Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 35 - Dasar Modus


__ADS_3

Author PoV


" Selamat siang bos " sapa Ferdy kala melihat Dirga turun dari lantai dua rumahnya.


Pada akhirnya Ferdy datang juga ke rumah Dirga dengan membawa berkas yang tadi dia bicarakan saat di telpon.


" mana file kontrak nya. Aku baru inget kenapa itu belum kutandatangani. Proposal yang mereka ajukan sudah aku cek dan ada sedikit ketidaksesuaian."


" oh pantesan..... Ini bos " Ferdy menyerahkan file yang diminta dan Dirga menerimanya.


" aku cek ulang dulu proposalnya." Dirga melangkah menuju ruang kerjanya. Ferdy mengikuti dari belakang.


" ehm bos... Saya ke belakang dulu ya. Haus...." Ferdy mengelus tenggorokan nya.


" ya udah sana sana...." Dirga mengibaskan tangan.


Dirga masuk ke dalam ruang kerjanya sementara Ferdy melesat menuju dapur. Melihat mbak Lastri yang sedang mengelap meja.


" mbak lastri.... Orange juice pliss..... " pintanya.


" baik mas. Ditunggu sebentar ya." lastri sudah terbiasa dengan kehadiran asisten Dirga yang satu ini.


Segelas Orange juice sudah ditangan Ferdy. Lelaki itu berjalan melangkah meninggalkan dapur. Sampai di ruang keluarga dia shock. Minuman yang baru diteguknya gagal masuk ke tenggorokan. Ferdy terbatuk batuk, dia melihat bidadari yang turun dari lantai dua rumah ini.


" astaga... Dek Mila..... Kok ada disini?"


Mila sama terkejut nya melihat kehadiran Ferdy. Tubuhnya mematung di dua undakan terakhir tangga menuju lantai dua.


" ini dek Mila beneran kan...." Ferdy meneliti gadis di hadapan nya ini. Melihat penampilan gadis itu dari atas ke bawah yang menurutnya sungguh aneh. Jelas saja Ferdy tahu betul jika kaos dan celana training yang dipakai gadis itu adalah kepunyaan Dirga, bos nya. baju kedodoran yang melekat di tubuh kecil gadis itu kelihatan begitu lucu. Ditambah sebuah syal yang Ferdy tau sering kali dipakai oleh Dirga, melekat membungkus kepala Camila.


Seaneh apapun penampilan nya, bagi Ferdy Mila tetap terlihat cantik tak kurang satu apapun. Wajah polosnya yang tanpa make up terlihat begitu natural. Ferdy hingga tak berkedip melihatnya.


Camila merasa jengah yang ditatap seintens itu memutuskan untuk mengacuhkan Ferdy. Tetap berjalan melewati lelaki itu menuju dapur. Bertepatan dengan Dirga yang juga keluar dari ruang kerjanya. Tatapan Mila bertemu dengan tatapan menyelidik dari Dirga. Tapi Mila juga mengacuhkan nya dan memilih tetap berlalu meninggalkan mereka berdua.


" bos.... Bos..." Ferdy menjawil lengan Dirga.


" apaan."


" itu... Itu kok ada dek Mila disini." tanya nya


" terus kenapa?"


" ya.... Ya.. Kok bisa dek Mila ada disini." Ferdy penasaran.


" kamu kenapa kepo bener. Nih file nya." Dirga menyerahkan file yang sudah ia tandatangani.


" bentar bos aku ke belakang dulu naruh ini. " Ferdy menunjukan gelas yang ada di genggaman tangan nya.


Ferdy melesat ke dapur melihat Camila sedang membantu mbok Darmi, yang juga ART di rumah ini sedang memasak. Sedangkan mbak lastri sedang berada di wastafel mencuci peralatan masak. Ferdy mendekati mbak lastri. Tujuan nya satu, dia ingin bertanya pada asisten rumah tangga bos nya mengenai gadis cantik yang bernama Mila. Dua kali bertemu sanggup membuatnya bertanya tanya.


" ehm.. Mbak lastri." Ferdy mendekati mbak lastri dan berbisik lirih.


" eh mas Ferdy. Sudah ditaruh sini saja gelas nya. Biar saya cuci sekalian."


" boleh nanya ga."


Mbak lastri mengernyit. " tanya apa mas."


