Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 86


__ADS_3

Je tak menyangka jika di dalam resto itu susah banyak orang yang menunggu kehadiran nya.


" Kak Je....!" suara cempreng itu begitu nyaring terdengar di telinga Je.


Senyum yang tadi merekah mendadak hilang begitu saja saat Cinta sudah menarik lengan nya membawa nya masuk dan memaksanya duduk di kursi yang sudah disiapkan khusus untuk pemuda itu.


Dirga juga Camila hanya tertawa melihat tingkah agresif Cinta, putri Ferdy dengan Hana. Gadis kecil yang usianya baru tujuh tahun itu terlihat begitu menyukai Je.


Je, sungguh harus menyiapkan mental nya jika Cinta sudah bergelayut manja pada nya. Bahkan gadis itu tidak malu sama sekali dengan semua orang yang mulai menertawakan tingkah lucu sekaligus konyol nya ini.


Je menatap satu per satu keluarga nya. Ternyata dari sekian banyak orang yang papanya undang adalah dari keluarga besarnya. Termasuk om Ferdy dan Mbak Hana yang sudah Dirga anggap seperti keluarga sendiri.


Acara untuk merayakan kelulusan Je penuh suka cita hingga pada saat Dirga mengumumkan pada seluruh keluarga nya bahwa Je akan melanjutkan study nya keluar negeri, barulah diantara mereka turut bersedih. Sedih karena akan berpisah sementara waktu dengan pemuda itu. Tak terkecuali opa, oma juga nenek nya yang selama ini begitu menyayangi Je.


Akan tetapi niat Je ini sudah bulat. Baik Dirga juga Camila hanya bisa mendukung putra nya. Tak akan menghalangi semua keinginan serta cita cita yang sudah Je impikan.


Pada awalnya Camila yang sempat merasa keberatan. Bagaimanapun juga Je adalah anak mereka satu satunya. Jika Je pergi ke luar negeri maka Mila dan Dirga akan kesepian.


Sempat Mila membujuk Je agar kuliah di tempat yang sama dengan Kenzo. Tapi Je menolak. Putra nya itu ingin kuliah ditempat yang sama dengan College dimana dulu Danu pernah mengenyam study selama di London.


Dirga yang harus membujuk dan memberi pengertian pada istri nya hingga pada akhirnya Camila menyetujui dan merestui Je pergi.


Pesta kecil - kecilan itu berakhir. Ferdy dan Hana serta Cinta berpamitan untuk pulang terlebih dulu. Dan sebelum mereka pergi Cinta mendekati Je. Berdiri di sisi Je yang masih duduk di atas kursi. Menarik bahu Je agar pemuda itu menunduk. Cinta membisikkan sesuatu di depan telinga Je.


" Cinta akan menunggu kak Je sampai Kak Je kembali."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Cinta melambaikan tangan pada semua orang yang masih berada ditempat nya masing - masing, lalu berlari kecil menghampiri papa dan mama nya untuk keluar dari resto dimana tempat diadakan nya acara kelulusan Je.


Je, setelah mendapat bisikan dari Cinta, pemuda itu sampai ternganga dibuat nya. Benarkah itu Cinta yang mengatakan nya. Gadis kecil yang masih kelas satu Sekolah Dasar. Bukan Rea, gadis yang mengklaim sebagai kekasihnya. Jika Rea yang mengatakan demikian, mungkin bisa Je percaya. Tapi ini Cinta yang mengatakan nya, membuat Je pada akhir nya menggelengkan kepala nya. Ada ada saja yang gadis kecil itu lakukan.


***


Di hari keberangkatan nya ke London,  bahkan Je sama sekali tak mengabari Rea. Entah apa yang ada di benak Je. Selama ini Je hampir tak pernah mengingat keberadaan gadis itu. Ingat pada Rea hanya saat mereka bertemu. Itu saja. Dalam hati Je juga tak ada perasaan apapun pada gadis itu. Bagi Je, Rea itu adalah gadis yang baik dan selama kedekatan nya dengan Rea, banyak hal yang Je dapatkan salah satu nya adalah dia bisa move on juga dari Bu Sofia.


Terkesan jahat memang karena Je menjadikan Rea sebagai pelarian akan cinta nya yang tak terbalaskan. Tapi memang kenyataan yang ada demikian.


Dirga dan Mila tak hanya mengantarkan Je sampai Bandara. Akan tetapi mereka berdua benar-benar mengantarkan Je sampai ke London. Memastikan jika Je mendapat sekolah yang baik juga tempat tinggal yang layak.


Dirga tak terlalu khawatir akan keberadaan Je, karena di London ada Daffi yang bisa Dirga minta bantuan untuk ikut menjaga Je. Dan dengan senang hati Daffi akan ikut mengawasi serta menjaga Je yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.


Akan tetapi bujuk rayu serta pengertian yang berusaha Dirga berikan sedikit mampu menghibur Camila.


