Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Bab 47 - Cobaan berat untukku


__ADS_3

Dirga pov


Terlalu sibuk dengan semua urusan pekerjaan hingga sedikit terlupakan jika aku belum memberitahu Mila tentang keberadaanku disini. Tapi sepertinya memang Mila tak terlalu peduli dengan tidak adanya aku. Buktinya dia sama sekali tidak pernah menghubungi ku. Apa mungkin dia menungguku untuk menghubungi dirinya terlebih dulu. Bukan nya aku tak tahu jika ego yang dia miliki begitu tinggi.


Tapi sepertinya pemikiran ku barusan tak terbukti. Pasalnya baru juga aku memikirkan tentang dia, eh sekarang justru Mila mengirim pesan whatsapp padaku. Meski hanya satu kata yang diketik nya tapi sudah mampu mengobati rasa rinduku padanya. Bayangkan saja aku sudah satu minggu tak berjumpa dengan nya pasti lah rasa kangen ku sudah memuncak. Untung saja pekerjaan dan aktivitas ku selama ini begitu padat hingga sedikit banyak bisa mengalihkan perhatian ku.


****


Yang lebih menambah keberuntungan buatku adalah tidak adanya Vira disini. Hingga aku bisa hidup tenang tanpa ada yang merecoki.


Sehari selepas aku tiba di Riau bersamanya, besok nya Vira harus menemani kedua orangtuanya berlibur keliling eropa. Dan hingga aku sudah satu bulan berada di Riau, tak sekalipun Vira menampakkan batang hidung nya.


Justru yang membuatku cemas dan khawatir adalah mama. Satu minggu yang lalu beliau mengatakan jika sedang tidak enak badan. Dan hingga saat ini pun kondisi nya belum juga membaik.


Begitulah mama, padahal aku sudah sering mengatakan kepada beliau agar tak terlalu banyak berpikir. Dan ini juga salah satu alasan aku tak tega pergi jauh tanpa mama. Pasti mama akan terus terusan mengkhawatirkan ku. Padahal usiaku ini sudah tak muda lagi tapi kekhawatiran beliau terlalu tinggi. Mungkin juga karena mama terlalu menyayangi anak anaknya dan keluarganya.


Semalam mama menelepon, pagi ini ada jadwal rutin check up ke dokter. Aku tak henti mendoakan mama agar kondisi nya selalu baik baik saja. Aku belum bisa membahagian mamaku tercinta.


Kuraih ponsel ku. Mendial nomor mama. Panggilan kedua mama baru menjawabnya.


" ma.... Jadi mau check up hari ini?" tanya ku.


Mama mendesis " hm.. Jadilah. Nanti agak siangan."


" mama jangan banyak pikiran. Jaga kesehatan mama. Dirga sayang mama."


" kapan Dirga pulang." suara mama bergetar. Aku yakin betul pasti mama sangat merindukanku jika sudah bertanya hal seperti itu.


" mama kangen Dirga? " tanya ku.


" sangat. " jawaban mama membuatku ingin segera pulang dan memeluk wanita yang sangat kucintai.


" Dirga usahakan pulang secepatnya."


" Dirga, mama rinduuu sangat sama Dirga. Pulang lah nak. Sudah satu bulan dirga tidak ketemu mama. " ucapan lirih mama membuatku trenyuh.

__ADS_1


" ma...."


" ya sudah mama tutup dulu telpon nya ya."


Panggilan telpon terputus dan aku tau pasti mama sedang menangis sekarang. Jika sudah begini tak ada hal lain yang ingin kulakukan selain pulang dan menemui mama.


****


Bandara Juanda, Surabaya


Sudah jam sepuluh malam saat aku tiba di Bandara. Selain karena aku mendapat tiket pesawat paling terakhir, juga karena tadi pesawat sempat delay.


Tak apalah meskipun sudah malam yang pasti aku sudah lega bisa mendaratkan kakiku kembali di Surabaya.


Seharian ini aku tak tenang memikirkan mama. Memang satu bulan itu bukan lah waktu yang singkat untuk kami berpisah.


Ah mengingat mama aku jadi ingin segera sampai di rumah. Dengan menggunakan taxi Bandara aku bergegas menuju rumah mama.


Tak butuh waktu lama karena di hampir tengah malam begini suasana jalan tak seberapa ramai dan tak ada kemacetan. Rumah tampak sepi. Untung saja aku selalu membawa kunci cadangan karena aku selalu pulang ke rumah sewaktu waktu. Jadi agar aku tak perlu membangunkan asisten rumah tangga atau bahkan tak perlu sampai merepotkan mama membukakan pintu untuku.


Pasti mama sudah tidur karena beliau harus banyak istirahat. Apalagi ini sudah hampir tengah malam. Aku masih berdiri di depan pintu kamar mama. Berpikir sejenak haruskah aku masuk atau aku langsung ke kamarku saja. Tapi tak tenang rasanya hati ini jika belum melihat mama.


