Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 45


__ADS_3

Dua minggu berlalu, kondisi Je jauh lebih baik lagi sekarang. Bahkan balita itu sudah bisa berceloteh segala hal. Dan jika diizinkan mungkin satu minggu lagi Je sudah boleh pulang. Je masih harus melakukan perawatan pemulihan. Luka luka luar juga mulai mengering.


Dua minggu juga Camila hidup di rumah sakit. Badan nya terlihat semakin kurus karena selama merawat Je Camila tidak lagi peduli pada dirinya sendiri. Hanya Je yang menjadi prioritasnya.


Karena di rumah sakit ini Camila banyak mengenal para pegawai nya, tak jarang mereka ikut menemani Camila disaat Camila sedang tidak ada teman. Camila merasa beruntung mendapat teman - teman yang baik sekalipun dia sudah tak lagi bekerja tapi mereka masih mau menjaga silaturahmi bersamanya.


Dan mengenai keinginan nya yang ingin membuka klinik kesehatan, Camila sudah yakin untuk mencancel nya. Biarkan saja tenaga dan pikiran nya yang sudah terlanjur terbuang sia sia. Demi Je dia rela mengabdi untuk anak nya itu. Dan gara - gara dia sibuk, Je harus celaka. Biarlah mimpinya harus dia hempaskan yang terpenting dalam hidupnya saat ini adalah Je.


Kali ini ruang perawatan Je tampak ramai karena hadirnya Kenzo dan Kenzi. Dua balita kesayangan Je. Jika sudah ada mereka maka Je akan lupa segalanya. Kedua anak kak Ken itu sanggup menjadi penghibur tersendiri untuk Je. Tingkah balita balita yang membuat Camila gemes.


" Je, nanti kalau Je sembuh, Je boleh main apa saja sama kakak ya. Sekarang main nya di atas kasur saja ya." ucap Camila pada putra nya.


Sebenarnya Je sudah akan protes tapi tidak jadi mengingat tangan nya yang juga di infus balita itu tahu diri. Memang anak yang pintar.


Sementara Kak Danisha, Bunda dan Camila duduk di atas ranjang dan Mbak Hana menemani mereka bermain.


Disaat itulah dokter Rasya bersama suster masuk melakukan visit pasien. Kondisi Je sebenarnya sudah lumayan membaik.


" Siang..."


" Siang dokter."


Dokter Rasya menghampiri Je lalu mengusap pucuk kepala Je.


" Siang jagoan... Apa kabarmu hari ini?"


" Baik om dokter."


" Baiklah luka luka mu sudah semakin membaik. Makan yang banyak ya biar cepat sembuh."


" iya om dokter. "


Dokter Rasya menoleh pada mbak Hana yang berada di sisi ranjang, memberikan seulas senyum sebelum pergi meninggalkan ruang rawat inap Je.


" Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat siang. "


Dan yang menyadari kelakuan ganjil dokter Rasya hanya Camila dan Mbak Hana. Mereka berdua saling pandang.


Memang seperti itulah kebiasaan dokter Rasya. Kentara sekali jika suka memperhatikan mbak Hana. Dan Camila jadi merasa takut jika itu adalah akal akalan dokter Rasya saja.


Pada akhirnya Camila menceritakan hal yang sebenarnya pada mbak hana bahwa dokter Rasya menyukai nya bahkan tidak segan segan mengutarakan langsung ke padanya sekalipun dokter Rasya tahu jika Camila sudah punya keluarga. Camila pun juga bercerita pada pada mbak hana jika Rasya sempat meminta pada papa Dirga untuk berbagi istri. Tentu saja mbak hana terkejut. Pantas saja kok majikan nya tersebut sepertinya berusaha menghindari dokter Rasya. Ternyata itulah permasalahan nya. Dan Camila meminta pada mbak hana untuk tidak deket - deket dengan dokter Rasya.


