Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 35


__ADS_3

" Dokter Mila, anda dipanggil oleh dokter Rasya. Diminta untuk ke ruangan dokter Rasya sekarang."


" Baik suster. Terimakasih."


" sama - sama dokter."


Camila menghela nafas. Untuk apalagi lelaki itu mencari nya. Ah, baiklah. Sebaiknya memang dia segera menemui dokter Rasya. Camila beranjak berdiri merapikan bajunya lalu keluar ruangan.


Berjalan gontai menuju ruangan dokter Rasya.


" Dokter Camila....!"


Camila menoleh lalu tersenyum mendapati dokter Allan.


" Hai dokter Allan."


" Mau kemana?"


" Saya mau ke ruangan dokter Rasya."


" ke ruangan dokter Rasya? Untuk apa?"


Camila mengedikkan bahu karena dia sendiri tidak tahu tujuan Rasya memanggilnya.


" Entahlah dokter, tadi suster yang meminta saya untuk menemui dokter Rasya. "


Dokter Allan hanya manggut - manggut, tapi dalam hati dokter Allan berpikir apa yang sedang direncanakan oleh Rasya.


" Baiklah dokter Allan. Saya permisi dulu." pamit Camila.


" Silahkan. "


Dokter Allan menatap punggung Camila yang berlalu menjauhi nya. Dalam hati dokter Allan berdoa semoga saja Rasya tidak berbuat hal yang aneh aneh pada Camila.


Camila berdiri di depan ruangan dokter Rasya. Menarik nafas dalam sebelum ia mengetuk pintu nya.


Dua kali ketukan barulah suara dokter Rasya yang meminta Camila masuk terdengar di telinga dokter perempuan itu.


Pintu Mila buka dengan perlahan.


" Selamat siang dokter Rasya. Anda memanggil saya."

__ADS_1


Dokter tampan berkulit putih yang hari ini menggunakan kemeja biru laut dipadu dengan celana bahan berwarna hitam, mendongak menatap kehadiran Mila.


" Iya, masuklah dokter Camila."


Camila masuk lalu menutup kembali pintu nya.


" Silahkan duduk. " perintah Rasya.


" Terimakasih dokter."


Camila duduk di kursi didepan meja kerja dokter Rasya.


Untuk beberapa saat mereka saling terdiam. Rasya masih belum puas memandang dokter cantik di hadapan nya. Sementara Mila, tentu saja merasa jengah dengan tingkah kurang ajar dokter Rasya.


" Dokter Rasya ada perlu apa ya memanggil saya." Camila pun buka suara.


Rasya menghela nafas.


" Dokter Camila, tujuan saya memanggil anda karena saya ingin memberikan peringatan pada anda."


Camila mengernyit kan kening. Peringatan apa. Pikir Camila dalam hati.


" Maksud dokter Rasya, peringatan apa ya? Maaf saya kurang paham."


" Maaf dokter saya tidak mengerti dengan apa yang dokter maksudkan."


" Dokter Mila, saya memperingatkan anda agar lebih bisa menjaga kesopanan selama berada di Rumah Sakit ini. Ini adalah tempat umum dan bukan tempat mesum. Jadi tolong anda kondisikan jika ingin berbuat hal - hal yang diluar batas kewajaran. "


" Dokter Rasya, apa yang anda katakan itu? Apa yang sebenarnya saya lakukan hingga dokter harus memberi saya peringatan. "


Rasya meraup wajahnya. Iya dia pusing, dia cemburu dan dia benci jika mengingat kejadian ciuman yang dilakukan Mila bersama lelaki brengsek yang sialnya adalah suami Mila.


" Anda tidak merasa bersalah telah berciuman di tempat parkir tadi pagi? "


Mila terhenyak. Yang Rasya maksudkan adalah kejadian Dirga yang mencium nya tadi pagi.


" Apa maksud dokter? Dokter Rasya ternyata juga mengintai saya?"


" Saya bukan mengintai, tapi kalian melakukan nya di tempat umum. "


Camila tersenyum sinis. Sungguh ia sangat kesal dengan sikap Rasya yang menurut Mila sangat berlebihan.

