
Je masih menatap gadis yang bersama dengan Bu Sofia. Gadis itu pun sama menatap padanya. Pandangan keduanya beradu.
" Cinta ...." ucap Je lirih.
" Kak Jaghad masih mengingatku ?"
" Tentu saja aku masih mengingatmu . Bagaimana mungkin aku lupa dengan gadis cerewet sepertimu ?"
" Apa ? " Cinta menatap Je tak percaya dengan ucapan pria itu.
Jaghad yang dimata Cinta sekarang ini sudah bertranformasi menjadi lelaki yang sangat tampan. Bahkan Cinta sampai dibuat tak percaya jika ia bisa bertemu lagi dengan nya.
Sofia menarik pelan lengan Cinta. " Ayo! kita sudah ditunggu di dalam, " ucap Sofia pada Cinta.
" Jaghad, kami duluan ya. Sudah ditunggu soalnya, " pamit Sofia pada Jaghad.
" Silahkan Bu Sofia. "
Sofia menarik lengan cinta dan membawanya masuk ke dalam resto.
Jaghad masih mengamati dua orang wanita tersebut. Sunguh Jaghad tak menyangka jika dia bisa dipertemukan kembali dengan Sofia dan Cinta.
Sejak kepulangan Je dari London, dia tak lagi pernah bertemu dengan keluarga Ferdy.
Ferdy, mantan asisten Dirga karena usianya yang berajak tua, memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan karena dirasa dia sudah tidak mampu lagi bekerja. Dan Dirga harus merelakan Ferdy yang memilih pensiun menjadi asisten nya. Setelah nya Ferdy memutuskan untuk tinggal di kampung halaman sang istri , siapa lagi jika bukan Hana.
Ferdy memboyong Hana dan Cinta untuk tinggal di kampung, sementara Sofia , setelah menikah memutuskan untuk mengikuti suaminya. jadilah sejak saat itu Je tak pernah lagi bertemu dengan Cinta.
Dan sekarang setelah sekian tahun tidak bersua, melihat ada yang berbeda di dalam diri Cinta, sanggup membuat Je ternganga dengan perubahan gadis itu.
Tak Je pungkiri jika Cinta tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Akan tetapi kecantikan Cinta, tak mampu mengalihkan perhatian Je dari Sofia. Je mengusap wajahnya frustasi, Sofia adalah istri orang dan Je tidak boleh menumbuhkan kembali rasa suka nya pada perempuan itu. Sadar Je ... sadar .... Dengan sekuat tenaga Je menghilangkan bayang bayang Sofia.
Dengan cepat Je meninggalkan resto dan menuju dimana mobil nya berada berharap dia lupa akan keberadaan Sofia.
***
__ADS_1
Untuk kesekian kali nya Je harus dibuat terkejut. Setelah beberapa hari lalu dia bertemu dengan Sofia dan Cinta secara tak sengaja , dan sekarang dia yang baru saja sampai di rumah nya terkejut mendapati satu buah mobil yang asing buatnya .
Apakah di dalam sedang ada tamu ? pikir Je dalam hati.
Je masuk ke dalam rumah, terdengar suara tawa papa nya dari dalam ruang keluarga. Dan disana Je melihat dua orang pria paruh baya sedang bercengkrama.
Siapa lagi mereka jika bukan papa Dirga dan Om Ferdy.
" Om Ferdy!" Sapa Je dan Ferdy, lelaki itu menoleh kesamping mendapati keberadaan je yang berdiri di ambang ruang keluarga.
" Jaghad ....! "
Ferdy berdiri dari duduknya , berjalan mendekat menghampiri Je. Saat itu juga Ferdy meraih Je ke dalam dekapan nya. mereka berdua saling berpelukan .
" Astaga ! om sampai pangling melihatmu. lihatlah kamu semakin tampan saja !" Ferdy melepas pelukan nya mendongak menatap anak dari mantan bos nya.
" Aku juga pangling dengan om Ferdy. Ternyata om Ferdy semakin tua saja ....hahahah... " Dan pecahlah tawa mereka.
