
Liburan kali ini sudah ditunggu-tunggu oleh Dirga. Pasalnya dia sudah lama sekali tidak berlibur bersama keluarga nya. Apalagi kali ini yang akan mereka kunjungi adalah keluarga Bumi Perkasa, kakak nya.
Hanya Je yang kini sedikit mengerucutkan bibirnya, karena ternyata papa nya mengajak serta keluarga Ferdy. Bukaan Je tak suka papa nya mengajak Ferdy sekeluarga. Hanya saja jika ada Cinta maka bisa Je pastikan jika gadis kecil itu akan selalu lengket kepadanya.
Sampai di Bali mereka dijemput oleh mobil hotel di Bandara. Langsung menuju hotel untuk beristirahat karena Bumi sudah mengagendakan acara makan malam bersama di rumah nya.
Sesampai mereka di hotel, Bumi sudah menyambut mereka. Melihat kedatangan rombongan Angkasa Dirgantara, senyum Bumi merekah.
Bumi berjalan mendekat pada Dirga, adik lelaki satu satu nya. Dan mereka sudah berpelukan melepas rindu karena beberapa bulan tidak bertemu.
"Akhirnya kau datang juga. Aku sudah menyiapkan kamar khusus untuk kalian. Selamat beristirahat. Dan jangan lupa nanti malam mobil hotel akan mengantarkan kalian ke rumah."
Setelah berbincang sebentar, Bumi mempersilahkan semua untuk masuk ke dalam kamar yang sudah ia siapkan.
Je, pemuda itu tidak mau tidur sendiri di kamarnya dan memilih bergabung bersama papa dan mama nya.
" Kau ini sudah besar Je. Kenapa tidur sendiri saja tidak berani." protes Dirga pada putra nya.
Pasalnya, jika ada Je diantara mereka, maka niatan Dirga yang akan modus pada Camila gagal sudah.
"Pa, biarkan saja kenapa. Lagi pula kan kasihan jika Je tidur sendirian di kamar nya. Kalau disini kan jadi ramai kita bisa kumpul bertiga."
"Iya, heran sama papa. Atau kalau papa mau, papa saja yang meniduri kamarku. Biar aku yang tidur disini nemenin mama."
"Eh enak saja. Jangan coba-coba merebut mama dari Papa."
Camila langsung pusing kepala jika mendengar anak dan suaminya sudah berdebat seperti ini.
__ADS_1
"Sudah sudah. Kalian jangan berdebat terus. Mama pusing dengermya. Begini saja, biarkan mama saja yang tidur di kamar Je. Kalian berdua tidur disini."
Setelah mengatakan itu, Camila keluar dari dalam kamar. Je juga Dirga hanya terbengong menatap mamanya yang kini sudah tak terlihat lagi.
" Ini semua gara - gara papa. Mama jadi ngambek kan? "
" Kenapa papa. Kan kamu yang mulai. "
Dan masih berlanjut lagi perang mulut antar keduanya.
***
Malam hari nya Bumi, Alisha, Bulan juga Bintang menyambut kedatangan keluarga uncle mereka. Saling berpelukan melepas rindu. Karena kesibukan masing masing yang membuat mereka jarang bertemu. Apalagi lokasi mereka yang juga berjauhan sehingga membuat mereka harus mengagendakan waktu agar bisa berkumpul bersama seperti ini.
Alisha sudah menyiapkan makan malam untuk tamu-tamu nya. Tamu spesial yang mereka jamu dengan hidangan spesial pula.
Je sudah terlibat obrolan seru dengan saudara sepupu nya. Siapa lagi jika bukan Bulan dan Bintang.
Sementara itu Bintang yang masih berusia lima belas tahun juga tak kalah seru terlibat pembicaraan bersama Jaghad. Mereka saling tertawa membuat Bumi juga Dirga mengalihkan perhatian pada putra putri mereka.
"Lihat lah, tak terasa sekarang anak anak kita sudah remaja semua." celetuk Bumi sambil mengamati ketiga nya.
Dirga terkekeh. "Kak, ternyata kita ini sudah tua ya...."
Lalu mereka berdua tertawa bersama.
Bumi berkata, "Kau tak lihat apa jika warna rambutku saja sudah berubah menjadi dua. Itu tandanya memang kita sudah tua. Dan aku harap kita bisa menua bersama."
__ADS_1
Keduanya saling pandang lalu tersenyum. Sungguh waktu berjalan begitu cepat. Hingga tak terasa mereka berdua sudah sama sama menua.
" Ya, apalagi kau kan juga sudah dipanggil opa, Kak. Jadi, jangan pernah kau merasa masih muda. " sindir Dirga pada Bumi.
Bumi memang sudah menjadi opa karena Danu, putra pertamanya sudah memiliki dua orang anak. Satu anak perempuan yang usia nya tiga belas tahun. Hanya selisih dua tahun dengan Bintang. Sementara anak kedua Danu berusia sepuluh tahun. Akan tetapi saat ini Danu sedang tidak berada di Bali. Karena anak pertama Bumi itu tinggal di Hongkong.
"Papa dan Mama apa kabarnya?" Bumi sebenarnya sangat merindukan kedua orangtuanya yang sudah sangat tua.
"Ya begitulah Kak. Namanya juga sudah lanjut usia. Ada saja keluhan nya." jawab Dirga
Papa dan Mama yang sudah berusia kepala sembilan, sangat dijaga dengan baik oleh Dirga. Bahkan sejak beberapa tahun yang lalu Dirga sudah memboyong keduanya ke rumah nya. Dengan dibantu oleh babysitter yang akan mengurus papa dan mamanya.
" Aku rindu mereka. Cukup lama aku tak mengunjungi papa dan mama. Karena ya, aku sendiri juga sekarang ini mengurangi bepergian keluar kota. Karena faktor usia mungkin. Jadi aku tak bisa sering sering melakukan perjalanan jauh."
Dirga juga memaklumi. Tak pernah menuntut kakak nya untuk selalu mengunjungi papa dan mamanya. Toh mereka juga masih sering berkirim kabar. Hampir setiap hari Bumi juga akan menelpon papa dan mama nya meski hanya sekedar bertanya kabar saja.
***
Alisha bersama Camila dan dibantu oleh Hana menyiapkan makan malam mereka. Sementara Cinta yang sudah memaksa papa nya mengajak keluar hotel sejak sore tadi untuk pergi jalan-jalan di pantai dan mereka berdua sudah berjanji akan segera menyusul ke rumah Bumi.
Setelah semua siap, Alisha memanggil semua keluarga nya untuk makan malam bersama. Suasana yang begitu ramai sungguh momen seperti ini yang jarang sekali mereka lakukan.
"Selamat malam semua." mereka semua yang sedang menyantap makanan dikejutkan dengan hadirnya Ferdy dan juga cinta.
Ferdy yang meminta maaf pada tuan rumah karena datang ke rumah ini terlambat. Semua karena cinta, anaknya yang memaksa untuk pergi ke pantai dan Ferdy tak akan bisa menolak keinginan Cinta.
Sementara itu, cinta yang kini sudah tersenyum pada semua seolah tak pernah canggung meski gadis itu berada di rumah orang yang tidak ia kenal. Cinta gadis yang pemberani dan pembawaan nya yang supel sangat mudah menyesuaikan diri.
__ADS_1
Dan lihat lah, sekarang gadis itu sudah bergabung bersama Je dan Bintang. Duduk di tengah tengah keduanya tanpa rasa canggung sedikitpun.
Dan Ferdy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak nya.