
Camila Pov
Baru satu suapan yang berhasil masuk ke dalam mulutku kala Ponsel kak Daffi berdering.
" Dirga " gumam kak Daffi pelan yang masih bisa kudengar.
Kulanjutkan makanku tapi justru telinga ini menguping pembicaraan kak Daffi. Hanya mendengar nama Dirga saja tingkat keingintahuanku begitu tinggi.
" Hai Dir apa kabar bro...."
"..........."
" gue lagi makan. Lo dimana."
"..........."
" apa? Lo di Surabaya!!!"
"............."
" hah balik London? . Gila lo ya.udah di Surabaya tapi ga mau nemuin gue."
"..........."
" oke oke..... See you."
Kak Daffi menyudahi panggilan telpon nya.
" siapa Kak." mulutku ini spontan bertanya padahal kak Daffi juga belum meletakkan ponsel di tangan nya.
" oh ini Dirga."
" Om Dirga? ."
" iya. Dirga bilang jika dia ada di Surabaya tapi ga bisa nemuin aku. Katanya dia harus balik lagi ke London sore ini. "
" London.?"
" hmm.... Semoga tidak terjadi apa-apa sama mamanya. Dirga itu sayang banget sama mamanya. Semua yang diinginkan sang mama selalu dituruti. Termasuk kepindahan nya ke London. "
" ya bener. Aku pernah sekali ketemu mamanya om Dirga dan terlihat sekali jika om Dirga begitu menyayangi mamanya. "
" oh ya... Kamu pernah ketemu sama mama nya Dirga? Ketemu dimana ? "
Ops aku keceplosan. Kak Daffi menatapku penuh tanya.
__ADS_1
" ya... Itu... Eum ga sengaja sih pas kerumahnya. Waktu Danu mau berangkat ke London. "
" owh.... " Kak Daffi manggut-manggut.
Untung saja kak Daffi tidak bertanya tentang mama om Dirga lagi. Bisa lega hati ini.
--------
Ujian semester di depan mata. Harusnya aku fokus pada study ku. Tapi akhir-akhir ini pikiranku terpecah kemana mana.
Baru kali ini aku merasa dilema karena lelaki. Jika dulu aku tak terlalu ambil pusing dengan urusan percintaan, lain dengan sekarang. Aku dekat dengan Kak Daffi dan sangat menikmati momen dimana kebersamaan kami.
Tapi kadang kala tiba-tiba saja aku kepikiran om Dirga. Kutepis pikiran-pikiran konyol yang sempat singgah di otak ku. Apa iya aku menyukai om nya Danu. Ah tidak mungkin rasanya. Apa karena beberapa minggu lalu aku sempat bersama om Dirga dalam beberapa hari hingga masih terbawa suasana.
Kutepuk pelan kepalaku mengusir bayangan om Dirga. Aku harus kembali fokus belajar jika tidak ingin nilai ku di semester ini menjadi jelek.
-------
Satu minggu berlalu begitu cepat. Ujian semester selesai, aku bisa sedikit bernafas lega. Setidaknya untuk sesaat aku bisa sedikit menjauh dari tumpukan buku-buku tebalku.
Menyambut liburan semester dengan suka cita. Semalam Nath menelponku. Dia memintaku untuk berlibur ke Australia. Tapi aku tak yakin jika bunda akan memberi ijin padaku.
Sebuah chat masuk di Ponsel ku. Nathalie, baru saja aku memikirkan saudara ku itu.
Nath : Mil, liburan ke London yuk.....
Nath ini ada ada saja ngajakin liburan ke London. Emang dipikir London itu dekat apa.
me : ngapain ke London. Ada-ada aja kamu ini 😁
Nath : liburan sekaligus nemuin Danu dan Kak Dirga. Mereka kan tinggal disana.
me : jangan macem-macem deh Nath. Ke Australia aja belum tentu bunda ngijinin.
Nath : ntar gue minta ijin sama papa. Pokoknya lu tenang aja.
me : enggak. Kamu berangkat sendiri aja.