__ADS_1


" Dokter Rasya, saya mohon maaf jika apa yang saya lakukan dengan suami saya telah mengganggu dokter. Jika dokter ingin memberi surat peringatan atau surat pemecatan sekalipun akan saya terima."


Rasya terhenyak, ternyata Camila berani berkata demikian pada nya. Hei, dia tidak ada tujuan untuk memecat wanita ini. Dia hanya tidak suka melihat kemesraan Dirga dan Camila.


" jika tidak ada lagi yang ingin dokter Rasya sampaikan, saya permisi dulu."


Camila beranjak berdiri bersiap meninggalkan Rasya, tapi ucapan Rasya kali ini membuat Mila kembali membalikkan badan nya.


" Saya tidak suka melihatmu bermesraan dengan Dirga. "


Camila shock, bagaimana mungkin lelaki di hadapan nya ini sanggup berkata demikian. Bahkan wajah Rasya sangat datar tanpa ekspresi saat mengatakan hal itu.


" Apa maksud dokter?"


Rasya menegakkan punggung nya dengan tatapan intens tertuju pada Camila.


" Ya, saya tidak suka dan saya cemburu melihatmu bersama Dirga."


" Dokter Rasya. Dirga itu suami saya. Lalu untuk apa juga anda harus merasa tidak suka. Jika dokter tidak suka, maka dokter tidak perlu melihat nya dan...."


Ucapan Camila terputus oleh perkataan Rasya.


" Aku menyukaimu Camila. Apa kau tak pernah merasakan nya. "


Tubuh Camila menegang. Benar ternyata dugaan nya selama ini. Rasya menyukai nya. Bahkan suaminya pun juga pernah mengatakan jika Rasya menyukai nya. Meski ia sempat menyangkal tapi sekarang semua itu benar ada nya. Ya, benarkah Rasya menyukai nya. Dia harus bagaimana sekarang? Ya, dia harus pergi dan tak perlu menanggapi dokter Rasya yang menurut Camila sudah tak punya akal sehat.


" Dokter saya mohon maaf. Saya permisi dulu."


Dengan terburu - buru Mila meraih handel pintu, tapi dia tersentak kala tangan Rasya menarik lengan nya.


" Dokter Rasya, apa yang anda lakukan?"


Mereka berdiri saling berhadapan.


" Ceraikan Dirga, lalu Menikah lah dengan saya. Kita bisa mulai mengurus Rumah Sakit ini berdua. Aku yakin jika Rumah Sakit ini berada di bawah pimpinan kita maka Rumah Sakit ini akan berkembang pesat. Kau tahu Mila, Rumah Sakit ini sudah menjadi hak milik ku sekarang. Om Hendra sudah benar - benar pensiun. Dan beliau menyarankan padaku agar aku mencari pendamping hidup yang bisa aku jadikan partner mengurus Rumah sakit ini. "


" Tapi bukan saya orang yang dokter maksud. Silahkan anda mencari wanita lain yang masih single tentu nya. "


" tapi saya hanya mau kamu dan bukan wanita lain. "


" Maaf dokter, saya tidak bisa. Permisi "

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Mila memutar handel pintu ruangan Rasya. Tanpa sempat Rasya mencegah Mila berhasil keluar ruangan. Membanting pintu dengan sedikit keras. Tak peduli lagi dengan kesopanan. Mila sangat kesal sungguh kesal luar biasa. Bagaimana mungkin ada lekaki kurang waras seperti dokter Rasya. Tanpa rasa malu atau segan menyuruh nya bercerai dari papa Dirga. Yang benar saja. Dipikir nya dia itu siapa? Apa dengan iming - iming Rumah Sakit lalu dia akan tertarik. Jika soal harta, Mila tak pernah meragukan kekayaan suaminya yang lebih daripada cukup. Dia tak butuh Rumah Sakit. Bahkan jika dirinya mau, Dirga juga bisa membangun klinik untuk nya agar bisa buka praktek. Dan suatu hari nanti pasti akan Mila lakukan jika jam terbang nya sudah mencukupi. Sungguh dia sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang Rasya tawarkan padanya. Cinta nya hanya untuk Je dan papa Dirga seorang. Tak ada yang lain nya.


__ADS_2