Angkasa Dirgantara

Angkasa Dirgantara
Season 2 - Chapter 54


__ADS_3

Dirga sedang menyelesaikan pekerjaan nya. Memang kebiasaan lelaki itu jika banyak pekerjaan, dia akan membawanya ke rumah daripada harus lembur dan mengerjakan nya di kantor.


Setelah Je tertidur, barulah Dirga mulai membuka laptop nya dan mengecek beberapa laporan proyek yang sedang ditangani oleh perusahaan nya.


Ruang kerja Dirga pun berada di dalam kamarnya. Sambil mengawasi Je yang sedang tertidur, sambil ia mengerjakan pekerjaan nya.


Istrinya sedang tidak bisa dia andalkan untuk saat ini. Mood nya suka sekali berubah-ubah. Sejak Camila pulang kuliah tadi, istrinya itu sudah bergelung di bawah selimut. Sementara Je tidur samping mama nya.


Perlahan mata Camila terbuka, lalu ia mengerjab mendapati suaminya sedang fokus pada layar laptop nya. Camila masih memandang Dirga tak berkedip. Jika sedang serius seperti itu, suaminya terlihat berkali kali lipat lebih tampan. Camila merasa jatuh cinta lagi dengan Dirga. Bibir itu menyunggingkan senyum. Camila masih menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna di hadapan nya ini.


Tapi lama-lama Camila tak tahan juga untuk tidak mendekati Dirga. Di tolehkan kepala ke samping. Ternyata putra nya sudah tertidur lelap. Camila beringsut mendekati Je. Mencium pipi Je sekilas. Takut jika putra nya nanti akan terbangun.


Lalu Camila menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya. Berjalan gontai mendekati suaminya. Berdiri di belakang suaminya dengan kedua lengan melingkari leher Dirga. Kepala Camila jatuh di atas bahu Dirga.


" Hei sayang.... Kamu bangun?"


" Hmm...."


Dirga masih fokus mengerjakan laporan nya meskipun istri nya bergelayut manja padanya. Akhir - akhir ini memang tingkah Camila sedikit berubah. Banyak hal yang tak biasa Camila lakukan, dan sekarang akan dilakukan istrinya itu.


Seperti kebiasaan baru Camila yang suka tidur dan bermalas malasan. Ditambah lagi dimana Camila yang suka sekali bermanja - manja dengan nya seperti sekarang ini. Bahkan istrinya ini tak mau melepaskan pelukan nya. Justru menciumi pipi nya.


Lama-lama Dirga tak tahan juga mendapat perlakuan dari sang istri. Ditariknya lengan Camila hingga istrinya duduk di atas pangkuan nya. Tanpa Dirga sangka, Mila sudah menangkap pipinya. Detik selanjutnya istrinya itu sudah mencium nya.


Dirga tentu saja hanya bisa menikmati nya. Tak biasanya Camila akan seagresif ini kepadanya. Ciuman mereka terlepas. Mila berusaha meraup oksigen sebanyak - banyak nya. Disandarkan kepalanya di dada Dirga.


Dirga mengelus rambut Panjang istrinya. Lalu dia beranjak berdiri menggendong tubuh istrinya dan menjatuhkan nya di atas sofabed yang ada di dalam kamar mereka. Dirga tahu apa yang Camila mau.


Melupakan sejenak pekerjaan nya yang belum selesai. Memuaskan sang istri lebih penting untuk saat ini.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka, Dirga mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan di atas ranjang. Menutup tubuh Camila dengan selimut.


" Pa, mau kemana?" rengek Camila.


" Ke kamar mandi."


" Ikut."


Dirga tergelak lalu kembali membopong tubuh sang istri dan membawanya ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


****


Pagi hari nya masih seperti pagi-pagi sebelumnya. Selesai shalat subuh selalu Camila kembali bergelung di bawah selimut tebal nya. Padahal dulunya wanita itu tidak begitu. Dia akan bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Dirga juga Je. Tapi ini sudah hampir satu minggu dan Camila masih dengan kemalasan yang sama.


Dirga masih membiarkan istrinya dengan kebiasaan barunya. Lelaki itu bahkan tak memprotes atau menegur istrinya. Dibiarkan saja Camila menikmati hari nya.