" itu...." Ferdy menunjuk Camila yang berdiri memunggunginya.


" non Mila...."


" iya... Dia......"

__ADS_1


Belum sempat mba lastri berucap, suara Dirga sudah mengagetkan mereka berdua.


" Ferdy.... Ngapain kamu gangguin mbak lastri. Sudah sana kamu balik kantor. Sudah selesai juga kan urusanmu sama aku." Dirga berdiri sambil berkacak pinggang menatap Ferdy.


" eh si bos... Bentar kenapa bos. "


" apalagi..."


" sekalian makan siang juga saya ga nolak bos. "


" astaga Ferdy..... Sumpah gemes gue sama lu. Ya udah sana tungguin di meja makan. Jangan ngerayu ngerayu mbak lastri.... Mbok Darmi. "


" iya den. " mbok Darmi yang sedang mengambil mangkok menoleh karena merasa dipanggil. Camila masih sibuk mengaduk sop di dalam panci.


" makan siang sudah siap. "


" sudah den. Ini tinggal bawa ke meja makan. "


" oke terimakasih. Saya tunggu di meja makan. Fer.... Buruan. " Dirga menarik lengan Ferdy yang masih saja tak mau beranjak dari posisi nya.


" iya iya siap. Bos..... " gagal sudah rencana Ferdy yang akan mencari tau tentang siapa Camila.


------


Tak hanya sekali dua kali Dirga mendapati Ferdy melirik Camila. Dan Camila masih dengan cuek nya menikmati makan siangnya. Maklum saja hari ini Mila melewatkan sarapan paginya. Gara gara semalam susah tidur, alhasil dia bangun kesiangan.


" ehem.... Ferdy!! " suara deheman Dirga mau tak mau membuat Ferdy mengalihkan pandangan nya yang sedari tadi melirik Camila.


"Yes bos."


" jam berapa kamu mau meeting"


" jam dua bos."


" yah bos ngusir nih...."


Dirga hanya mengedik kan bahu tak acuh.


Seusai makan Ferdy pamit pulang. Mila sudah tak ada di ruang makan. Gadis itu ikut membantu mbak lastri membereskan bekas makan siang mereka.


Sebelum keluar dari rumah, Ferdy masih saja berusaha mencari tau dari bos nya tentang sosok Camila. Bagaimana dia tidak penasaran dengan sosok gadis itu. Dan sepenglihatan Ferdy Mila dan Dirga itu tampak dekat. Lihat saja baju Dirga yang dipakai Mila. Jika mereka tak ada hubungan apa iya sampai harus bertukar pakaian begitu.


" bos... Dek Mila....."


" apalagi sih."


" kan cuma nanya doang bos. Beneran penasaran sama dek Mila bos. Dan itu tadi kok dek Mila pakai bajunya bos segala...."


Dirga melotot dan Ferdy hanya bisa menelan ludah.


" saya pulang dulu bos."


Daripada kena amuk bos nya yang galak itu mending Ferdy segera pulang. Dia bergegas masuk ke dalam mobilnya.


Dirga hanya geleng geleng kepala melihat tingkah asisten nya itu. Masuk ke dalam rumah dan mendapati Camila yang sedang berdiri diambang pintu dapur.


"ayo kuantar pulang."


Mila hanya mengangguk. Dirga masuk ke dapur memberitahu ART nya agar menyiapkan keperluan papa dan mama nya selama mereka di rumah sakit.


" tunggu sebentar aku ambil kunci mobil dulu."


Dirga naik menuju kamar Danu sementara Mila duduk di ruang keluarga menunggu Dirga.

__ADS_1


--------


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, tak ada kata yang keluar dari mulut keduanya. Seolah mereka berdua masih tampak canggung satu sama lain.


Tujuan awal Dirga adalah mengantar Mila dulu pulang kerumah Bunda baru setelahnya dia akan ke rumah sakit menemui mamanya.


Tapi ternyata Mila menolak dan ingin pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Ingin melihat kondisi mama mertuanya.


Jadilah sekarang disini mereka berdua berada. RKZ hospital Surabaya, tempat dimana mama Dirga dirawat. Mereka berdua berjalan di lobi rumah sakit. Tiba tiba Dirga menghentikan langkahnya.


