Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 69 - Graduation Day


__ADS_3

Camila Pov


Suara riuh di dalam ballroom sebuah hotel mengiringi acara wisuda yang sedang di gelar hari ini. Aku dan Om Dirga juga ikut berbahagia merayakan kelulusan kakak iparku. Siapa lagi jika bukan kak Danisha, istri dari kakaku tercinta Kenatria Wijaya.


" Selamat ya Kak... Akhirnya wisuda juga." kucium kedua pipi kak Danisha bergantian.


" Terimakasih, Mila" Kak Danisha tampak bahagia karena muka nya begitu berseri.


Om Dirga juga ikut-ikutan menyalami Kak Danisha memberikan ucapan selamat.


Melihat Kak Danisha yang tersenyum bahagia membuatku terharu. Perjuangan yang membuahkan hasil memuaskan. Tak sabar rasanya aku juga ingin segera lulus. Tapi perjalananku masih panjang. Kurang dua tahun lagi aku baru akan lulus selanjutnya masih akan melanjutkan satu tahun untuk koas.


Ah ya, ini sudah satu tahun berlalu sejak kembali bersatunya aku dan Om Dirga. Kalian pasti ingat saat pertemuan ku dengan Om Dirga di Rumah Sakit dulu dan berakhir dengan kembalinya kita berdua bersama setelah Om Dirga yang berniat menceraikan ku.


Setelah kejadian itu, Om Dirga benar-benar menepati janjinya. Menjagaku dengan baik, menyayangiku dan hampir sekalipun tak pernah menyakiti hatiku lagi.


Om Dirga yang lebih banyak mengalah padaku dan dengan tingkat kesabaran yang tinggi menghadapi tingkah labilku. Aku yang kadang bisa bersikap dewasa tapi bisa juga bersikap begitu kekanak kanakan.

__ADS_1


Selama satu tahun ini pun aku sudah mulai bisa berdamai dengan keadaan dimana yang mengharuskanku menyandang status sebagai seorang mahasiswa merangkap sebagai istri seorang Angkasa Dirgantara. Tidak mudah memang harus membagi waktu antara kuliah dan suami.


Banyak belajar dari Bunda dan Kak Danisha agar aku bisa berperan sebagai istri yang baik dengan tidak mengesampingkan semua urusan study. Cita-citaku untuk menjadi dokter harus bisa kuraih karena aku tidak ingin perjuanganku selama ini sia-sia. Dan hebatnya lagi Om Dirga selalu mendukungku, memberi motivasi dan semangat agar aku kelak menjadi orang sukses.


Seperti dirinya yang baru kutahu betapa semangat kerja hingga berhasil menjadi orang sukses yang sanggup memimpin perusahaan dengan beratus-ratus karyawan. Belum berhenti di situ, tugasnya mengelola club milik kak Bumi juga tak pernah Om Dirga abaikan. Tanggung jawab dari kakaknya yang sudah dia emban dengan baik. Sedikit cerita dari Om Dirga, club malam punya Mak Bumi itu memiliki sejarah panjang untuk kesuksesan karir Kak Bumi. Oleh sebab itu Om Dirga pun tak pernah menyianyiakannya mengingat perjuangan Kak Bumi yang merintis usaha mulai dari nol.


Dan dalam waktu satu tahun ini pula aku dan Om Dirga sudah mulai hidup bersama dalam artian kita berdua sudah tinggal bersama. Tidak lagi hidup terpisah seperti dulu. Kadang kita berdua pulang ke rumah Bunda kadang pulang ke rumah mama. Aku benar-benar enjoy menjalani semua nya.


---------


Kurebahkan tubuhku di atas kasur. Hari ini rasanya capek sekali. Setelah menghadiri acara wisuda kak Danisha, kami melanjutkan party kecil-kecilan di resto kak Ken untuk merayakan kelulusan kak Danisha.


" Capek? " tanya Om Dirga saat merebahkan tubuhnya disampingku.


" Iya, capek banget."


" Mau kupijit." tawar nya.

__ADS_1


" Boleh... Asalkan nggak ada modus dibalik pijit yang Om tawarkan."


Om Dirga terkekeh, tak ayal dia bangun juga dari berbaring nya.


Diraih nya pergelangan kaki ku. Aku alih posisi menjadi tidur tengkurap bersiap menerima pijitan nya. Dia mulai memijit dari telapak kaki yang memang terasa pegal karena seharian ini aku memakai hight heel. Seperti inilah Om Dirga yang selalu memanjakan ku. Meski secapek apapun, dia selalu meluangkan waktu nya untuk ku. Tidak hanya sering menemani ku begadang saat aku mengerjakan tugas kuliah, tapi juga sebagai penyembuh rasa capek ku. Dia akan memijit tengkuk ku tanpa kuminta jika melihatku yang semalaman menekuri laptop. Sama hal nya seperti sekarang ini, seolah dia ikut merasakan pegal nya kaki ku karena seharian harus memakai hight heel.


" Om....."


" Ya " sahutnya


" Kenapa Om Dirga baik sekali padaku."


" Karena Mila adalah tulang rusuk ku. Belahan jiwaku dan separuh nafasku."


" Halah... Ngegombal lagi...."


Om Dirga tergelak. Kadang ya begitah, aku tanya apa, dia jawabnya apa. Jawaban absurd yang kadang keluar dari mulutnya itu membuatku kesal padanya.

__ADS_1


" Apa yang kubilang itu semua benar. " ucapnya lagi.


Aku terharu mendengar ucapan nya.


__ADS_2