Pagi ini pun Dirga masih mengantar Je ke sekolah. Beruntung tidak ada jadwal meeting pagi ini. Jadi Dirga tidak perlu lagi terburu buru datang ke kantor.


Selesai mengantar Je, Dirga melajukan mobil nya menuju kantor. Ditengah kemacetan jalan Dirga harus bersabar agar bisa segera sampai di kantornya.


Satu jam perjalanan barulah Dirga sampai di kantornya.


" Pagi Bos...!" sapa Ferdy kala melihat Dirga datang.


Lelaki itu mengikuti Dirga masuk ke dalam ruangan.


" Apa jadwal ku hari ini, Fer?"


" Hari ini jadwal bos tidak padat tenang saja. Kita tidak ada jadwal meeting hari ini."


" Baiklah."


" Aku capek berada di jalan. Bayangin saja, setiap pagi aku harus ke sekolah Je yang lokasinya berlawanan arah dengan kantor. Hampir dua jam tiap pagi kuhabiskan di jalan. " Tak terasa Dirga justru malah curhat pada Ferdy.


" Memang dek Mila sakit apa, Bos? "


Pertanyaan Ferdy dijawab Dirga dengan mengedikkan bahu. Dirga sendiri pun tidak tahu. Menurut Dirga Camila tidak sakit. Badan nya juga tidak panas.


" Aku nggak tahu dia sakit apa. Perasaan badan nya juga nggak panas."


" Eh, gimana sih Bos. "


" Aku sendiri juga bingung. Perilaku Camila berubah. Sekarang dia jadi punya hobi baru."


" Hobi baru?" kini giliran Ferdy yang tak mengerti.


"Iya. Hobi barunya tidur."


Ferdy tergelak. Sampai sampai keluar air mata di sudut matanya.

__ADS_1


" Kenapa kau tertawa."


" Aku pikir dek Mila itu sakit karena kemarin Hana bilangnya seperti itu."


" Aku kira juga begitu. Mungkin sedang tidak enak badan atau apa. Tapi ini sudah seminggu berlalu. Dan setiap kali aku sentuh dahinya, tidak panas. Berarti dia tidak sedang sakit kan. "


Ferdy terdiam sejenak mencerna kata-kata bosnya.


" Apa mungkin dek Mila hamil lagi, bos. "


" Kau ini ada-ada saja. Mana ada wanita hamil yang punya hobi tidur. "


" Siapa tahu saja bawaan bayi, bos. "


Dirga tergelak. Ferdy ini belum menikah tapi seolah asisten nya itu tahu kebiasaan atau tanda - tanda wanita yang sedang hamil.


" Bos jangan meremehkan ku. Keponakan ku ada banyak. Dan diantara mereka, beda - beda bawaan nya. Salah satu nya ya itu. Ada yang saat hamil, ibunya hanya suka bermalas malasan."


" Kau yakin Fer."


Dirga mulai penasaran dengan cerita Ferdy. Mungkinkah Camila hamil lagi. Bisa jadi iya. Jika mengingat semua kebiasaan Camila yang tak biasa dan diluar kewajaran. Seperti bukan dirinya saja. Dirga saja sampai dibuat keheranan.


Mungkin nanti saat pulang kerja, dia harus membicarakan hal ini pada Camila. Benarkah istrinya sedang hamil? Jika memang benar Camila hamil betapa bahagia nya dia. Je akan punya adik. Lebih senang lagi jika adiknya Je perempuan.


" Bos... Bos Dirga...."


Panggilan Ferdy yang sedikit keras membuat Dirga tersentak. Lalu mendongak menatap asisten nya.


" Ada apa?"


" Kenapa bos bengong saja."


" Aku lagi berpikir tentang semua ucapanmu itu. Apakah benar Camila sedang hamil?"


" Bos ini gimana. Tanda-tanda istri hamil saja tidak tahu."


Setelah mengatakan itu Ferdy keluar dari ruangan Dirga.


Dirga kembali berpikir tentang semua dugaan - dugaan yang mengarah pada tanda- tanda kehamilan istri nya. Dirga memang tidak tahu apa saja ciri-ciri wanita yang sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2