" kenapa om." tanya Mila yang heran melihat Dirga


" bajunya papa sama mama masih di mobil. Lupa ga kubawa."


" astaga... Ambil gih sana."


" kamu tunggu disini. Aku balik ke mobil dulu. Atau kamu mau duluan ke ruangan mama."


" aku ke tempat mama duluan aja. "


" oke.... Hati hati jangan nyasar."


Sepeninggalan Dirga, Camila kembali berjalan tapi sepertinya dia sedikit lupa dimana letak ruang perawatan mama mertuanya. Berjalan sambil menoleh kekanan dan kekiri tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang pria berjas putih.


" oppss... Maaf... Maaf Pak Dokter saya tidak sengaja." Camila menangkupkan kedua tangan nya meminta maaf.


" ga papa." Dokter muda itu tersenyum menelisik penampilan Camila dari atas ke bawah.


Bukan nya Camila tidak sadar jika penampilan nya sedikit aneh. Baju yang dia pakai adalah baju Dirga yang semalam dipinjamkan padanya. Menurut Camila penampilan nya juga tak buruk buruk amat. Meski bajunya sedikit kedodoran tapi masih terlihat sopan. Bahkan syal yang dipakai nya pun lebih mirip seperti phasmina.


" saya permisi dulu dokter." Camila berlalu meninggalkan dokter muda itu karena dia merasa jengah ditatap seperti itu.


Setelah berputar putar Mila tak juga menemukan kamar inap mertuanya. Dia kembali lagi ke lobi bertanya pada receptionis dimana ruang perawatan sang mama. Disaat seperti inilah handphone sangat berfungsi. Sialnya kemarin saat mengikuti Dirga ke Rumah Sakit dia tak membawa handphone. Karena selama acara ijab qabul nya berlangsung handphone miliknya dia simpan di dalam kamar.


Sekarang saat sedang kebingungan, dia tak bisa menghubungi Dirga dan harus rela berjalan kembali ke lobi yang cukup menguras tenaga karena harus berjalan melewati beberapa koridor.


Mila bernafas lega, bertemu juga akhirnya dengan ruang yang dia cari dari tadi. Diketuk pintu nya sebelum Mila membuka nya dan masuk ke dalam. Tampak seorang dokter dan dua orang suster sedang berada di dalam ruangan, memeriksa kondisi mama mertuanya.


" assamualaikum ma." Mila mengucap salam.


Semua menoleh, mama mertuanya tersenyum kepadanya. Dan dokter muda yang tadi sempat bertabrakan dengan nya ikut menatapnya.


" waalaikum salam sayang. Ayo sini masuk." mama mertuanya sudah terlihat membaik. Mila berjalan mendekati sisi ranjang.


" anaknya bu." celetuk sang dokter


" iya dok. Kenalkan ini anak perempuan saya satu-satu nya." mama Dirga tersenyum, Camila terbengong. Mama mertuanya mengenalkan nya sebagai anak perempuan nya. Jadi mama mertua nya ini juga bisa diajak kerjasama menyembunyikan status pernikahan nya.


" cantik bu.." ucap dokter itu lagi.


" pasti lah dokter. Mahasiswi kedokteran juga lo dok. " mama Dirga membanggakan Mila.


" ma.. Ish apaan sih.... " mila tersipu. Buat apa juga mertuanya harus bilang bilang pada dokter kalau dia juga mahasiswa kedokteran. Jadi malu kan.


" oh ya... Wah calon dokter ternyata. " ucap dokter muda itu yang hanya disenyumin oleh Mila.


Pintu ruangan terbuka, Dirga masuk bersama papa nya.


" astaga sayang.... Kamu sudah disini. Kucari kemana mana taunya sudah disini. Kemana saja tadi kenapa lama sekali baru sampai. " Dirga merangkul pinggang Camila merapat pada tubuhnya.


Mama Dirga yang melihatnya ikut senang mendapati interaksi anak dan menantunya. Begitupun papa Dirga juga merasakan hal yang sama.


Pak Dokter muda mengerutkan kedua alisnya, menatap Dirga dan Camila dengan penuh tanya.

__ADS_1


Sementara Camila, gadis itu memaksakan senyum nya karena merasa Dirga mencari cari kesempatan memepet tubuhnya. Dasar modus. 😜


__ADS_2