Mbak Hana pun menurut dengan apa yang Camila minta. Berusaha menjauhi dokter Rasya apapun alasan nya. Sebenarnya sering tanpa sengaja hana bertemu dengan dokter Rasya, lalu seperti biasa dimana dokter Rasya akan langsung mengejar nya. Dan dengan segala macam alasan mbak hana berusaha menjauhi dokter itu. Entahlah mbak hana sendiri pun juga jadi takut melihat sepak terjang dokter Rasya.


***


Sore hari nya Kenzo dan Kenzi sudah pulang. Ruang inap Je kembali sepi. Papa Dirga belum datang. Je masih tertidur.


Tinggalah mbak Hana dan Camila.


" Mbak Hana..."


" Ya Bu...."


" Kau lihat kan cara dokter Rasya memandang."


Mbak Hana mengangguk. " Iya Bu...saya kok jadi ngeri sendiri ya."


" aku sih bukan nya mau berpikir negative pada orang lain ya mbak. Hanya saja melihat dari gelagaat dokter Rasya yang seperti itu jujur aku jadi takut sendiri. Aku takut dia balas dendam atau apalah. Sekalipun sebenarnya dia tidak ada niatan jahat. Tapi hati ini kok ya susah di ajak berpikir positif. "


" Ya karena dari awal memang dokter Rasya nya seperti itu bu. Jadinya wajar kalau ibu merasa takut atau apa itu. "


" Mbak.... Aku tanya. Seandainya dokter Rasya beneran menyukai mbak hana bagaimana? "


" itu tidak mungkin bu. Saya ini loh hanya baby sitter. Janda anak satu. Mana mungkin seorang dokter menyukai saya. "


" Loh jangan salah loh mbak. Kakak iparku itu juga mantan babysitter yang dinikahi oleh kakak nya papa Dirga. "


" Tapi kalau saya tidak mungkin Bu. Justru yang menjadi pikiran saya adalah saya ini dijadikan alat untuk balas dendam oleh dokter Rasya. Tapi kan untungnya selama ini saya berusaha menghindar. "


" Mbak hana ini kebanyakan nonton sinetron. "


" Ya tapi bener kan bu. Coba ibu pikir lagi. Buat apa juga dokter Rasya tebar pesona ke saya kalau ujung ujung nya pasti ingin balas dendam."


" iya juga sih mbak."

__ADS_1


Camila berpikir keras benarkah dokter Rasya ada niatan untuk balas dendam. Ngeri sendiri membayangkan seandainya benar mbak hana dijadikan alat untuk balas dendam.


****


Hari ini Je kedatangan dokter Allan. Selama dirawat di rumah sakit ini ada beberapa kali dokter Allan mengunjungi Je. Dokter bermata sipit itu tampak antusias mengobrol dan mengajak je bermain. Camila hanya tertawa melihat kedua nya.


Jika bersama dokter Allan Camila merasa menemukan sosok seorang kakak yang melindungi dan mengayomi. Aura yang terpancar dari seorang dokter Allan sama seperti aura yang terpancar dari diri papa Dirga. Tapi entah kenapa jika dengan dokter Rasya aura nya sudah berbeda.


Camila menggelengkan kepalanya. Kenapa dia jadi membanding bandingkan dokter Rasya. Camila menghela nafas. Lalu kembali mengamati interaksi dokter Allan dengan Putranya.


" Dokter Camila..." panggilan dokter Allan membuat Camila mendongak.


"Ya dokter."


" Saya tadi kesini selain karena ingin menjenguk Je juga ingin memberikan ini."


Dokter Allan mengulurkan sebuah undangan berwarna maroon kepada Camila.


Camila menerimanya dan matanya berbinar bahagia melihat undangan pernikahan dokter allan. Pada akhirnya dokter Allan menikah juga dan Camila turut berbahagia atas rencana besar dokter Allan.


" Wah dokter Allan mau menikah? Selamat ya dokter."


Camila mengulurkan tangan pada dokter Allan untuk memberikan ucapan selamat.