Sudah sekian lama mereka tak bersua, terlebih saat Jaghad mulai kuliah di London sampai saat dia lulus , Jaghad tak lagi mendapati Ferdy berada di dalam kantor papa nya.
" Om Ferdy apa kabar ? lama sekali kita tidak bertemu. "
" Aku baik Je. Kau sendiri ? om lihat semakin mapan saja ."
" Ya beginilah , Om. Aku harus terpaksa dewasa sebelum waktunya. Gara gara siapa coba jika bukan karena papa Dirga. "
" Je! kenapa kau menyalahkan papa ? memang sudah sepantasnya kau ini bersikap dewasa." protes Dirga pada Je karena omongan Je yang selalu membuatnya naik darah.
Dan mereka bertiga tertawa bersama. Ferdy tak menyangka jika sampai di usia Je yang semakin matang ini kenyataan nya jika Je dengan Dirga masih saja sering beradu mulut. Kebiasaan yang tak pernah berubah sejak dulu .
" Bos , kukira kau dan Je tak lagi sering berdebat. Ternyata pemikiranku salah. "
" Ya kau kan tahu jika Je juga tak akan pernah mau kalah dariku. "
" Pa ... jangan mengolok ku, harusnya papa yang mengalah. Bukan kah yang tua itu harus mengalah pada yang muda."
__ADS_1
" Sudah ... sudah ...kalian ini selalu saja ribut . " Camila datang menengahi perdebatan mereka.
Camila si penyelamat yang akan selalu menjadi penengah antara suami dan anak nya.
Je yang melihat mama nya keluar dengan nampan di tangan nya lalu disusul oleh seorang perempuan yang juga sudah terlihat menua , berjalan di belakang mamanya .
" Mbak Hana ...! " Pekik Je kegirangan . Entah kenapa setiap melihat Mbak Hana maka Je akan langsung berbinar bahagia. Mungkin karena sedari kecil Je telah dekat dengan Hana oleh sebab itulah Hana merupakan ibu kedua bagi Je setelah mama Camila.
" Je ...! " lirih mbak Hana dengan mata berkaca - kaca.
Je sudah tergesa menghampiri Hana dan langusng memeluk perempuan paruh baya itu.
" Rindu nya aku " ucap Je.
" Sama aku juga menrindukan mu, Je. "
Senyum Je yang tadi mengembang tiba - tiba surut kala dia bersitatap dengan seorang gadis yang kini keluar dari dapur dan berjalan menuju ruang keluarga.
Gadis itulah yang beberapa hari lalu Je temui. siapa lagi jika bukan Cinta.
Ah, kenapa harus bertemu kembali dengan Cinta. Je mendesah lirih.
" Cinta ...! " panggil Camila
" Kau tak lupa kan dengan kakak Jaghad mu ?" ucap Camila lagi mengingatkan Cinta.
Cinta, gadis itu hanya tersenyum pada Camila.
" Tentu saja aku tidak lupa tante. Beberapa hari lalu aku juga baru bertemu dengan kak Jaghad,
" Oh ya kah ? kenapa aku baru tahu, Je kau tak memberi tahu mama jika kua bertemu cinta." protes Mila pada putra nya.
" Pertemuan yang tak disengaja, ma. lagian juga hanya sebentar aku bertemu dengan nya. Tidak ada yang istimewa dari pertemuanku dengan Cinta. Lalu apa nya yang aku ceritakan pada mama. "
Cinta, gadis itu tak menyangka jika Je akan berbicara sarkatis seperti itu. Dasar pria aneh. Begitulah pikir Cinta dalam hati. Cinta tak akan lupa bagaimana dulu dia yang begitu menyukai pria itu saat masih remaja. Sekalipun Cinta tahu jika Jaghad adalah pria yang dingin dan tak banyak bicara jika dengan nya. Akan tetapi jika sekarang, rasanya Cinta harus berpikir dua kali jika harus memiliki rasa suka yang sama seperti saat ia kecil dulu. Pasalnya semua kata yang keluar dari mulut Jaghad, menyakitkan semua dan Cinta tak akan suka akan hal itu.
__ADS_1