Nath : ga asik ah lu Mil..... Eh Mila, tau ga sih Kak Dirga itu di London juga jadi DJ lho. terus kata Danu kak Dirga disana juga punya sebuah coffe Shop . Ish keren dah pokoknya. benar-benar calon suami impian gue 😍
me : ngapain sedari tadi ngomongin om Dirga mulu sih.
Nath : ya karena gue kangen sama dia Mila.......... Tiap hari mantengin IG nya bikin gue makin klepek
klepek dibuatnya.
__ADS_1
me : udah deh ah aku ga mau ikut. Kamu ke London sendiri aja.
Nath : yah Mil jangan ngambek dong. Entar gue deh yang mintain ijin ke bunda
me : serah kamu aja deh Nath.
Aku mau mandi. Bye 😘
Kuletakan kembali Ponsel di atas meja. Tak berniat membalas lagi chat dari Nathalie. Yang dibahas hanya om Dirga dan om Dirga lagi.
Kuacak rambut ku, kenapa sih dengan Nathalie. Kenapa Nath ngotot banget mau ketemu om
Dirga sampai dibela belain ngajakin ke London. Nathalie memang benar-benar kepincut sama om nya Danu yang sarap itu.
Ish ngapain jadi mikirin om sarap itu lagi sih. Gara-gara Nathalie yang ngebicarain dia terus. Lebih baik aku segera mandi mendinginkan pikiran. Siapa tau setelah mandi aku jadi lupa sama om Dirga.
------
Menikmati liburan hanya dengan bermalas malasan. Kadang kala kalau sudah mulai jenuh di rumah aku akan pergi ke Resto. Entah hanya sekedar bantu-bantu jadi waiters atau hanya duduk manis melihat satu persatu pengunjung yang datang.
Resto milik kak Ken ini semakin hari makin ramai. Bunda saja kadang sampai kewalahan.
Tapi memang ini lah hasil jerih payah Bunda yang kemudian dikembangkan oleh kak Ken selepas pulang dari Australia dulu.
Hari ini aku sedang malas beraktifitas. Sehari penuh hanya tidur, makan dan menonton televisi. Bunda pun membiarkan ku saja melihat anak gadis nya yang cantik ini duduk diam bermalas malasan.
Baru menjelang sore harinya, aku yang sudah bosan berada di dalam rumah menyeret kakiku keluar. Tujuanku adalah ingin menyiram tanaman. Aku pun memutuskan pergi ke taman kecil kepunyaan Bunda yang ada di halaman depan. Mulai menyalakan kran air dan bersenandung lirih sambil menyiram bunga-bunga yang tampak segar karena Bunda sangat rajin merawatnya.
Sebuah mobil Alphard putih berhenti di depan pagar rumah, membuatku menoleh.
Mengalihkan perhatian ku dari cantiknya bunga anggrek yang sedang kusiram.
" Siapa ya." batinku bertanya-tanya.
Seorang pria berkemeja batik turun dari balik kemudi mobil tersebut. Menatapku dengan
seulas senyum.
" Mila......!!! Mila sayangnya Bunda. Sudah selesai belum menyiram bunganya."
Suara melengking Bunda mengalihkan perhatian ku pada lelaki tadi yang kini sudah membuka pintu penumpang mobil tersebut.
" Hei siapa itu sayang." tanya Bunda padaku.
Aku terjengkit kaget, Bunda sudah berdiri disampingku dengan satu kotak kue berada di tangan nya. Bunda ikut memperhatikan siapa gerangan tamu yang sedang turun dari dalam mobil.
__ADS_1
Senyum Bunda mengembang saat lelaki itu berbalik merangkul tangan wanita paruh baya yang turun dari kursi penumpang. Sementara dari sisi satunya muncul lelaki paruh baya yang seumuran dengan wanita tersebut juga turun dari dalam mobil.
Mataku membulat sempurna. Kejutan apalagi ini.......