Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 96


__ADS_3

" Kau belum menjawab Pertanyaan ku, Cinta? Siapa pria tadi dan kenapa kau bisa ada disini?" desis Jaghad tajam.


Cinta yang sudah ketakutan pada akhirnya menjawab juga apa yang Sedari tadi Jaghad tanyakan.


" Pria tadi adalah kekasih ku, Kak." jawab Cinta lalu gadis itu terdiam.


" Apa? Kekasihmu? Dan untuk apa kau bertengkar dengan nya di tempat itu."


"Itu karena dia memaksaku untuk mau dibawa nya masuk ke dalam niht club. Tapi aku tidak mau. Dan dia memaksaku, kak."


Kini cinta sudah menunduk merasa takut akan reaksi Jaghad. Sungguh menyeramkan jika seorang Jaghad sedang marah seperti ini.


"Dan kenapa Sofia membiarkan mu keluar dengan seorang pria malam malam begini?" tanya Jaghad selanjutnya.


Cinta mendongak lalu menoleh menatap Je.


"Kak Sofia sudah tidak tinggal lagi di kota ini."


"Maksudmu?"


"Kak Sofia sudah pindah ke luar negeri. Mengikuti suaminya yang mendapatkan Beasiswa."


Tentu saja Je terkejut. Karena setaunya, Cinta itu kuliah disini dan tinggal bersama Sofia. Tetapi kenyataan yang ia dengar sekarang ternyata Sofia justru sudah tidak lagi tinggal di kota ini.


" Lalu, selama ini kau tinggal dimana jika Sofia sudah tidak ada lagi di kota ini."


"Aku tinggal di rumah kos."


"Apa?" lagi lagi Je terkejut.


"Karena rumah papa masih dikontrak orang sampai tahun depan. Dan sebenarnya Kak Sofia masih memintaku untuk tinggal di rumah nya meskipun tidak ada kak Sofia disana. Akan tetapi aku kesepian karena tinggal sendiri. Jadinya aku memutuskan untuk tinggal di rumah kos saja.


"Astaga Cinta! Dan sekarang jujur padaku. Apakah om ferdy tahu jika kamu sekarang tinggal di rumah kos."


Cinta menggeleng lemah.


" bagus. Jadi om Ferdy tidak tahu. Dan selama kamu tinggal di rumah kos, jadi bisa bebas sesuka hatimu."

__ADS_1


"Apa maksud kak Jaghad berbicara seperti itu."


Inilah yang Cinta tidak suka dari diri seorang Jaghad. Selalu menghakimi sesuka hati nya. Selalu berprasangka buruk sama orang lain. Dan seolah dirinya sendiri yang paling benar.


"Buktinya kau bisa keluyuran malam malam begini. Bersama seorang pria lagi? Untung saja aku menolongmu. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi padamu."


Karena Cinta tidak mau berdebat, dia memilih untuk diam saja. Kejadian sebenarnya bukan lah seperti itu. Cinta dan ari keluar sejak sore tadi. Mereka mencari makan dan berjalan jalan. Hal yang biasa ia lakukan selam dua bulan berpacaran dengan Ari. Dan selama ini ari tidak pernah aneh aneh atau macam macam padanya. Hingga tadi Cinta pun terkejut kala Ari tak juga mengantar nya pulang ke rumah kos nya. Melainkan membawanya ke sebuah club malam. Cinta sempat melarikan diri karena tidak mau masuk ke dalam tempat hiburan malam itu. Akan tetapi Ari mengejar nya dan berhasil menangkap nya. Terjadi perdebatan diantara keduanya. Ari yang terus memaksa Cinta sementara Cinta yang tidak mau dan ingin segera pulang. Disaat itulah dewa penolong cinta datang. Hingga pada akhirnya Cinta bisa berada di dalam mobil ini bersama Jaghad.


***


Cinta mengernyit kala mobil Jaghad mulai memasuki kawasan perumahan tempat tinggal lelaki itu. Seharusnya Jaghad mengantar nya pulang ke rumah kos bukaan nya malah membawanya pulang ke rumah nya. Sallaah Cinta sendiri yang sibuk melamun hingga tak menyadari jika Jaghad membawa mobil nya menuju rumah papa Dirga.


