
Yang mau tahu kisah Daffi, aku selipin disini ya...
>>> Back to story
Hidup menjadi seorang lajang hingga di usia ke tiga puluh lima tahun bukanlah perkara mudah bagi seorang Daffi Juliandra. Setiap orang yang dia jumpai selalu tak percaya jika Daffi bilang belum berkeluarga. Dikira nya Daffi ini sudah beranak dua.
Belum lagi tekanan dari keluarga yang selalu merecoki hidup Daffi dengan pertanyaan seputar " Kapan nikah?", Lelaki itu pun juga tidak tahu apa jawaban nya.
Bukan nya Daffi tidak ada keinginan untuk menikah. Hanya saja perasaan dan hatinya sudah terkunci rapat dengan seorang wanita dari masa lalu nya. Wanita yang selalu ingin dia cari dimana keberadaan nya. Wanita yang sering membuatnya harus terbangun di tengah malam hanya karena sebuah mimpi buruk yang selama bertahun-tahun ini selalu mengusik tidurnya.
Entahlah kenapa Daffi jadi seperti ini. Dibalik sifat dingin nya pada semua perempuan diluar sana, sebenarnya Daffi menyimpan penyesalan yang luar biasa. Hingga membuatnya terbelenggu akan masa lalu.
Daffi sudah mencoba untuk melupakan wanita itu, Nathalie Wijaya. Tapi tak bisa. Bahkan sekalipun Daffi tahu jika Nathalie tidak ingin lagi bertemu atau melihat dirinya lagi, tak sedikitpun menyurutkan niat Daffi untuk terus mencari dan mencari dimanapun Nath berada saat ini.
Bertanya dengan Dirga juga Camila pun percuma. Karena setiap informasi yang keluar dari mulut keduanya selalu Daffi turuti. Tapi nyatanya apa, semua sia sia. Pernah suatu ketika Camila mengatakan jika Nath sedang ada di Bali. Akan tetapi begitu Daffi menyusul nya kesana, Nathalie sudah tidak ada. Menghilang entah kemana.
Hingga informasi terakhir yang Daffi terima, jika saat ini Nath telah menetap di London. Sudah tidak ada lagi keinginan Daffi untuk menjumpai wanita itu. Terlalu sering kecewa membuat Daffi kehilangan semangat.
Dua belas tahun dia mengharapkan Nath. Tapi tidak ada hasil nya. Bukan nya Daffi tidak pernah mencoba untuk membuka hati nya pada wanita lain. Sudah pernah Daffi lakukan. Tapi tetap tidak bisa. Perasaan nya hambar. Dan Daffi tidak ingin menyakiti hati siapapun jika memang dia tidak ada rasa dengan wanita manapun.
Aira, kakak perempuan nya yang sekarang juga menetap di London. Berkali kali berusaha menjodohkan nya tapi tak ayal berakhir dengan kekecewaan juga.
Daffi sudah memutuskan jika dia tidak akan lagi mencari atau mengejar Nathalie lagi. Membiarkan dirinya dan cinta nya mengalir begitu saja hingga suatu ketika jodoh yang akan datang dengan sendiri nya.
Jika memang dia berjodoh dengan Nathalie sudah pasti mereka akan dipertemukan kembali. Meski fakta nya, berkali kali Daffi ke London mengunjungi kakak nya, tak sekalipun dia pernah bertemu dengan Nath disana.
Untuk menghibur dirinya sendiri, Daffi sudah tidak mau ambil pusing lagi mengenai Nathalie.
__ADS_1
*****
" Jadi, bagaimana Daf. Kamu sudah ada keputusan." tanya Kak Malvin di suatu malam lewat sambungan telpon.
Daffi menghela nafas. Sebenarnya dia bingung mau menjawab apa. Tawaran yang diberikan kakak iparnya membuat Daffi tak bisa tidur beberapa malam ini.
Di satu sisi dia ingin mengembangkan sayap karir hingga ke luar negeri. Tapi di sisi lain dia masih terlalu berat meninggalkan negaranya. Di tengah kebimbangan nya, Daffi mencoba memantapkan hati untuk mengambil keputusan yang diharapkan adalah yang terbaik dari yang paling baik.
" huft. Baiklah kak. Aku terima tawaran mu."
****
Daffi sedang berjalan menyusuri Heathrow Airport Bars and Restaurant, London. Sambil menyeret koper besarnya dia menunggu seseorang mengangkat panggilan telpon nya. Keputusan yang sangat besar telah dia ambil demi kelangsungan karir dan hidup nya. Di usia nya yang sudah tiga puluh lima tahun membuat Daffi terlihat semakin matang dan dewasa.