Sedikit cerita dari dokter Allan jika dia dan calon istrinya berpacaran sekitar sepuluh tahun. Hanya saja mereka berdua memutuskan LDR. Lebih memilih mengejar karir masing masing dan belum ada niat atau rencana untuk menikah. Calon istri dokter Allan adalah seorang designer yang selama ini melanglang buana hidupnya dari satu negara ke negara yang lain. Sementara dokter Allan di usia nya yang juga terbilang masih muda sudah menjadi seorang dokter spesialis. Intinya bagi mereka karir adalah yang utama. Dan setelah mereka lelah dengan pencarian jati diri masing masing barulah mereka memutuskan menikah. Camila salut akan perjalanan cinta mereka.


" Dokter semoga Je sudah sembuh dan saya dapat menghadiri pesta pernikahan dokter Allan."


" aku yakin Je pasti sudah sembuh."


" Jagoan... Kamu harus cepet sembuh ya..."


" iya om dokter. Je capek berada disini. Je ingin pulang."


Begitulah Je akhir akhir ini balita itu selalu saja merengek ingin pulang. Katanya bosan di rumah sakit. Katanya kangen rumah. Intinya dia akan rewel untuk minta dibawa pulang. Semoga saja satu minggu lagi Je sudah boleh pulang. Kasihan juga jika Je berada berlama lama disini.


" Baiklah dokter Camila. Kalau begitu saya permisi dulu. Sampaikan salamku pada Pak Dirga."


" Baik dokter Allan."


Camila mencari cari keberadaan mbak hana tapi babysitter nya Je itu tidak terlihat. Kemana dia? Pikir Camila dalam hati.


***


Di taman Rumah Sakit.


Hana sedang duduk berdua bersama Rasya. Sebenarnya tadi hana hanya ingin mencari udara segar. Tapi siapa sangka jika dokter Rasya justru menghampiri nya. Ingin ia meninggalkan dokter Rasya tapi rasanya tidak sopan. Pada akhirnya dia membiarkan saja saat dokter Rasya duduk mendekati nya.


" Hana.. Boleh aku bertanya sesuatu."


Hana sudah merutuki dirinya sendiri. Apalagi yang akan dokter Rasya tanyakan. Apakah seputar kedua orang tua Je.


" Hana..."


Kembali dokter Rasya memanggil karena Sedari tadi hana hanya terdiam.


" iya dokter Rasya. "


" dua minggu lagi sahabat saya menikah. Namanya dokter Allan. Pasti kamu sudah kenal. Dokter bermata sipit yang sering mengunjungi Je."


Hana tahu siapa dokter Allan karena dokter Allan juga sering mengunjungi je selagi je dirawat.


" iya dokter saya tahu dengan dokter Allan. Oh ternyata dokter Allan mau menikah. Wah selamat ya untuk dokter Allan."


" oleh karena itu lah saya mendapat undangan dari nya tapi yang jadi masalah adalah saya tidak memiliki pasangan."


Hana hanya mendengar kan saja apa yang dokter rasya sampaikan.


" Hana, maukah kamu menemani saya di pernikahan Allan nanti? "


Hana tentu terkrjut. Hei, ini dokter Rasya ngapain mengajak nya pergi ke acara pernikahan teman nya. Bahkan mereka berdua tidak ada hubungan apa apa. Begitu mudah nya dokter Rasya mengucap kan hal itu pada nya. Sungguh Hana tak habis pikir.


" Hana... Bagaimana?"


" Aduh maaf dokter tapi saya tidak bisa."

__ADS_1


" Tidak bisa? Kenapa?"


" Ya karena saya bukanlah siapa siapa. Saya hanya babysitter nya Je  tidak seharusnya dokter Rasya mengatakan hal itu pada saya."


" Memang apa nya yang salah. Atau begini saja, saya akan meminta ijin pada dokter Camila dan pak Dirga. "


" Tidak perlu dokter Rasya. Karena saya pun juga tidak akan ikut dengan dokter. Maafkan saya. "


Setelahnya mbak hana bangkit berdiri dan pergi meninggalkan dokter Rasya sendirian di taman.


