jaghad yang tiba-tiba. Cinta menoleh ke samping menatap jaghad dengan menggelengkan kepalaya.
" Belum ," jawab Cinta.
Jantung Cinta sudah berdegub kencang. Aroma yang menguar dari tubuh Jaghad sangat mengganggu konsentrasi nya. Bahkan lelaki itu tampak terlihat segar karena selesai mandi. Cinta merutuki diriya sendiri karea harus terjebak dalam situasi ini .
" Ayo kita makan ." Ajak Jaghad dan lelaki itu sudah beranjak berdiri meninggalkan Cinta yang masih berusaha menormalkan detak jantungnya.
Makan malam hanya berdua membuat suasana menjadi cangung. Entah kenapa Cinta bisa segugup ini hanya berdua bersama Jaghad. Padahal dulu sewaktu ia kecil , jika melihat Jaghad dia akan kegirangan dan tanpa sungkan sudah bergelayut manja pada pria di hadapan nya ini.
Cinta menggelengkan kepalanya hanya mengingat masa lalu nya. Hanya dengan mengingatnya saja sudah membuatnya merasa malu. dan siapa sangkan jika ternyata dirinya benar-benar berjodoh dengan Jaghad.
" kau keapa ?" pertanyaan Jaghad membuat Cinta mendongak.
" kenapa makanan mu tidak kau makan ?"
__ADS_1
" Hah .... "
mendengar perkataan Jaghad , Cinta kembali menunduk dan memang sedari tadi dia hanya mengaduk aduk makanan nya saja karena sibuk mengingat masa lalunya. Cinta merasa bodoh jika bersama lelaki yang telah sah menjadi suaminya ini . sugguh dia merasa malu dan memilih menunduk menghabiskan makanan nya.