Wajah tampan dengan rahang yang tegas jelas berbeda dengan Daffi dua belas tahun silam. Jika dulu Daffi hanyalah remaja amburadul yang berpofresi sebagai disc jokey yang mengharuskan nya keluar masuk dari satu club ke club yang lain di daerah Surabaya. Berbeda dengan Daffi yang sekarang adalah seorang eksekutif muda yang gila kerja hingga di usia yang sudah kepala tiga tapi belum juga mau memikirkan tentang berumah tangga.
" itu kan si pirang." gumamnya.
Daffi tersenyum lebar dan segera berjalan ke arah wanita yang tadi dia sebut si pirang.
" Hai pirang, apa kabar. Hmm sudah lama sekali ya kita tidak bertemu." sapa Daffi saat ia sudah berdiri didepan wanita yang saat ini sedang membuka mulutnya tampak terkejut. Hingga tak ada satu kata pun yang mampu diucapkan wanita itu.
Daffi begitu gemas melihat ekspresi wanita yang telah mencuri hatinya dua belas tahun silam ini.
" sepertinya kita memang berjodoh ya .... Nice to meet you again pirang."
Senyum lebar Daffi dengan perlahan menghilang kala seorang pria bule hadir diantara mereka. Pria bule itu menghampiri Nathalie yang masih berdiri mematung menatap Daffi.
__ADS_1
Tatapan mereka saling mengunci setelahnya Nath membuang pandangan pada pria bule yang kini sudah menarik lengan nya menjauh. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka hanya saja Nath sempat menoleh kembali kebelakang sebelum bayangan tubuhnya menghilang dari penglihatan Daffi.
Satu tepukan di punggung membuat Daffi tersentak kaget.
" bengong disini. Aku cariin juga. Dan lihat lah ponsel mu.... Masih menyala. Aku sudah teriak ribuan kali tapi kau tak mau menjawabnya."
Daffi terkekeh mendengar omelan Matthew, lalu pandangan Daffi terpaku pada ponsel yang memang masih tersambung dengan nomor ponsel Matt.
" sorry bro..... " hanya itu yang keluar dari mulut Daffi. Pikiran Daffi saat ini hanya ada Nath dan Nath. Tiba tiba saja otak nya blank.
Bahkan saat Matt sudah menyeret koper nya. Daffi masih tak bergeming di tempatnya.
" Daffi Juliandra....!! Sampai kapan kau mau tetep bengong disitu."
Sekali lagi Daffi tergagap lalu berjalan dengan langkah lebar menyusul Matthew.
Mattew Rionald, lelaki berdarah Jawa-Inggris. Bapak Inggris, Ibu jawa. Lelaki seumuran Daffi Juliandra yang telah bekerja dengan Malvin cukup lama hingga lelaki itulah yang kerap menjadi orang kepercayaan Malvino Revaldi, kakak ipar Daffi Juliandra.
Hingga mobil Matt meninggalkan Bandara, Daffi masih terdiam. Mencari cara bagaimana bisa menemukan keberadaan Nathalie. Sering berada di London dan baru kali ini tanpa sengaja dia bisa bertemu dengan perempuan pujaan hati.
Hati Daffi yang berbunga mendadak sendu mengingat pria bule yang bersama Nathalie tadi. Daffi bertanya tanya, siapa pria tadi? Kekasih Nath kah? Atau suami?
Ah tapi tidak mungkin jika suami karena Daffi tidak pernah mendengar kabar tentang pernikahan Nathalie. Jika Nath menikah pasti Mila dan dirga memberitahu nya.
Akan tetapi jika pria bule itu tadi hanyalah kekasih Nathalie, Daffi merasa masih ada kesempatan untuk mendapatkan Nathalie kembali. Meskipun Nathalie akan menolak nya tapi Daffi tak akan menyerah.
Matt yang melihat Daffi hanya termenung, menggelengkan kepala. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada lelaki yang juga sahabatnya karena dulu mereka berdua pernah bekerja di satu perusahaan yang sama yaitu Revaldy's Company yang berada di Jakarta.
__ADS_1
Mengenal Daffi sekian tahun membuat Matt tahu apa yang sedang dipikirkan lelaki itu, dan Matt hanya mengedikan bahu kala ekor matanya melihat sudut bibir Daffi yang tertarik membentuk lengkungan senyum.