Cinta yang panik menatap Jaghad.


"Kak Jaghad kenapa membawaku pulang?"


"Habis nya aku harus membawamu kemana?"


"Ya ke rumah kos ku lah kak."


"Kak Jaghad kan bisa tanya aku tadi."


"Kau nya diam saja sejak tadi. Dan kenapa kamu tidak protes saat tau aku tidak menjalankan mobil ku ke alamat rumah kos mu."


Cinta terdiam karena dia merasa kalah bicara. Dan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Antar aku ke rumah kos ku kak."


"Tidak bisa. Bahkan ini kita sudah sampai di rumah ku. Besok saja aku antar kamu. Sekarang aku sudah capek."


Cinta tak lagi bisa membantah nya karena kini mobil Je sudah masuk ke dalam halaman rumah dan berakhir di garasi.


"Turun!" perintah Je pada Cinta karena gadis itu hanya diam saja.


Dengan ragu Cinta pun turun. Jaghad sudah meninggalkan nya menuju pintu rumah. Dengan tergesa Cinta segera mengikuti karena tidak mau ditinggal seorang diri diluar sini.


Masuk ke dalam rumah Jaghad, Cinta merasa canggung sebenarnya. Berjalan agak menjauh dari lelaki itu. Bahkan kini Je sudah masuk ke dalam ruang keluarga. Akan tetapi Cinta masih berada di ruang tamu.

__ADS_1


" Je sayang... Kenapa baru pulang? Bahkan ini sudah jam sepuluh malam. Darimana saja kamu?" tegur Camila melihat putra nya yang pulang selarut ini.


Camila yang tidak bisa tidur karena putra nya tak juga pulang, memilih menunggu Je sambil menonton televisi di ruang keluarga. Tentunya dengan ditemani suami tercinta. Siapa. Lagi jika bukan papa Dirga.


"Maafkan Je, Ma. Tadi Je banyak kerjaan di kantor."


"Kan kamu bisa lembur di rumah. Daripada harus lembur di kantor."


Je nyengir lalu menggaruk tengkuk nya merasa bersalah karena berbohong pada mama nya.


"Je... Kamu membohongi mama kan?"


Dirga yang melihat kedua nya berdebat hanya melihat saja. Kalau dia menimpali pasti sang istri akan memarahinya


"Eum... Sebenarnya tadi aku main basket dulu, Ma." ucap Je pada akhirnya.


" Astaga Je. Kalau seperti itu kan kamu bisa mengabari mama. Jadi mama tidak khawatir seperti ini."


"Maafkan Je, Ma."


Camila menghela nafas, tak habis pikir dengan perilaku anak nya. Dia di rumah sudah khawatir ternyata sang anak justru enak enakan bermain basket. Jika sudah menyangkut hobi nya itu, Je sanggup melupakan segalanya. Dan Mila sudah sangat paham. Jadi dia tak akan sanggup memarahi lagi putra nya.


Tiba-tiba ekor mata Camila menangkap sosok Cinta yang berdiri di ambang ruang keluarga. Sampai sampai membuat Mila terlonjak kaget. Tak menyangka jika mendapati anak nya Ferdy berada di rumah nya.


"Cinta....! Benarkah itu kamu?" tanya Camila tak percaya dengan pandangan masih intens menatap gadis itu.


"Iya tante. Maaf mengagetkan karena saya datang malam malam." Jawab Cinta.


Mila yang masih belum mengerti dengan suasana ini lalu mengalihkan tatapan pada putra nya. Bahkan Dirga pun juga sama bingung nya dengan sang istri tercinta.


"Cinta tadi datang bersama Je."


Penjelasan Je membuat Camila juga Dirga merasa lega. Bisa bisanya Je pulang bersama Cinta tapi tidak memberitahu nya.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi jika ada Cinta disini?"


"Lagian aku pulang mama sudah mengomeli ku. Jadi mana sempat aku memberitahu mama." Je berusaha membela diri.

__ADS_1


__ADS_2