Kubuka handel pintu perlahan, tampak mama sedang tertidur lelap bersama papa. Aku melangkah masuk memperhatikan kedua nya lekat lekat. Mama terlihat semakin kurus dan aku bersyukur papa lah yang selalu ada untuk menjaga mama.


Aku berdiri di sisi ranjang menatap mama, berjongkok dan mengecup pelan pipi mama.


Pergerakan yang dilakukan papa membuatku kembali berdiri. Papa mengerjab sebelum matanya sedikit terbuka. Seperti nya papa kaget akan kehadiranku. Beliau beringsut bangun menyandarkan kepala di kepala ranjang.


" Dirga.... Kapan kamu pulang.?" tanya nya dengan suara serak.


" Dirga baru sampe pa. Maaf sudah membangunkan papa. Mama gimana pa." tanyaku


" mamamu baik-baik saja. Tak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya saja nafsu makan nya sedikit menurun."


" pantas saja mama terlihat lebih kurusan. Ya sudah kalau begitu Dirga keluar dulu. Papa istirahat lagi. Maaf sudah mengganggu. "

__ADS_1


Papa mengangguk. Memang papaku ini terlalu peka akan kehadiranku.


Aku keluar dari kamar papa mama. Menutup kembali pintu nya dengan perlahan. Kembali kutarik koperku menuju lantai dua dimana kamarku berada.


Saat pintu kamarku terbuka, aku mengernyit heran karena mendapati lampu nya menyala. Tak seperti biasanya jika kutinggalkan kamar ini selalu dalam kondisi gelap karena lampunya dimatikan. Tidak mungkin juga kan mbak Sri lupa mematikan lampu setelah membersihkan kamarku. Mbak Sri itu asisten rumah tangga yang setiap harinya selalu membersihkan dan merapikan kamar ini.


Aku melangkah masuk dan kututup kembali pintu kamar. menarik koperku dan kusimpan di samping lemari pakaian. Kulepas jaket yang sedari tadi kupakai. Berbalik dan berjalan menuju ranjang.


Betapa terkejut nya diriku mendapati seseorang meniduri ranjangku. Dia tidur miring meringkuk membelakangiku. Sudut bibirku tertarik keatas menciptakan lengkungan senyum. Aku berjalan lebih mendekat dan dengan perlahan naik ke atas ranjang.


Sedikit membungkukan badan agar aku bisa mencium aroma harum yang menguar dari rambut panjang yang tergerai di atas bantal.


Kuperhatikan kembali lekat lekat dari atas ke bawah tubuh mungil yang tertutup selimut tebal milik ku. Dan pandangan mataku tertuju pada kaos yang dirinya pakai.


" itu kan kaosku." gumamku pada diri sendiri.


Astaga, aku begitu merindukan nya. Ingin sekali aku memeluk wanita yang sudah membuatku dag dig dug tak karuan seperti ini. Tapi niatku kuurungkan.


Kembali kudekatkan wajahku pada nya dan menghirup dalam wangi yang menguar dari dalam dirinya. Dan sial nya malah membuat semua syaraf tubuhku menegang, tak terkecuali tubuh bagian bawahku.


Oh my God, cobaan apalagi ini.


Aku segera beranjak dari ranjang dan berlalu menuju kamar mandi. Belum cukup sampai disini cobaan yang kuterima.


Kulepas semua baju yang melekat di tubuhku, mengguyur badanku di bawah pancuran air shower. Melakukan perjalanan yang cukup jauh membuat tubuhku sangat lengket. Dan mandi adalah solusi satu satunya agar tubuhku kembali segar. Selain itu mengguyur badanku dengan air sedikit banyak mampu menetralisir suhu tubuhku yang mulai memanas juga melemaskan otot-otot syarafku yang sempat menegang.


Dan benar saja setelah melalui ritual mandi yang kali ini lebih lama dari biasanya, aku merasa kembali segar. Berjalan menuju walking closet untuk mengambil handuk bersih tapi apa yang sekarang kulihat justru membuatku semakin frustrasi.


Bagaimana tidak jika di rak gantung yang biasa kugunakan untuk mengeringkan handuk basah, aku malah mendapati sepasang benda yang membuat wajahku memanas dan sial nya tubuhku kembali menegang hanya dengan melihat benda yang tergantung itu.


Satu buah celana dalam beserta bra yang tergantung indah disana. Jika kedua benda keramat itu bisa berada disini itu artinya yang sedang tidur diranjangku tadi.... Dia tak memakai dalaman apapun.


Astaga, aku mengusap wajahku demi memiliki pemikiran pemikiran seperti itu. Dengan langkah gontai aku segera meraih handuk dan segera mengeringkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang tak dapat kudiskripsikan.


Kenapa cobaanku kali ini sungguh berat.

__ADS_1


__ADS_2