Hingga saat mereka berdua sudah kembali ke rumah, Mila masih sering termenung lalu menangis sendirian karena terlalu merindukan putra nya. Dan yang Mila bisa lakukan hanyalah mencari banyak kesibukan agar ia tak terlalu teepikir akan Je yang jauh dari nya.


***


Hingga tanpa terasa bulan pun berganti menjadi tahun. Sengaja Je tak sering-sering pulang ke rumah. Karena Je tahu mama nya pasti akan sangat bersedih jika harus melepaskan dia lagi pergi ke London.


Dan di tahun pertama kuliahnya, Je pulang ke rumah mengunjungi mama dan papa nya. Betapa rindu nya Mila pada sang putra. Dalam kurun waktu satu tahun itu, berkali kali Mila merengek pada suaminya agar membawanya pergi ke London menemui putranya, tapi Dirga selalu menolak.


Dan sekarang saat mendapati Je pulang, rasanya Mila ingin sekali mengikat Je agar putra nya itu tak lagi meninggalkan nya. Terkesan berlebihan memang. Tapi bagaimana lagi, Je ini adalah anak satu satu nya yang Mila punya. Dan tanpa Je, Mila selalu merasa kesepian.

__ADS_1


"Ma, jangan seperti ini lagi. Aku tidak suka. Aku ini sudah dewasa, Ma. Mama harus mendukungku agar aku bisa menjadi orang sukses seperti papa. Dan mama harus yakin jika aku tak akan pernah meninggalkan mama. Karena kau selalu ada di hati mama."


Mendengar ucapan Je, meleleh hati Camila. Putra nya ini selalu saja bisa menghibur nya. Dan sejak dia mendengar perkataan Je itu, Mila berusaha melapangkan hati nya dan berusaha untuk tak lagi khawatir secara berlebihan pada putra tunggal nya.


Je akan menghabiskan satu bulan masa liburan nya. Cukup lama memang. Tapi waktu selama itu akan Je pergunakan untuk liburan ke Bali nantinya . Ke rumah kakak papa Dirga. Dia ingin liburan sekaligus mengunjungi Keluarga papa nya yang ada disana.


Sementara Mila juga Dirga pun akan ikut sekalian bersama Je. Mereka sudah menjadwalkan liburan selama satu minggu di Bali. Dan dua minggu dari sekarang barulah mereka akan berangkat.


***


Je, pemuda itu sedang berada di dalam kamar nya. Kamar yang sudah satu tahun ini tidak ia tempati. Tidak banyak yang berubah dari kamarnya. Tetap bersih karena mungkin saja pembantu nya akan rajin membersihkan kamarnya. Duduk di atas ranjang yang sudah sangat ia rindukan. Lalu ia merebahkan tubuhnya.


Mengingat semua perjalanan hidupnya selama satu tahun ini. Kuliahnya yang berjalan lancar tanpa hambatan karena Je memang benar-benar serius menjalani study nya.


Sejak dulu memang Je selalu serius jika menyangkut masalah pendidikan. Jadi tidak heran jika selama dia bersekolah maka nilai nilai nya akan bagus semua.


Dan saat dia sudah resmi berstatus mahasiswa, yang dia lakukan hanya belajar dan belajar. Tidak ada hal lain yang ia lakukan apalagi hal hal yang tidak ada gunanya. Je hanya akan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat bagi nya. Tidak ingin membuang waktunya hanya untuk hal yang menurutnya tidak bermanfaat, berpacaran misalnya.


Je, masih suka bersenang senang. Sekedar pergi jalan-jalan bersama teman-teman nya. Baik teman lelaki juga perempuan. Atau pergi nonton dan juga nongkrong di kedai kopi. Semua masih Je lakukan selama dia tinggal di London. Hanya saja, belajar tetap lah menjadi prioritas utama nya.


Pikiran Je yang menerawang jauh tiba-tiba tersangkut pada seorang Rea. Apa kabar kira-kira gadis itu. Selama satu tahun ini Je masih berkirim kabar dengan Rea. Hanya melalui media sosial atau pesan whatsapp. Akan tetapi intensitas nya juga tidak sering. Hanya sekedar say hallo atau bertanya kabar. Itu saja. Tidak pernah membahas hal hal lain terutama yang berkaitan dengan hubungan mereka berdua. Je dan Rea selayak nya teman biasa yang berkirim kabar pun tidak tentu satu bulan sekali.


Je bangkit dari berbaring nya. Mencari kunci motor sport nya. Dan ternyata masih tersimpan rapi di tempatnya. Ia menyambar jaket nya dan keluar kamar. Mencari keberadaan mamanya karena dia ingin minta izin keluar sebentar.


Dengan rayuan yang sedikit alot, pada akhirnya mama nya mengizinkan itupun setelah Je mengatakan hal yang sebenarnya jika dia ingin menemui Rea. Dan Camila pada akhirnya menyerah karena tidak ingin menghalangi Je yang akan menemui kekasih hati nya.

__ADS_1


__ADS_2