Rasya hanya tersenyum miris. Bahkan dengan babysitter saja dia ditolak. Apa ini karma yang harus ia terima karena dulu pernah suka sama istri orang. Jika memang ini adalah balasan yang harus ia terima maka ia akan menerimanya. Ya, Rasya sadar jika dia pernah punya banyak salah tapi sekarang dia sudah tobat. Mungkin orang lain yang melihat tidak akan yakin jika dia benar benar bertobat. Tapi memang inilah kenyataan nya. Dia sudah tobat dan tidak lagi menyukai Camila tapi sekarang dia ganti suka pada babysitter anak camila.


Apakah dia harus mengatakan hal ini pada Camila dan Dirga agar tidak timbul kesalah fahanam lagi. Ya seperti nya begitu. Dengan mengobrol bersama Dirga dan Camila adalah ide yang baik.


***


Seperti biasa malam menjelang, Dirga selalu menjaga je bersama Camila. Setelah menemani anak nya bermain dan Je sudah tertidur. Dirga mendekati Camila.


" Sayang, semenjak disini kamu makin kurus."


" Bagaimana mau gemuk Pa, kalau lihat je seperti itu. Yang penting kan aku sehat."


" iya kesehatan memang yang utama. Jangan sampai telat makan. Jaga diri baik baik demi anak kita."


" Iya Pa."


" Semoga Je bisa segera dibawa pulang. Dengan begitu sayang juga bisa mulai menata diri lagi. Aku kasihan melihat mu seperti ini. Setiap hari harus hidup di Rumah Sakit. "


" Iya Pa. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku. Untuk menjaga Je sampai Je sembuh. "


Dirga tersenyum sejujurnya dia kasihan melihat istrinya yang pontang panting demi menjaga Je. Apalagi disaat Je rewel dan menangis. Camila dengan telaten akan menenangkan putra nya  merayunya dengan kata kata manis hingga je kembali terdiam. Camila selalu bisa membuat anak nya merasa nyaman.


" Papa..."


" Ya"


" Sebentar..."


Camila bangkit berdiri lalu mengambil undangan pernikahan dokter Allan yang ia simpan di dalam laci. Diserahkan nya pada suaminya.


" Apa ini" tanya Dirga penasaran.


" Baca saja."


Dirga membuka undangan tersebut lalu membacanya. Dia tersenyum.


" Dokter Allan menikah?"


" Iya. Dokter Allan akhirnya Menikah juga. Ikut berbahagia mendengar kabar berita ini. Aku pikir dokter Allan itu tidak punya kekasih dan jomblo sejati. Tapi ternyata...."


" Kamu ini bisa bisa nya menyangka dokter Allan jomblo. "


" habisnya selama ini aku tidak pernah tahu dokter Allan dengan cewek. Kemana mana dokter Allan itu selalu bersama dokter Rasya. Tidak Pernah terlihat bersama wanita. Padahal usianya sudah matang. Tak tahu nya tadi tiba tiba datang kasih undangan pernikahan. "


" usia dokter Allan itu juga sudah matang untuk menikah. "


" Kau tahu pa bagaimana perjalanan cinta dokter Allan dengan calon istrinya "


" memang sayang tahu. "


" Ya karena penasaran, akhirnya aku tadi bertanya pada nya bagaimana mungkin tiba tiba menikah. Selama ini aku tidak pernah melihat dokter Allan bersama kekasihnya. "


" Kamu ini hal seperti itu ditanyakan juga. "


" Ya habisnya aku kan penasaran. "


" terus dokter Allan menjawab apa "


" Ya dia cerita ternyata selama ini menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya. Eum.. Kekasih dokter Allan itu desainer yang melanglang buana dari satu negara ke negara lain. Benar benar hebat kok mereka. "


" itulah yang nama nya jodoh. Mau lari kemanapun kalau sudah jodoh nya pasti akan menikah juga. "


" iya pa. Semoga saat dokter Allan menikah Je sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Biar kita bisa hadir. Aku kan penasaran dengan istrinya dokter Allan."


" iya semoga Je segera boleh dibawa pulang. "

__ADS_1


__ADS_2